Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Reportase Webinar Silaturahmi Aman Dimasa Pandemi COVID 19

PKMK-Yogyakarta, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPPAP2) DIY bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM telah menyelenggarakan webinar dan livestreaming dengan topik silaturahmi aman dimasa pandemi COVID 19. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yakni GKBRAA Paku Alam selaku wakil ketua 1 TP PKK DIY, Ir. Agustina Erni, Msc selaku Deputi Kesetaraan Gender Kementerian PPPA serta dr. Bella Donna, M.Kes selaku Kepala Divisi. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM. Bertindak sebagai moderator yakni Desintha Dwi Asriani, MA, Ph.D yang merupakan dosen departemen sosiologi FISIPOL UGM.

Kesempatan pertama diberikan kepada GKBRAA Paku Alam dengan menyampaikan materi mengenai peran perempuan dalam pencegahan penyebaran COVID 19. Gusti Putri sebagaimana beliau biasa dipanggil menyampaikan bahwa dalam masa krisis saat ini seorang perempuan memiliki peran yang sangat penting baik dalam keluarga yakni sebagai pendidik pertama dalam mengajarkan PHBS (cuci tangan dengan sabun, memakai masker, physical distancing, makan bergizi, istirahat cukup, olah raga dan berjemur sinar matahari), mendampingi anak-anak saat belajar dari rumah, berkegiatan bersama di rumah (berkebun, memasak, menonton TV) untuk mengurangi kebosanan, mengedukasi keluarga tentang bahaya COVID 19, memenuhi kebutuhan psikis supaya tidak cemas, mengajarkan spiritualitas hingga sebagai penopang ekonomi keluarga.

Gusti Putri juga menyampaikan bahwa saat ini, selain peran perempuan dalam keluarga, terdapat juga peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, sebagaimana diketahui bahwa petugas yang berada di garda terdepan dalam penanganan COVID 19 sekitar 80% diantaranya merupakan perawat perempuan serta 50% adalah dokter perempuan, perempuan juga mampu mengawasi dan membantu memenuhi kebutuhan tetangga yang ODP dan melakukan isolasi mandiri, sebagai relawan di dapur umum maupun penggalangan dana, membuat dan mendistribusikan masker, hand sanitizer, dan mampu melakukan pendataan masyarakat terdampak, dapat memantau BLT dan bantuan lain agar tepat sasaran serta dapat mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran COVID 19. Secara tegas disampaikan oleh Gusti Putri Pakualam bahwa model silaturahmi yang akan disampaikan oleh PKK kepada seluruh lapisan masyarakat adalah tetap di rumah (stay at home) untuk meminimalisir penyebaran virus.

Selanjutnya, pemaparan disampaikan oleh Ir. Agustina Erni, Msc mengenai strategi kementerian PPPA dalam memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan, bahwa untuk meningkatkan peran perempuan maka kementerian PPPA berkolaborasi dengan kementerian lainnya yakni Kemensos, Kementerian KUKM, BKKBN, Kemendes dan Kementerian Dalam Negeri, Pemberian bantuan spesifik perempuan dan anak melalui dana dekon, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan organisasi masyarakat, memberikan pelatihan online untuk perempuan pelaku ekonomi, memberikan edukasi tentang gizi keluarga khususnya bagi bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia bekerjasama dengan PERSAGI, Pelayanan bagi korban kekerasan melalui sinergi Program Sejiwa (Sehat Jiwa) serta pendidikan masyarakat untuk membangun komunikasi dengan pasangan (berbagi pengalaman perempuan dan laki-laki).

Disampaikan pula bahwa Isu-isu perempuan dan anak sifatnya selalu lintas sektoral, sehingga intervensi yang tepat sasaran dan efektif hanya dapat dilakukan dengan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, media, perguruan tinggi maupun masyarakat. Ditekankan pula oleh Ibu Erni bahwa untuk perempuan pelaku ekonomi dampaknya sangat luar biasa sehingga KPPPA meningkatkan peran perempuan dalam mengakses pelatihan online. Untuk dapat mengakses pelatihan online maka terlebih dahulu membutuhkan data siapa yang berminat dan jenis pelatihan macam apa yang dibutuhkan di wilayah masing-masing, biasanya bersifat lokal spesifik, nantinya berkoordinasi dengan KPPPA dan akan dikoordinir oleh dinas pemberdayaan perempuan setempat.

Berikutnya dr. Bella Donna, M.Kes menyampaikan materi mengenai waspada penyebaran COVID 19 di hari idul fitri, pemaparan dimulai dengan kembali mengedukasi mengenai apa itu virus korona hingga protokol kesehatan yang harus diterapkan. dr Bella memberi singkatan protokol kesehatan dengan CITA KERJA (cuci tangan dengan sabun, cuci tangan dengan sanitizer, pakai masker dan jaga jarak 1-2m). Kemudian disampaikan pula bahwa untuk menekan penyebaran COVID-19 dapat dilakukan dengan meminimalkan resiko dengan meningkatkan kapasitas melalui individual (knowledge behavior), family support, community (organisasi, gotong royong), hospital (incident management system) maupun pemerintah (regulator, koordinasi). Jika kapasitasnya kuat yang dimulai dari keluarga maka resiko juga akan menjadi rendah hingga pada level di masyarakat.

Bella Donna juga tidak lupa memberikan cara aman di hari raya idul fitri baik di masa new normal. Ditegaskan bahwa saat ini kita sudah mulai berjalan pada masa new normal atau normal yang baru, dimana vaksin belum ditemukan dan selama vaksin belum ditemukan maka kita semua belum bisa dikatakan aman sehingga penting untuk tetap menerapkan protokol kesehatan CITA KERJA baik pada saat pemberian zakat yakni dengan tetap hindari keramaian, dapat dilakukan dengan belanja zakat lewat online, atur pemberian zakat dengan penjadualan, layanan jemput zakat, menyediakan layanan transfer zakat. Pelaksanaan sholat ied dengan tetap menghindari kerumunan dan diatur jarak jika tetap dilaksanakan, bisa diatur per RT. Selanjutnya, saling kunjung dapat dilakukan dengan membuat jadwal kunjung misalnya untuk 1-10 orang dengan diberi jarak dan menggunakan masker namun apakah ini bisa berjalan disiplin?

Diakhir sesi, moderator membuka sesi diskusi yang ditanggapi dengan antusias oleh semua peserta yang hadir secara online, semua narasumber menyampaikan pandangannya terhadap pertanyaan yang disampaikan oleh peserta dari sudut pandang masing-masing. Di akhir diskusi Bella juga menuturkan diluar dari upaya-upaya yang dapat dilakukan, akan lebih baik jika semua lapisan masyarakat untuk tetap di rumah (stay at home) dan manfaatkan silaturahmi daring, hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Gusti Putri untuk tetap di rumah dimasa pandemi COVID-19 dengan taati pemerintah, ikuti protokol kesehatan, sayangi keluarga dengan jangan jadikan OTG/Carier, sabar melewati situasi dengan disiplin serta berdoa bersama keluarga dan hadapi new normal menuju ke situasi sehari-hari dengan keadaan yang berbeda serta membuat inovasi dan kreatifitas dalam menyongsong kehidupan baru.

materi silhakan klik disini

Reporter
Andriani Yulianti, MPH (Divisi Manajemen Mutu, PKMK FKKMK UGM)

 

Add comment


Security code
Refresh