We’re all in for health care innovation

postcrescentEinstein’s classic definition of insanity — doing the same thing over and over and expecting a different result — often applies to health care.

No matter how hard we work, and how many changes any given provider system like ThedaCare effects in our safety, quality, transparency, cost, outcomes and more, health care remains driven by a fee-for-service model that encourages payers to reward services, procedures and tests generated by providers, instead of the value providers deliver.

Continue reading

109 Pustu di Kabupaten Kupang Tanpa Bidan dan Perawat

kupangSebanyak 109 Puskesmas Pembantu (Pustu) dari 169 Pustu di Kabupaten Kupang, tanpa bidan dan perawat. Akibatnya, pelayanan ibu hamil dan balita hanya ditangani kader posyandu.

“Tapi bila ibu hamil mengalami situasi emergency atau darurat, harus bidan dan perawat yang menangani. Jika tidak, bisa berbahaya. Makanya saya pusing berpikir untuk mencari solusinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert AJ Amaheka, Jumat (6/3/2015).

Continue reading

Study Finds Lack of Evidence That HIEs Boost Care Quality, Cut Costs

ihealthThere is little evidence demonstrating that health information exchanges help to reduce costs or improve the quality of care,according to a new study published in Health AffairsFierceHealthITreports.

Study Details

For the study, researchers from the University of Alabama at Birmingham, Weill Cornell Medical College in New York and Indiana University analyzed 27 scientific studies that consisted of 94 individual HIE analysis. The researchers then determined whether or not there was a beneficial relationship between the HIE and outcomes for each analysis (Bowman, FierceHealthIT, 3/3).

Continue reading

Obat Berkualitas di Indonesia Masih Jadi Impian

obatJaminan dan perlindungan akses akan obat  yang berkualitas dengan harga yang murah agaknya masih menjadi impian bagi rakyat Indonesia tidak terkecuali bagi kelompok ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS).

Dari informasi yang dikumpulkan oleh kelompok #ODHABerhakSehat, banyak ODHA yang mengalami kesulitan mengakses obat   murah dikarenaka obat yang beredar di pasaran saat ini mayoritas obat  versi patent dengan harga yang mencekik leher.

Continue reading

The Supreme Court’s decision on health care subsidies — what you need to know

obama careThe top court will start hearing arguments in the King v. Burwell case Wednesday, and the cost of insurance could be at stake.

The Supreme Court is set to hear arguments Wednesday in a case that could derail the Affordable Care Act (ACA), commonly referred to as Obamacare, and potentially increase the cost of insurance for millions across the U.S. It’s a big deal, and it has insurance companies, medical providers and everyday workers holding their breath.

Continue reading

Dua Bulan Lagi, Iuran BPJS Kesehatan Non PBI Naik Rp 10.000

bpjsUsulan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) Kesehatan untuk mengerek besaran iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun non-PBI, mendapat restu dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Harap maklum, alih-alih sukses, badan publik ini malah mengalami defisit di tahun pertamanya beroperasi.

Chazali Situmorang, Ketua DJSN mengatakan, saat ini, rasio klaim BPJS Kesehatan sudah di atas 100%. Itu artinya, besar pasak daripada tiang alias lebih besar klaim ketimbang iuran yang diraup.

Continue reading

Advance practice registered nurses can help improve health care, if allowed: PennLive letters

letterAccess to quality health care is a major barrier in our nation and our Commonwealth. While the healthcare landscape evolves, patient-centered, team-based care must take precedence.

To meet this need, full partnership between physicians, nurses and other healthcare professionals will be required to increase the quality, access, and value that will strengthen the confidence in healthcare delivery for patients and families.

Continue reading

Pelayanan Kepada Masyarakat Harus Lebih Diutamakan

dolokKepala Rumah Sakit Umum Dolok sanggul Dr.Sugito Panjaitan ketika dikonfirmasi KPKPos di ruang kerjanya (25/2) menjelaskan, Pihaknya akan terus meningkatkan mutu pelayanan, mewujudkan efisiensi dan berkompetisi secara sehat dalam menjalankan fungsi sosialnya dengan baik.

Continue reading

Reportase Kegiatan Pertemuan Koordinasi Tindak Manual Rujukan Provinsi DKI Jakarta dengan Tim FK UGM

Penyusunan manual rujukan di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2014 lalu menunjukkan hasil yang positif dimana terjadi perbaikan pada mutu rujukan dari puskesmas. Hasil audit pertama menggunakan data dari 41 puskesmas dan 3912 rekam medis menunjukkan bahwa aspek kelengkapan masih merupakan kendala, dimana banyak sekali komponen yang tidak dituliskan dalam formulir rujukan, seperti hasil anamnesis, hasil pemeriksaan fisik, terapi sementara hingga tindakan yang telah dikerjakan. Nilai dari komponen tersebut masih dibawah angka 80%. Berdasarkan hasil tersebut kami melakukan intervensi berupa penyusunan sistem rujukan yang efektif yang berisi manual rujukan dan pedoman rujukan spesifik pada 4 kasus, serta perbaikan form rujukan BPJS. Pasca dilakukan penerapan di beberapa puskesmas, hasil reaudit menunjukkan adanya perbaikan kualitas rujukan dari puskesmas, beberapa komponen yang sebelumnya dibawah 80% saat ini sudah terjadi perbaikan 

materi presentasi

Pergantian pejabat di dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta membawa angin perubahan yang signifikan, yakni peningkatan kelas 15 puskesmas rawat inap menjadi rumah sakit tipe D, hal ini berarti akses masyarakat terhadap pelayanan sekunder akan turut meningkat. Penambahan jumlah rumah sakit harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan di puskesmas, untuk itu agar kegiatan peningkatan mutu terus berlanjut, perlu adanya tindak lanjut kegiatan penyusunan manual rujukan ditahun 2015.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk Mengembangkan sistem rujukan antara dokter yang memberikan layanan primer di Puskesmas dengan layanan tingkat lanjut (rumah sakit), dan secara khusus dilakukan untuk menilai kesesuaian (appropriateness) rujukan di DKI sebagai data awal, mengembangkan dan menerapkan manual rujukan antara dokter yang memberikan layanan primer di Puskesmas dangan rumah sakit, meningkatkan kemampuan dokter untuk mengelola kasus – kasus di layanan primer Puskesmas dan melakukan re-audit untuk menilai perbaikan sistem rujukan yang dihasilkan dari penerapan manual rujukan.

Tindak lanjut berupa koordinasi dengan BPJS akan dilakukan agar format rujukan baru dapat segera terealisasi, karena terdapat kekhawatiran dari puskesmas apabila menggunakan form yang lebih lengkap maka klaim BPJS di rumah sakit tidak akan keluar. Selain itu sosialisasi lanjutan akan dilakukan apabila koordinasi lintas sektor dengan pihak BPJS telah selesai.

 

Health is ladder out of poverty

CaptureDr. Colleen Kraft is the medical director at Health Network by Cincinnati Children’s.

I was a Head Start child, the daughter of Irish Catholic parents who struggled to make ends meet but valued education. Medical screenings were a part of my Head Start experience.

Continue reading