Changes expand type of providers caring for patients.
Healthcare has experienced change in the past few years, and with it has come a new model of care in many primary care practices.
Changes expand type of providers caring for patients.
Healthcare has experienced change in the past few years, and with it has come a new model of care in many primary care practices.
Padang (ANTARA News) – Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta jajaran Puskemas untuk lebih aktif melakukan pendekatan kepada keluarga di sekitar lokasi dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Scotland’s care homes are facing growing staff shortages, according to a survey of care providers.
Figures released by Scottish Care suggest three quarters of homes (77%) have vacancies.
Almost nine in 10 (89%) of care at home and housing support services had positions lying empty.
SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menargetkan pada 2018 mendatang seluruh kecamatan di Kaltim sudah memiliki layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 24 jam.
{slider title=”Tahun 2018″ class=”solid blue”}
Kontak
Anantasia Noviana | 0821.1616.1620 | Novi_pmpk@yahoo.com
{slider title=”Arsip 2017″ class=”solid orange”}
BULAN NOVEMBER
BULAN OKTOBER
BULAN JULI
BULAN MEI
BULAN APRIL
{/sliders}





Kerangka Acuan Workshop I
Yogyakarta, 16 – 17 Maret 2017
![]()
Latar Belakang
Seperti halnya institusi pendidikan lainnya, institusi pendidikan Poltekkes diharapkan dapat meningkatkan kinerja di bidang tri dharma. Penelitian merupakan salah satu tri dharma yang sangat penting tidak hanya bagi peserta didik sebagai persyaratan untuk kelulusan menempuh tingkat pendidikan tertentu, namun juga persyaratan penting bagi pengembangan sumber daya manusia dosen di institusi Poltekkes. Saat ini, kebijakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sangat mendorong institusi pendidikan untuk meningkatkan kinerja penelitian, yang juga akan berdampak positif bagi kinerja publikasi yang dihasilkan oleh institusi pendidikan. Dengan meningkatnya publikasi baik nasional maupun internasional, maka pengembangan karir dosen dapat berjalan lebih lancar serta reputasi institusi Poltekkes pun menjadi meningkat. Oleh karenanya, hal ini menjadi bagian strategis dari perencanaan jangka panjang dan jangka pendek bagi pengembangan institusi Poltekkes Kemenkes Malang.
Beberapa faktor pendukung peningkatan penelitian di institusi Poltekkes Kemenkes Malang adalah ketersediaan dana penelitian untuk memfasilitasi penelitian para dosen di institusi Poltekkes Kemenkes Malang yang bersumber dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan pascasarjana (S2 dan S3), dan komitmen institusi Poltekkes Kemenkes Malang untuk pengembangan penelitian dan publikasi.
Dari aspek permasalahan kesehatan, berbagai masalah nasional yang dihadapi oleh Indonesia merupakan sumber inspirasi penelitian yang terus menerus. Sebagai ilustrasi adalah tantangan dalam Sustainable Development Goals yang membutuhkan dukungan penelitian dari berbagai institusi. Hal ini merupakan peluang besar bagi Poltekkes Kemenkes Malang untuk mengidentifikasi prioritas penelitian, dengan tetap menyesuaikan dengan visi dan misi institusi Poltekkes Kemenkes Malang, khususnya di bidang Penelitian. Di lain sisi, tantangan yang dihadapi dalam penelitian beserta kompetisi dengan institusi pendidikan kesehatan yang serupa juga memerlukan perencanaan strategis dalam penelitian.
Untuk itu, institusi Poltekkes Kemenkes Malang perlu mengembangkan arah dan strategi penelitian jangka panjang. Arah dan strategi penelitian ini akan dituangkan dalam bentuk Roadmap penelitian selama lima tahun ke depan, dengan memperhatikan tantangan lokal dan nasional, agenda penelitian nasional dan institusi, serta kapasitas penelitian institusi.
Roadmap ini akan disusun melalui serangkaian workshop yang melibatkan partisipasi seluruh pengelola institusi Poltekkes Kemenkes Malang dan para dosen di setiap jurusan/ program studi yang ada di Poltekkes Kemenkes Malang.
