Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan dana sekitar Rp 12 miliar untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi keluarga prasejahtera.
Why the new care certificate is so important for the healthcare workforce
The care certificate provides the first step on the learning pathway, supporting professionals and providing assurance to those who receive care
Earlier this year, the care certificate was introduced for all new healthcare assistants and social care support workers. It sets out the introductory skills, knowledge and behaviours required to provide patients with safe, effective and compassionate care.
Kejar Akreditasi, RSUD AM Parikesit dan RSUP Dr Sarjito Yogyakarta Teken MoU
Akreditasi rumah sakit pada hakekatnya adalah upaya untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan rujukan. Proses akreditasi dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan dan mutu di rumah sakit, sehingga senantiasa berusaha meningkatkan mutu pelayanan dan keamanan pelayanan kesehatan.
SES Improves Quality Healthcare Access in Benin
LUXEMBOURG–(BUSINESS WIRE)–SES (NYSE Paris:SESG) (LuxX:SESG) and SES Techcom Services today announced that its innovative eHealth platform SATMED has been deployed to improve childbirth healthcare at the Maternité Hospital in Ahozonnoude, Benin.
AKREDITASI RUMAH SAKIT PENTING UNTUK PENINGKATAN MUTU PELAYANAN
Jakarta, Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) berfungsi sebagai badan yang memberikan akreditasi kepada rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Pemberian akreditasi ini penting untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Sistem Layanan Terpadu Kesehatan Orang Tua
Kemajuan teknologi kesehatan membawa berbagai manfaat bagi masyarakat, salah satunya adalah usia harapan hidup yang meningkat sehingga mempengaruhi populasi orang tua di seluruh dunia. Hal ini tentu akan menjadi sebuah tantangan unik bagi seluruh negara karena layanan kesehatan bagi orang tua merupakan layanan kompleks serta biasanya memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang lama. Isu mengenai kondisi psikososial orang tua dan sistem fungsional organ harus diobati secara simultan. Seluruh kegiatan harus terintegrasi agar pengobatan menjadi efektif, untuk itulah dibutuhkan adanya Tim Pengobatan Interdisipliner (TPI) yang telah terbukti mampu meningkatkan outcome kesehatan pada pengobatan orang tua.
Beberapa negara telah mengadopsi kurikulum pelatihan TPI ke dalam studi mereka, yakni pada fakultas kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, layanan sosial, farmasi hingga psikologi. Apabila pengobatan pada penyakit kronis hanya ditangani oleh tenaga medis secara tunggal, maka layanan akan terfragmentasi dan tidak menyentuh pada akar masalah masing-masing individu. Seperti pada orang tua, sudah umum mereka memiliki gangguan kognitif (daya ingat) sehingga pemahaman mereka terhadap obat-obatan yang diberikan oleh dokter pastinya akan sulit, padahal terdapat cukup banyak obat untuk diberikan dalam jangka waktu lama. Untuk itulah diperlukan adanya pengawas minum obat yang rutin melakukan cross check terhadap obat yang diminum. Masalah ketidakmampuan dalam bergerak, melakukan aktivitas harian serta fisik membuat tubuh orang tua menjadi semakin rapuh, dukungan sosial dari lingkungan terdekat akan sangat membantu dalam penanganan masalah kronis ini.
Kurikulum layanan pengobatan terpadu pada orang tua mencakup:
- Memahami posisi dan tanggung jawab profesi dalam penanganan kasus orang tua
- Komunikasi interpersonal yag baik
- Identifikasi masalah dan pencarian solusi atas masalah tersebut
- Menyediakan support sebagai penunjang satu sama yang lain
- Belajar untuk fleksibel dalam menghadapi masalah
Penelitian mengindikasikan bahwa pelatihan tersebut meningkatkan fungsi dan efektivitas pengobatan yang diberikan pada orang tua.
Oleh : dr. M. Hardhyanto P.
Sumber : Fitzgerald JT, Williams BC, Halter JB et al. Effects of Geriatrics Interdiciplinary Experience on Learners’ Knowledge and Attitudes. Gerontol Geriatr Educ 2006;26:17‐28.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jgs.12822/pdf
Coogle CL, Parham IA, Cotter JJ et al. A professional development program in geriatric interdisciplinary teamwork: Implications for managed care and quality of care. J Appl Gerontol 2005;24:142‐159.
