Nasib Jamkesda Setelah BPJS

Yogyakarta (Kompasiana.com). Sentralisasi penyedia Jaminan Kesehatan Semesta oleh ASKES dikabarkan akan menggantikan peran UPT Jamkesda di daerah. “Bagaimana nasib Jamkesda setelah BPJS diterapkan?”, ucap dr. Lukas dari UPT Jamkesda Kab. Paser Utara, Kaltim. Di daerahnya, Jamkesda sudah diterapkan selama 4 tahun namun baru 1 tahun ini dibentuk badan UPT untuk mengelola dana Jamkesda tersebut. “Kami bingung, apakah kami akan dibina atau malah dibinasakan?”, seloroh salah seorang peserta.

Selama tiga hari (14-17/11) , rombongan dari dinkes Kab. Penajam Paser Utara, Kaltim memgikuti pelatihan Verifikasi Jamkesda yang bekerja sama dengan Pusat KPMAK FK UGM. Pelatihan tersebut merupakan lanjutan dari pelatihan verifikasi Jamkesos dan Jampersal (8/11).

Continue reading

Forum Mutu Tahun 2011

Peran E-health, Teknologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian
Dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Indonesia

Hari I : Rabu, 28 September 2011

09.00 – 09.15

Sambutan Selamat Datang:

  1. Dr. Ratih Kumala Dewi, MMR – Direktur Utama RS Surya Husadha
  2. Dr. Hanevi Djasri, MARS. – Koordinator IHQN

09.15 – 09.45

Keynote Address:

Penyaluran dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Pelayanan dan Teknologi Kesehatan: Hasil Analisis dan Evaluasi Serta Prediksi ke Depan.

DR. Dr. Trihono, M.Sc. – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Litbangkes Kementerian Kesehatan

09.45 – 10.15

Morning Break & Sesi Poster

10.15 – 12.00

Sesi Seminar I: Konsep dan Aplikasi

  1. Peran E-Health, Tehnologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Indonesia.
    Prof. Dr. Adi Utarini, Msc, MPH, Phd. – Dewan Penasehat IHQN
  2. Penggunaan E-Health, Teknologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien berdasarkan Standard Akreditasi JCI
    Hasan Widjaja, S.Kom – Direktur Operasional Eka Hospital Jakarta *)

12.00 – 13.00

Lunch Break & Sesi Poster

13.00 – 16.00

Sesi Pararel I: Peran E-Health dan Tehnologi Kesehatan

Kelompok A :
Regulator

 

 

Kelompok B :
KIA 

 

 

Kelompok C :
Rs Dan Primary Care

 

16:00-16:30

Ramah Tamah

Hari II : Kamis, 29 September 2011

09.00 – 09.15

Review Hari I

09.15 – 09.45

Sesi Seminar II: Benchmark

  1. E-Health, Teknologi, Pendidikan dan Penelitian untuk Membangun Budaya Safety sebagai Bagian dari Service Quality dalam Industri Hotel. Wayan Sumawidana – CEO Four SeasonsResort, Bali
  2. E-Health, Teknologi, Pendidikan dan Penelitian untuk Membangun Budaya Safety sebagai Bagian dari Service Quality dalam Industri Penerbangan. Mr. Eric Eng – Manager Bali Singapore Airlines

09.45 – 10.15

Morning break & sesi Poster

10.15 – 12.00

Sesi Pararel II: Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

KELOMPOK A:
Regulator

  • Meningkatkan Profesionalisme PNS Kesehatan Melalui Diklat Berbasis Kompetensi Drs. Sulistyono, SKM., M.Kes – Kepala Pusdiklat Aparatur Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI
  • Kurikukul Pendidikan Patient Safety pada Program Magister Manajemen Rumah Sakit dr. Andreasta Meliala, M.Kes, Dipl.PH – Magister MMR UGM
  • Hospital Management Development Program (H-MDP): Pengalaman Penyusunan Program dan Pelaksanaan di RS. Dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH

 

KELOMPOK B:
Rumah Sakit

 

  • Evaluasi Penerapan WHA-SSCL untuk Menurunkan Komplikasi Bedah dr. A. A. Ngurah Jaya Kusuma, Sp.OG – Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Denpasar
  • Implementasi PSC ( Problem Solving Cycle) pada Medication Errors Incident oleh tim Patient Safety Surya Husadha Hospital
    Dr.Donny Susanto – Wakil Ketua KPRS PT Surya Husadha
  • Pendidikan dan Penelitian dalam Standard Akreditasi RS Pendidikan : Perkembangan Terkini dari Program Health Professional Education Quality (HPEQ) – DIKNAS dr. Anwar Santoso, Sp.PJ(K), Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia *

 

KELOMPOK C:
Primary care

 

12.00 – 13.00

Lunch break & sesi Pemberian penghargaan Poster

13.00 – 16.00

Sesi Seminar III

  1. Pengembangan Modul Pelatihan Clinical Leadership: Pengalaman RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam Mencapai Standar Akreditasi Internasional (JCI).
    Prof Akmal Taher, SpBU – Direktur Utama RSUPN Cipto Mangunkusumo
  2. Membangun Sistem Rujukan Program Sister Hospital RSUP Sanglah Denpasar dengan Royal Darwin Hospital, Australia
    I Wayan Sutarga, MPHM – Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar, Bali