Workshop direncanakan terdiri dari:
Tujuan Workshop I
Workshop 1 bertujuan untuk:
Manfaat
Draft Roadmap Penelitian dapat dijadikan pedoman dalam kegiatan penelitian di Poltekkes Kemenkes Malang
Waktu Pelaksanaan Workshop I
Hari/Tanggal : Kamis – Jumat, 16 – 17 Maret 2017
Waktu : 08.00 – 16.00 WIB
Tempat : Gedung Grha Wiyata Fakultas Kedokteran UGM
Peserta
Peserta dalam Workshop penyusunan draft Roadmap penelitian ini adalah pengelola institusi Poltekkes Kemenkes Malang dan para dosen-peneliti yang mewakili setiap jurusan/ program studi di Poltekkes Kemenkes Malang. Workshop ini akan dibawakan oleh narasumber ahli dalam bidang pendidikan dan penelitian diperguruan tinggi untuk memberikan masukan dan arahan dalam penyusunan draft Roadmap penelitian Poltekkes Kemenkes Malang.
|
No |
Nama |
Unit |
|
1 |
Ir. AAG. Anom Aswin, M.PS |
PD I / Lektor Kepala |
|
2 |
I Nengah Tanu Komalyna, DCN, M.Kes |
Ka. Jurusan Gizi |
|
3 |
Dr. Annasary Mustafa, M.Sc |
Ketua Komisi Etik |
|
4 |
Herawati Mansur, S.ST, M.Pd, M.Psi |
Ka. Jurusan Kebidanan |
|
5 |
Imam Subekti, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom |
Ka. Jurusan Keperawatan |
|
6 |
Bernadus Rudy Sunindya, MPH |
Ka. Jurusan PMIK |
|
7 |
Dr. Ganif Djuwadi, S.ST, S.Pd, M.Kes |
Ka. Prodi D-IV Promkes |
|
8 |
Dr. Ekowati Retnaningtyas, S.Kp, M.Kes |
Dosen |
|
9 |
Dr. Tri Johan Agus Y., S.Kp, M.Kes |
Ka. Unit Penelitian & Jurnal |
|
10 |
Dr. Jenny Jeltje Sophia Sondakh, M.Clin.Mid |
Dosen |
|
11 |
Edy Suyanto, S.ST, MPH |
Staf Penelitian dan Jurnal |
Narasumber
Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
dr. Yodi Mahendradhata, MSc, PhD
Fasilitator
Contact Person Kegiatan
Anantasia Noviana, SE (082116161620)
Agenda Kegiatan
|
Waktu |
Kegiatan |
PJ/Narasumber |
|
Hari Pertama, Kamis 16 Maret 2017 |
||
|
08.00 – 08.30 |
Registrasi peserta |
Panitia |
|
08.30 – 09.00 |
Pembukaan dan Arahan Direktur Poltekkes |
Dirut Poltekkes Kemenkes Malang |
|
09.00 – 09.30 |
Hasil Evaluasi Rencana stratejik BPPSDM dan Poltekkes Kemenkes tahun 2016 |
Hanevi Djasri, dr, MARS |
|
09.30 – 10.00 |
Rehat Pagi |
Panitia |
|
10.00 – 11.00 |
Proses penyusunan Roadmap Penelitian di Lembaga Akademik |
Prof. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD |
|
11.00 – 12.00 |
Menetapkan Prioritas Penelitian di Lembaga Akademik |
Yodi Mahendradhata, dr, MPH, PhD |
|
12.00 – 13.00 |
Diskusi Pleno |
Prof. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD dan Yodi Mahendradhata, dr, MPH, PhD |
|
13.00 – 14.00 |
ISHOMA |
Panitia |
|
14.00 – 16.00 |
Diskusi Kelompok I: Identifikasi Perkembangan dalam Bidang Ilmu Gizi, Keperawatan, Kebidanan dan Rekam Medik dan Informasi Kesehatan |
Tim Fasilitator PKMK FK UGM |
|
Hari Kedua, Jumat, 17 Maret 2017 |
||
|
08.00 – 10.00 |
Diskusi Kelompok II: Penyusunan Prioritas Penelitian di Poltekkes Kemenkes Malang |
Tim Fasilitator PKMK FK UGM |
|
10.00 – 11.00 |
Presentasi Hasil Diskusi Kelompok |
Tim Fasilitator PKMK FK UGM |
|
11.00 – 11.15 |
Penyusunan POA (Persiapan WS II) |
Tim Fasilitator PKMK FK UGM |
|
11.15 – 11.30 |
Penutup dan Arahan Direktur Poltekkes |
Dirut Poltekkes Kemenkes Malang |
|
11.30 – 13.30 |
ISHOMA |
Panitia |
Bahan Belajar
