Lima Item Geriatric Depression Scale (GDS) pada Pasien Lanjut Usia

Gangguan depresi pada orang lanjut usia memiliki prevelansi yang bervariasi, baik di rumah sakit maupun panti jompo. Depresi sendiri terkait dengan tingginya prevelansi dan risiko gangguan disabilitas. Lebih lanjut diketahui bahawa outcome penyakit seperti penyakit jantung, stroke, parkinson, akan menjadi lebih buruk apabila terkait dengan adanya depresi. Depresi juga terkait dengan peningkatan penggunaan pelayanan medis. Meskipun depresi merupakan hal yang biasa terjadi pada pasien usia lanjut, namun kurang dari 50% pasien mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat dan adekuat.

Terkait hal tersebut, untuk mendapatkan perawatan yang adekuat, perlu dilakukan suatu skrining untuk melihat tanda-tanda depresif. Skrining ini seharusnya menjadi bagian pada penilaian komprehensif pasien geriatrik. Beberapa instrumen skrining depresi telah banyak dikembangkan, seperti; Beck Depression Inventory for Primary Care (BDI-PC), The Zung Self Rated Rating Scale, the Center for Epidemiological Studies Depression Scale (CES-D), Geriatric Depression Scale (GDS).

Seperti telah disampaikan bahwa pada penilaian yang dilakukan untuk mengetahui skala depresi seorang pasien lanjut usia, salah satu tool yang dapat dipergunakan adalah Geriatric Depression Scale (GDS). Versi asli dari tool ini terdiri dari 30-item. Sedangkan versi 15-item dari tool ini telah divalidasi dan telah banyak dipergunakan. Untuk versi 5-item Geriatric Depression Scale (GDS) telah dikembangkan, dan sebuah studi dilakukan untuk mengetahui efektivitas lima item yang terdapat pada Geriatric Depression Scale (DGS). Studi ini melakukan perbandingan antara versi 15-item Geriatric Depression Scale (DGS) dengan versi 5-item Geriatric Depression Scale (DGS).

Studi untuk menilai efektivitas versi 5-item Geriatric Depression Scale (DGS) dilakukan dengan responden pasien lanjut usia baik pria maupun wanita, dengan tiga setting yang berbeda, yakni; rumah sakit, pasien rawat jalan, dan panti jompo. Responden penelitian berusia 65 tahun ke atas dan memiliki fungsi kognitif yang normal. Untuk menilai normalitas fungsi kognitif ini dilakukan dengan wawancara klinis dan Mini-Mental State Eximination (MMSE). Responden terdaftar untuk periode 1 tahun. Setiap responden menjalani pemeriksaan klinis menyeluruh dan penilaian geriatri komprehensif termasuk MMSE, Activity of Daily Living (ADL), dan instrumen skala aktivitas hidup sehari-hari, Cummulative Illness of Rating Scale (CIRS), GDS-15 item, dan GDS lima item. Untuk penggunaan GDS 5-item dan GDS 15-item, diberikan secara terpisah.

Hasil studi yang dilakukan selama Januari 2000 hingga Januari 2001 dengan 181 responden yang terdiri atas pasien lanjut usia (121 perempuan, 60 laki-laki, serta 70 orang merupakan penghuni rumah jompo, 61 pasien rawat inap, 50 pasien rawat jalan) menunjukkan hasil sebagai berikut:

art-20mei

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil studi yang dilakukan menunjukkan bahwa 5-item GDS selain handal dan efektif, juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan versi 15-item GDS, diantaranya; mudah dikelola, mudah dimengerti, tidak memerlukan waktu yang lama, lebih sedikit tingkat stres yang ditimbulkan apabila dipergunakan bagi orang lanjut usia dimana orang lanjut usia relatif lebih mudah lelah dan tidak dapat menolerir versi 15-item GDS dengan baik. Selain itu, instrumen 5-item GDS dapat dipergunakan baik untuk penggunaan klinis maupun penelitian lain, seperti; studi epidemiologi.

Disarikan oleh : Lucia Evi Indriarini

Sumber : Rinaldi P., et al. (2003) Validation of the Five-Item Geriatric Depression Scale in Elderly Subjects in Three Different Settings. American Geriatrics Society, Vol. 51, No. 5.
http://www.researchgate.net/profile/Patrizia_Mecocci/publication/7239500_Validation_of_the_five-item_geriatric_depression_scale_in_elderly_subjects_in_three_different_settings/links/0912f50c71fe469ce1000000.pdf 

{module [150]}

Asesmen Pasien Geriatri: Peningkatan Outcome dan Mutu Pelayanan Kesehatan

Suatu pelayanan yang bermutu di dalamnya terkandung rasa aman dan pemenuhan kebutuhan pengguna. Demikian pula bagi pasien lanjut usia, dimana biasanya permasalahan kesehatan yang dialami relatif kompleks dan memerlukan penanganan serta pelayanan kesehatan yang komprehensif. Penyakit yang kerap diderita oleh pasien lanjut usia terkadang tidak hanya satu penyakit tunggal, namun dapat terjadi suatu komplikasi. Selain itu, kondisi fisiologis dan biologis pada pasien usia lanjut usia juga memerlukan perawatan secara khusus dan berbeda apabila dibandingkan pasien dengan usia yang relatif lebih muda.

