Klinisi Sebagai Ujung Tombak Peningkatan Mutu

Berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan membutuhkan para klinisi (dokter, perawat, bidan dan klinisi lainnya) sebagai pelaksana utama dan terpenting di lapangan. Meskipun terlihat dan dianggap berbeda namun sesungguhnnya berbagai upaya tesebut seperti: TQM, CQI, GKM, PSBH, Akreditasi, ISO 9000, Audit Klinik, Lean Hospital pada dasarnya sama persis.

Kieran Walshe (2009) seorang peneliti di Inggris menemukan bahwa berbagai upaya tersebut semuanya membutuhkan paling tidak empat hal, yaitu kepemimpinan, siklus dan alat peningkatan mutu; Keterlibatan seluruh staf; dan komitmen para klinisi (terutama klinisi senior).

Keterlibatan klinisi sangat penting karena ditangan merekalah pelayanan kesehatan disampaikan kepada para pasien/masyarakat, manajemen “hanya” mendukung dari aspek regulasi organisasi. Namun demikian saat ini peran tersebut perlu ditingkatkan, berbagai kendala terkait dengan keterlibatan klinisi adalah beban kerja dilapangan dan juga karena motivasi para klinisi.

Menjadi tugas para manajer sarana pelayanan kesehatan dan organisasi profesi termasuk institusi pendidikan tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan keterlibatan klinsi dalam upaya peningkatan mutu. Dua artikel yang dapat dijadikan sumber ide untuk hal tersebut kami tampilkan pada minggu ini. Selamat berinovasi.(hd)

{jcomments on}

Quality training key to good child care organisations

child careTHE Australian Government will increase audits on child care training organisations, in the Sunshine Coast and other regions, consider more on the job training, enforce the use of penalties and establish a ‘preferred provider’ scheme following the release of a new report into the training of child care workers.

Continue reading

Menkes Serahkan Penghargaan Kepada Nakes Teladan

menkesJAKARTA (Pos Kota)– Sebanyak 136 tenaga kesehatan (Nakes) teladan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan. Mereka yang terdiri atas kelompok tenaga medis, tenaga perawat, tenaga bidan, tenaga gizi dan tenaga kesehatan masyarakat, selama ini telah menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat Puskesmas.

Continue reading

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-70

Tepat di awal minggu ini, 17 Agustus 2015 adalah peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-70. Seiring dengan usia kemerdekaan yang telah semakin ‘dewasa’, Negara Kesatuan Republik Indonesia terus bebenah di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor kesehatan. Masih segar dalam ingatan kita, salah satu program kesehatan yang diluncurkan untuk dapat memberikan fasilitas pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat, yakni Program BPJS Kesehatan. Harapannya program tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat, tentu saja tidak hanya merata namun juga adil dengan meningkatkan atau setidaknya mempertahankan mutu pelayanan kesehatan yang disediakan.

Berbagai problematika mengiringi proses penerapan program tersebut, namun fokus mutu pelayanan kesehatan tetaplah harus menjadi prioritas dalam setiap penentuan kebijakan yang diambil. Masih terkait dengan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, minggu ini 2 artikel yang disajikan akan memaparkan peran tenaga kesehatan (dokter dan perawat) serta keterlibatannya dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di United State of America. Artikel tersebut diharapkan dapat menambah wawasan dan memberikan gagasan upaya peningkatan mutu di fasilitas pelayanan kesehatan pemerhati website mutu. Dan semoga di usia kemerdekaan Bangsa Indonesia yang semakin ‘dewasa’ ini seluruh rakyat Indonesia dapat memperoleh ‘kemerdekaan’ (baca: kemudahan) dalam mengakses setiap program kesehatan yang tentu saja tetap mengutamakan mutu terbaik. Dirgahayu Republik Indonesia Ke-70. Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku. (lei)

{module [152]}

Quality public child care: An economic no-brainer

public child careChild care will be a major issue in this federal election campaign. The NDP has pledged to create 370,000 new $15-per-day spaces through joint federal-provincial initiatives by 2017-18, at an estimated cost of around $2 billion per year (growing that to 1 million spaces by 2023).

Continue reading

Pemkot Cimahi Optimalkan Program UKS

beritasatuCimahi – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, mengoptimalkan program Unit Kesehatan Sekolah untuk meningkatkan kesehatan siswa sehingga dapat belajar dan menyerap pelajaran dengan baik.

“Semua itu terkait dengan kesadaran dan keseriusan kita bersama dalam menciptakan kesehatan untuk anak-anak

Continue reading

Ujicoba Sistem dan Pedoman Rujukan Pelayanan Kesehatan Kabupaten Mimika

Kerangka Acuan Kegiatan

Ujicoba Sistem dan Pedoman Rujukan Pelayanan Kesehatan
Kabupaten Mimika

LATAR BELAKANG

Undang-undang SJSN dan BPJS mengamanatkan kepada semua komunitas kesehatan untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Namun jangkauan pelayanan kesehatan belum merata. Akibatnya terjadi penumpukan pasien yang luar biasa di rumah sakit besar tertentu. Sehingga harus dikembangkan sistem rujukan yang lebih baik yaitu dengan mengembangkan sistem rujukan.

