Penelitian

Divisi Mutu PMPK menyediakan jasa untuk mengukur, menganalisa dan merekomendasikan pengembangan/perbaikan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam bentuk berbagai penelitian. Penelitian tersebut dapat dibedakan menajadi 3 level (sesuai konsep Donald Berwick), yaitu penelitian yang terkait dengan:

  1. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level front-line melalui mekanisme: Manajemen Mutu Pelayanan Klinik / Clinical Care Management (konteks mikro)
  2. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level organisasi melalui mekanisme: Manajemen mutu organisasi kesehatan (konteks organisasi)
  3. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level wilayah melalui mekanisme: Regulasi eksternal pelayanan kesehatan (konteks lingkungan)

Inisiatif untuk melakukan penelitian dapat berasal dari Divisi Mutu PMPK atau dari pihak kedua (seperti Depkes, Dinkes, Pemda, Universitas, Fakultas, Perusahaan, dan sebagainya) atau dari pihak ketiga (seperti WHO, Unicef, lembaga donatur, dan sebagainya). Contoh penelitan dapat dilihat pada Arsip Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20 mmr

asdasdasdasdasd asdasd asdasdasdasd

Mengukur Manfaat Program Akreditasi Melalui Peningkatan Kinerja RS

Hanevi Djasri, Melbourne, Sept 2012. Indonesia telah memiliki Sistem Informasi RS (SIRS) Online yang berisi pelaporan rutin (RL1 sd RL5) dan juga memiliki 94 indikator dalam SPM-RS (gambar 9). Disisi lain saat ini KARS juga telah memiliki standar akreditasi yang mempersyaratkan RS untuk mengumpulkan dan membandingkan data kinerja dengan RS lain yang terdiri dari 11 indikator klinis, 9 indikator manajemen dan 6 indikator keselamtan pasien. Namun demikian saat ini belum ada mekanisme untuk mengumpulkan, menganalisa dan memberikan feedback kepada sarana pelayanan kesehatan.

Readmore

Mutu Program Akreditasi Sangat Tergantung dari Mutu Pengelolaan Lembaga Akreditasi

Hanevi Djasri, Melbourne, Sept 2012. Menjawab tuntutan perkembangan tehnologi informasi, maka ACHS sebagai salah satu lembaga akreditasi di Australia telah menggunakan IT secara maksimal untuk setiap tahap program akreditasi, mulai dari: Sosialiasi program dan standar; Sumber belajar (resources) yang berisi pedoman, tools dan case studies; Proses survey termasuk untuk input hasil penilaian; Mengelola survior termasuk untuk penugasan; Benchmark indikator klinis.

Readmore

Terlibat Dalam Pengembangan Program Akreditasi Akan Meningkatkan Dukungan Pemerintah Daerah

Hanevi Djasri, Melbourne, Sept 2012. Sebelum terbitnya National Health Reform Act 2011, di Australia penyusunan program, standar, pelaksanaan dan pelaporan akreditasi hanya terkait antara lembaga akreditasi (misalnya ACHS) dengan sarana yang diakreditasi (misalnya RS), sehingga pemerintah daerah dan masyarakat tidak terdorong atau tidak mengetahui peran mereka untuk mendukung program akreditasi.

Readmore

Akreditasi RS Sebagai Bagian dari Framework Nasional untuk Safety And Quality

Hanevi Djasri, Melbourne, Sept 2012. Setelah 6 (enam) tahun proses pengembangan, Australia melakuan reformasi program safety and qualtiy dalam bidang pelayanan kesehatan melalui penerbitan undang-undang (National Health Reform Act 2011) yang antara lain berisi pembentukan ACSQHC (Australian Commission for Safety and Quality in Health Care) sebagai komisi nasional untuk keselamatan dan mutu sarana pelayanan kesehatan yang bertindak sebagai pemimpin dan koordinator program keselamatan dan mutu termasuk untuk program akreditasi yang dilakukan oleh berbagai lembaga akreditasi (termasuk ACHS, sebuah lembaga akreditasi RS yang paling besar). 