16:00-16:30

Penutup dan ramah tamah

RS Harus Siapkan Diri Jelang Jaminan Kesehatan Semesta

Jakarta (pdpersi.co.id)-Seluruh jajaran rumah sakit (RS) perlu menyiapkan diri menyongsong era baru pembangunan kesehatan di Tanah Air dengan pemberlakuan jaminan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta.Demikian disampaikan Menkes RI, Nafsiah Mboi di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Menkes, salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah mencukupi jumlah tempat tidur RS. Untuk menunjang diberlakukannya UHC, diperlukan minimal 237.167 tempat tidur. Sampai dengan hari ini RS di Indonesia berjumlah 2.068 buah dengan jumlah total 229.612 tempat tidur.

Continue reading

Wamenkes: Indonesia Masih Kekurangan Ahli Bedah Mulut

Kuta, (Analisa). Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti mengatakan, hingga saat ini Indonesia masih mengalami kekurangan ahli bedah mulut.

“Ahli atau spesialis bedah mulut di Indonesia baru 285 orang. Jumlah ini masih kurang sehingga pemerintah akan terus berupaya meningkatkan jumlahnya,” katanya usai membuka “Asian Congress of Oral and Maxillofacial Surgeons (ACOMS)” yang ke-10 di Kuta, Badung, Jumat.

Continue reading

Kendali Biaya Pelayanan Kesehatan, Kunci Sukses BPJS

JAKARTA-Pos Kota) – Perusahaan pelat merah, PT ASKES (Persero) terus melakukan berbagai persiapan jelang bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014 mendatang.

“Sebagai perusahaan yang mengelola program jaminan kesehatan selama 44 tahun, PT Askes siap mengemban amanah UU BPJS. Kami telah memiliki SDM dan sistem informasi teknologi yang siap mendukung program jaminan kesehatan semesta,” papar Direktur Utama PT Askes (Persero) I Gede Subawa saat memberi pembekalan KM (Knowledge Management) kepada sekitar 200 karyawan baru, di Jakarta,  Kamis.

Continue reading

Pidato Menkes RI pada Hari Kesehatan Nasional Tahun 2012

Dalam pidatonya untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2012 (12/11), dr. Nafsiah Mboi, Sp. A, MPH menyampaikan rasa terima kasih yang besar pada para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, terutama yang berjuang di daerah terpencil dan daerah perbatasan. Tema yang diangkat pada (HKN) kali ini ialah Indnesia Cinta Sehat, dengan sub tema Ibu Selamat Anak Sehat. Tema tersebut diangkat agar masyarakat terbiasa hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan sub tema itu diambil karena merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mewujudkan jaminan kesehatan semesta yang akan dimulai 2014 mendatang. Untuk membaca detail pidao Menkes, silahkan Klik disini

Patient Centred Care (PCC), Dokter Sebagai Pemimpin Tim, Bukan Komandan!

Indikator utama akreditasi adalah keselamatan pasien. RS yang bisa menjamin keselamatan pasien secara otomatis akan mampu meraih akreditasi yang baik, begitu pula sebaliknya.

“Jangan bicara mutu jika tidak ada jaminan keselamatan pasien. Paradigma itu disebut Patient Centred Care (PCC). Muncul di Australia dan menjadi Sakit (KARS) Dr. Nico A.Lumenta,K.Nefro,MM,  dalam sesi paripurna Seminar Nasional Perhimpunan RS Seluruh Indonesia (Persi) di Jakarta Convention Centre, kemarin .

Continue reading

Ini yang Bikin Orang Indonesia Berobat ke Singapura

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA. Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Supriyantoro menilai bahwa fasilitas kesehatan, bangunan, teknologi dan ketersediaan dokter spesialis di Indonesia sudah setara dengan rumah sakit di negara maju seperti Singapura.

Namun, diakuinya mutu pelayanan kesehatan rumah sakit di dalam negeri masih belum baik. RS diharapkan bisa meningkatkan komitmennya untuk melayani pasien dengan lebih baik.

Continue reading

PPNI: UU Keperawatan Perlu Segera Disahkan

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Undang-undang Keperawatan perlu segera disahkan memberikan kepastian dan jaminan hukum bagi masyarakat yang akan memanfaatkan pelayanan keperawatan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadilah.

“Undang-undang (UU) tersebut juga akan memberikan kepastian dan jaminan hukum bagi perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan,” katanya pada konferensi Health Professional Education Quality (HPEQ) 2012, di Yogyakarta, Rabu (7/11).

Continue reading

Perawat Harus Miliki STR

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Kementerian Kesehatan RI mensyaratkan seluruh perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Tanpa kepemilikian STR perawat tidak diperbolehkan memberikan pelayanan kesehatan maupun membuka praktik.

Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karenanya setiap perawat diwajibkan melakukan uji kompetensi secara nasional hingga dinyatakan layak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan diakui secara hukum yang dibuktikan dengan kepemilikan STR.
Continue reading