Penggunaan Antidepresan Pada Lansia: Perspektif Regulasi
Penggunaan antidepresan pada lansia memerlukan perhatian yang berbeda dari pasien usia muda. Penyakit yang beragam dan kerumitan pengobatan adalah hal yang sering terjadi pada pasien lansia. Pada pasien lansia, keseimbangan antara manfaat pemberian dengan bahaya yang mungkin timbul dari beberapa obat-obatan dapat berubah-ubah. Oleh karena itu, obat untuk pasien lansia harus ditinjau secara berkala dan obat-obatan yang tidak bermanfaat harus dihentikan. Namun sayangnya masalah klinis pada pasien lansia dan pentingnya kesehatan masyarakat pada pasien lansia masih kurang dipelajari atau diteliti. Diprediksi pada tahun 2025 jumlah lansia di Indonesia meningkat empat kali lipat. Masalah kesehatan lansia kian menonjol sementara upaya pelayanan kesehatan bagi lansia masih terbatas kuantitas maupun kualitasnya. Menjadi tua berarti mengalami beragam perubahan baik fisik maupun psikososial sejalan bertambahnya umur. Bukan berarti menua tidak memikirkan kualitas hidup namun tetap harus diupayakan tetap terjaga sehingga lansia dapat sehat, aktif dan mandiri. Oleh karena itu, dibutuhkan terapi-terapi yang tepat sasaran agar dapat mengurangi efek buruk penggunaan antidepresan.
Studi yang dilakukan oleh Coupland dan rekan menekankan perlunya pilihan antidepresan dengan senyawa yang tepat untuk pasien lanjut usia karena hal tersebut bukanlah tugas yang sepele, membutuhkan pertimbangan menyeluruh pada individu pasien, penggunaan pilihan lain untuk obat-obatan dan faktor risiko penyebab penyakit. Terapi obat harus dilengkapi dengan intervensi psikologis, pemantauan medis dan penjelasan tujuan dan manfaat dari risiko obat. Hasil penelitian yang dilakukan observasional harusnya dapat menginspirasi penelitian lebih lanjut. Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam terapi depresi pada lansia yaitu perubahan faal oleh proses menua, status medik atau komorbiditas penyakit fisik, status fungsional, interaksi antar obat, efektivitas dan efek samping obat serta dukungan sosial. Terapi biologik antara lain dengan pemberian obat antidepresan sangat diperlukan namun dengan proses pertimbangan yang kuat.
Oleh : Andraini Yulianti, SE., MPH.
Sumber : Antidepressant Use in The Elderly: A Regulatory Perspective. BMJ 2011;343:d4551
http://www.bmj.com/rapid-response/2011/11/03/antidepressant-use-elderly-regulatory-perspective
Mutu Pelayanan Terpadu Untuk Pasien Geriatri
Tema pelayanan bermutu untuk pasien geriatri masih menjadi bahasan yang akan disampaikan minggu ini. Setelah sebelumnya berbagai informasi terkait upaya perawatan pasien geriatri seperti; penatakalaksanaan gizi, penggunaan tools pendukung pelayanan kesehatan bagi pasien geriatri, perspektif pelayanan geriatri serta upaya mengurangi risiko medication error, telah disampaikan. Maka minggu ini 2 artikel akan memaparkan mengenai isu Tim Pengobatan Interdisipliner (TPI) serta penggunaan obat antidepresan pada lansia apabila ditinjau dari perspektif regulasi.
Pada salah satu artikel, bahasan penerapan sistem pelayanan yang terpadu dengan menggunakan teknik pengobatan interdisipliner diyakini dapat memberikan ourcome terbaik, mengingat tingkat kompleksitas penyakit yang diderita oleh pasien geriatri. Sedangkan artikel lainnya menguraikan mengenai penggunaan antidepresan bagi lansia yang memerlukan pertimbangan ‘khusus’. Dan apabila ditinjau dari perspektif regulasi, diperlukan lebih banyak data uji coba terkontrol pada pasien lansia, sebelum pedoman klinis terkait antidepresan dapat diformulasikan. (lei)
Investing in Healthcare in Africa critical to meet 2030 goals
NEWLY DEFINED AFRICAN MODEL OF HEALTHCARE REQUIRED
Social development and economic growth in Africa are increasingly being recognised as critical in the effort of steering the continent towards the right direction. Dr Anuschka Coovadia, Head of Health Africa, KPMG, elaborates on how the state of the fragile healthcare systems continues to underpin the acceleration of African economies.
Tingkatkan Mutu Kesehatan Jiwa , Walikota Salatiga Peduli Depresi Warganya
SALATIGA – Kesehatan jiwa dewasa ini telah menjadi masalah global di hampir semua negara. Hal ini dinilainya sebagai dampak globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi.