Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Bio Farma Suplai Vaksin Imunisasi MR

Screen Shot 2017 08 03 at 10.19.11 AMINILAH, Bandung - Pemerintah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat Congenital Rubella Syndrome (rubella) di Indonesia pada tahun 2020.

Strategi yang ditempuh adalah pemberian imunisasi Measless Rubella (MR) untuk anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Dalam strategi penanganan imunisasi dan vaksin PT. Biofarma siap suplai kebutuhan Vaksin Imunisasi untuk dua penyakit tersebut. Plt Direktur Utama Bio Farma Juliman mengaku langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat indonesia melalui pemenuhan vaksin yang dibutuhkan untuk program imunisasi nasional.

Dirinya menjelaskan, dalam memenuhi kebutuhan vaksin, Bio Farma melakukan kolaborasi riset dengan lembaga riset Dalam dan Luar Negeri,

"Kita kerjasama produksi dan suplai produk dengan partner global," ujar dia, Selasa (1/7).

Sebagai produsen vaksin yang telah diakui WHO, Bio Farma melakukan Kerjasama suplai produk dengan partner di negara maju maupun sesama industri vaksin di negara berkembang yg telah mendapat Pre ��" Qualification WHO (PQ WHO) untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional dan global.

"Vaksin yang digunakan untuk program imunisasi nasional termasuk vaksin MR, merupakan produksi Bio Farma dan telah menenuhi standar internasional untuk aspek quality, safety dan efficacy nya, sehingga aman untuk diberikan," ujar dia.

Sementara itu, seperti diketahui, Kementerian Kesehatan saat ini tengah fokua untuk mengendalikan kedua penyakit tersebut (campak dan rubella) yang kemudian diikuti peralihan pemakaian vaksin campak menjadi vaksin MR ke dalam program imunisasi,

"Hidup sehat adalah hak setiap anak. Untuk itu, saya meminta agar setiap anak mendapatkan imunisasi MR,"kata Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila F Moeloek, dalam siaran pres yang diterima Inilah, Selasa (1/8).

Dirinya menjelaskan, imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

"Kita ingin mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan berkualitas di kemudian hari,” ujar dia.

Sementara itu, Deputi CEO GAVI Anuradha Gupta mengatakan campak adalah salah satu penyakit paling menular pada manusia dan menelan satu korban jiwa setiap empat menit, kebanyakan anak-anak. Sama bahayanya dengan rubella yang menjadi ancaman serius dan jika tertular di masa awal kehamilan dapat mengakibatkan cacat bawaan saat lahir pada otak, jantung, mata dan telinga. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan imunisasi MR.

“Dengan kurang dari satu dolar per dosis imunisasi tersebut, penyakit-penyakit ini bisa dicegah dengan aman dan efektif,” kata Gupta.

Pada imunisasi MR kali ini, GAVI mendukung Pemerintah Indonesia dengan memberikan kontribusi 50% dari keseluruhan biaya vaksin.

Pemberian imunisasi MR akan dilaksanakan dalam dua fase, yakni pada Agustus hingga September 2017 di seluruh wilayah di Pulau Jawa, dan pada Agustus hingga September 2018 di seluruh provinsi di luar Pulau Jawa.

Seperti diketahui, pemberian imunisasi MR ditargetkan mencapai cakupan minimal 95%. Target tersebut dimaksudkan agar eliminasi campak dan pengendalian rubella dapat terwujud pada 2020.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan melakukan pencanangan nasional kampanye dan introduksi imunisasi campak dan rubella di Madrasah Tsanawiah 10 Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pencanangan akan dilanjutkan dengan peninjauan pelaksanaan pelayanan imunisasi di sekolah. Kebehasilan kampanye ini sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.

Tahun ini, rencananya sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Sebanyak 34.964.384 anak akan diberi imunisasi MR.

WHO mendukung Kementerian Kesehatan mempersiapkan kegiatan imunisasi terutama di daerah berisiko tinggi dan pada populasi rentan. Sekitar 30 staf tambahan dikerahkan ke 5 provinsi, bekerja dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan mutu pelaksanaan imunisasi.

Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia Dr. Jihane Tawilah, mengatakan investasi untuk memerangi campak dan rubella merupakan pendorong kuat bagi peningkatan kesehatan Ibu dan Anak.

“Eliminasi campak juga akan menyumbang pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), target 3.2, yang di antaranya bertujuan agar di tahun 2030 tak ada lagi kematian bayi dan Balita yang sebenarnya dapat dicegah,” kata dia.

Selain itu, United Nations Children's Fund (UNICEF) berkomitmen penuh untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam kampanye imunisasi yang sangat penting ini. Wabah campak dan cacat bawaan saat lahir akibat rubella dapat dicegah.

“Dari pengalaman kami di seluruh dunia, kombinasi vaksin campak rubella aman, efektif dan bermanfaat. Saat orang tua melindungi anak-anaknya dari berbagai penyakit berbahaya dengan imunisasi, maka mereka juga telah melindungi anak-anak lain di sekitarnya dan melindungi masa depan Indonesia,“ ujar Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olsson. [jek]

 

Oleh: Selfie Miftahful Jannah

Sumber: http://www.inilahkoran.com/