Dari hasil penilaian, pelaksanaan rujukan pasien masih mengalami beberapa masalah diantaranya prosedur penerimaan rujukan belum diterapkan secara maksimal sehingga penanganan terlambat, pelaksanaan rujukan balik belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petugas rumah sakit dan puskesmas, pengetahuan masarakat/petugas tentang tanda-tanda kegawatdaruratan masih rendah, sehingga sering menghambat proses rujukan, dll.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) bekerjasama dengan PKMK FK UGM telah menyusun Sistem dan Pedoman Rujukan yang terdiri dari pedoman standar pengelolaan 9 penyakit. Sistem dan pedoman rujukan yang telah di susun ini diharapkan dapat mulai diterapkan di Puskesmas dan RS, sehingga di perlukan adanya ujicoba agar dapar menjadi pembelajaran untuk penerapan Sistem dan Pedoman Rujukan selanjutnya.

TUJUAN

Kegiatan ujicoba ini bertujuan untuk memberikan gambaran tekhnis mengenai proses dan penerapan sistem dan Pedoman rujukan 9 penyakit di Puskesmas dan Rumah sakit .

PESERTA : 18 orang

  1. PKMK FK UGM: 2 orang
  2. Lintas program terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika (4 orang), RSUD (4 orang), RSMM (4 orang), Puskesmas (4 orang) dan pihak lain yang terkait

PELAKSANAAN KEGIATAN:

Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 Hari, dimulai pada tanggal 18-21 Agustus 2015 di Dinkes Kabupaten Mimika, RSUD Timika, RS Mitra Masyarakat dan Puskesmas Timika

WAKTU

MATERI

Penanggung jawab

Selasa, 19 Agustus 2015
09.00 WIT- Selesai

Diskusi dengan Dinkes Kabupaten untuk:

  1. Pembentukan tim rujukan atau Pokja rujukan*
  2. Penyusunan Draf SK Tim rujukan dan SK Pemberlakuan sistem dan pedoman rujukan*

* diskusi ini di harapkan dapat di ikuti oleh kabid, seksi  dan pihak yang terkait rujukan di Dinas Kesehatan

Tim PKMK UGM

 

 

 

 

 

Selasa, 19 Agustus 2015
12.00- Selesai

Kegiatan akan dilakukan di Puskesmas Timika:

  1. Simulasi merujuk pasien
  2. Pengambilan data di RM mengenai kasus 9 penyakit yang pernah ditangani di Puskesmas Timika

Kamis, 20 Agustus 2015
08.00 WIT- Selesai

Kegiatan akan dilakukan di RSUD Timika

  1. menerima dan memberikan rujukan balik
  2. Pengambilan data di RM mengenai kasus 9 penyakit yang pernah ditangani di RSUD Timika

Jumat,  21 Agustus 2015
08.00 Wit-selesai

Kegiatan akan dilakukan di RSMM

  1. Simulasi menerima dan memberikan rujukan balik
  2. Pengambilan data di RM mengenai kasus 9 penyakit yang pernah ditangani di RSMM

Senin, 24 Agustus 2015
08.00 WIT- Selesai

Kegiatan lanjutan di Puskesmas Timika

 

 

 

Audit Konsultan pada Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di Puskesmas Timika

Kerangka Acuan

Audit Konsultan pada Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di Puskesmas Timika

18-25 Agustus 2015

Pengantar

Salah satu tahapan penting dalam pengembangan sistem mananjemen mutu adalah Implementasi. Pada tahap ini seluruh dokumen yang telah disusun seperti: pedoman mutu, sasaran mutu, prosedur, instruksi kerja, form dan rekaman pendukung, akan menjadi acuan dalam proses pelayanan dan kegiatan para staf di Puskesmas Timika. Pada tahapan implementasi ini diperlukan kecermatan dalam melihat keterkaitan antara proses yang dilakukan dengan dokumentasi yang ada. Dokumen sistem manajemen mutu yang sah dan telah disosialisasikan harus diterapkan oleh segenap personil yang terlibat secara konsisten dan benar.

Agar tahapan implementasi ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien dengan mengacu pada standar ISO 9001:2008 maka perlu dilihat kesiapan masing-masing unit terhadap aspek dan elemen yang diperlukan menuju audit sertifikasi dari badan sertifikasi. Untuk itu Konsultan akan melakukan audit kesiapan dan memandu setiap unit melakukan proses pelayanan agar sesuai dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan dan memenuhi persyaratan standar ISO 9001:2008.

Tujuan

Pendampingan Implementasi ini bertujuan Membantu para staf pada masing-masing unit di Puskesmas Timika:

  1. Untuk dapat memastikan setiap proses yang dijalankan telah sesuai dengan acuan dokumentasi yang telah disusun.
  2. Untuk dapat memenuhi kesesuaian dengan persyaratan standar ISO 9001:2008.

Peserta:

Seluruh staf yang terlibat dalam proses pelayanan di Puskesmas Timika.

Metode:

Konsultan akan melakukan pendampingan langsung ke setiap unit sesuai jadwal yang telah disepakati. (mengacu Agenda Kegiatan)

Agenda

WAKTU

ACARA

NARASUMBER/FASILITATOR

Hari I

 

 

09.00 – 09. 30

Penjelasan rencana kegiatan pendampingan

Kapus dan PKMK UGM

09.30 – Selesai

Pendampingan ke Masing-masing Unit yang diikuti MR/Sekretariat/Tim Auditor

PKMK UGM

Hari II sd hari V

 

 

09.00 – Selesai

Lanjutan Pendampingan ke Masing-masing Unit yang diikuti MR/Sekretariat/Tim Auditor

PKMK UGM

 

 

Evaluasi JKN Menyeluruh

Obat GratisImplementasi program Jaminan Kesehatan Nasional perlu dievaluasi secara menyeluruh. Itu karena banyak keluhan dari masyarakat dan tenaga kesehatan terkait mutu layanan dan kejelasan regulasi program yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan itu.

Continue reading