There are countless things to consider when planning your travel plans: budget, destination, and weather, but one consideration that often goes unmentioned is your disability. Yes, flying can be daunting for anyone, but imagine the challenge faced by someone with cerebral palsy, a condition that causes mobility impairments. Luckily, traveling with this condition is easier than ever before.
Pakar Sebut Banyak Orang Tua Tak Sadar Anak Menderita Cerebral Palsy
Banyak orang tua kadang terlambat menyadari anak menderita cerebral palsy. Tak sedikit orang tua menganggap bayi yang terkulai lemah adalah hal wajar karena ototnya belum berkembang sempurna.
Seminar Nasional XVIII PERSI, Seminar XVI Patient Safety dan Hospital Expo XXXIV
“STRATEGI MEMBANGUN PATIENT LOYALTY DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING RUMAH SAKIT INDONESIA DI TINGKAT ASIA”
Tanggal : 19 – 22 Oktober 2022
Waktu : 08.00 – 17.00 WIB
Tempat : Jakarta Convention Center
Link pendaftaran: bit.ly/Registrasi-SemnasPERSI2022
Edaran dapat di akses pada tautan berikut :
https://bit.ly/Edaran-Teralhir-Semnas-PERSI-2022
PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT SELURUH INDONESIA
dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS, FISQua
Ketua Umum
FORUM MUTU IHQN Ke-21
Strengthening health quality management systems for better patient outcomes
Pendahuluan
Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan merupakan prioritas strategis dalam pembangunan kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan telah menegaskan arah kebijakan kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2025–2029, yang menempatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan transformasi sistem kesehatan sebagai salah satu pilar utama. Regulasi ini tidak hanya menekankan aspek kepatuhan administratif, tetapi juga mendorong perubahan sistemik menuju pelayanan yang lebih berkualitas, berorientasi hasil (outcome-based), dan berkelanjutan.
Penguatan Sistem Manajemen Mutu Kesehatan menjadi elemen kunci untuk memastikan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan mampu memberikan layanan yang aman, efektif, efisien, dan berkeadilan. Namun, implementasi kebijakan mutu di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, variasi kapasitas manajemen mutu antar fasilitas, serta adaptasi terhadap regulasi dan teknologi baru. Oleh karena itu, dibutuhkan ruang dialog dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman dan strategi implementasi sistem mutu yang terintegrasi dan berorientasi hasil pasien.
Forum Mutu ini mengangkat tema “Strengthening Health Quality Management Systems for Better Patient Outcomes”, atau memperkuat sistem manajemen mutu kesehatan untuk hasil pasien yang lebih baik dengan tujuan memfasilitasi pertukaran gagasan dan praktik terbaik dalam memperkuat tata kelola mutu layanan kesehatan di berbagai tingkat fasilitas layanan kesehatan dalam era transformasi sistem dan regulasi baru. Forum ini juga menjadi sarana untuk menelaah keterkaitan antara arah kebijakan nasional dengan realitas implementasi di fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun layanan primer. Peserta akan mendapatkan wawasan strategis mengenai implementasi PMK No. 12 Tahun 2025 dari perspektif mutu, serta tantangan implementasi di rumah sakit, termasuk implementasi PMK No. 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sub Sektor Kesehatan.
Selain aspek strategis dan budaya organisasi, forum ini juga menekankan pentingnya transformasi teknologi dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. Peserta akan mempelajari bagaimana data mutu dapat dimanfaatkan sebagai siklus pembelajaran berkelanjutan. Sesi inovasi layanan kemudian memperluas perspektif dengan membahas integrasi perangkat digital serta data lingkungan untuk mendukung pengelolaan penyakit secara cerdas dan adaptif.
Sebagai bagian dari pembelajaran praktis, forum ini juga akan menghadirkan praktik baik (best practices) dari fasilitas pelayanan kesehatan yang telah menerapkan umpan balik pasien real-time, digitalisasi pelaporan insiden keselamatan pasien, dan sistem pembelajaran mutu berbasis teknologi. Dengan pendekatan komprehensif ini, forum diharapkan dapat memperkuat kapasitas manajerial dan teknis para pengelola mutu, sekaligus menumbuhkan budaya keselamatan dan just culture yang menjadi pondasi utama dalam sistem mutu berkelanjutan.