Readmore

Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional

Kerangka acuan workshop

Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional
Berdasarkan Standar dari Joint Commission Internatinoal/JCI

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, 12 Oktober 2012

Latar Belakang

Standar akreditasi dari Joint Commission International (JCI) terdiri dari 2 fungsi, yaitu Patient-centered standards dan Healthcare organization management standards. Kedua fungsi ini menunjukan bahwa standar akreditasi JCI diterapkan disemua bagian/bidang/unit didalam RS, baik unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien maupun tidak langsung, baik yang bersifat fungsional maupun yang manajerial. Lebih lanjut masing-masing bab dalam standar JCI saling terkait sehingga membuat seluruh unit di RS harus bekerjasama dalam memenuhi standar akreditasi tersebut.

Cakupan standar akreditasi JCI pada seluruh aspek RS tersebut memerlukan pengorganisasian yang efektif untuk memastikan dan efektifitas serta efisiensi penggunaan sumber daya rumah sakit. Disamping itu pada saat ini di RS telah terdapat berbagai bagian/bidang dan tim-tim yang terkait dengan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien, juga memiliki berbagai tupoksi yang terkait dengan kegaitan pemenuhan standar akreditasi JCI sehingga pengorganisasian baik menjadi lebih penting.

Tujuan

Secara umum workshop setengah hari ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai bentuk pengorganisasian dan pembagian berbagai peran tim persiapan dan penerapan akreditasi JCI yang dapat terdiri dari tim standar, tim pendukung dan tim pelaksana penerapan akreditasi JCI. Secara khusus workshop ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi bidang/bagian/unit/tim yang terlibat dalam pemenuhan standar akreditasi JCI
  • Menyusun pola dan bentuk pengorganisasian antar berbagai bidang/bagian/unit/tim tersebut

Peserta

Peserta workshop ini diharapkan berasal dari para pimpinan dan manajer RS yang sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi standar akreditasi RS

Fasilitator

Fasilitator akan berasal dari Tim Arkeditasi JCI RSUP dr. Sardjito dan dari Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN). RSUP dr. Sardjito adalah salah satu RSUP yang sedang mempersiapkan diri untuk memperoleh akreditasi dari JCI.

Agenda Workshop

Jam

Topik

Fasilitator

Hari I:

Jumat 12 Oktober 2012

09:00-09:30

Pengantar Workshop: Pengorganisasian Tim Akreditasi

Hanevi Djasri (IHQN)

09:30-10:30

Diskusi Pengalaman RSUP dr. Sardjito dalam Pengorganisasian Tim Akreditasi

Sri Mulatsih (RSUP dr. Sardjito)

10:30-11:00

Coffe break

11:00-12:00

Diskusi Kelompok: Mengidentifikasi bidang/bagian/unit/tim yang terlibat dalam pemenuhan standar akreditasi JCI

Sri Mulatsih (RSUP dr. Sardjito)

12:00-13:00

Lunch break

13:00-14:00

Diskusi Kelompok: Menyusun pola dan bentuk pengorganisasian antar berbagai bidang/bagian/unit/tim

Sri Mulatsih (RSUP dr. Sardjito)

14:00-15:00

Presentasi dan Diskusi Penyusunan Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional

Hanevi Djasri (IHQN)

Tempat Pelatihan : Ruang Senat FK UGM, Gedung KPTU Lt. 2 FK UGM

Kontak Person

 MMR Jogjakarta :

  • Hernie Setyowati (Menik)
  • Telpun: 0274-581679/551408/0818 26 9560
  • Email : menikmmr@yahoo.co.id

 MMR Jakarta :

  • Ki Syahgolang Permata (Kiki)
  • Telpun: 021-52962568/52962569/081511981982
  • Email : mmrkiki@gmail.com

 PMPK :

  • Angelina Yusridar (Yusri)
  • Telpun: 0274-549425/08111498442
  • Email : angelina_yusridar@yahoo.com

Auditor Internal untuk Akreditasi Internasional

Kerangka Acuan Pelatihan

Auditor Internal untuk Akreditasi Internasional
Berdasarkan Standar dari Joint Commission International /JCI

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, 12-13 Oktober 2012

Latar Belakang

Standar akreditasi dari Joint Commission International (JCI) terdiri dari 2 fungsi, yaitu Patient-centered standards dan Healthcare organization management standards. Penilaian kesesuaian standar-standar yang ada pada 2 fungsi tersebut lebih ditekankan pada pelaksanaan nyata. Ketersediaan dokumen kebijakan, prosedur dan instruktur kerja saja tidak memadai untuk membuktikan kepatuhan terhadap standar akreditasi JCI namun juga diperlukan bukti praktek sehari-hari.

