A pilot scheme of opt-out HIV testing at University Hospital Lewisham has been a “huge success,” diagnosing 20 new cases of the virus.
Sekarang Berobat HIV Semudah ke Poli Gigi, 8 Puskesmas Sediakan Layanan Cuma-cuma
Test deteksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) ternyata kini semakin mudah dan terjangkau.
Di Jakarta Barat kini sudah ada delapan puskesmas yang menyediakan test deteksi HIV dan pemberian obat gratis kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
CoP Manajemen Mutu Keperawatan

Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM membuat situs ini sebagai wadah berbagi pengalaman, informasi dan edukasi tentang manajemen mutu keperawatan antara member Community of Practice dengan tenaga ahli. Kegiatan diselenggarakan dalam bentuk diskusi secara online dan konvensional.
Beberapa tim ahli dari Universitas Gadjah Mada, Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Peneliti, dan instansi terkait dipertemukan dengan bapak/ibu untuk menjawab permasalahan di lingkup kerja bapak/ibu.
Bagi bapak dan ibu yang tertarik bergabung dengan forum ini, silahkan bergabung dengan kami!
Pendaftar adalah semua yang tertarik terlibat untuk membahas dan meningkatkan mutu asuhan keperawatan. Member COP membayar Rp. 750.000/orang untuk menjadi member selama setahun.
Apa manfaat menjadi member COP?
- Berkesempatan berdiskusi dengan ahli (free)
- Membahas permasalahan yang terjadi di instansi dan menemukan solusi (free)
- Mendapat informasi terbaru tentang keperawatan secara reguler (free) >>person to person
- Ada bimbingan menulis artikel untuk diterbitkan di jurnal nasional khususnya Jurnal Akreditasi Rumah Sakit (masukkan link jurnal JHA) (free)
- Mendapat potongan harga Bimtek online (1.500.000 >>1.350.000)
- Mendapat potongan harga Bimtek konvensional (3.500.000>>3.350.000)
Bagi yang bukan member COP, Diskusi online dengan tim ahli per pertemuan bayar 250.000
Kegiatan
Sharing knowledge (online dan free untuk member COP)
Topik disesuaikan dengan kebutuhan member COP, 1 kali dalam 2 bulan
Bimbingan Teknis 1 hari (online)>>ada potongan harga untuk member COP
Dapat dilakukan melalui in house training, minimal peserta 30 orang.
- Teknis menyusun panduan asuhan keperawatan
- Teknis audit keperawatan
- Teknis menyusun indikator, analisa data dan penyusunan renacana tindak lanjut
- Teknis deteksi potensi fraud di keperawatan
- Teknis mengisi catatan asuhan keperawatan
- Teknis menyusun aspek pelayanan keperawatan dalam clinical pathwyas
- Teknis menghitung kebutuhan SDM perawat
- Teknis lean management keperawatan
- Best practice case manager
- Teknis menyusun form manajemen risiko di ruang perawatan
- Teknis komunikasi efektif
- Teknis leadership perawat
- Teknis penggunaan NANDA NIC NOC
Bimbingan Teknis 2 hari >>ada potongan harga untuk member CoP
Dapat dilakukan melalui in house training, minimal peserta 30 orang
- Strategi Kendali Mutu dan Kendali Biaya
- Manajemen Kepala Ruang untuk Perawat dan Tenaga Kesehatan Lain
- Audit klinis untuk Profesional Pemberi Asuhan (dokter, perawat, gizi, farmasi) di FKTP dan FKRTL
- Pengukuran, analisa dan perbaikan data mutu melalui implementasi PDCA di FKTP dan FKRTL
- Casemix (koding),pengisian resume medis dan audit rekam medis di FKRTL
- Pengelolaan dan audit RM di FKTP
- Komite keperawatan untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan
Managing Director
Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH
email: eva.tbh@gmail.com
(082324332525)
CoP Inovasi Kesehatan Ibu dan Anak
Latar Belakang
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih terus menjadi sorotan. Angka kematian ibu dan anak sebagai indikator keberhasilan pencapaian KIA, dilaporkan sudah mengalami penurunan yakni 346 kematian (SP 2010) menjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015), Namun faktanya masih belum bisa mencapai target MDGs pada tahun 2015. Sedangkan kita dihadapkan pada target SDG’s yang lebih ambisius yakni mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 KH dan menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000 KH. Terlebih saat ini, Pidato Pak Jokowi pada saat menyampaikan Visi Indonesia menekankan pentingnya usaha penurunan AKI.
Tingginya jumlah kematian ibu serta bayi baru lahir di Indonesia tidak terlepas dari mutu pelayanan kesehatan yang masih bervariasi di berbagai daerah. Meskipun beberapa upaya telah dilakukan dalam menurunkan kematian ibu dan bayi, diantaranya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, hal ini terlihat dari proporsi persalinan di fasilitas kesehatan dari 66,7% (Riskesdas 2013) meningkat menjadi 79,3% pada 2018, namun masih perlu upaya keras untuk menurunkan angka kematian agar tidak terjadi kematian yang sama pada masa-masa yang akan datang dengan mendorong inovasi-inovasi dalam kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Tujuan
CoP ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi-inovasi terkait kesehatan ibu dan anak yang ada di wilayah Provinsi/Kabupaten Kota.
Secara khusus CoP ini bertujuan untuk menjadi:
- Media diskusi untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam rangka pengembangan inovasi KIA.
- Media pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan inovasi KIA.
- Sumber berbagai evidence based dan literatur terkini terkait dengan Kesehatan ibu dan anak.
Visi
Shar Menjadi wadah utama dalam menangkap inovasi-inovasi terkait kesehatan ibu dan anak dan memberikan informasi yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak di Indonesia, dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan terkait dalam peran masing-masing di bidang KIA.
