Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional

Kerangka acuan workshop

Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional
Berdasarkan Standar dari Joint Commission Internatinoal/JCI

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, 12 Oktober 2012

Latar Belakang

Standar akreditasi dari Joint Commission International (JCI) terdiri dari 2 fungsi, yaitu Patient-centered standards dan Healthcare organization management standards. Kedua fungsi ini menunjukan bahwa standar akreditasi JCI diterapkan disemua bagian/bidang/unit didalam RS, baik unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien maupun tidak langsung, baik yang bersifat fungsional maupun yang manajerial. Lebih lanjut masing-masing bab dalam standar JCI saling terkait sehingga membuat seluruh unit di RS harus bekerjasama dalam memenuhi standar akreditasi tersebut.

Cakupan standar akreditasi JCI pada seluruh aspek RS tersebut memerlukan pengorganisasian yang efektif untuk memastikan dan efektifitas serta efisiensi penggunaan sumber daya rumah sakit. Disamping itu pada saat ini di RS telah terdapat berbagai bagian/bidang dan tim-tim yang terkait dengan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien, juga memiliki berbagai tupoksi yang terkait dengan kegaitan pemenuhan standar akreditasi JCI sehingga pengorganisasian baik menjadi lebih penting.

Tujuan

Secara umum workshop setengah hari ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai bentuk pengorganisasian dan pembagian berbagai peran tim persiapan dan penerapan akreditasi JCI yang dapat terdiri dari tim standar, tim pendukung dan tim pelaksana penerapan akreditasi JCI. Secara khusus workshop ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi bidang/bagian/unit/tim yang terlibat dalam pemenuhan standar akreditasi JCI
  • Menyusun pola dan bentuk pengorganisasian antar berbagai bidang/bagian/unit/tim tersebut

Peserta

Peserta workshop ini diharapkan berasal dari para pimpinan dan manajer RS yang sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi standar akreditasi RS

Fasilitator

Fasilitator akan berasal dari Tim Arkeditasi JCI RSUP dr. Sardjito dan dari Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN). RSUP dr. Sardjito adalah salah satu RSUP yang sedang mempersiapkan diri untuk memperoleh akreditasi dari JCI.

Agenda Workshop

Jam

Topik

Fasilitator

Hari I:

Jumat 12 Oktober 2012

09:00-09:30

Pengantar Workshop: Pengorganisasian Tim Akreditasi

Hanevi Djasri (IHQN)

09:30-10:30

Diskusi Pengalaman RSUP dr. Sardjito dalam Pengorganisasian Tim Akreditasi

Sri Mulatsih (RSUP dr. Sardjito)

10:30-11:00

Coffe break

11:00-12:00

Diskusi Kelompok: Mengidentifikasi bidang/bagian/unit/tim yang terlibat dalam pemenuhan standar akreditasi JCI

Sri Mulatsih (RSUP dr. Sardjito)

12:00-13:00

Lunch break

13:00-14:00

Diskusi Kelompok: Menyusun pola dan bentuk pengorganisasian antar berbagai bidang/bagian/unit/tim

Sri Mulatsih (RSUP dr. Sardjito)

14:00-15:00

Presentasi dan Diskusi Penyusunan Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional

Hanevi Djasri (IHQN)

Tempat Pelatihan : Ruang Senat FK UGM, Gedung KPTU Lt. 2 FK UGM

Kontak Person

 MMR Jogjakarta :

  • Hernie Setyowati (Menik)
  • Telpun: 0274-581679/551408/0818 26 9560
  • Email : menikmmr@yahoo.co.id

 MMR Jakarta :

  • Ki Syahgolang Permata (Kiki)
  • Telpun: 021-52962568/52962569/081511981982
  • Email : mmrkiki@gmail.com

 PMPK :

  • Angelina Yusridar (Yusri)
  • Telpun: 0274-549425/08111498442
  • Email : angelina_yusridar@yahoo.com

Auditor Internal untuk Akreditasi Internasional

Kerangka Acuan Pelatihan

Auditor Internal untuk Akreditasi Internasional
Berdasarkan Standar dari Joint Commission International /JCI

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, 12-13 Oktober 2012

Latar Belakang

Standar akreditasi dari Joint Commission International (JCI) terdiri dari 2 fungsi, yaitu Patient-centered standards dan Healthcare organization management standards. Penilaian kesesuaian standar-standar yang ada pada 2 fungsi tersebut lebih ditekankan pada pelaksanaan nyata. Ketersediaan dokumen kebijakan, prosedur dan instruktur kerja saja tidak memadai untuk membuktikan kepatuhan terhadap standar akreditasi JCI namun juga diperlukan bukti praktek sehari-hari.

