Jakarta, CNN Indonesia — Alat terapi kanker canggih bernama Tomoterapi yang dimiliki Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sempat terendam banjir hari Minggu (23/2) kemarin.
Pasien Kanker Meningkat di Indonesia, Perlukah Rumah Sakit Kanker Baru?
Suara.com – Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa angka kanker di Indonesia mencapai 4,8 juta, diperkirakan 1,8 per 1000 penduduk.
Physics tool helps track cancer cell diversity
Cancer cells are a wily adversary. One reason the disease outfoxes many potential treatments is because of the diversity of the cancer cell population. Researchers have found this population difficult to characterize and quantify.
Is cancer overdiagnosis a problem?
Stay in the know. Get our free daily newsletter
Expect in-depth, science-backed toplines of our best stories every day. Tap in and keep your curiosity satisfied.
Is it possible to overdiagnose one of the world’s leading causes of mortality? A new study from Australia suggests
Yogyakarta Menjadi Provinsi Dengan Kasus Kanker Tertinggi di Indonesia BERKAS KOMPAS (Bag1)
Daerah Istimewa Yogyakarta kaya dengan warisan budaya kuliner khas dengan keramahan warganya. Namun dibalik segala pesonanya, DIY punya fakta lain. Yogyakarta menjadi provinsi dengan prevalensi kasus kanker tertinggi di Indonesia. Data riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan RI
Virtual reality during chemotherapy could help improve breast cancer patients’ quality of life
Virtual Reality during chemotherapy has been shown to improve breast cancer patients’ quality of life during the most stressful treatments, according to a recent study.
Breast cancer is, to date, the most frequent oncological disease
Penderita Kanker di RS Hasan Sadikin Tinggi, Warga Diminta CERDIK
Liputan6.com, Jakarta Mencegah penyakit kanker dapat dilakukan dengan perilaku hidup sehat. Meski beberapa jenis kanker disebutkan sebagai penyakit turunan (genetik).
Tetapi sebagian besar bisa dicegah dengan perilaku CERDIK.
World Cancer Day: Only 8 teaching hospitals have radiotherapy machines
There are only eight teaching hospitals in Nigeria that have radiotherapy machines for tackling cancer which has become a menace across the 36 states of the federation, Daily Trust reports. The hospitals are: Lagos University Teaching Hospital,
Obat dan Jumlah RS untuk Kanker Terbatas
Berdasarkan Riset Dasar Kesehatan 2018, prevalensi kanker di Indonesia tertinggi di kawasan Asia Tenggara, yakni mencapai 1.017.290 jiwa. Namun, faktanya tidak banyak rumah sakit yang bisa memberikan pelayanan kanker secara komprehensif.
Peningkatan Mutu Audit Maternal Perinatal
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak yakni dengan pelaksanaan Audit Maternal Neonatal (AMP), sebuah program yang dirancang oleh kementerian kesehatan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Seperti halnya program lainnya, pelaksanaan AMP tidak jarang mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Pedoman AMP kementerian kesehatan sudah cukup lengkap membahas mengenai proses pelaksanaan AMP, namun sayangnya di tatanan pelaksana masih terdapat beberapa hal teknis yang belum tercakup didalam pedoman tersebut sehingga menimbulkan kebingungan pada saat pelaksanaan kegiatan. Penyelenggaraan AMP yang telah berlangsung selama ini lebih banyak dianggap sebagai forum investigasi dan bersifat menghakimi sehingga kerjasama pihak yang terkait tidak optimal dan tujuan utama auditpun tidak dapat tercapai, bahkan permasalahan terkait minimnya pendanaan yang dianggarkan dalam pelaksanaan AMP ikut menjadi penyebab tidak optimalnya. (AMP efektif dengan 10 langkah; 2015).
Sebuah kajian mengenai AMP yang dilakukan di NTT (Kab TTS, Manggarai Barat dan Sumba Timur) telah menganalisa faktor teknis yang mempengaruhhi pelaksanaan AMP baik dari sisi Man, Money, Materi, Methode dan Machine sehingga menghasilkaan tahapan sederhana yang terdiri dari 10 langkah untuk menyederhanakan pemahaman tentang Audit Maternal Perinatal menggunakan prinsip surveillance respons KIA yakni; 1) Pembentukan tim AMP tingkat Kabupaten, 2) Pengisian form otopsi verbal dan rekam medis, 3) Pengkajian kasus (Identifikasi masalah, Penggalian akar masalah, Analisa data), 4) Penyusunan draft rekomendasi (Pengelompokan rekomendasi, Menyusun skala prioritas, Menyusun program dan anggaran kegiatan, Menyusun rencana tindak lanjut), 5) Penyusunan rekomendasi akhir yang operasional dengan melibatkan lintas sektor, 6) Sosialisasi rekomendasi kepada seluruh stake holder, 7) Monitoring respon terhadap rekomendasi (Respon segera& Respon terencana), 8) Pelaksanaan kegiatan atau operasionalisasi program, 9) Monitoring dan evaluasi kegiatan, 10) Evaluasi outcome dalam bentuk penurunan jumlah kematian maternal dan neonatal. (AMP efektif dengan 10 langkah; 2015).
