Pemkot Cimahi Optimalkan Program UKS

beritasatuCimahi – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, mengoptimalkan program Unit Kesehatan Sekolah untuk meningkatkan kesehatan siswa sehingga dapat belajar dan menyerap pelajaran dengan baik.

“Semua itu terkait dengan kesadaran dan keseriusan kita bersama dalam menciptakan kesehatan untuk anak-anak

Continue reading

Ujicoba Sistem dan Pedoman Rujukan Pelayanan Kesehatan Kabupaten Mimika

Kerangka Acuan Kegiatan

Ujicoba Sistem dan Pedoman Rujukan Pelayanan Kesehatan
Kabupaten Mimika

LATAR BELAKANG

Undang-undang SJSN dan BPJS mengamanatkan kepada semua komunitas kesehatan untuk dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Namun jangkauan pelayanan kesehatan belum merata. Akibatnya terjadi penumpukan pasien yang luar biasa di rumah sakit besar tertentu. Sehingga harus dikembangkan sistem rujukan yang lebih baik yaitu dengan mengembangkan sistem rujukan.

Dari hasil penilaian, pelaksanaan rujukan pasien masih mengalami beberapa masalah diantaranya prosedur penerimaan rujukan belum diterapkan secara maksimal sehingga penanganan terlambat, pelaksanaan rujukan balik belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petugas rumah sakit dan puskesmas, pengetahuan masarakat/petugas tentang tanda-tanda kegawatdaruratan masih rendah, sehingga sering menghambat proses rujukan, dll.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) bekerjasama dengan PKMK FK UGM telah menyusun Sistem dan Pedoman Rujukan yang terdiri dari pedoman standar pengelolaan 9 penyakit. Sistem dan pedoman rujukan yang telah di susun ini diharapkan dapat mulai diterapkan di Puskesmas dan RS, sehingga di perlukan adanya ujicoba agar dapar menjadi pembelajaran untuk penerapan Sistem dan Pedoman Rujukan selanjutnya.

TUJUAN

Kegiatan ujicoba ini bertujuan untuk memberikan gambaran tekhnis mengenai proses dan penerapan sistem dan Pedoman rujukan 9 penyakit di Puskesmas dan Rumah sakit .

PESERTA : 18 orang

  1. PKMK FK UGM: 2 orang
  2. Lintas program terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika (4 orang), RSUD (4 orang), RSMM (4 orang), Puskesmas (4 orang) dan pihak lain yang terkait

PELAKSANAAN KEGIATAN:

Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 Hari, dimulai pada tanggal 18-21 Agustus 2015 di Dinkes Kabupaten Mimika, RSUD Timika, RS Mitra Masyarakat dan Puskesmas Timika

WAKTU

MATERI

Penanggung jawab

Selasa, 19 Agustus 2015
09.00 WIT- Selesai

Diskusi dengan Dinkes Kabupaten untuk:

  1. Pembentukan tim rujukan atau Pokja rujukan*
  2. Penyusunan Draf SK Tim rujukan dan SK Pemberlakuan sistem dan pedoman rujukan*

* diskusi ini di harapkan dapat di ikuti oleh kabid, seksi  dan pihak yang terkait rujukan di Dinas Kesehatan

Tim PKMK UGM

 

 

 

 

 

Selasa, 19 Agustus 2015
12.00- Selesai

Kegiatan akan dilakukan di Puskesmas Timika:

  1. Simulasi merujuk pasien
  2. Pengambilan data di RM mengenai kasus 9 penyakit yang pernah ditangani di Puskesmas Timika

Kamis, 20 Agustus 2015
08.00 WIT- Selesai

Kegiatan akan dilakukan di RSUD Timika

  1. menerima dan memberikan rujukan balik
  2. Pengambilan data di RM mengenai kasus 9 penyakit yang pernah ditangani di RSUD Timika

Jumat,  21 Agustus 2015
08.00 Wit-selesai

Kegiatan akan dilakukan di RSMM

  1. Simulasi menerima dan memberikan rujukan balik
  2. Pengambilan data di RM mengenai kasus 9 penyakit yang pernah ditangani di RSMM