Tujuan
Tujuan penyelenggaraan forum ini adalah meningkatkan kapasitas dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem manajemen mutu kesehatan yang berorientasi pada kesehatan pasien, melalui pemahaman kebijakan, strategi peningkatan mutu, serta penerapan inovasi dan teknologi kesehatan yang sejalan dengan implementasi PMK No. 12 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dan PMK No. 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sub Sektor Kesehatan.
Adapun tujuan khusus dari forum ini adalah:
- Memperkuat jejaring kolaborasi multi-stakeholder di bidang kesehatan sebagai fondasi peningkatan mutu layanan yang berkelanjutan.
- Meningkatkan kapasitas pengelola rumah sakit, tenaga kesehatan, regulator, dan akademisi dalam menghadapi tantangan mutu di era disrupsi.
- Mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital untuk inovasi mutu pelayanan kesehatan.
Peserta
- Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta Pimpinan Klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
- Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, Lembaga Asuransi/Pembiayaan Kesehatan (BPJS Kesehatan, Asuransi Kesehatan Swasta/Perusahaan), Lembaga Akreditasi Fasyankes, LSM Bidang Kesehatan, dan sebagainya.
- Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya.
- Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3.
- Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan.
Waktu & Tempat
Hari/Tanggal : Rabu–Kamis, 10–11 Desember 2025
Waktu : 07:30–16:00 WIB
Tempat : Gedung Litbang & FK-KMK UGM
Agenda
| Waktu | Agenda | Narasumber |
| Tempat: Auditorium Gedung Tahir Sayap Utara Lt. 1 | ||
| 07:30 – 08:00 | Registrasi Peserta | Panitia |
| 08:00 – 08:10 |
Sambutan ketua PKMK FKKMK UGM – Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes, MAS Sambutan Ketua IHQN – Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQUA |
MC |
|
Topik: Sinergi Kebijakan Menuju Mutu Kesehatan |
||
| 08:10 – 08:45 |
Paparan Materi 1: |
Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, Ph.D |
| 08:45 – 09:15 |
Paparan Materi 2: |
dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH – Kepala Dinas Kesehatan DIY |
| 09:15 – 09:45 | Diskusi Tanya Jawab | Moderator |
| 09:45 – 10:00 | Coffee Break | |
|
Topik: Quality Improvement Strategies in Healthcare Facility |
||
| 10:00 – 10:35 |
Paparan Materi 3: |
dr. Mega Febriora, Sp.JP – IHF Young Executive Leaders Program |
| 10:35 – 11:10 |
Paparan Materi 4: |
Dr. dr. Heidy Agustin, Sp. P(K) – RSUP Persahabatan |
| 11:10 – 11:45 |
Paparan Materi 5: |
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua (Dosen dan konsultan FKKMK UGM) |
| 11:45 – 12:15 | Diskusi Tanya Jawab | Moderator |
| 12:15 – 13:15 | ISHOMA | |
|
Topik: Transformasi Teknologi dalam Sektor Kesehatan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan |
||
| 13:15 – 13:50 |
Paparan Materi 6: |
Benedict Sulaiman, S.Kom., MM., MARS., MCSE., CFP – Director of IT, CTO, Mandaya Hospital Group, Indonesia |
| 13:50 – 14:25 |
Paparan Materi 7: |
Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D |
| 14:25 – 14:55 | Diskusi Tanya Jawab | Moderator |
| 14:55 – 15:15 |
Penutupan: Penyampaian PoA oleh Ketua IHQN |
MC |
| Waktu | Agenda | Narasumber |
| Tempat: Gedung Litbang & FK-KMK UGM | ||
| Paralel Workshop/Pelatihan | ||
| 08:00 – 12:00 |
Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dalam Era Integrasi Layanan Primer (ILP) |
dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH |
| 13:00 – 16:00 |
Pelatihan Clinical Pathways dan Cost of Care sebagai Indikator Kesehatan Finansial Program JKN |
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
|
|
|
|
| 16:00 – 16:15 | Penutupan | MC |
Kontak Person
Nita (+62 851‑1744‑8499)
FORUM MUTU IHQN Ke-20
Aktif, kolaboratif dan inovatif untuk mutu pelayanan kesehatan terbaik di Indonesia
Kerjasama antara:
Indonesia Health Care Quality Network (IHQN), Prodi Manajemen Rumah Sakit (MMR) FK-KMK UGM dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
Secara Daring, 5 Juli 2024
PENGANTAR
Mutu Pelayanan kesehatan merupakan hak dari setiap warga masyarakat. Meski saat ini masyarakat di Indonesia secara umum kini lebih sehat dan hidup lebih lama dibandingkan sebelumnya, namun pelayanan berkualitas rendah masih menyebabkan kematian yang dapat dicegah dan kesenjangan yang tidak dapat diterima. Upaya memastikan dan meningkatkan mutu mengadapi tantangan dalam hal pembiayaan, tenaga kerja, dan infrastruktur layanan kesehatan, serta tantangan global yang saling tumpang tindih seperti pandemi dan perubahan iklim. Tantangan tersebut membutuhkan dukungan kepemimpinan yang konsisten dan lingkungan yang mendorong keterlibatan semua aktor dalam perbaikan berkelanjutan dan menstimulasi budaya inovasi.
Kepemimpinan mempunyai peran penting dalam menetapkan visi, nilai-nilai, dan prioritas yang mendorong upaya untuk meningkatkan mutu layanan. Kepemimpinan harus konsisten dan melampaui berbagai pernyataan politik, perlu menetapkan kebijakan dan strategi manajemen mutu nasional yang jelas dan kuat dan dapat mendorong berbagai program kesehatan dan pemangku kepentingan berpartisipasi untuk bersama-sama menciptakan dan menerapkan solusi berbasis kualitas, menunjukkan akuntabilitas atas hasil, dan meningkatkan praktik terbaik dan inovasi.
Lingkungan yang mendukung mutu dapat mendorong dan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan untuk memberikan layanan berkualitas. Pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan, kerja tim, dan budaya pembelajaran, serta akuntabilitas memungkinkan penyedia layanan kesehatan menerima perubahan demi mutu. Lingkungan yang mendukung mutu juga menciptakan ruang untuk melibatkan dan memaksimalkan kontribusi pemangku kepentingan termasuk keterlibatan masyarakat.
Namun, perubahan cepat dalam komunikasi dan berbagi informasi yang disebabkan oleh teknologi dan media sosial sangat mengubah ekspektasi pengguna terhadap mutu dan penggunaan layanan. Masa depan kualitas akan ditentukan oleh suara masyarakat yang disampaikan melalui platform yang tidak dipimpin atau dikelola oleh penyedia layanan kesehatan, sehingga kemampuan sistem dan penyedia layanan kesehatan untuk memberikan layanan berkualitas akan ditentukan oleh kemampuan mereka untuk mendengarkan harapan dan kebutuhan masyarakat, serta kemampuan untuk menunjukkan akuntabilitas, berbagi informasi yang benar, dan memperbaiki kesalahpahaman yang melemahkan kepercayaan publik.
Pembelajaran dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks di tingkat nasional akan merangsang dan mendukung perbaikan berkelanjutan di seluruh sistem layanan kesehatan. Untuk itu diperlukan penelitian dan pengembangan yang proaktif dalam mengidentifikasi inovasi paling efektif untuk memberikan layanan bermutu di Indonesia.