Untuk memastikan penerapan dilapangan maka diperlukan suatu mekanisme yang efektif untuk memastikan perencanaan penerapan standar akreditasi telah diterapkan dilapangan, salah satu metodenya adalah dengan melakukan “tracer” atau telusur baik tracer pelayanan yang diterima oleh pasien maupun tracer untuk menilai kesesuaian sistem manajemen.

Audit internal dapat menjadi tools yang efektif untuk memastikan standar JCI telah diterapkan dalam praktek sehari-hari, namun untuk menjalankan audit internal yang efektif dibutuhkan auditor yang memiliki kompentensi tidak saja sebagai penilai tetapi juga sekaligus sebagai pembimbing.

Tujuan

Secara umum tujuan Pelatihan Audit Internal ini bertujuan untuk meningkatkan calon tim auditor intenal untuk menyusun rencana dan melaksanakan audit internal kesesuaian standar JCI. Secara khusus pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Memahami Standar Akreditasi JCI
  • Memahami pelaksanaan Patient Tracer (individual)
  • Memahami pelaksanaan System Tracer (Data Management, Infection Control, dan Medication Management)

Peserta

Peserta pelatihan diharapkan berasal dari para manajer/pengelola rumah-sakit yang telah atau akan menjadi anggota tim auditor internal untuk menilai mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit masing-masing

Fasilitator

Fasilitator akan berasal dari Tim Auditor Internal Eka Hospital dan dari Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN). Eka Hospital adalah RS swasta yang telah memperoleh akreditasi JCI pada tanggal 11 Desember 2010.

Agenda Pelatihan

Jam

Topik

Fasilitator

Hari I:

Jumat 12 Oktober 2012

09:00-09:30

Pembukaan dan Pre Test

Hanevi Djasri (IHQN)

09:30-10:30

Patient-centered standards dalam akreditasi JCI

Tim Eka Hospital

10:30-11:00

Coffee break

11:00-12:00

Patient-centered standards dalam akreditasi JCI (lanjutan)

Tim Eka Hospital

12:00-13:00

Lunch break

13:00-14:00

Healthcare organization management standards dalam akreditasi JCI

Tim Eka Hospital

14:00-15:00

Healthcare organization management standards dalam akreditasi JCI (lanjutan)

Tim Eka Hospital

 

Hari II

Sabtu 13 Oktober 2012

09:00-10:00

Tracer Patient: Individual Tracer

Tim Eka Hospital

10:00-10:30

Coffee break

10:30-11:30

Sistem Tracer: Data Management

Tim Eka Hospital

11:30-12:30

Sistem Tracer: Infection Control

Tim Eka Hospital

12:30-13:30

Lunch break

13:30-14:30

Sistem Tracer: Medication Management

Tim Eka Hospital

14:30-15:00

Penutupan dan Post Test

Hanevi Djasri (IHQN)

Tempat Pelatihan : Ruang Senat FK UGM, Gedung KPTU Lt. 2 FK UGM

Kontak Person

 MMR Jogjakarta :

  • Hernie Setyowati (Menik)
  • Telpun: 0274-581679/551408/0818 26 9560
  • Email : menikmmr@yahoo.co.id

 MMR Jakarta :

  • Ki Syahgolang Permata (Kiki)
  • Telpun: 021-52962568/52962569/081511981982
  • Email : mmrkiki@gmail.com

 PMPK :

  • Angelina Yusridar (Yusri)
  • Telpun: 0274-549425/08111498442
  • Email : angelina_yusridar@yahoo.com

BPJS KESEHATAN : Tidak Ada Perbedaan Pelayanan untuk Masyarakat

JAKARTA (Suara Karya): Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) memastikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014 tidak membedakan pelayanan. Masyarakat yang menjalankan proses rawat inap di kelas 1, 2, dan 3 akan mendapat pelayanan yang sama.

“Harga obatnya sama, harga jasa dokter juga sama. Yang membedakan hanya harga kamarnya saja. Sebelumnya, masyarakat yang dirawat di kelas 1, harga obat dan jasa dokternya dihitung berdasarkan kelas 1. Nantinya tidak lagi,” kata Ketua DJSN Chazali Situmorang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Continue reading

Ditandatangani, RS Harapan Kita dengan IJN Malaysia

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia boleh berbangga memiliki  Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta yang sudah berkelas dunia.

