VERSAILLES – Today’s options are numerous for those in need of physical therapy.
Versailles Health Care Center offers both in-patient and out-patient therapies, along with home-based care for some patients.
VERSAILLES – Today’s options are numerous for those in need of physical therapy.
Versailles Health Care Center offers both in-patient and out-patient therapies, along with home-based care for some patients.
MANADOPOSTONLINE.COM—Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan, dua Puskesmas di Kabupaten Bolsel kembali dipersiapkan untuk akreditasi.
Cambridge, Massachusetts-based Iora Health, a digitally-enabled primary care provider that focuses on the senior Medicare population, announced yesterday that it has closed $100 million in Series E financing. T
MedanBisnis�Medan. Dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, pembangunan kesehatan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dan masalah.
A new study demonstrates that a comprehensive and multidisciplinary clinic for low-income and homeless individuals with respiratory disease can decrease no-show rates and provide quality care
WONOSOBO. suaramerdeka.com – Bupati Wonosobo Eko Purnomo telah memberikan lampu hijau pembangunan rumah sakit baru, guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
| TAHUN | KEGIATAN |
| 2017 |
Kerangka Acuan
Kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dengan
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM dan WHO Indonesia
Jakarta, 22-23 Mei 2018
![]()
Latar Belakang
Mutu pelayanan kesehatan telah menjadi isu nasional dan global. Peningkatan mutu secara global dalam pelayanan kesehatan memiliki sejarah panjang dimulai pada tahun 1900-an sedangkan Indonesia telah memulai perjalanannya sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Masalah mutu pelayanan kesehatan berlanjut menjadi strategi dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan komponen penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebagaimana dinyatakan, SDGs memiliki target khusus untuk UHC, yaitu “Mencapai UHC, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses ke layanan kesehatan esensial yang berkualitas dan akses ke obat-obatan dan vaksin yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau untuk semua” (WHO, 2015).
Mempertimbangkan kebutuhan untuk meningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam mencapai UHC dan SDGs, upaya peningkatan tersebut harus didukung oleh Kebijakan dan Strategi Mutu Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan/National Quality Policy and Strategy (NQPS). WHO telah meluncurkan buku pedoman NQPS yang dapat digunakan sebagai referensi setiap negara yang ingin mengembangkan NQPS, menyesuaikan dengan situasi dan prioritas masing-masing negara. Dengan dibentuknya Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 membuka sebuah kesempatan emas untuk mendokumentasikan kebijakan dan strategi mutu pelayanan di Indonesia sebagai langkah awal dalam penyusunan NQPS.
Pada tahun 2017, Kementerian Kesehatan bersama dengan PKMK FKKMK UGM serta didukung WHO Indonesia, telah mengembangkan analisis situasi untuk delapan komponen proses NQPS yang direkomendasikan oleh WHO. Analisis situasi disusun berdasarkan temuan dari berbagai dokumen terkait dan diskusi melalui kegiatan lokakarya dengan pemangku kepentingan terkait.
Pada tahun 2018 ini , proses penyusunan NQPS berlanjut untuk menentukan seluruh komponen proses NQPS Indonesia (gambar 1) melalui konsensus dan diskusi yang lebih luas dengan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, sampai dengan penyusunan dokumen final NQPS Indonesia.