Forum Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan tahun 2024 ini akan membahas berbagai hal tersebut: Kepemimpinan; Lingkungan yang Mendukung; Pengelolaan Teknologi Komunikasi dan Media Sosial; Pembelajaran dan Inovasi Nasional untuk Mutu Pelayanan Kesehatan
KOMPETENSI
Setelah mengikuti seminar nasional “Forum Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan ke-20”, peserta mempunyai pengetahuan tentang:
- Analisa Kepemimpinan Nasional dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan: Studi Kasus Transformasi Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI
- Terobosan Pimpinan RS dalam Perencanaan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Bali International Hospital
- Membangun Peran Serta Stakeholders dalam Peningkatan Mutu: Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Penguatan Layanan Kesehatan Rujukan Menuju Indonesia Maju di Provinsi Bali
- Pelatihan dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan dalam Bidang Mutu Pelayanan Kesehatan: Dukungan Plataran Sehat, Platform Pembelajaran Digital
- Trik Jitu Menghadapi Pemberitaan di Media Sosial tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di RS, Puskesmas, atau Klinik: Berbagai contoh Berita Viral dan Cara Mengatasinya
- Pembelajaran dan Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan: Penerapan Digitalisasi Manajemen Risiko di RSUP Prof. Ngoerah
SASARAN PESERTA
- Regulator Pelayanan Kesehatan: Pimpinan dan Staf Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, BPJS Kesahatan,
- Manajerial/Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan: Direktur RS, Kepala Bidang/Bagian/Komite/Unit/Instalasi di RS, Kepala Puskesmas, Kepala Klinik, dan pimpinan serta staf lainnya
- Tenaga Kesehatan: tenaga Dokter, Dokter Gigi, Tenaga Kefarmasian, Perawat, Bidan, Nutrisionis, Sanitasian, Promosi Kesehatan, dan Ahli Teknik Laboratorium Medis (ATLM).
- Organisasi Profesi: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarkat Indonesia (IAKMI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Perhimpunan Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).
- Asosiasi Kesehatan: PERSI, ARSADA, ADINKES, dan lainnya.
- Lembaga Akreditasi: LAPRIDA, ASKIN, LAPKLIN, KMKP, LMN, LPAPKP, LAFI, LAFKI, LAMFI, LAI SBN, LAFKESPRI, LASKESI, KAKP, KARS, LAM-KPRS, LAFKI, Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna, LARS, LARSI.
- Dosen dan peneliti.
MANFAAT
Forum Mutu Nasional menyediakan platform bagi rekan-rekan yang berpikiran sama untuk berjejaring, berbagi ide dan mendorong inovasi untuk meningkatkan dan mendukung layanan kesehatan yang bermutu di Indonesia.
- Membangun jejaring
- Meningkatkan pengetahuan dan inovasi tentang mutu pelayanan kesehatan
MENDAPAT SERTIFIKAT TERAKREDITASI KEMENTRIAN KESEHATAN
AFENDA
| Waktu | Materi | Narasumber/Moderator |
| 08.00-09.00 | Registrasi | Peserta |
| 09.00-09.15 |
Pembukaan |
Master of Ceremony |
| 09.15-09.30 | Sambutan | Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua (Ketua IHQN) |
| 09:30-10:10 |
Tata kelola dan kepemimpinan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan: Studi Kasus Transformasi Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI |
Prof. dr. Adi Utarini MSc, PhD (Guru Besar FKKMK UGM) |
| 10:10-10:50 |
Terobosan Pimpinan RS dalam Perencanaan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Bali International Hospital |
drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS |
| 10:50-11:30 |
Membangun Peran Serta Stakeholders dalam Peningkatan Mutu: Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Penguatan Layanan Kesehatan Rujukan Menuju Indonesia Maju di Provinsi Bali |
dr. Kadek Iwan Nyoman Gede Anom, MPH |
| 11:30-12:00 | Diskusi dan tanya jawab | Moderator: dr. Novika Handayani |
| Reportase | ||
| 12:00-13:00 | Istirahat Siang | |
| 13:00-13:40 |
Pelatihan dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan dalam Bidang Mutu Pelayanan Kesehatan: Dukungan Plataran Sehat, Platform Pembelajaran Digital |
Lupi Trilaksono, SF, MM, Apt (Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI) |
| 13:40-14:20 |
Trik Jitu Menghadapi Pemberitaan di Media Sosial tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di RS, Puskesmas, atau Klinik: Berbagai contoh Berita Viral dan Cara Mengatasinya |
Anjari Umarjianto, S.Kom, SH, MARS |
| 14:20-15:00 |
Pembelajaran dan Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan: Penerapan Digitalisasi Manajemen Risiko di RSUP Prof. Ngoerah |
dr. I Wayan Sudana, M.Kes (Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah) |
| 15:00-15:30 | Diskusi dan tanya jawab | Moderator: Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH |
| 15.30-16.00 | Penutup | Dr. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua (Ketua IHQN) |
| Reportase | ||
Biaya
| Kategori | Biaya |
| Online | Rp. 300.000,- |
Pembayaran peserta dapat dilakukan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 02, contoh Rp. 300.002,-
No Rekening (BSI): 2802202809
Atas nama Ika MMR UGM
KONTAK PERSON
Rizky Adinda (0858-7888-0380)
Arista (0821-3835-3835)
FORUM MUTU IHQN Ke-18
“Meningkatkan Kesiapan Adaptasi Dalam Transformasi Layanan Kesehatan Untuk Mutu dan Keselamatan Pasien Yang Lebih Baik”
30 November- 1 Desember 2022
![]()
PENGANTAR
Peningkatan mutu dalam pelayanan kesehatan memiliki sejarah panjang dan sejak akhir tahun 1990an, isu keselamatan pasien muncul sebagai tantangan utama pelayanan kesehatan secara global. Pelayanan yang bermutu dan aman tidak pernah terjadi karena kebetulan, namun hanya dapat terwujud dari keinginan yang kuat, upaya yang tulus, arahan yang cerdik dan pelaksanaan yang terampil (William A. Foster).
Hal di atas menjadi tantangan bagi pemerhati mutu layanan kesehatan dimana saat ini tenaga kesehatan maupun fasyankes diminta siap beradaptasi di tengah misi Kementerian Kesehatan RI untuk mentransformasikan layanan kesehatan dengan terus meningkatkan kapabilitas dan menjaga integritas layanan kesehatan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang lebih baik, dengan tidak meninggalkan mutu dan keselamatan pasien.
Untuk melihat bagaimana transformasi sistem kesehatan mengedepankan mutu dan keselamatan pasien sehingga forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.
Berbeda dengan Forum Mutu IHQN tahun sebelumnya, dimana forum tahun ini dapat dilaksanakan secara hybrid dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka Forum Mutu IHQN tahun ini bertema “Meningkatkan Kesiapan Adaptasi Dalam Transformasi Layanan Kesehatan Untuk Mutu dan Keselamatan Pasien Yang Lebih Baik”. Forum Mutu IHQN Ke-18 akan terdiri dari kegiatan seminar, workshop, pameran poster dan studi banding.