Departement Health Policy and Management (HPM) Fakultas Kedokteran UGM dan Divisi Mutu PKMK (Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan) FK UGM telah menyelenggarakan seminar series in health policy and management tentang “kerangka kerja mutu pelayanan kesehatan Indonesia. Kegiatan ini membahas tiga isu penting mulai dari sistem makro sampai dengan sistem mikro yaitu:
Seminar ini menghadirkan narasumber dari direktur mutu dan akreditasi pelayanan kesehatan Kementrian Kesehatan RI dr. Eka Viora, Sp.KJ, dr. Laksono Trisnantoro.,MSc.,Ph.D dan dr. Adi Utarini.,MSc.,MPH.,Ph.D. Seminar ini dimoderatori dr. Hanevi Djasri MARS. Peserta berasal dari mahasiwa pasca sarjana, doktoral, Kementrian Kesehatan, perguruan tinggi, rumah sakit dan peneliti.
Sejak terbentuknya direktorat mutu dan akreditasi pada awal 2016, Indonesia belum mempunyai kerangka mutu tingkat nasional. Setiap fasilitas kesehatan mengukur indikator sesuai dengan yang diminta oleh lembaga sehingga pengukuran mutu pelayanan kesehatan di indonesia tidak terintegrasi. Indikator mutu yang harus diukur oleh Faskes sangat banyak, mulai dari indikator mutu dari Kemenkes, indeks kepuasan masyarakat Kemenpan RB, BPJS Kesehatan, akreditasi RS, dan indikator keselamatan pasien. Namun, telah ditetapkan bahwa indikator mutu yang akan digunakan hanya yang disusun oleh Kementrian Kesehatan.
Era JKN meningkatkan akses dan efisiensi namun tidak diikuti oleh peningkatan mutu. Walaupun ada kewajiban akreditasi bagi puskesmas dan rumah sakit, namun budaya mutu tidak berjalan. Permasalahan mutu pelayanan yang terjadi dikarenakan tidak adanya keterlibatan pasien dalam penyusunan kebijakan, kompetensi SDM yang belum memadai, alokasi sumber daya yang minim, rendah budaya mutu dan keselamatan pasien, sarana prasarana yang belum memadai, hak pasien yang belum diakomodir, penggunaan antibiotik yang berlebihan. Salah satu upaya peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan yang telah dilakukan oleh Kemenkes saat ini adalah penyusunan 12 indikator mutu pelayanan RS berdasarkan enam dimensi mutu Institute of Medicine, namun indikator belum dapat diterapkan karena masih dalam proses penyusunan kamus indikator.
Salah satu dimensi mutu yang ditargetkan oleh Kementrian Kesehatan adalah dimensi mutu efisiensi. Dimensi ini terkait dengan sistem pembayaran INA CBGs yang berpotensi menimbulkan fraud dalam layanan kesehatan. Fraud akan mengancam mutu pelayanan kesehatan sehingga akan melibatkan penegak hukum dalam proses penindakan pelaku fraud. Fraud dapat dicegah dengan cara: 1) membangun sistem pencegahan kecurangan JKN, 2) pembentukan tim pencegahan kecurangan JKN, 3) melakukan upaya pencegahan kecurangan, 4) mekanisme pengaduan, 5) investigasi dan 6) sanksi administratif.
Indonesia harus menyusun quality framework sebagai pedoman untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Prof. Adi Utarini MSc., MPH., Ph.D mengusulkan lima tahap pengembangan kerangka kerja mutu:
Reporter : Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH
Kerangka Acuan
Diselenggarakan oleh:
Departemen Health Policy and Management FK UGM dan
Divisi Manajemen Mutu PKMK FK UGM
![]()
LATAR BELAKANG
Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien telah menjadi isu global dan mendorong perubahan kebijakan serta pengembangan standar baik klinis maupun manajemen. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa masyarakat pengguna pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta semakin menuntut pelayanan yang bermutu.
