CoP Mutu Pelayanan Gizi

Pada era Jaminan Kesehatan Nsional (JKN) yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini, memiliki pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Bahwa seluruh masyarakat Indonesia sudah harus tercover untuk bidang kesehatan kesehatan. Masyarakat sebagai peserta JKN juga membutuhkan pelayanan yang baik dari tenaga pelayanan kesehatan, agar program JKN sukses terlaksanan. Untuk mewujudkan pelayanan yang prima diberbagai aspek kesehatan. Pelayanan di bidang Gizi turut mengambil andil baik pelayanan gizi di rumah sakit maupun di puskesmas.

Pelayanan gizi rumah sakit merupakan salah satu pelayanan penunjang medik dalam pelayanan kesehatan paripurna rumah sakit yang terintegrasi dengan kegiatan lainnya, mempunyai peranan penting dalam mempercepat pencapaian tingkat kesehatan baik bersifat promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Kegiatan pokok pelayanan gizi di rumah sakit meliputi : pengadaan dan pengolahan/produksi makanan, pelayanan gizi di ruang rawat inap, konsultasi dan penyuluhan gizi serta penelitian dan pengembangan bidang terapan. Selain itu pelayanan gizi di Rumah Sakit juga disesuaikan dengan keadaan pasien dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuhnya. Keadaan gizi pasien sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, sebaliknya proses perjalanan penyakit dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien. Asupan Gizi yang baik akan berpengaruh kepada lama rawat inap dan biaya yang dikeluarkan.

Keberhasilan program gizi lainnya yaitu pada playanan gizi di puskesmas. Dalam pelayanan ini sangat strategis ditentukan oleh konsistensi kualitas pelayanan yang diberikan di unit pelayanan gizi. Selama ini program yang dijalankan hanya menitikberatkan pada cakupan pemberian kapsul vitamin A, tablet tambah darah, dan kapsul yodium serta cakupan balita gizi buruk. Sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kualitas pelayanan (services quality) seperti penerapan prosedur pelayanan, perubahan perilaku, kepatuhan serta “kepuasan” klien bahkan dampak pelayanan (impact of services) masih kurang diperhatikan. Berikut ini adalah prosedur pelayanan anak dengan gizi buruk, yang ditangani dari awal hingga monitoring dan evaluasi pasien di rumah.

copmutugizi

 

 

 

Health care quality is a business issue

idahoFive years after the passage of the Patient Protection and Affordable Care Act, it is clear that the Act has had a major impact on Idaho’s businesses, including Idaho’s health care and health insurance industries.

For example, the Act forced some businesses to provide health insurance coverage to their employees. Similarly, the Act requires that health insurance policies meet certain minimum coverage standards. A primary objective of the Act was to reduce the cost of health care and health insurance. Idaho’s business community certainly has a significant stake in the effort to contain the cost of health care and health insurance.

Continue reading

Gizi Buruk di NTT Jangan Terulang Lagi

pikiran rakyatGizi buruk yang dialami oleh sekitar 800 Balita dan 8 meninggal dunia di Nusa Tenggara Barat (NTT) seharusnya tidak terulang lagi.

Pasalnya, dengan UU No.18 tahun 2012 tentang Pangan, kebutuhan pokok pangan tersebut menjadi kewajiban pemerintah pusat dan daerah untuk ketersediaan, keterjangkauan, mutu, dan gizi itu sendiri. Apalagi ini sudah terjadi selama 15 tahun terakhir ini tanpa solusi dan jalan keluar yang berpihak kepada rakyat.

Continue reading

Billings Clinic-Cody recognized for high-quality patient care

cody enterpriseBillings Clinic – Cody has received NCQA Patient-Centered Medical Home (PCMH) Recognition for using evidence-based, patient-centered processes that focus on highly coordinated care and long-term, participative relationships.

National Committee for Quality Assurance (NCQA) Patient-Centered Medical Home is a model of primary care that combines teamwork and information technology to improve care, improve patients’ experience of care and reduce costs.

Continue reading

Kepuasan Pasien Jadi Tolak Ukur Pelayanan

kutimManajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni program akreditasi rumah sakit yang saat ini bertipe B. Survey akreditasi versi 2012 oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) telah dilaksanakan selama beberapa hari, belum lama ini.

Continue reading

Pelatihan Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 Puskesmas Timika, Kab. Mimika

Kerangka Acuan

PELATIHAN AUDIT INTERNAL SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000
PUSKESMAS TIMIKA, KAB. MIMIKA

  PENDAHULUAN

Audit internal merupakan salah satu cara untuk mengukur efektifitas penerapan sistem manajemen mutu di suatu organisasiDisamping itu dapat juga digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan dan perbaikan yang diperlukan dalam penerapan sistem manajemen mutu. Hal ini agar terbentuk konsistensi dalam penerapan sistem manajemen mutu melalui pendekatan Plan, Do, Check, Action (PDCA) dapat ditetapkan, direncanakan dan dipelihara.