PESERTA
Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:
- Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
- Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
- Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
- Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
- Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan
WAKTU PELAKSANAAN FORUM
Hari, tanggal : 30 November – 1 Desember 2022
Metode : Secara Hybrid
Tempat : Auditorium Tahir lantai 8, Gedung Pascasarjana Tahir, FK-KMK UGM, Jalan Farmako, Yogyakarta
PRE-FORUM
Pre Forum akan dilaksanakan pada 28-29 November 2022. Peserta dapat memilih salah satu:
- Kredensial, OPPE dan Rekredensial untuk tenaga medis, perawat dan tenaga kesehatan lain
- Integrasi satu sehat kedalam simrs karena diwajibkan dalam Permenkes 24 2022 tentang Rekam Medis dan dampaknya
- Penyusunan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
Forum Mutu IHQN
| Tanggal 30 November 2022 | |||
| Pukul 09.00-12.00 (WIB) | Pukul 13.00-16.00 (WIB) | ||
| Pukul | Sub Topik: Kesiapan Transformasi layanan Rujukan | Pukul | Sub Topik: Kesiapan Transformasi layanan primer |
| 08.40-09.00 |
Pembukaan Forum Mutu ke-18 oleh Ketua IHQN: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua |
||
| 09:00-09:10 | Pengantar | 13:00-13:10 | Pengantar |
| 09:10-09:50 |
Pembicara 1: Sistem Pembelajaran Untuk Peningkatan Mutu Narasumber: Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH., Ph.D (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM) |
13:10-13:50 |
Pembicara 1: Integrasi pelayanan kesehatan primer melalui penerapan care pathway Narasumber: dr. Yanti Herman, S.H, M.H.Kes Direktur Pelayanan Kesehatan Primer |
| 09:50-10:30 |
Pembicara 2: Pengalaman persiapan dan penilaian akreditasi RS Narasumber: drg. Ling Ichsan Hanafi, MARS (Hermina Hospital Group) |
13:50-14:30 |
Pembicara 2: Edukasi publik yang efisien dan efektif, dan tepat sasaran di layanan Primer Narasumber: Wicaksono (Ndoro Kakung) – Praktisi Media Sosial |
| 10:30-11:10 |
Pembicara 3: Strategi meningkatkan efektifitas Akreditasi Rumah Sakit Narasumber: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua – Ketua IHQN |
14:30-15:10 |
Pembicara 3: Tata Kelola dan Sistem Pelaporan Puskesmas Narasumber: dr. Sapta Eka Putra., MH.Kes (APKESMI) |
| 11:10-11:50 | Diskusi: Lucia Evi Indriarini, SE, MPH | 15:10-15:50 | Diskusi: Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH |
| Tanggal 1 Desember 2022 | |||
| Pukul 09.00-12.00 (WIB) | Pukul 13.00-16.00 (WIB) | ||
| Pukul | Sub Topik: Kesiapan Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan | Pukul | Sub Topik:Kesiapan Transformasi Digital Kesehatan |
| 09:00-09:10 | Pengantar | 13:00-13:10 | Pengantar |
| 09:10-09:50 |
Pembicara 1: Kebijakan Deteksi cepat Infeksi emerging Narasumber: dr. Indra Kurnia Sari Usman, M.Kes (Surveilans dan Karantina Kemenkes RI) |
13:10-13:50 |
Pembicara 1: Rekam medis elektronik dan platform 1 sehat untuk menunjang mutu pelayanan kesehatan Narasumber: Patota Putra Tambunan (Digital transformation office, Kemenkes RI) |
| 09:50-10:30 |
Pembicara 2: Best practice dalam penanganan infeksi emerging Narasumber: Dwi Oktavia (Dinas Kesehatan DKI Jakarta) |
13:50-14:30 |
Pembicara 2: Strategi Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Menghadapi Transformasi Digital Kesehatan Narasumber: Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp.A(K), MPH – Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang, RSUP Dr. Sardjito |
| 10:30-11:10 |
Pembicara 3: Pencegahan dan pengendalian zoonosis (Pendekatan one health) Narasumber: Prof. Dr. drh. I Wayan Tunas Artama (Dosen Fakultas Kedokteran Hewan, UGM) |
14:30-15:10 |
Pembicara 3: Transformasi Digital Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional Narasumber: Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK (Direktur Utama BPJS Kesehatan) |
| 11:10-11:50 | Diskusi: dr. Muh. Hardhantyo, MPH, FRSPH | 15:10-15:50 | Diskusi: dr. Aldylas Achmad Nursetyo, MS |
| 11:50-12:00 | 15:50-16:00 16.20 |
Penutup Forum Mutu ke-18 oleh Ketua IHQN: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua |
|
KONTAK PERSON
Pendaftaran : Indra Komala /081239756111/ indrakomalarn@gmail.com
Maria Lelyana / 082134116190 / lelyana.pkmk@gmail.com
SEKRETARIAT IHQN
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281
FORUM MUTU IHQN Ke-19
Resiliensi indonesia mengatasi tantangan global mutu bidang kesehatan dan implementasi UU Kesehatan 2023
Diselenggarakan Oleh Indonesia Healthcare Quality Network (IHQN)
Bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FK-KMK UGM dan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
PENGANTAR
Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan global di bidang kesehatan dan hingga saat ini terus berupaya untuk meningkatkan resiliensinya dalam menghadapi tantangan tersebut, diantaranya dalam penanganan pandemi COVID-19, peningkatan infrastruktur kesehatan, penanggulangan penyakit menular, penyediaan layanan kesehatan yang merata, hingga kolaborasi Internasional yakni pemeirntah Indonesia bekerja sama dengan negara-negara lain, bersama mitra pembangunan, dan lembaga penelitian dalam upaya menyelesaikan tantangan global di bidang kesehatan.
