Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Pelatihan Pengelolaan Rantai Dingin Produk Farmasi

26 Februari 2026

  Latar Belakang

Rantai dingin atau cold chain merupakan suatu sistem yang krusial dalam menjaga mutu dan keamanan produk farmasi. Obat rusak menyebabkan pemborosan sumber daya dan biaya, efektifitas obat, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.

  Sasaran Peserta

Pelatihan ini ditujukan bagi:

  1. Dinas Kesehatan
  2. Manajemen Fasyankes
  3. Tenaga kesehatan (apoteker, tenaga teknis kefarmasian, perawat) yang terlibat dalam pengelolaan produk farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan
  4. Penanggung jawab program yang terkait dengan vaksin/produk farmasi pada program
  5. Staf gudang dan logistik yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan distribusi produk farmasi
  6. Dosen, Peneliti, dan unsur lain yang terkait

  Materi Pelatihan

  1. Konsep Rantai Dingin
  2. Prinsip-prinsip Pengelolaan Rantai Dingin
  3. Pemantauan dan Pemeliharaan Rantai Dingin
  4. Distribusi dan Transportasi Produk Farmasi

  Narasumber

  • Sukma Anugrah (Narasumber): Biofarma
  • Eva Tirtabayu Hasri (Fasilitator): PKMK FKKMK UGM

Waktu dan tempat pelaksanaan

Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
Waktu : 09.00–12.00 WIB
Metode: Daring

Biaya Kepesertaan & Fasilitas

Biaya pelatihan per peserta sebesar Rp. 300.000,-

  1. Sertifikat
  2. Materi dalam bentuk pdf
  3. Rekaman

*Biaya tidak termasuk biaya pengiriman kwitansi dalam bentuk fisik
No Rekening BNI: 9888807172010997
Nama Pemilik: UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum

Narahubung

Eva Tirtabayu Hasri (0823-2433-2525)

 

  Reprotase Kegiatan

26feb

Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan pelatihan daring bertajuk “Pengelolaan Rantai Dingin Produk Farmasi”. Kegiatan ini menghadirkan Sukma Anugrah dari PT Bio Farma (Persero) sebagai narasumber, dengan Eva Tirtabayu Hasri dari Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM sebagai fasilitator.

Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari rumah sakit, klinik, dan instalasi farmasi daerah. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas pentingnya penguatan sistem pengelolaan produk farmasi yang sensitif terhadap suhu, khususnya vaksin, dalam rangka menjaga mutu dan efektivitasnya hingga sampai ke pasien. Rantai dingin bukan sekadar persoalan teknis penyimpanan, tetapi bagian integral dari sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan.

Rantai Dingin sebagai Sistem Mutu Terintegrasi
Dalam pemaparannya, Sukma Anugrah menjelaskan bahwa sistem rantai dingin merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menjaga produk tetap berada dalam rentang suhu yang direkomendasikan sejak proses produksi hingga digunakan oleh konsumen. Tujuan utamanya adalah memastikan produk tetap memiliki kualitas dan manfaat optimal.

Produk seperti vaksin, antisera, insulin, dan berbagai produk biologis lainnya memiliki karakteristik sensitif terhadap panas, pembekuan, maupun cahaya. Kerusakan akibat paparan suhu yang tidak sesuai dapat menurunkan potensi produk secara signifikan, bahkan tanpa perubahan fisik yang tampak. Oleh karena itu, pengelolaan rantai dingin harus dilakukan secara sistematis, konsisten, dan terdokumentasi.

Fasilitas, Validasi, dan Kompetensi SDM

Pelatihan membahas prinsip-prinsip pengelolaan rantai dingin secara komprehensif, mulai dari penyediaan fasilitas penyimpanan yang memenuhi standar, seperti cold room dan freezer room dengan rentang suhu yang sesuai, hingga pengaturan tata letak penyimpanan yang menjamin sirkulasi udara optimal.

Narasumber menekankan pentingnya proses kualifikasi peralatan melalui tahapan Installation Qualification (IQ), Operational Qualification (OQ), dan Performance Qualification (PQ), serta validasi suhu melalui proses temperature mapping untuk mengidentifikasi area dengan suhu tertinggi (hot spot) dan terendah (cold spot). Seluruh proses tersebut harus didukung dokumentasi yang baik sebagai bentuk akuntabilitas.

Selain fasilitas dan peralatan, kompetensi personel menjadi kunci keberhasilan sistem. Petugas yang menangani produk rantai dingin wajib memahami karakteristik vaksin, prosedur operasional standar, regulasi yang berlaku, serta tata cara penanganan kondisi darurat seperti penyimpangan suhu atau pemadaman listrik.

Tantangan Nyata di Lapangan

Sesi diskusi berlangsung aktif dan menggambarkan tantangan nyata dalam praktik pengelolaan rantai dingin. Salah satu isu utama adalah konsistensi pencatatan suhu, terutama pada hari libur. Narasumber menegaskan bahwa pencatatan tetap harus dilakukan sesuai ketentuan, dan pemanfaatan data logger atau recorder sangat dianjurkan untuk memastikan pemantauan berlangsung kontinu dan terdokumentasi dengan baik.

Peserta juga menyoroti potensi kesalahan atau kecurangan dalam pencatatan manual. Dalam hal ini, penguatan sistem perlu diimbangi dengan penggunaan perangkat monitoring seperti VVM dan freeze alert, serta pelatihan berkala bagi petugas agar pengelolaan berjalan akuntabel.

Selain itu, diskusi menyentuh pengelolaan stok mendekati batas waktu simpan, persyaratan kelembapan ruangan, hingga penggunaan pelarut vaksin. Ditekankan bahwa seluruh praktik harus mengacu pada ketentuan produk dan standar yang berlaku. Melalui diskusi ini, peserta semakin memahami bahwa pengelolaan rantai dingin bukan hanya soal menjaga suhu, tetapi juga tentang disiplin sistem dan budaya mutu di fasilitas pelayanan kesehatan.

Komitmen terhadap Mutu dan Akuntabilitas

Dalam pernyataan penutupnya, narasumber mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman pribadi, melainkan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan kerja di institusi masing-masing.

Sebagai fasilitator, Eva Tirtabayu Hasri menegaskan bahwa dalam standar akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, kompetensi pengelola rantai dingin menjadi salah satu aspek penting penilaian. Ia menekankan bahwa pengelolaan vaksin tidak hanya berbicara tentang suhu, melainkan tentang akuntabilitas dan upaya mencegah kecurangan demi menjaga kualitas produk serta keselamatan pasien.

Melalui pelatihan ini, PKMK FK-KMK UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan. Pengelolaan rantai dingin yang andal menjadi fondasi penting dalam memastikan bahwa setiap produk farmasi yang diterima masyarakat benar-benar aman, efektif, dan bermutu hingga titik layanan terakhir.

Reporter:
dr. Helen Anggraini Budiono