Gambar 1. Kerangka Konsep Penyusunan National Quality Policy and Strategy Indonesia
Tujuan
Workshop ini bertujuan untuk:
Peserta
Akan terdiri dari perwakilan dari:
Fasilitator
Metode
Penetapan definisi dan dimensi mutu pelayanan kesehatan (beserta pengertian dan penjabaran setiap dimensi), peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan serta indikator mutu nasional dilakukan dengan metode konsensus yang akan difasilitasi oleh tim fasilitator.
Setiap peserta sebelumnya akan menerima draf yang telah dibuat oleh tim fasilitator untuk dapat dipelajari sebelum workshop sebagai bahan diskusi untuk menyepakati bersama hal-hal yang ingin ditetapkan dalam workshop ini.
Tanggal dan Tempat Acara
Hari/tanggal : Selasa-Rabu, 22-23 Mei 2018
Jam : 09:00-15:30
Tempat : Ruang Rapat 503, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta
Jadwal Acara
| Waktu | Kegiatan | Fasilitator/Narasumber |
| Hari I | ||
| 09:00-09:15 | Pembukaan dan Pengantar: Penyusunan dokumen final NQPS Indonesia | dr. Eka Viora, Sp.KJ |
| 09:15-09:30 |
Pengantar dan Metode Workshop |
dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 09:30-10:00 |
Paparan hasil analisis situasi mutu pelayanan kesehatan di Indonesia |
Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
| 10:00-10:15 | Diskusi | dr. Novika Handayani |
| 10.15-10.30 | Coffee break | |
| 10:30-12:00 |
Diskusi Konsensus 1: Penentuan Definisi Mutu
|
Tim |
| 12.00-12.30 | Break | |
| 12:30-14:00 |
Diskusi Konsensus 2: Pengertian dan Penjabaran setiap Dimensi Mutu
|
Tim |
| 14.00-15:30 |
Diskusi Konsensus 3: Pemangku Kepentingan
|
Tim |
| Hari II | ||
| 09:00-10:00 | Diskusi Kelompok Indikator Mutu Nasional: efektif dan efisien | Tim |
| 10:00-11:00 | Diskusi Kelompok Indikator Mutu Nasional: safe dan patient-centred | |
| 11:00-12.00 | Diskusi Kelompok Indikator Mutu Nasional: access dan equity | Tim |
| 12.00-12.30 | Break | |
| 12.30-13:30 | Pemaparan masing-masing kelompok | Tim |
| 13.30-14.30 | Pengambilan konsensus Indikator Mutu Nasional | Tim |
| 14:30-15:00 |
Pembacaan hasil konsensus |
dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 15.00-15.30 | Penutupan | dr. Eka Viora, Sp.KJ |
Biaya
Biaya penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO Indonesia
Term of Reference
Center for Health Policy and Management, Faculty of Medicine UGM, in collaboration with The Directorate of Healthcare Quality and Accreditation, Ministry of Health,
Republic of Indonesia, supported by WHO Indonesia
![]()
Background
Health care quality has been a national and global issue. Global quality improvement in health care has a long history started in the 1900s whereas Indonesia has started its journey since more than 30 years ago. The issue on health care quality continues to be strategic in achieving Universal Health Coverage (UHC), an important component in the Sustainable Development Goals (SDGs). As stated, SDGs has a specific target for UHC, i.e. “Achieving UHC, including financial risk protection, access to quality essential health service and access to safe, effective, quality, and affordable medications and vaccines for all” (WHO, 2015).
Considering the needs for improving health care quality to achieve UHC and SDGs, efforts to improve quality in the entire health system should be supported by a National Quality Policy and Strategy (NQPS). WHO has launched the NQPS handbook which will be used to guide countries in developing the national quality policy and strategy appropriate to their national health policies and planning (WHO, 2017). With the establishment of The Directorate of Healthcare Quality and Accreditation in the Ministry of Health Republic of Indonesia in 2016, there is an urgent need and a golden opportunity to document various quality policies and strategies in each component of NQPS.
In 2017, Center for Health Policy and Management Faculty of Medicine UGM and Ministry of Health developed a situational analysis for all eight elements (figure 1) based on the existing documents, discussion and consultations with stakeholders and policy makers. This project is full supported by WHO.

Figure 1. Modified elements in the development of a Situational Analysis
The document on the current situational analysis of the Indonesian National Quality Policy and Strategy was written in 2017 and it contains the following sections: (1) Global and South East Asia Relevance; (2) Conceptual framework for quality; (3) Definition and dimension of quality; (4) Current situation analysis in Indonesia, consisting of health, health care services, quality of health care services (policy and regulation, stakeholder mapping, improvement
methods and interventions, governance and organizational structure, health management information systems and data, and quality indicators); and (5) Strength, Weakness, Opportunity and Threat analysis (SWOT).
Objectives
Methods
The consultant team will work closely and under the guidance of the Directorate of Healthcare Quality and Accreditation, Ministry of Health, to conduct the following serial workshops:
Duration of Work
All activities will be completed within the period of May to March 2019. The
Indonesian NQPS document will be finished in March 2019.

Figure 2. A Conceptual Framework of The Indonesian National Quality Policy and Strategy
Timetable
| No. | Activity | Month | Week |
| 1 | Workshop 1: Vision, mission and target on health care quality improvement | May | 3-4 |
| 2 | Workshop 2: Strategy on health care quality improvement | October | 3-4 |
| 3 | Workshop 3: Program on health care quality improvement | October | 2-3 |
| 4 | Workshop 4: Implementation strategy on health care quality improvement | January 2019 | 1-2 |
| 5 | Workshop 5: Budgeting and Financing for National Quality Strategy | February 2019 | 3-4 |
| 6 | Writing a final document | 1-4 | |
| 7 | Dissemination of NQPS document | March | 4 |
Consultant Team
{tab title=”REFERENSI” class=”green”}
{tab title=”CONTOH NQPS” class=”blue”}
{/tabs}