Do Aging Physicians Present Care Quality, Patient Safety Risks?

health ITHow should the healthcare system ensure that elderly physicians are maintaining high levels of patient safety and care quality?

It’s a subject that few physicians want to face during the later stages of their careers. 

At what point does a clinician become too old to effective deliver high quality care with a minimum risk to patient safety?

Continue reading

Health Minister Solicits Partnership In Quality Health Care Delivery

leadershipThe Minister of State for Health, Dr. Osagie Ehanire has appealed for cooperation from members of the National Association of Resident Doctors (NARD) on quality health care delivery.

The Minister made this appeal when the Executive members of the Association led by their President, Dr. Mohammed Adamu Askira paid him a courtesy call in Abuja.

Continue reading

coba tabs

KALEIDOSKOP 2015

DIVISI MANAJEMEN MUTU
PUSAT KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN FK UGM

Selama Tahun 2015 beberapa kegiatan telah dilakukan khususnya terkait dengan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung diberbagai sektor kesehatan. Berbagai kegiatan yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak, fraud layanan kesehatan, dan pengembangan sistem rujukan menjadi beberapa fokus kegiatan yang digagas oleh divisi manajemen mutu bersama dengan mitra sebagai upaya untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Berikut adalah catatan perjalanan kegiatan divisi manajemen mutu yang tersaji dalam Kaleidoskop Manajemen Mutu 2015:

Pendampingan Awal AMP di 3 Kabupaten NTT
Kegiatan yang didanai oleh AIPMNH (Australia Indonesia Partnership for maternal & neonatal health) bekerjasama dengan Pusat kebijakandan Manajemen Kesehatan (PKMK FK UGM) dilakukan pada 17-23 Februari yang dilaksanakan secara serial di Kab Timor Tengah Selatan, Sumba Timur dan Manggarai Barat. Pada kegiatan ini Kematian ibu dan bayi masih menjadi topik perhatian, melihat masih tingginya angka kematian ibu dan bayi yang terjadi di 3 Kabupaten NTT, beberapa upaya sudah dilakukan termasuk inovasi dari program sister hospital di 2 wilayah Kabupaten NTT, selain itu pihak AIPMNH juga meminta untuk dilakukan pendampingan audit maternal perinatal (AMP) ke 3 Kabupaten. Tercatat bahwa penyebab utama kematian ibu di NTT seperti perdarahan, hipertensi, infeksi, abortus pada kematian ibu dan pada anak seperti BBLR, asfiksia, infeksi dan lain-lain, sebuah kondisi medis yang sebenarnya dapat dicegah dan diatasi namun AMP yang dilakukan kurang bermutu baik rekomendasi maupun tindak lanjutnya, sehingga terjadi kematian berulang.

Tujuan dari pelaksanaan pendampingan AMP yakni mengaktfkan kembali AMP dan Respon tingkat kabupaten, Mendampingi/ memfasilitasi pelaksanaan audit maternal &perinatal di RSUD, Mendampingi/memantau rekomendasi perbaikan (respon), Mengidentifikasi masalah penyebab kematian Ibu dan Bayi kaitannya dengan standar pelayanan KIA, Sebagai sarana penyegaran konsep audit klinik/medis sebagai proses pembelajaran dan membangun budaya tidak saling menyalahkan (non blame culture). Pada pertemuan ini juga dihadiri oleh. Tim AMP Dinkes Kabupaten (5 orang), Perwakilan Puskesmas (1 orang), Tim Ponek RSUD (3 orang), Perwakilan Bidan Praktek Swasta (2 orang), Perwakilan IBI, IDI, POGI (2 orang), Perwakilan dari RS Swasta setempat (2 orang).

