Ditandatangani, RS Harapan Kita dengan IJN Malaysia

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia boleh berbangga memiliki  Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta yang sudah berkelas dunia.

Meski sudah memiliki reputasi internasional, RSJPD Harapan Kita terus berupaya meningkatkan kemampuan teknis para ahli medisnya, di antaranya dengan melakukan kerja sama (MOU) dengan Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia.

Continue reading

Selangkah Lagi Rumah Sakit Jeneponto Naik Tipe B

BONTOSUNGGU (FAJAR) — Mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto, harus terus ditingkatkan untuk naik dari tipe C ke tipe B.

Bupati Jeneponto, Radjamilo, menyebutkan, seiring hampir rampungnya pembangunan rumah sakit baru tersebut, mutu pelayanan harus lebih diutamakan dan berkualitas. “Ini untuk mengenjot peningkatan IPM daerah ini,” imbuhnya, Senin 1 Oktober kemarin.

Continue reading

Meningkatkan Peran Dinas Kesehatan Provinsi dalam Akreditasi RS di Indonesia

Oleh : dr. Hanevi Djasri, MARS

PMPK UGM & The Nossal Institute for Global Health Melbourne University (Nossal Institute) didukung oleh AusAID telah mengadakan fellowship dari Australian Leadership Award (ALA) pada tanggal 3-21 september 2012. Program selama 3 minggu fellowship ini bertujuan untuk mengambil pembelajaran dari Australia, mendiskusikan isu-isu yang terkait dan relevan di Indonesia serta menetapkan rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendukung Kemenkes mencapai target tersebut.

Peserta program ALA 2012 terdiri dari 2 kelompok, kelompok I terdiri dari 13 orang yang merupakan kelompok penelaah sistem akreditasi di Australia berdasarkan materi yang disampaikan atau diberikan oleh narasumber, kemudian membawanya kedalam diskusi dengan konteks di Indonesia baik untuk mengidentifikasi relevansi serta urgensinya pembelajaran tersebut untuk diterapkan di Indonesia. Kelompok ini kemudian juga menyusun rencana tindak lanjut (POA). Kelompok I terdiri dari perwakilan Kemenkes (2 orang), Dinkes Provinsi DIY (3 orang), Dinkes Provinsi Jateng (2 orang), KARS (2 orang), PERSI (2 orang) dan PMPK UGM (2 orang) anggota ditunjuk oleh pimpinan instansi masing-masing. Hasil penyusunan POA dari Kelompok I kemudian dipresentasikan kepada Kelompok II yang merupakan kelompok pengambil keputusan yang terdiri dari 6 orang, mewakili BUKR (1 Kasubdit, 1 staf), KARS/PERSI (1 Ketua), Dinkes Provinsi (2 Kadinkes) dan UGM (1 narasumber).

gb1

Program ALA 2012 meliputi kegiatan literatur review, presentasi dan diskusi dengan narasumber, kunjungan ke lapangan serta diskusi kelompok untuk mengidentifikasi lesson learnt, isu-isu di Indonesia dan Plan of Action baik POA bersama maupun individu institusi. Seluruh kegiatan tersebut difasilitasi oleh Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (PMPK FK-UGM) bekerjasama dengan The Nossal Institute for Global Health Melbourne University (Nossal Institute).

gb2

Terdapat 3 bagian tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk meningkatkan peran Dinkes provinsi dalam program akreditasi RS. Bagian pertama berada ditingkat makro, yaitu menyusun Kerangka Kerja Nasional Peningkatan Mutu dan Keselamatan dalam Pelayanan Kesehatan, pedoman ini akan menjelaskan posisi program akreditasi serta menjelaskan peran dan kewenangan Kemenkes, KARS, Dinkes provinsi/kab/kota, PERSI pusat/daerah. Peran tersebut meliputi tahap persiapan, penyelenggaraan dan monitoring-evaluasi program akreditasi. Pedoman ini juga akan terkait dengan peran Badan Pengawas RS (BPRS) dan Komisi Nasional Keselamatan Pasien RS (KNKPRS)

Bagian kedua berada ditingkat mikro, yaitu Mengembangkan Proses Penyelenggaraan Program Akreditasi oleh KARS. Bagian ini akan terkait dengan draft Pedoman Tatalaksana Survei Akreditasi yang saat ini telah disusun oleh KARS yang akan dilengkapi dan disempurnakan pada bagian terkait dengan keterlibatan dan komunikasi Dinkes provinsi pada saat pra-survei, survei dan pasca survei. Disamping itu bagian ini akan terkait dengan rencana kerja KARS termasuk dalam memperoleh akreditasi dari ISQua.