Dalam pelaksanaannya langkah 1 s/d 4 merupakan ranah dari tim AMP kabupaten yang telah terbentuk, lalu langkah 5 s/d 10 merupakan wilayah kerja dari para pemangku kebijakan inti didaerah yakni Bupati, Sekda, hingga DPRD dengan leading sektor dinas kesehatan. Kemudian peranan klinisi sangat diperlukan dalam langkah ke 4 dan 5 dimana mereka berfungsi untuk menentukan akar masalah hingga penyusunan rekomendasi yang operasional untuk perbaikan pelayanan. (AMP efektif dengan 10 langkah; 2015)
Terdapat pula penelitian mengenai Mutu AMP yang dilakukan di Tanzania mengenai “Factors for change in maternal and perinatal audit systems in Dar es Salaam hospitals” ketahui bahwa pelaksanaan AMP yang efektif dapat meningkatkan kualitas perawatan dan mengurangi hasil yang buruk dalam perawatan. Studi ini dilakukan dengan cara menilai struktur, proses dan impacts dari pelaksanaan audit maternal perinatal dalam praktek klinis. Data diambil dengan menggunakan komponen-komponen model audit yang ideal untuk menilai komposisi, waktu dan frekuensi pertemuan audit, pemilihan kasus, pemberian umpan balik, penyebaran rekomendasi, pencatatan, analisis hasil dan penggunaan rekomendasi audit untuk perencanaan dan penganggaran untuk kelembagaan.
Hasil penelitian menemukan bahwa Struktur komite audit yakni Manajer kesehatan hanya terlibat dalam komite audit di beberapa rumah sakit saja. Proses audit yang dilakukan yakni rapat pembahasan kasus sudah dilakukan dalam 24 jam pertama setelah kematian namun hanya terjadi pada 1 RS dari 4 RS yang diteliti. Tidak ada catatan tentang poin-poin keputusan utama atau rencana aksi di fasilitas manapun di mana sistem audit tersebut ada untuk membantu anggota komite melacak pelaksanaan rekomendasi yang diberikan dalam pertemuan sebelumnya. Laporan audit tidak pernah dianalisis. Laporan audit di rumah sakit swasta tidak pernah disebarluaskan di manapun di luar rumah sakit mereka. Meskipun demikian rekomendasi audit sudah digunakan untuk perencanaan dan penganggaran rumah sakit untuk peningkatan perawatan ibu di semua fasilitas di mana sistem itu ada. Hasil audit didapatkan bahwa dari kematian yang ada dikaitkan dengan perawatan di bawah standar di fasilitas dan dinilai terkait dengan 3 keterlambatan dalam menerima perawatan atau perawatan di bawah standar, keterlambatan dalam mencapai perawatan) dan keterlambatan mengambil keputusan untuk mencari perawatan.
Beberapa poin-poin yang dihasikan dalam penelitian tersebut yakni terkait dengan proses audit dengan tidak adanya rekaman poin-poin keputusan utama, rekomendasi dan rencana aksi, serta kurangnya analisis berkala atas laporan audit di salah satu fasilitas di mana audit dilaporkan ada, menunjukkan dokumentasi yang buruk dan sistem manajemen informasi yang buruk. Sedangkan secara umum, rencana aksi dapat membantu anggota komite untuk melacak implementasi rekomendasi yang diberikan dalam pertemuan sebelumnya. Biasanya, analisis sistem audit direkomendasikan untuk di evaluasi triwulanan hingga enam bulanan. Kemudian kurangnya dokumentasi pada diskusi kematian ibu di rumah sakit menunjukkan kurangnya hubungan dengan otoritas pembuat kebijakan secara keseluruhan sedangkan informasi tersebut penting sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan.
Pentingnya melakukan proses AMP yang bermutu agar tidak terjadi kematian yang berulang dengan penyebab yang sama sehingga penting mengetahui apa saja rekomendasi yang dihasilkan agar tidak menjadi sebatas dokumen semata, yang hanya dipergunakan sebagai pelengkap pertanggungjawaban anggaran, kemudian memastikan apakah rekomendasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan apakah rekomendasi diimplementasikan dengan baik serta pastikan apakah semua rekomendasi yang sudah diprioritaskan mendapatkan dukungan pendanaan dari pengambilan keputusan dan pembuat kebijakan.
Andriani Yulianti, MPH
Referensi:
- Modul Pelaksanaan Audit Maternal Perinatal (AMP) efektif dengan 10 langkah, 2015
- Nyamtema et al, Factors for change in maternal and perinatal audit systems in Dar es Salaam hospitals, Tanzania, BMC Pregnancy and Childbirth, Published: 3 June 2010