Senin, 24 Agustus 2015
08.00 WIT- Selesai

Kegiatan lanjutan di Puskesmas Timika

 

 

 

Audit Konsultan pada Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di Puskesmas Timika

Kerangka Acuan

Audit Konsultan pada Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di Puskesmas Timika

18-25 Agustus 2015

Pengantar

Salah satu tahapan penting dalam pengembangan sistem mananjemen mutu adalah Implementasi. Pada tahap ini seluruh dokumen yang telah disusun seperti: pedoman mutu, sasaran mutu, prosedur, instruksi kerja, form dan rekaman pendukung, akan menjadi acuan dalam proses pelayanan dan kegiatan para staf di Puskesmas Timika. Pada tahapan implementasi ini diperlukan kecermatan dalam melihat keterkaitan antara proses yang dilakukan dengan dokumentasi yang ada. Dokumen sistem manajemen mutu yang sah dan telah disosialisasikan harus diterapkan oleh segenap personil yang terlibat secara konsisten dan benar.

Agar tahapan implementasi ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien dengan mengacu pada standar ISO 9001:2008 maka perlu dilihat kesiapan masing-masing unit terhadap aspek dan elemen yang diperlukan menuju audit sertifikasi dari badan sertifikasi. Untuk itu Konsultan akan melakukan audit kesiapan dan memandu setiap unit melakukan proses pelayanan agar sesuai dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan dan memenuhi persyaratan standar ISO 9001:2008.

Tujuan

Pendampingan Implementasi ini bertujuan Membantu para staf pada masing-masing unit di Puskesmas Timika:

  1. Untuk dapat memastikan setiap proses yang dijalankan telah sesuai dengan acuan dokumentasi yang telah disusun.
  2. Untuk dapat memenuhi kesesuaian dengan persyaratan standar ISO 9001:2008.

Peserta:

Seluruh staf yang terlibat dalam proses pelayanan di Puskesmas Timika.

Metode:

Konsultan akan melakukan pendampingan langsung ke setiap unit sesuai jadwal yang telah disepakati. (mengacu Agenda Kegiatan)

Agenda

WAKTU

ACARA

NARASUMBER/FASILITATOR

Hari I

 

 

09.00 – 09. 30

Penjelasan rencana kegiatan pendampingan

Kapus dan PKMK UGM

09.30 – Selesai

Pendampingan ke Masing-masing Unit yang diikuti MR/Sekretariat/Tim Auditor

PKMK UGM

Hari II sd hari V

 

 

09.00 – Selesai

Lanjutan Pendampingan ke Masing-masing Unit yang diikuti MR/Sekretariat/Tim Auditor

PKMK UGM

 

 

Evaluasi JKN Menyeluruh

Obat GratisImplementasi program Jaminan Kesehatan Nasional perlu dievaluasi secara menyeluruh. Itu karena banyak keluhan dari masyarakat dan tenaga kesehatan terkait mutu layanan dan kejelasan regulasi program yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan itu.

Continue reading

CMS Announces Final Rule Implementing Quality Care in SNFs

revcycleValue-based payment and quality care continue to prove high on the Centers for Medicare & Medicaid Services’ (CMS) agenda. On July 30, the Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) announced their final rules for the fiscal year (FY) 2016 for skilled nursing facilities (SNFs), increasing the presence of quality-based payment over fee-for-service payment, according to a press release.

Continue reading

Pemerintah Diminta Tangani Kanker Paru-Paru

neracaBertepatan dengan peringatan hari kanker paru-paru sedunia pada 1 Agustus ini, ahli kesehatan menyarankan pemerintah melakukan lima hal guna menangani angka kejadian kanker ini di Indonesia.Spesialis pulmonologi dan dan ilmu kedokteran respirasi FKUI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE, mengatakan, hal pertama ialah penanggulangan masalah merokok. “Penanganggulangan masalah rokok sesuai PP 109/2012,” ujar Tjandra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Continue reading