Minggu ini, dua artikel yang dipaparkan akan mengulas mengenai kegunaan instrumen asesmen bagi pasien lanjut usia serta pentingnya pengelolaan nutrisi yang disesuaikan dengan usia pasien, karena proses penyerapan nutrisi untuk pasien lanjut usia juga berbeda dengan pasien usia lebih muda. Berbagai metode yang dipergunakan akan berbeda sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik pasien baik secara medis, sosial dan psikologis. (lei)

 

 

Centura Health launches interactive healthcare pricing and quality tool

summitCentura Health, the nonprofit parent of St. Anthony Summit Medical Center, recently launched an online pricing and quality comparison tool to empower consumers making healthcare decisions.

Consumers go online when shopping for large purchases like a house, car or airline flight, and Centura’s tool will inform them about healthcare at its hospitals in a similar way.

Continue reading

Research will help provide better quality care for patients

scoopA University of Canterbury hearing researching Associate Professor Greg O’Beirne has received a $319,500 Oticon Foundation grant to investigate the prevention of hearing loss during ear surgery.

The results of the research will benefit the large number of people undergoing ear surgery in New Zealand and overseas.

Continue reading

Baru 121 RS Terakreditasi Internasional

akred 121 rsJAKARTA – Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Akmal Taher mengatakan, hanya 121 dari 2.414 rumah sakit yang terakreditasi internasional. Menurutnya, jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan jumlah rumah sakit dan pasar di Tanah Air.

Continue reading

Guest opinion: The power of quality service

robertA question was brought up during a discussion with aspiring nursing students regarding the meaning of quality care and service. The group was familiar with the concept of quality care, but service? We meet patients’ needs and respond to call lights as fast as we can. Isn’t the service piece somebody else’s job?

Quality outcomes, isn’t that the bottom line in our lives? As long as we are making money, winning or providing good care, nothing else really matters, right? The service component usually gets put on the back burner or suffers. We all have been let down at some point in our lives by poor service and still have the memory of the negative impression it left on us.

Continue reading

Sosialisasi Sistem Informasi Rujukan Maternal Perinatal di Kota Balikpapan

11apr-1

Narasumber: dr. Sitti Noor Zaenab dan dr. Hardhantyo Puspowardoyo

Kota Balikpapan saat ini sedang menyusun manual rujukan KIA, yang telah dikembangkan sejak Bulan Januari 2015 yang lalu, serangkaian kegiatan awal telah digulirkan, mulai dari sosialisasi awal manual, pembentukan tim tingkat kabupaten dan rencana kerja, hingga pembagian kasus. Terdapat 10 langkah kegiatan yang harus dilakukan didalam penyusunan manual rujukan. Upaya intensif dari dinas kesehatan kota Balikpapan telah berujung manis, yakni kesadaran seluruh elemen tenaga kesehatan bahwa manual rujukan ini penting bagi kemajuan kesehatan masyarakat. Dalam 3 kali kunjungan tim, Kota Balikpapan telah berada dalam langkah ke 4 pengelompokan kasus dan lahkah ke-5 penyusunan Sistem Informasi.

Continue reading

BPJS Janjikan Pelayanan Cepat Bagi Pasien

bpjs meiVIVA.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjanjikan proses penanganan keluhan yang cepat bagi pasien. Dari keluhan yang ada, maksimal dalam satu setengah hari masalah tersebut sudah diproses.

“Dalam satu setengah hari atau 36 jam pasti kita sudah respons, tapi ini belum tentu selesai. Setidaknya waktu respons kita sudah baik,” kata Ikhsan, Kepala Grup Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS saat diwawancara di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senayan, belum lama ini.
Sementaya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) masih menyoroti kinerja BPJS yang dianggap belum sepenuhnya diketahui masyarakat umum. Menurut YLKI, BPJS harus membuat laporan pengaduan, layaknya bank-bank yang ada di Indonesia.

Continue reading

Metode Pendampingan Audit Maternal Perinatal Tingkat Kabupaten Pengembangan dari Pedoman AMP Kemenkes 2010

8mei-1

Dokumen ini merupakan hasil dari kegiatan pendampingan AMP di 3 Kabupaten yang dilakukan pada bulan februari hingga mei 2015. Kabupaten yang dipilih merupakan 3 Kabupaten yang ternaung didalam program sister hospital NTT dengan kematian ibu tertinggi pada tahun 2014. Berdasarkan temuan dilapangan diketahui bahwa kegiatan AMP seringkali hanya dilakukan sebagai penggugur kewajiban untuk dilaksanakan, bukan sebagai sarana perbaikan, indikatornya adalah banyak rekomendasi yang dihasilkan tidak ditindaklanjuti. Hal inilah yang menimbulkan adanya kelelahan bagi tenaga medis yang terlibat untuk melakukan kegiatan ini terus menerus.

Seluruh petunjuk dalam buku sudah cukup lengkap, sehingga tidak ada perubahan yang dilakukan terhadap materi dalam buku panduan, namun lebih kepada melengkapi tata cara teknis tentang bagaimana melakukan kegiatan Audit Maternal Perinatal yang benar, yang tidak ada dalam buku panduan tersebut.

Continue reading