Bagian ketiga adalah Capacity Building Tim Dinas Kesehatan Provinsi (akan terdiri dari staf dinkes, PERSI daerah, klinisi dan BPRS provinsi), materi capacity building terutama akan berasal dari pedoman yang disusun pada langkah pertama dan kedua. Peningkatan kompetensi ini tidak bertujuan menjadikan Tim Dinkes Provinsi sebagai Survior ataupun Pembimbing KARS namun sebagai regulator, pembina dan pengawas RS yang berada diwilayah kerjanya.

Jawa Tengah sebagai salah satu peserta Program ALA 2012 telah menyanggupi sebagai lokasi Pilot Project Peningkatan Peran Dinkes Provinsi dalam Program Akreditasi yang dapat segera dilakukan pada bulan Oktober-Desember tahun 2012 ini. Hasil pilot project ini diharapkan dapat menjadi model Nasional yang akan disosialisasikan pada tahun 2013.

gb3

MINGGU I

Tanggal

Agenda

Narasumber

3 September 2012

orientasi peserta mengenai program ALA Fellowship

Nossal Institute

4 September 2012

Literature review course

5 september 2012

Me-review literatur :

  1. Selecting indicators for patinet safety at health system level in OECD conuntries
  2. Impact of accreditation on the quality of healthcare services : A systematic review of the literature
  3. The attitude of health care profesionals toward accreditation : A systematic review of the literature
  4. Linking organizational structure to the external environment : experiences from hospital reform in transition economies
  5. Improving provider skills, strategies for assisting health workers to modify and improve skills : developing quality health care- a process of change

Peserta ALA

6 september 2012

Persentasi hasil me-review literatur dan diskusi

Perserta ALA & Nossal Institute

7 september 2012

Short course tentang akses penyandang keterbatasan fisik (disability) terhadap pelayanan publik.

MINGGU II

10-12 September 2012

Short course di Australian Concil for Health Service (ACHS) (Lembaga Akreditasi)

ACHS

13 September 2012

Persentasi mengenai peran board atau badan pengawas di RS

Northern Health Board (Badan Pengawas tingkat distrik).

14 September 2012

Presentasi tentang Australian Commision on Safety and Quality in Health Care (ACSQHC)

Margaret Banks (ACSQHC)

MINGGU III

17 September 2012

penyusunan kesimpulan  mengenai points pembelajaran kelompok I kepada kelompok II

Peserta ALA

18 September 2012

Presentasi tentang Clinical Governance

Professor Rosemary Aldrich (Nossal Institute)

19 September 2012

Presentasi tentang Akreditasi di Victoria

Victorian Deptartemen of Health

20-21 September 2012

Penyusunan plan of action dari masing-masing kelompok (6 topik dengan 10 action Plan)

  1. Safety and quality framework
  2. Peran Pusat dan Daerah
  3. Pengelolaan Lembaga Akreditasi
  4. Benchmark Nasional Kinerja RS
  5. Disability dalam Program Akreditasi
  6. Evidence based policy making

Peserta ALA

Daftar peserta

Peserta gelombang I (penelaah sistem dan penyusun POA)

  1. Yuli Kusumastuti, Dinkes DIY
  2. Arif Dani Dahlius, RS Kota Jogja
  3. Betha Candrasari, Badan Mutu Jogja
  4. Sadono Wiwoho, Dinkes Jateng
  5. Ida Witiasati Idajati, RS Moewardi, Solo
  6. Octi Palupi Rahayuningtyas, Kemenkes
  7. Yuwanda Nova, Kemenkes
  8. Luwiharsih, KARS
  9. Masaah Amatyah, KARS
  10. Handjaja Rono Sulistyo, PERSI
  11. Johan Thamrin Saleh, PERSI
  12. Hanevi Djasri, PMPK UGM
  13. Luh Putu Eka Putri Andayani, PMPK UGM

Peserta gelombang II (pengambil keputusan)