Mutu layanan kesehatan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan tersebut , termasuk diantaranya peningkatan aksesibilitas melalui sistem kesehatan yang tangguh dan harus mampu memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi semua orang, terutama kelompok rentan, termasuk akses yang mudah terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis yang terlatih, dan obat-obatan yang diperlukan. Termasuk diantaranya peningkatan kualitas pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga medis, peningkatan infrastruktur fasilitas kesehatan, serta penggunaan teknologi medis yang mutakhir, pencegahan dan promosi kesehatan, kapasitas yang cukup untuk menghadapi kejadian darurat kesehatan, Kolaborasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan akan memperkuat resiliensi sistem kesehatan dan memungkinkan pertukaran pengetahuan dan sumber daya yang lebih efektif, penggunaan teknologi serta Investasi pembiayaan yang cukup dalam sistem kesehatan.
Untuk melihat bagaimana resiliensi indonesia menyelesaikan tantangan global bidang kesehatan mengedepankan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.
PESERTA
- Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
- Tenaga kesehatan dan non kesehatan: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, gizi, penunjang medik, dsb
- Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
- Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
- Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan
PRE-FORUM
Diselenggarakan 8 Agustus 2023 , Pukul; 09:00 – 15:00 WITA
| No. | Pelatihan | |
| 1 | Pelatihan Lean management di Fasilitas Pelayanan Kesehatan | AGENDA |
| 2 | Kegiatan Sosialisasi Kode ICD-10 Pelengkap Algoritma Penyakit yang Dipantau dalam Program Kewaspadaan Dini dan Respons Penyakit Infeksi Berpotensi Wabah bagi Dokter dan Petugas Surveilans di Puskesmas Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat | AGENDA Reportase |
AGENDA FORUM
Diselenggarakan pada 9 – 10 Agustus 2023
di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram), Kota Mataram Pulau Lombok
| Waktu | Agenda |
| 08:00-08:30 wita | Registrasi |
| 08:30-08:40 wita | Pembukaan Tari Pembukaan: Sanggar Lonto Engal |
| 08:40-09:00 wita | Pembukaan Forum Mutu IHQN XVII oleh Dr. dr. Hanevi Djasri, FISQua, MARS (Ketua IHQN) |
| 09:00-09:30 wita |
Keynote I: Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Undang Undang Kesehatan 2023. |
| 09:30-10:00 wita |
Keynote II: pendekatan one health: konsep dan penerapannya pada kasus outbreak rabies di NTT, hasil analisis kebijakan. Pembicara: dr. Imran Pambudi, M.P.H.M (Direktur Direktorat P2PM KemenKes) |
| 10:00-10:15 wita | Coffe break |
| Pleno I: Memastikan manfaat akreditasi dalam peningkatan mutu dan efisiensi biaya | |
| Moderator: dr. H. Nanang widodo, Sp.B,MS.,MPH, FINACS | |
| 10:15-10:35 wita |
Pleno 1: Berbagai bukti peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RS setelah lulus akreditasi: fakta dari RS Siloam Group |
| 10:35-10:45 wita |
Pleno 2: Berbagai bukti efesiensi biaya pelayanan kesehatan di puskesmas setelah lulus akreditasi. |
| 10:45-11:05 wita |
Pleno 3: Akreditasi tidak meningkatkan mutu dan keselamatan pasien: hasil berbagai penelitian – Bagaimana cara menghindarinya |
| 11:05-12:00 wita | Diskusi |
| 12:00-13:30 wita | Lunch Break |