Pendampingan AMP Lanjutan di 3 Kabupaten NTT
Kegiatan yang didanai oleh AIPMNH (Australia Indonesia Partnership for maternal & neonatal health) bekerjasama dengan Pusat kebijakandan Manajemen Kesehatan (PKMK FK UGM) dilakukan pada 23 Maret- 2 April 2015 yang dilaksanakan secara serial di Kab Timor Tengah Selatan, Sumba Timur dan Manggarai Barat. Setelah pendampingan tahap 1 dilaksanakan ternyata proses pelaksanaan AMP di masing-masing kabupaten terlihat berbeda-beda, ada kabupaten yang sudah memahami tentang proses AMP dan ada juga yang belum memahami mengenai proses AMP serta proses pengkajian secara ekternal. Serta ada Kabupaten yang sudah dengan rutin melaksanakan AMP namun merasa jenuh dengan rekomendasi yang berulang dikarenakan tidak adanya tindak lanjut dari pemegang kebijakan serta adanya faktor budaya yang ikut menjadi faktor penyebab terjadinya angka kematian ibu dan bayi di NTT.

Sehingga dengan beragamnya permasalahan di atas, tim pendamping AMP akan mempertajam kembali rekomendasi-rekomendasi yang sudah dibuat serta memfokuskan pada intervensi yang betul-betul diperlukan sehingga intervensi yang dihasilkan bukanlah intervensi yang bersifat instan namun intervensi yang bersifat strategis. Pada pendampingan kedua melibatkan aktor kunci yakni tokoh agama dan tokoh masayarakat yang berasal dari kantong-kantong kematian tertinggi di masing-masing Kabupaten, hal ini penting untuk memfokuskan pada peluang perbaikan. Kegiatan ini dihadiri oleh: Tim AMP Dinkes Kabupaten (4 orang), Bidan Pengelola KIA (4 0rang), Perwakilan IBI, IDI/POGI (2 orang), Perwakilan Puskesmas lainnya(2 orang), Perwakilan dari RS Swasta setempat (1 orang), Tokoh masyarakat (1 orang), Tokoh Agama (1 orang)

Pelatihan Verifikator BPJS Kesehatan
Kegiatan ini diselenggarakan BPJS Kesehatan Pusat di Yogyakarta pada 17 Maret 2015. PKMK FK UGM berkesempatan menjadi narasumber pelatihan bagi lebih dari 100 verifikator BPJS Kesehatan dari seluruh Indonesia. Dalam kegiatan ini verifikator diberi bekal untuk memahami upaya pengendalian mutu dan biaya berdasar kaidah-kaidah teori dan pengalaman dari negara lain. Verifikator juga diberi bekal untuk memahami dan dapat mengimplementasikan upaya pencegahan fraud layanan kesehatan sesuai perannya. o Sosialisasi Pengembangan Model Sistim Rujukan Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Di Kabupaten Jayapura Kementerian Kesehatan dengan bantuan dana hibah UNFPA mengembangkan mekanisme strategi rujukan Pelayanan Kegawatdaruratan Obstetri Maternal dan Neonatal yang disesuaikan dengan kondisi lokal di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Pengembangan model sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di kabupaten Jayapura mulai berjalan pada bulan Oktober tahun 2014. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan isi Manual Rujukan Maternal dan Neonatal dan melakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait





– See more at: http://onlinehtmltools.com/tab-generator/#skin9-left-simple_fade

Dumai Akan Akreditasi Seluruh Puskesmas

harianhaluanPemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan setempat kini tengah mempersiapkan status akreditasi terhadap semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar fasilitas pelayanan memenuhi standar yang ditetapkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Paisal, kepada sejumlah awak media, mengatakan semua Puskesmas sekarang ini tengah dipersiapkan menuju terakreditasi sebagai suatu kewajiban atas fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Continue reading

Philips launches access to quality care solutions

dailynewsCLINICIANS will be sporting smiles of glee with the announcement that Philips will be launching its Efficia suite of solutions in the country. The solutions that will bring these smiles will include patient monitors that will allow them to provide diagnosis, monitoring and therapy even in remote areas.

According to a statement from Philips, these solutions highlights commitment to enhance access and enable quality care across the health continuum – from healthy living and prevention, to diagnosis, treatment, recovery and home care, including in remote areas.

Continue reading

Upaya Pemprov Riau Maksimalkan Pelayanan Kesehatan

riaueditorPerhatian Pemprov Riau pada masyarakat miskin sangat besar, hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Plt Gubri menegaskan, pemrov Riau telah menganggarkan dana untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau.

Continue reading