  1. Sutoto, Ketua KARS & PERSI
  2. Anung Sugihantono, Kadinkes Jateng
  3. Sarminto, Kadinkes DIY
  4. Eka Anugrahi, Kasubdit RS Pendidikan, BUK-R, Kemenkes
  5. Yayan Gusman, Staf Subdit Akreditasi, BUK-R, Kemenkes
  6. Adi Utarini, Narasumber PMPK & MMR UGM

Melibatkan Pasien-Masyarakat di Tingkat Organisasi dan Lingkungan

(bagian IV) Institute for Patient and Family-Centered Care mengidentifikasi berbagai strategi dan cara bagi lembaga pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit untuk melibatkan pasien dan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan pasien. Pasien dan masyarakat dapat terlibat dalam dewan penasehat atau dewan pengawas rumah sakit, komite atau kelompok kerja keselamatan pasien atau yang terkait lainnya, melakukan perubahan konsep keluarga sebagai pengunjung menjadi mitra dalam keselamatan pasien, membangun informasi dan edukasi keselamatan pasien kepada pasien-masyarakat

Readmore

Triliunan Rupiah Lari ke Pengelola Kesehatan Asing Tiap Tahun

JAKARTA (Pos Kota) – Maraknya orang berduit di Indonesia yang berobat ke luar negeri dikhawatirkan semakin menipiskan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas rumah sakit (RS) di dalam negeri.

Tiap tahun, triliunan rupiah lari ke kantong dokter dan pengelola RS asing akibat  pelayanan kesehatan di sini tak kunjung maskimal.

Continue reading

Lobi Besaran Iuran BPJS Mentok

JAKARTA (Seputar Indonesia)- Pemerintah dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum menemui titik temu soal ketentuan besaran iuran BPJS, khususnya iuran peserta yang ditanggung pemerintah atau penerima bantuan iuran (PBI).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan IDI membicarakan ketentuan besaran iuran untuk PBI yang jumlahnya mencapai 96,4 juta jiwa.Namun, dalam pertemuan itu belum dihasilkan kesepakatan apa pun menyangkut besaran iuran PBI.

Continue reading

Tiga RS PTPN II Raih Akreditasi

DELI SERDANG (Waspada online) – Sejumlah tiga rumah sakit milik PT Perkebunan Nusantara II di Sumatera Utara berhasil meraih sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan.

Menurut Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Komaruzzaman di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sertifikat akreditasi diperoleh tiga rumah sakit PTPN II karena dinilai memenuhi standar mutu yang ditentukan.

Continue reading

50 Persen yang Berobat di Singapura adalah WNI

JAKARTA, (PRLM).- Berdasarkan data National Health Care Group International Business Development – Singapore, 50 persen pasien internasional yang berobat di Singapura adalah Warga Negara Indonesia.

Sedangkan, rata-rata jumlah pasien Indonesia yang berobat ke Malaysia adalah 12 ribu orang per tahun, kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi saat meresmikan Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta yang terletak di kawasan Menteng Jakarta, melalui keterangan pers puskom publik Kemenkes, Sabtu (15/9/12).

Continue reading

RSU Bunda Jakarta Tawarkan Fasilitas Robotic Surgery Pertama di Indonesia

Jakarta (okezone.com). Menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang memadai dan modern, Bundamedik Healthcare System, sebuah konsorsium pelayanan jasa kesehatan terpadu, segera meresmikan sebuah rumah sakit yang diberi nama RSU Bunda Jakarta.
 
Rumah sakit yang terletak di kawasan elit Menteng Jakarta Pusat ini berbasis teknologi termuktahir didukung tenaga medik profesional dan berpengalaman, serta menjunjung mutu dan pelayanan kedokteran prima.
 

Continue reading

Asklin Dukung Program BPJS

JAKARTA (Suara Karya): Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) menyambut baik disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pada 2014 sistem jaminan sosial nasional (SJSN) mulai diterapkan dengan beroperasinya BPJS Kesehatan yang menyelenggarakan jaminan kesehatan untuk masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Asklin akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan jaminan kesehatan, sehingga bisa tepat waktu serta menjaga kualitas atau tidak membeda-bedakan pelayanan jaminan kesehatan, baik orang yang dikatakan miskin atau orang kaya. “Kami lebih memprioritaskan pengabdian dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Khususnya masyarakat yang tinggal di pelosok desa,” kata Ketua Umum Asklin Eddi Junaidi, di Jakarta, Jumat (7/9).


Continue reading