Exchange and Study Program on “Universal Health Coverage and Hospital Accreditation Program Realization”
RS Siriraj Piyamaharajkarun: Layanan Prima Berbalut Misi Sosial
PKMK, Bangkok – Setelah mengunjungi RS Siriraj, peserta diajak mengunjungi RS Siriraj Piyamaharajkarun. Karena memberikan layanan swasta, RS Siriraj Piyamaharajkarun menawarkan suasana berbeda bagi para pengunjung. Suasana di RS ini lebih mendekati suana hotel ketimbang suasana rumah sakit. Banyak cafe dan restoran di dalam gedung rumah sakit ini untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Uniknya, sebagian keuntungan yang didapat di RS Siriraj Piyamaharajkarun dan cafe serta restoran di dalamnya, diserahkan kembali ke RS Siriraj sebagai subsidi operasional untuk membantu pasien yang kurang mampu.
Dari RS Siriraj menuju RS Siriraj Piyamaharajkarun, peserta berjalan kaki melewati gedung Fakultas Kedoktaran Universitas Mahidol dan asrama putri. Sepanjang perjalanan, peserta sudah bisa melihat bagian atas gedung RS Siriraj Piyamaharajkarun yang unik. Menurut bagian humas RS Siriraj Piyamaharajkarun, warna-warni pada kolom-kolom bagian atas gedung terinspirasi dari warna spiral ganda DNA manusia. Masing-masing kolom hanya terdiri dari 1 warna diantara warna-warna DNA yakni biru, pink, hijau atau kuning.
Desain modern minimalis dipilih sebagai sebagian besar interior RS Siriraj Piyamaharajkarun. Desain ini dapat mulai dinikmati pengunjung sejak masuk ruang tunggu dan pendaftaran pasien. Suasana lengang juga terasa saat peserta memasuki ruangan ini. Selain ruangannya memang lebih luas dibanding ruang tunggu dan pendaftaran pasien di RS Siriraj, pasien yang berkunjung juga sedang tidak terlalu banyak. Sembari menunggu giliran pemeriksaan, pasien disuguhi pemandangan kolam besar lewat kaca-kaca besar di ruang tunggu.
RS Siriraj Piyamaharajkarun menyediakan empat tipe kamar bagi pasien yang harus menjalani rawat inap. Di samping pintu masuk tiap kamar, disediakan gel untuk cuci tangan. Kamar yang paling sederhana adalah tipe deluxe. Kamar ini memiliki luas 33 m2. Fasilitas yang ada di dalam kamar ini meliputi tempat tidur pasien, sofa bed untuk kerabat pasien, area makan dan pantry serta kamar mandi. Kamar tipe ini juga dilengkapi dengan balkon.
Tipe kamar selanjutnya adalah VIP Suite. Kamar ini memiliki luas 80 m2. Kamar ini didesain sedemikian rupa agar pasien merasa nyaman dan merasa seperti berada di rumah sendiri. Fasilitas yang ada di kamar ini meliputi tempat tidur pasien, area makan dan dapur serta ruang keluarga. Kamar ini dilengkapi juga dengan dua kamar mandi dan balkon.
Kamar Executive Suite berukuran lebih luas dari VIP Suite. Kamar yang berukuran 120 m2 ini memiliki dekorasi layaknya sebuah apartemen. Pasien dan kerabat pasien akan dimanjakan dengan pemandangan sungai Chao Praya. Kamar Executive Suite dilengkapi dengan ruang pasien, ruang kelurga, ruang makan, dapurn dan ruang khusus bagi kerabat pasien. Kamar ini juga dilengkapi 2 kamar mandi.
Kamar tipe Royal Suite berukuran 255 m2. Tipe kamar terbesar di RS Siriraj Piyamaharajkarun ini, cocok bagi pasien dengan keluarga besar. Kamar ini lebih menyerupai apartemen daripada rumah sakit. Di kamar ini terdapat fasilitas seperti tempat tidur pasien, ruang khusus untuk kerabat pasien, ruang keluarga, ruang makan dan dapur. Di kamar ini, tidak hanya ada dua kamar mandi, tetapi tiga kamar mandi sekaligus.
Oleh: drg. Puti Aulia Rahma, MPH
Dr. Yuwadee Ketsumphan menyampaikan, standar yang ditetapkan dalam akreditasi rumah sakit diyakini dapat membawa RS Siriraj ke tingkat internasional seperti yang dicita-citakan. Untuk meraihnya, RS Siriraj menerapkan bahwa standar dan tools yang ada, diimplementasikan oleh semua orang di RS. “Semua staf di RS harus paham standar dengan pemahaman yang sama dengan kita,” tutur Dr. Yuwadee. Kesepahaman ini diperlukan karena bisa jadi pihak manajemen sudah mengerti mengenai standar yang digunakan, tetapi staf pada level bawah belum.
Pada kesempatan berbeda, Dr. Pradit Somprakit memaparkan tentang pelaksanaan skema UHC yang berkualitas di RS Siriraj. Awalnya, skema UHC yang diterapkan di RS Siriraj menyebabkan peningkatan beban kerja bagi para dokter dan perawat. Agar kualitas layanan tetap terjaga, “pendekatan khusus” kepada para staf perlu dilakukan. “Mereka tidak hanya bekerja demi uang. Oleh karena itu, pihak manajemen perlu menyeimbangkan dukungan (reward-Red.) dengan kerja yang sudah mereka lakukan,” terang pria yang menempati posisi Deputy Dean for Finance ini.
“Like move the elephant,” terang CEO Healthcare Accreditation Institute (HAI), Anuwat Supachutikul, M.D, ketika menceritakan upaya yang dilakukan HAI untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan di Thailand. Untuk membudayakan mutu dalam layanan kesehatan, HAI menawarkan program akreditasi untuk fasilitas-fasilitas kesehatan di Thailand. Awalnya, program ini tidak mendapat sambutan baik.
PKMK, Bangkok – Akreditasi fasilitas kesehatan, atau di Indonesia salah satunya dikenal dengan akreditasi rumah sakit, ditujukan sebagai upaya penjaminan mutu. Di Thailand, konsep penjaminan mutu ini sudah berusia lebih dari 20 tahun. “Awalnya upaya peningkatan mutu dilakukan dalam bentuk proyek-proyek akreditasi fasilitas kesehatan,” tutur CEO Healthcare Accreditation Institute Thailand, Anuwat Supachutikul, M.D. Healthcare Accreditation Institute (HAI) serupa dengan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di Indonesia.