Saat ini sarana pelayanan kesehatan mempunyai berbagai kegiatan menjaga mutu pelayanan kesehatannya mulai dari perijinan dan monitoring perijinan, Akreditasi Rumah Sakit hingga akreditasi Puskesmas. Berbagai kegiatan menjaga mutu tersebut sering tidak berjalan lancar. Keadaan ini disebabkan beberapa institusi belum memilki kerangka kerja yang tegas agar sistem manajemen mutu dapat berjalan dengan baik. Kerangka kerja yang belum tertata dengan tepat menyangkut peran kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, Ikatan Profesi dan tentunya masyarakat sendiri dalam pengawasan mutu. Oleh karena itu dibutuhkan kerangka kerja mutu pelayanan kesehatan di Indonesia, agar mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi.
TUJUAN
Kerangka mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dapat menjadi alat untuk menjaga sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan, dengan tujuan khusus:
PESERTA
Kegiatan ini terbuka bagi para dosen klinis dari FK UGM, dosen Poltekkes Kemenkes dan mahasiswa S2/S3 Ilmu Kesehatan masyarakat Fakultas Kedokteran UGM.
Fasilitator
TEMPAT & JADWAL
Ruang Theater Perpustakaan FK UGM Lantai 2
Kamis, 6 April 2017
|
Waktu |
Topik |
Fasilitator |
|
13.00 -13.10 |
Pembukaan Ketua Departemen HPM |
Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD |
|
13.10 –16.10 |
Sesi Panel : Moderator (Hanevi Djasri, dr, MARS) |
|
|
13.10 -14.10 |
Topik 1 |
dr. Eka Viora, Sp.KJ |
|
14.10-15.10 |
Topik 2 |
Prof.dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD |
|
15.10-16.10 |
Topik 3 |
Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D |
|
16.10-16.55 |
Diskusi |
Hanevi Djasri, dr. MARS |
|
16.55-17.00 |
Penutup |
Hanevi Djasri, dr. MARS |
Kontak Person
Pendaftaran dan informasi lebih lanjut :
Sdri. Anantasia Noviana (Novi)
Telp : (0274)549424, HP 082116161620 / 08157909418
E-mail : novi_pmpk@yahoo.com
Sdri. Elisa Sulistyaningrum
Telp : 08561757818
E-mail : sulistyaelisa@gmail.com
Term of Reference
![]()
Latar Belakang
Rumah sakit dan Puskesmas sebagai tempat yang dirasa aman oleh orang, ternyata juga memiliki risiko bahaya yang lebih besar mengancam nyawa manusia, khususnya pasien dan staf yang ada didalamnya. Material dan teknologi yang digunakan oleh manusia berpotensi menyebabkan terjadinya bahaya. Pada standar akreditasi RS dan Puskesmas terkait dengan Bab Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), RS dan Puskesmas diminta untuk melakukan Hazard Vulnerable Analysis (HVA). HVA digunakan untuk mengidentifikasi hazards berikut dengan efek langsung dan tidak langsung terhadap RS dan Puskesmas serta melakukan tindak lanjut dari hasil analisa tersebut.
Tujuan
Peserta
Tim Fasilitator
Waktu & Tempat
Kegiatan diselenggarakan di Yogyakarta bulan 19 April 2017
| WAKTU | MATERI / KEGIATAN HARI I | Fasilitator |
| 07.30 – 08.00 | Registrasi | |
| 08.00 – 08.30 | Pengantar Pelatihan dan Pre Test | |
| 08.30 – 09.15 | Sesi 1: Manajemen Risiko | Hanevi Djasri |
| 09.15 – 10.00 | Sesi 2: Konsep Dasar HVA | Hanevi Djasri |
| 10.00 – 10.15 | Coffee Break | |
| 10.15 – 12.00 | Sesi 3: Teori Langkah-langkah Melakukan HVA
|
Hanevi Djasri |
| 12.00 – 13.00 | Lunch break | |
| 13.00 – 15.30 | Sesi 4: Praktek Penyusunan HVA di Rumah Sakit | Tim |
| 15.30 – 16.00 | Sesi 5: Presentasi Hasil HVA | Tim |
| 16.00 – 16.30 | Sesi 6: Penyusunan POA dan Post Test | Tim |