Untuk memastikan penerapan dilapangan maka diperlukan suatu mekanisme yang efektif untuk memastikan perencanaan penerapan standar akreditasi telah diterapkan dilapangan, salah satu metodenya adalah dengan melakukan “tracer” atau telusur baik tracer pelayanan yang diterima oleh pasien maupun tracer untuk menilai kesesuaian sistem manajemen.

Audit internal dapat menjadi tools yang efektif untuk memastikan standar JCI telah diterapkan dalam praktek sehari-hari, namun untuk menjalankan audit internal yang efektif dibutuhkan auditor yang memiliki kompentensi tidak saja sebagai penilai tetapi juga sekaligus sebagai pembimbing.

Tujuan

Secara umum tujuan Pelatihan Audit Internal ini bertujuan untuk meningkatkan calon tim auditor intenal untuk menyusun rencana dan melaksanakan audit internal kesesuaian standar JCI. Secara khusus pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Memahami Standar Akreditasi JCI
  • Memahami pelaksanaan Patient Tracer (individual)
  • Memahami pelaksanaan System Tracer (Data Management, Infection Control, dan Medication Management)

Peserta

Peserta pelatihan diharapkan berasal dari para manajer/pengelola rumah-sakit yang telah atau akan menjadi anggota tim auditor internal untuk menilai mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit masing-masing

Fasilitator

Fasilitator akan berasal dari Tim Auditor Internal Eka Hospital dan dari Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN). Eka Hospital adalah RS swasta yang telah memperoleh akreditasi JCI pada tanggal 11 Desember 2010.

Agenda Pelatihan

Jam

Topik

Fasilitator

Hari I:

Jumat 12 Oktober 2012

09:00-09:30

Pembukaan dan Pre Test

Hanevi Djasri (IHQN)

09:30-10:30

Patient-centered standards dalam akreditasi JCI

Tim Eka Hospital

10:30-11:00

Coffee break

11:00-12:00

Patient-centered standards dalam akreditasi JCI (lanjutan)

Tim Eka Hospital

12:00-13:00

Lunch break

13:00-14:00

Healthcare organization management standards dalam akreditasi JCI

Tim Eka Hospital

14:00-15:00

Healthcare organization management standards dalam akreditasi JCI (lanjutan)

Tim Eka Hospital

 

Hari II

Sabtu 13 Oktober 2012

09:00-10:00

Tracer Patient: Individual Tracer

Tim Eka Hospital

10:00-10:30

Coffee break

10:30-11:30

Sistem Tracer: Data Management

Tim Eka Hospital

11:30-12:30

Sistem Tracer: Infection Control

Tim Eka Hospital

12:30-13:30

Lunch break

13:30-14:30

Sistem Tracer: Medication Management

Tim Eka Hospital

14:30-15:00

Penutupan dan Post Test

Hanevi Djasri (IHQN)

Tempat Pelatihan : Ruang Senat FK UGM, Gedung KPTU Lt. 2 FK UGM

Kontak Person

 MMR Jogjakarta :

  • Hernie Setyowati (Menik)
  • Telpun: 0274-581679/551408/0818 26 9560
  • Email : menikmmr@yahoo.co.id

 MMR Jakarta :

  • Ki Syahgolang Permata (Kiki)
  • Telpun: 021-52962568/52962569/081511981982
  • Email : mmrkiki@gmail.com

 PMPK :

  • Angelina Yusridar (Yusri)
  • Telpun: 0274-549425/08111498442
  • Email : angelina_yusridar@yahoo.com

BPJS KESEHATAN : Tidak Ada Perbedaan Pelayanan untuk Masyarakat

JAKARTA (Suara Karya): Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memastikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014 tidak membedakan pelayanan. Masyarakat yang menjalankan proses rawat inap di kelas 1, 2, dan 3 akan mendapat pelayanan yang sama.

“Harga obatnya sama, harga jasa dokter juga sama. Yang membedakan hanya harga kamarnya saja. Sebelumnya, masyarakat yang dirawat di kelas 1, harga obat dan jasa dokternya dihitung berdasarkan kelas 1. Nantinya tidak lagi,” kata Ketua DJSN Chazali Situmorang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Continue reading