Virtual Reality during chemotherapy has been shown to improve breast cancer patients' quality of life during the most stressful treatments, according to a recent study.
Breast cancer is, to date, the most frequent oncological disease
Optimalisasi Pendekatan “Project Management” sebagai Kunci Ketangguhan Sistem Respon Darurat Kesehatan
Kasus krisis kesehatan dalam kondisi darurat seperti wabah penyakit menular hingga bencana alam menghadirkan tantangan yang kompleks khususnya di wilayah perkotaan. Kepadatan penduduk, mobilitas tinggi, ketimpangan sosial, serta keterbatasan ruang dan sumber daya membuat respon darurat harus berjalan cepat, terkoordinasi, dan adaptif. Penelitian Ongesa, et al. (2024) menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan respons kesehatan masyarakat di kota tidak cukup hanya mengandalkan protokol kesehatan konvensional tetapi juga memerlukan integrasi pendekatan manajemen proyek yang sistematis dan terstruktur. Melalui telaah naratif dalam berbagai pengalaman global, kerangka kerja manajemen proyek seperti Project Management Body of Knowledge (PMBOK) terbukti dapat meningkatkan efektivitas respons darurat kesehatan. |
Penguatan Manajemen Mutu Pelayanan Geriatri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan: Strategi Latihan Fisik, Stimulasi Kognitif, Dan Pencegahan Fraud
Kegiatan diselenggarakan oleh PKMK FK-KMK UGM bekerjasama dengan KAGAMA Kedokteran (KAGAMADOK) FK-KMK UGM sebagai rangkaian kegiatan dari Annual Scientific Meeting (ASM). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon dari adanya isu strategis peningkatan kualitas hidup lansia yang ditunjukkan dengan peningkatan angka harapan hidup penduduk usia lanjut dalam sistem kesehatan Indonesia. Diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif bagi tenaga kesehatan, manajemen fasyankes, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pelayanan geriatri yang bermutu, aman, dan berorientasi pada kualitas hidup lansia. Materi pemaparan dapat di simak pada ling berikut |
Hari Kanker Sedunia 2026: Membuka Era Baru Deteksi Dini Penyakit Kanker
Setiap 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara global terhadap isu dan tren penyakit kanker. Peringatan ini dipelopori oleh Union for International Cancer Control (UICC) dan telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2000. Pada periode 2025–2027, tema peringatan yang diangkat adalah “United by Unique” (Bersatu dalam Keunikan). Tema tersebut memiliki arti bahwa setiap masyarakat dapat menjadi pelopor dari setiap langkah perawatan penyakit kanker, salah satunya melalui upaya deteksi dini berbasis penelitian. Sejalan dengan semangat perayaan Hari Kanker Sedunia, review artikel oleh Passaro, et al. (2024) membahas langkah deteksi dini penyakit kanker melalui pemanfaatan biomarker. |
Refleksi Hari Gizi Nasional 2026 dalam Implementasi Makan Bergizi Gratis
Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 pada 25 Januari 2026 menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk kembali merefleksikan kualitas kesehatan masyarakat melalui tema "Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal". Kampanye dengan slogan "Sehat Dimulai dari Piringku" ini bukan sekadar seremonial tahunan melainkan langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi seimbang berbasis kekayaan sumber daya alam lokal. Sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, pemerintah telah memperkuat fondasi kesehatan nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang untuk meningkatkan status gizi peserta didik sekaligus menekan prevalensi stunting di seluruh penjuru negeri. |
Virtual Reality during chemotherapy has been shown to improve breast cancer patients' quality of life during the most stressful treatments, according to a recent study.
Breast cancer is, to date, the most frequent oncological disease
There are only eight teaching hospitals in Nigeria that have radiotherapy machines for tackling cancer which has become a menace across the 36 states of the federation, Daily Trust reports. The hospitals are: Lagos University Teaching Hospital,
Liputan6.com, Jakarta Mencegah penyakit kanker dapat dilakukan dengan perilaku hidup sehat. Meski beberapa jenis kanker disebutkan sebagai penyakit turunan (genetik).
Tetapi sebagian besar bisa dicegah dengan perilaku CERDIK.
Berdasarkan Riset Dasar Kesehatan 2018, prevalensi kanker di Indonesia tertinggi di kawasan Asia Tenggara, yakni mencapai 1.017.290 jiwa. Namun, faktanya tidak banyak rumah sakit yang bisa memberikan pelayanan kanker secara komprehensif.