Untuk melaksanakan audit mutu internal ini, persyaratan Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 mewajibkan suatu institusi untuk memilih dan melatih auditor serta memastikan bahwa kegiatan audit ini menjadi suatu proses yang berkesinambungan dalam rangkaian penerapan sistem manajemen mutu (Klausul 8.2.2 ISO 9001:2008). Top manajemen Puskesmas Timika memiliki tanggung jawab untuk mengupayakan sumber daya yang dimiliki agar penerapan sistem manajemen mutu berbasis persyaratan ISO 9001: 2008 dapat berjalan dengan baik. Langkah yang diperlukan dalam hal ini adalah mengupayakan adanya internal auditor yang mumpuni sesuai dengan persyaratan. Sejalan dengan hal tersebut di atas dperlukan adanya pelatihan bagi calon auditor mutu internal Puskesmas Timika.

  TUJUAN

  1. Memberikan pemahaman tentang pentingnya pelaksanaan audit internal
  2. Memberikan keterampilan untuk menilai kegiatan sistem manajemen mutu dan semua aktivitas yang terkait dengan mutu apakah telah dilaksanakan secara efektif dan memenuhi persyaratan sesuai standar ISO 9001:2008.
  3. Memberikan keterampilan untuk menilai adanya ketidak-sesuaian atau penyimpangan dan mampu memberikan saran-saran konstruktif & positif untuk mencegah agar hal tersebut tidak terulang kembali.

OUTPUT

Hasil yang diharapkan setelah pelatihan adalah:

  1. Peserta memahami peran dan pentingnya audit internal dalam pemeliharaan dan peningkatan sistem manajemen mutu.
  2. Peserta memahami dan mampu menjelaskan Sistem manajemen mutu dengan pendekatan proses Plan Do Check Action (PDCA)
  3. Peserta memahami tentang Program Audit meliputi perencanaan, persiapan dan pelaksanaan audit internal serta penyusunan laporan audit internal.

PESERTA

Peserta pelatihan merupakan (calon) tim auditor yang ditunjuk oleh Top Manajemen Puskesmas Timika.

NARASUMBER

Tim Konsultan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM yang berkualifikasi Lead Auditor ISO 9001:2008

WAKTU DAN TEMPAT

Pelatihan dilakukan selama 2 hari, ditambah 1 hari praktek audit di Puskesmas TImika, meliputi Senin 15- 16 Juni 2015 di ruang pelatihan, serta praktek audit 17 Juni 2015 di Puskesmas Timika.
Adapun tempat pelaksanaan pelatihan akan diadakan di ……..

  AGENDA

Waktu

Agenda

Pembicara/Fasilitator

Hari I

 

 

09.00 – 09.15

Pembukaan

Dinas Kesehatan

09.15 – 09.30

Pre Test

Tim Narasumber

09.30 – 10.30 

Sesi 1: Overview Sistem Manajemen Mutu ISO 9000

[button type=”primary” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdakppMnpGTEJnalU/view?usp=sharing”] materi [/button]

10.30 – 12.00

Sesi 2: Review Dokumen Sistem Manajemen Mutu Puskesmas Timika.

[button type=”primary” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdLWNwQ28wWTlucnc/view?usp=sharing”] materi [/button] 

12.00 – 13.00

Istirahat dan Makan Siang

 

13.00 – 14.30

Sesi 3: Pengantar Audit Mutu Internal, Persyaratan, Tugas dan Peran Audit Internal

[button type=”primary” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2Vdqcdb1pRV0dIbkFfNXc/view?usp=sharing”] materi [/button]

14.30 – 16.00

Role play peran auditor Dan Auditi

 

 

HARI II:

 

 

09.00 – 11.00

Audit program, audit plan, instrumen audit, laporan audit,

 

11.00 – 12.30

Sesi 6:

Praktek penyusunan audit program dn audit plan, instrumen audit, laporan audit

 

 

12.30 – 13.30

Istirahat dan makan siang

 

13.30 – 15.30

Sesi 7:

Materi Rapat Tinjauan Manajemen,

[button type=”primary” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdbFNWbm5Id195ZTQ/view?usp=sharing”] materi [/button]

 

Pembagian Kelompok audit:

Penunjang: TU, pendaftaran, rekam medis, radiologi, lab, apotek, MR & sekr ISO

Klinis: BPU, BPG, KIA-KB-Imunisasi, R Tindakan, Lansia, MTBS, Anak

Program: Promkes, Kesling, Gizi, P2, KIA kesmas,

 

 

15.30 – 16.00

Post Test

 

HARI III

( Dilaksanakan di Puskesmas Timika)

 

08.00 -09.00

Praktek: Audit Internal  berdasarkan kelompok yg sdh terbentuk dan unit yang ditetapkan,

 

09.00 – 10.00

Pembahasan dan evaluasi

 

10.00.

Selesai