Editorial, Senin 15 September 2014

Program JKN, Menkes Minta RS Hati-hati Saat Koding Penyakit

rakernas

Salah memasukkan koding penyakit dalam layanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat berpotensi menjadi indikasi terjadinya fraud. Hal ini menjadi salah satu hal yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi saat membuka Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit dan DPM, di kota Bandung, Rabu (10/9) malam. Tentu saja hal itu apabila salah koding penyakit dilakukan dengan unsur kesengajaan, namun menjadi kekhawatiran apabila hal tersebut terjadi karena kebingungan dalam melakukan koding. Untuk itu bertanya pada dewan pertimbangan medik (DPM) di masing-masing provinsi menjadi salah satu alternatif untuk meminimalkan kesalahan ataupun kebingungan dalam proses koding penyakit.

Read More

Artikel

Mencegah Potensi Fraud Ignorance Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia

art-20mei-2 Headline tersebut menjadi sub tema yang disampaikan pada Workshop Nasional Manajemen Rumah Sakit dan Dewan Pertimbangan Medik di Bandung 10-11 September 2014 lalu. Bahasan menarik mengenai fraud ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari definisi, berbagai kemungkinan penyebab terjadinya fraud, sampai dengan dampak fraud ditinjau dari aspek hukum.

More


PMK No 69 Tahun 2013 : Tarif Kapitasi di RS Pratama, Klinik Pratama, Dokter Praktek, Dokter Gigi Praktek Sebesar Rp 8.000 - 10.000,-

Posted in Editorial

Share

Pada 1 November 2013 lalu, telah ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Dalam peraturannya dijelaskan bahwa tarif kapitasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan yang setara sebesar Rp 3.000-6.000,- dan untuk tarif kapitasi di RS pratama, klinik pratama, dokter praktek, dokter gigi praktek sebesar Rp 8.000 – Rp 10.000,-.

Tarif kapitasi adalah besaran pembayaran per bulan yang dibayar dimuka oleh BPJS kesehatan kepada fasilitas tingkat pertama berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Tarif kapitasi untuk setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama disesuaikan dengan rentang nilai yang besarannya ditetapkan berdasarkan seleksi dan kredensial yang dilakukan oleh BPJS kesehatan. Selain itu, tarif kapitasi ini diberlakukan bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang melaksanakan pelayanan kesehatan komprehensif kepada peserta program jaminan kesehatan berupa rawat jalan tingkat pertama.

Dalam menetapkan pilihan fasilitas kesehatan, BPJS kesehatan melakukan seleksi dan kredensialing dengan menggunakan kriteria teknis meliputi (1) sumber daya manusia, (2) kelengkapan sarana dan prasarana, (3) lingkup pelayanan, dan (4) komitmen pelayanan. Kriteria tersebut digunakan untuk penetapan kerjasama dengan BPJS kesehatan, jenis dan luasnya pelayanan, besaran kapitasi dan jumlah peserta yang bisa dilayani.

Peraturan Menteri Kesehatan No 69 Tahun 2013 bisa di download disini

Comments   

 
#8 sakazuki 2014-03-18 19:05
@rakyat kecil
heh loe jadi orang tu mikir ya ! loe kira jadi apoteker itu gampang ? loe kira kerja d apotek itu gajinya besar ? loe kira kuliah d farmasi itu murah ??? mikir donx... kita juga punya hak untuk sejahtera ! dan kata siapa apoteker mencari untung sampai 60% ??? SOK TAU BGT ! BLAGU ! BEGO !
obat itu mahal sudah dari sono nya !
Quote
 
 
#7 doyan bola 2014-01-14 17:37
saya yakin kalo bpjs kesehatan berjalan lancar mk rakyat lah yg akan terjamin. lagi pula 2015 khan asean udah bebas sgl orang dgn profesi nya termasuk dokter asing, apoteker asing dll bisa masuk ke indonesia. jd bpjs ini akan mampu bersaing kl mereka masuk kesini. maaf kl saya keliru.
Quote
 
 
#6 nugrahaApt 2013-12-28 01:16
#rakyat kecil : maaf kami tidak bisa meladeni bahasa anda yg kasar mungkin krn keterbatasan pengetahuan..ka mi maafkan.
Quote
 
 
#5 nugrahaApt 2013-12-28 01:14
#rakyatkecil : sblm comment ada baiknya anda pelajari dl siapa yg bikin obat mahal?
Quote
 
 
#4 rakyat kecil 2013-12-28 01:12
Saya tau permainan apoteker....apo teker menaikan harga obat bisa hampir 50% dari harga netto distributor pharmasi, padahal apoteker suka minta disc/CN ke pabrik obat bisa sampe 20 % jadi 60% dia dpt keuntungan..... gak usah pura2 protes lu para apoteker....apa loe gak punya otak?...
Quote
 
 
#3 rakyat kecil 2013-12-28 01:06
Hidup menkes......ban tu rakyat kecil.....apote ker kalian hanya memanfaatkan mahalnya harga obat,,,,,egp nasib lu
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq