Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Hari Kanker Sedunia 2026: Membuka Era Baru Deteksi Dini Penyakit Kanker

Setiap 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara global terhadap isu dan tren penyakit kanker. Peringatan ini dipelopori oleh Union for International Cancer Control (UICC) dan telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2000. Pada periode 2025–2027, tema peringatan yang diangkat adalah “United by Unique” (Bersatu dalam Keunikan). Tema tersebut memiliki arti bahwa setiap masyarakat dapat menjadi pelopor dari setiap langkah perawatan penyakit kanker, salah satunya melalui upaya deteksi dini berbasis penelitian.

Sejalan dengan semangat perayaan Hari Kanker Sedunia, review artikel oleh Passaro, et al. (2024) membahas langkah deteksi dini penyakit kanker melalui pemanfaatan biomarker. Kini, kondisi pasien dapat dipetakan secara biologis dengan tanda molekuler. Tanda molekuler ini memungkinkan dokter memahami profil spesifik tumor. Integrasi biomarker dalam praktik klinis menandai pergeseran besar menuju pengobatan yang dipersonalisasi (personalized treatment). Intervensi medis tidak lagi bersifat seragam tetapi disesuaikan dengan karakteristik unik dari biologis masing-masing individu. Hal ini memungkinkan setiap pasien mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik tubuh. Implementasi tren biomarker memiliki implikasi klinis yang sangat luas, mulai dari diagnosis dini yang lebih akurat hingga pemilihan terapi target yang lebih efektif.

Selain pemanfaatan biomarker berbasis jaringan tumor, Passaro et al. (2024) juga menyoroti perkembangan pesat liquid biopsy sebagai terobosan penting dalam deteksi dini kanker. Melalui analisis DNA tumor sirkulasi (circulating tumor DNA/ctDNA) yang diperoleh dari sampel darah, dokter kini dapat mendeteksi perubahan molekuler kanker secara non-invasif bahkan pada stadium sangat awal ketika gejala klinis belum muncul. Pendekatan ini membuka peluang besar skrining kanker yang lebih aman, nyaman, dan berulang sekaligus memungkinkan pemantauan respons terapi serta deteksi kekambuhan secara lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Artikel tersebut juga menegaskan bahwa masa depan deteksi dini kanker tidak lagi bergantung pada satu biomarker tunggal tetapi pada pendekatan multi parameter yang mengkombinasikan biomarker genetik, imunologis, dan karakteristik mikro-lingkungan tumor. Integrasi data genomik, profil respons imun, dan dinamika perubahan biomarker dari waktu ke waktu memungkinkan tenaga medis memahami heterogenitas kanker secara lebih komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi diagnosis tetapi juga membantu menghindari overdiagnosis dan terapi yang tidak perlu sehingga lebih efisien bagi sistem pelayanan kesehatan.

Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 pada intinya menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa perkembangan deteksi dini harus diiringi dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Melalui dukungan riset ilmiah, kebijakan kesehatan yang inklusif, dan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini, era baru pengendalian kanker bukan lagi sekadar harapan melainkan sebuah langkah nyata menuju masa depan kesehatan yang lebih baik.

Disarikan oleh:
Nikita Widya Permata Sari, S. Gz., MPH
(Peneliti Divisi Mutu PKMK FK-KMK UGM)

Sumber:

https://www.worldcancerday.org/about 
https://www.cell.com/cell/fulltext/S0092-8674(24)00244-7?_returnURL=https%3A%2F%2Flinkinghub.elsevier.com%2Fretrieve%2Fpii%2FS0092867424002447%3Fshowall%3Dtrue