Misi
- Memberi informasi terkini mengenai: (1) status KIA di Indonesia, (2) perkembangan kebijakan di bidang KIA
- Menjadi wadah diskusi terkait kebijakan serta pelayanan medis untuk kesehatan ibu dan anak di Indonesia
- Menyebarluaskan informasi kegiatan (pelatihan, workshop, konferensi) yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak
- Menyediakan instrumen interaktif yang dapat meningkatkan kapasitas stakeholders terkait KIA di Indonesia
Menu
- Program dan Agenda
- Berita
- Perundangan
- Buku Elektronik
- Jurnal
Narasumber:
- Prof dr. Ova Emilia,M.Med. Ed., Sp.OG (K)., Ph.D
- dr. Ekawaty Lutfia Haksari, Sp.A (K)
- dr. Shinta Prawitasari, Sp.OG
- Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua
- dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes
- dr Arida Oetami, M.Kes
- Andriani Yulianti, MPH
Target Keluaran
- Dalam CoP ini diharapkan masing-masing kabupaten dapat menghasilkan: Diskusi intensif tentang masalah inovasi KIA.
- Tersusunnya temuan inovasi baru terkait kesehatan ibu dan anak.
- Sebagai proses pembelajaran mengenai inovasi-inovasi KIA yang sudah dilakukan oleh kelompok kerja KIA.
Target Peserta
- Kementerian Kesehatan; terutama Direktorat BGKIA, Biro Perencanaan
- Bappenas; terutama Direktorat Gizi dan Kesehatan Masyarakat
- Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/kota
- Bapedda Provinsi dan Kabupaten/kota
- BKKBN Pusat dan Perwakilan Provinsi
- RSUD
- Puskesmas
- Organisasi profesi (IBI, IDI, PPNI, POGI, IDAI, HOGSI)
- Development partners dan donor seperti: DFAT, UNICEF, USAID, UNDP, WHO, World Bank, World Vision Indonesia, dll.
- Fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat
- Akademisi kesehatan (Mahasiswa &Dosen )
- Lembaga kesehatan/LSM AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui)
- Kader kesehatan masyarakat
Pengelola
PenanggungJawab : Andriani Yulianti, MPH
Web Master : Yulis Yuhiba
Editor : Wiwid
Andriani Yulianti, MPH

Andriani Yulianti, MPH., menyelesaikan pendidikan S2 di Minat Manajemen Rumah Sakit, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM Yogyakarta pada Tahun 2012. Setelah menyelesaikan studi S2 kemudian bergabung di tahun yang sama sebagai peneliti dan konsultan di Divisi Manajemen Mutu PKMK FKKMK UGM Yogyakarta sejak pertengahan Tahun 2012. Pernah ditugaskan sebagai koordinator lapangan dalam program sister hospital selama 3 Tahun di Kupang-NTT dalam kaitannya dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan sekaligus menjadi awal keterlibatan dalam program kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Bidang yang diminati dan ditekuni saat ini terkait dengan mutu pelayanan kesehatan Ibu dan Anak. Saat ini tergabung dalam Kelompok Kerja KIA (POKJA KIA) yang dibentuk oleh FK-KMK UGM. Sejak tahun 2016-2019 menjadi koordinator pelaksanaan Annual Scientific Meeting (ASM) untuk POKJA KIA dan pernah menjadi koordinator Ilmiah pada pelaksanaan Forum Nasional KIA, KB & GIZI ke-1 Tahun 2018 di Yogyakarta, saat ini juga aktif sebagai pengelola website www.Kesehatan-ibuanak.net
Bersama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM telah banyak terlibat dalam kegiatan penelitian, pelatihan, maupun konsultasi seperti; Pendampingan Pelaksanaan Audit Maternal Perinatal (AMP) efektif dengan 10 langkah, Pendampingan Manual Rujukan Maternal Neonatal, Melakukan Analisa Situasi KIA di Kabupaten Banyumas dan Grobogan, Memfasilitasi Penyusunan Policy Brief topik KIA, Sebagai tim penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia (National Quality Policy and Strategy) dengan Kementerian Kesehatan dan WHO. Selain kegiatan yang terkait KIA juga memiliki ketertarikan dalam upaya peningkatan mutu di FKTP dengan memberikan pendampingan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dan Penerapan Keselamatan Pasien di Faskes dalam kaitannya dengan persiapan akreditasi FKTP.
Study: For babies born with HIV, start treatment right away
WASHINGTON (AP) — When babies are born with HIV, starting treatment within hours to days is better than waiting even the few weeks to months that’s the norm in many countries, researchers
Dinkes DKI Siapkan Obat HIV di Puskesmas
Jakarta, Beritasatu.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E Yudha Permana mempertanyakan langkah dan penanganan terpadu yang disiapkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait data bahwa sebanyak 50.000 masyarakat
Immediate treatment with antiretroviral therapy helps infants with HIV
Study on babies in Botswana provides strong evidence that early initiation of ART may benefit those who contract HIV at birth
Boston, MA — HIV infection among infants remains an enormous global health challenge. Each day, 300 to 500 infants in sub-Saharan Africa become infected with the virus. HIV progresses much faster
58 Puskesmas di Kabupaten Sukabumi Harus Tingkatkan Pelayanan HIV – AIDS
SUKABUMIUPDATE.com – Seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi diminta untuk meningkatkan pelayanan HIV AIDS. Hal ini diungkapkan Bupati Sukabumi Marwan Hamami
Starting HIV treatment in ERs may be key to ending HIV spread worldwide
In a follow-up study conducted in South Africa, Johns Hopkins Medicine researchers say they have evidence that hospital emergency departments (EDs) worldwide may be key strategic settings for curbing the spread of HIV infections in hard-to-reach populations