| Pleno II: Peran NGO dalam SDG’s di Indonesia | |
| Moderator: Muhammad Hardhantyo, MD, MPH, Ph.D | |
| 13:30-13:50 wita |
Pleno 4: JICA’s Efforts for Health |
| 13:50-14:10 wita |
Pleno 5: Evidence based berbagai Proyek USAID menurunkan AKI dan AKB di Indonesia |
| 14:10-14:30 wita |
Pleno 6: Menjamin kualitas fasilitas air dan sanitasi di fasilitas kesehatan: pengalaman penggunaan instrument WASH Fit di Sumbawa, NTB |
| 14:30-15:00 wita | Diskusi dan Penutupan Reportase |
| 15:00-17.00 wita | Program sosial* |
| Waktu | Agenda |
| 08:00-09:00 wita | Registrasi |
| 09:00-09:10 wita | Pembukaan oleh MC |
| Pleno III: Keamanan penggunaan digital healthcare | |
| Moderator: Apt. Candra E. Puspitasari, M.Sc | |
| 09:10-09:30 wita |
Pleno 7: Keamanan dan kualitas telemedicine dan telehealth |
| 09:30-09:50 wita |
Pleno 8: Menjamin keamanan data pasien dalam pelayanan kesehatan berbasis platform kesehatan |
| 09:50-10:10 wita |
Pleno 9: Kebutuhan Pengembangan aplikasi peresepan elektronik di afrmasi RS |
| 10:10-10:40 wita | Diskusi |
| 10:40-12:00 wita | Presentasi 8 Poster @10 menit |
| 12:00-13:30 wita | Lunch Break |
| Reportase | |
| Pleno IV: Pengendalian zoonosis butuh peran berbagai pihak | |
| Moderator: Lalu Simbawara SKM M. Si | |
| 13:30-13:50 wita |
Pleno 10: Peran perguruan tinggi dalam pengendalian zoonosis |
| 13:50-14:10 wita |
Pleno 11: Evidence based policy making dalam pencegahan zoonosis tingkat provinsi |
| 14:10-14:30 wita |
Pleno 12: Dukungan kerjasama WHO dengan pemerintah daerah dalam pencegahan zoonosis |
| 14:30-15:00 wita | Diskusi dan Penutupan |
| 15:00-17.00 wita | Program sosial* |
KONTAK PERSON
Maria Lelyana / 082134116190
email lelyana.pkmk@gmail.com
Sekretariat IHQN
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281
Reportase Pertemuan Evaluasi SKDR Nasional 2022: Pemanfaatan Kode ICD-10 Sebagai Dasar Standarisasi Klasifikasi Pencatatan dan Pelaporan
Kegiatan Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Nasional diadakan pada tanggal 28 – 30 September 2022 di Hotel Harris Summarecon, Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK), Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kemenkes RI sebagai bentuk evaluasi tahunan kegiatan deteksi dini dan respon penyakit berpotensi wabah melalui aplikasi SKDR. Selain dihadiri oleh PKMK FK-KMK UGM, juga dihadiri development partners yang lain seperti WHO, AISPH, JICA, dan lain sebagainya.
New tool for budgeting vaccine-preventable disease surveillance aims to support strengthened health systems
Revising national disease surveillance budgets can come with unexpected challenges. One key hurdle is determining how surveillance systems can become more efficient, responsive and cost-effective through the integration of surveillance for different diseases.
Tingkatkan Kewaspadaan pada Penyakit Legionellosis, Ini Langkah Dinkes Surabaya
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Jawa Timur, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit legionellosis. Penyakit legionellosis merupakan infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri legionella. Dinas Kesehatan Kota Surabaya sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/31474/436.7.2/2022 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Legionellosis di Kota Surabaya.