Editorial, Senin 21 Juli 2014

Workshop Audit Mutu Rujukan Pelayanan Primer di Puskesmas Provinsi DKI Jakarta

rakernas

Telah terselenggara workshop audit mutu Rujukan Pelayanan Primer di Puskesmas Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 23-24 Juni 2014 di Hotel Puri Denpasar Jakarta. Workshop ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan proyek pengembangan sistem rujukan pelayanan primer terpadu di Puskesmas Provinsi DKI Jakarta antara Dinas Kesehatan Jakarta dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM).
Worskhop ini bertujuan untuk membandingkan antara standar mutu layanan rujukan dengan kenyataan yang ada di lapagan.

Read More

Agenda Mendatang

  • rio dejaneio
  • fm2014 copy

Artikel

Pasien yang "Pindah APS" tetap Pasien

art-7apr Penulis menempuh pendidikan dokter pada awal tahun 2000an. Masa itu, penulis mengenal tidak hanya pendidikan klinik, namun juga administrasi pasien. Istilah-istilah lokal juga mulai dikenali, dipahami, dan digunakan. Salah satu singkatan yang sering disebut dan ternyata dikenal luas di berbagai tempat di Indonesia adalah: "APS".
Berbeda dengan singkatan istilah klinis yang bisa berbeda antar pusat pendidikan, "APS" dikenal di seluruh Indonesia. Atas permintaan pasien adalah kepanjangan dari "APS".

More


Puskesmas DKI akan Miliki Dokter Spesialis

Posted in Berita

BALAI KOTA (Republika.co.id) — Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan menempatkan minimal dua dokter spesialis di semua puskesmas di Ibu Kota. Pemprov DKI menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) dalam menyukseskan program tersebut.

DPR Tekan Pemprov Gabung BPJS

Posted in Berita

PALEMBANG (sumeks.co.id) -  Dilema jaminan kesehatan di Sumsel pascaberlakunya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) semakin menjadi. Pasalnya, Komisi IX DPR RI menekan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk segera melebur dengan sistem yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tersebut.

Dokter Indonesia Lebih Paten Dibandingkan Dokter Luar

Posted in Berita

Pontianak (suarapembaruan.com) -  Pada dasarnya dokter Indonsesia lebih ahli dan lebih paten dalam menangani kasus penyakit jika dibandingkan dengan dokter luar negeri. Sebab kasus yang ditangani dokter Indonesia lebih banyak dan lebih bervariasi dibandingkan dengan kasus yang terjadi di luar negeri.

Mengelola Kebijakan Keperawatan

Posted in Berita

Suaramerdeka.com - Pemenuhan kebutuhan tenaga perawat profesional diyakini makin dinamis seiring dengan pengimplementasian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015. Kompetisi dan kualitas tenaga perawat akan menjadi faktor daya saing utama pada pasar jasa keperawatan global. Kegagalan mengelola tenaga keperawatan bisa menjadi langkah awal kegagalan mengambil peluang pasar jasa perawat global.

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq