
[widgetkit id=38]
[button type=”warning” target=”_blank” link=”https://mutupelayanankesehatan.net/index.php/component/content/article/1882″] PENDAFTARAN [/button]

[widgetkit id=38]
[button type=”warning” target=”_blank” link=”https://mutupelayanankesehatan.net/index.php/component/content/article/1882″] PENDAFTARAN [/button]
Indikator mutu pelayanan merupakan sebuah alat untuk melaksanakan manajemen kontrol dan alat untuk mendukung pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan kegiatan untuk masa yang akan datang. Mengukur mutu pelayanan kesehatan baik di tingkat primer seperti Puskesmas dan tingkat lanjut seperti rumah sakit memerlukan indikator mutu yang jelas, apakah menggunakan konsep WHO, IOM atau menurut pakar lainnya, misal indicator mutu yang dikembangkan oleh WHO yakni indikator mutu yang mengukur dimensi akses, efisiensi efektifitas, akseptabilitas, keadilan, dan keselamatan. Dengan pengukuran akan tergambarkan apa yang sebenarnya sedang dilakukan sarana pelayanan kesehatan dan membandingkannya dengan target sesungguhnya atau harapan tertentu dengan tujuan untuk mengidentifikasi kesempatan untuk adanya peningkatan mutu (Shaw, 2003).
Untuk meningkatkan mutu perlu peningkatan standar dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan. Misalnya menurunkan AKI perlu tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan dan tentunya dengan pelayanan sesuai standar yang mengacu pada semua persyaratan kualitas pelayanan dan peralatan kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini masih menjadi fokus pembangunan kesehatan, dimana tingginya AKI masih terus menjadi perhatian yang sangat besar dari pemerintah terutama dengan adanya target baru yang lebih ambisius yakni sustainability development goals (SDG’s), Maka dari itu tenaga kesehatan setidaknya memberikan pelayanan sesuai standart pelayanan minimal agar mutu pelayanan tetap terjaga.
Seperti diketahui bahwa Indikator merupakan sebuah petunjuk atau tolak ukur sehingga beberapa mutu layanan kesehatan harusnya dapat diukur misalnya angka kematian ibu, angka kematian bayi, mutu layanan kesehatan hingga mutu audit maternal dan perinatal. Penilaian ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi faktor medik, non medik dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh kepada penurunan mutu layanan kesehatan. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola pelayanan dasar (Puskesmas dan jajarannya) dan di tingkat pelayanan rujukan primer (Rumah Sakit Kab / Kota) dapat memilih indikator mana yang akan digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
As Cambodians are beginning to live longer and healthier lives, with a generation more attuned to the need for health and wellness, many are travelling overseas for proper treatment while the Cambodian healthcare sector slowly catches up—leaving the majority of specialized treatments well out of reach.
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila FA Moeloek dalam pertemuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, Sabtu (23/1) menegaskan, Indonesia akan meningkatkan kapasitas nasional, guna menghadapi ancaman kesehatan global.
When it comes to selecting a home health care agency, nurse Susan Sellechia, 34, says what matters most are compassion, education, and a drive to keep patients out of the hospital.
Her patient at Deer Meadows Home Health and Support Services, Joan Hutchins, 84, who was treated for ulcers on her legs, agrees.
“The nurses here have been very patient with me,” said Hutchins. “I couldn’t get any better care.”
Infeksi nosokomial (Hospital Acquired Infection/Nosocomial Infection) adalah infeksi yang didapat dari rumah sakit atau ketika penderita itu dirawat di rumah sakit.
Nosokomial berasal dari kata Yunani nosocomium yang berarti rumah sakit. Jadi kata nosokomial artinya “yang berasal dari rumah sakit”, sementara kata infeksi artinya terkena hama penyakit.
Healthwatch make the quality of care in homes a priority and launch the Isle of Wight Care Awards to showcase where homes have got the quality of their care right.
SLEMAN – Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dilantik, Sabtu (16/1/2016). Organisasi baru di bidang kesehatan ini berkomitmen membantu rumah sakit swasta untuk mendapatkan akreditasi baik tingkat nasional maupun internasional.
Prime Healthcare ACO was selected as one of 100 new Medicare Shared Savings Program Accountable Care Organizations (ACOs), providing Medicare beneficiaries with access to high-quality, coordinated care across the United States, the Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) announced on January 11. That brings the total to 434 Shared Savings Program ACOs serving over 7.7 million beneficiaries.
Pemkab Magelang sepakat mengintegrasikan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Magelang ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebanyak 168 ribu peserta Jamkesda diharapkan tahun ini sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.