Meski sudah memiliki reputasi internasional, RSJPD Harapan Kita terus berupaya meningkatkan kemampuan teknis para ahli medisnya, di antaranya dengan melakukan kerja sama (MOU) dengan Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia.

Continue reading

Selangkah Lagi Rumah Sakit Jeneponto Naik Tipe B

BONTOSUNGGU (FAJAR) — Mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto, harus terus ditingkatkan untuk naik dari tipe C ke tipe B.

Bupati Jeneponto, Radjamilo, menyebutkan, seiring hampir rampungnya pembangunan rumah sakit baru tersebut, mutu pelayanan harus lebih diutamakan dan berkualitas. “Ini untuk mengenjot peningkatan IPM daerah ini,” imbuhnya, Senin 1 Oktober kemarin.

Continue reading

Meningkatkan Peran Dinas Kesehatan Provinsi dalam Akreditasi RS di Indonesia

Oleh : dr. Hanevi Djasri, MARS

PMPK UGM & The Nossal Institute for Global Health Melbourne University (Nossal Institute) didukung oleh AusAID telah mengadakan fellowship dari Australian Leadership Award (ALA) pada tanggal 3-21 september 2012. Program selama 3 minggu fellowship ini bertujuan untuk mengambil pembelajaran dari Australia, mendiskusikan isu-isu yang terkait dan relevan di Indonesia serta menetapkan rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendukung Kemenkes mencapai target tersebut.

Peserta program ALA 2012 terdiri dari 2 kelompok, kelompok I terdiri dari 13 orang yang merupakan kelompok penelaah sistem akreditasi di Australia berdasarkan materi yang disampaikan atau diberikan oleh narasumber, kemudian membawanya kedalam diskusi dengan konteks di Indonesia baik untuk mengidentifikasi relevansi serta urgensinya pembelajaran tersebut untuk diterapkan di Indonesia. Kelompok ini kemudian juga menyusun rencana tindak lanjut (POA). Kelompok I terdiri dari perwakilan Kemenkes (2 orang), Dinkes Provinsi DIY (3 orang), Dinkes Provinsi Jateng (2 orang), KARS (2 orang), PERSI (2 orang) dan PMPK UGM (2 orang) anggota ditunjuk oleh pimpinan instansi masing-masing. Hasil penyusunan POA dari Kelompok I kemudian dipresentasikan kepada Kelompok II yang merupakan kelompok pengambil keputusan yang terdiri dari 6 orang, mewakili BUKR (1 Kasubdit, 1 staf), KARS/PERSI (1 Ketua), Dinkes Provinsi (2 Kadinkes) dan UGM (1 narasumber).

gb1

Program ALA 2012 meliputi kegiatan literatur review, presentasi dan diskusi dengan narasumber, kunjungan ke lapangan serta diskusi kelompok untuk mengidentifikasi lesson learnt, isu-isu di Indonesia dan Plan of Action baik POA bersama maupun individu institusi. Seluruh kegiatan tersebut difasilitasi oleh Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (PMPK FK-UGM) bekerjasama dengan The Nossal Institute for Global Health Melbourne University (Nossal Institute).

gb2

Terdapat 3 bagian tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk meningkatkan peran Dinkes provinsi dalam program akreditasi RS. Bagian pertama berada ditingkat makro, yaitu menyusun Kerangka Kerja Nasional Peningkatan Mutu dan Keselamatan dalam Pelayanan Kesehatan, pedoman ini akan menjelaskan posisi program akreditasi serta menjelaskan peran dan kewenangan Kemenkes, KARS, Dinkes provinsi/kab/kota, PERSI pusat/daerah. Peran tersebut meliputi tahap persiapan, penyelenggaraan dan monitoring-evaluasi program akreditasi. Pedoman ini juga akan terkait dengan peran Badan Pengawas RS (BPRS) dan Komisi Nasional Keselamatan Pasien RS (KNKPRS)

Bagian kedua berada ditingkat mikro, yaitu Mengembangkan Proses Penyelenggaraan Program Akreditasi oleh KARS. Bagian ini akan terkait dengan draft Pedoman Tatalaksana Survei Akreditasi yang saat ini telah disusun oleh KARS yang akan dilengkapi dan disempurnakan pada bagian terkait dengan keterlibatan dan komunikasi Dinkes provinsi pada saat pra-survei, survei dan pasca survei. Disamping itu bagian ini akan terkait dengan rencana kerja KARS termasuk dalam memperoleh akreditasi dari ISQua.

Bagian ketiga adalah Capacity Building Tim Dinas Kesehatan Provinsi (akan terdiri dari staf dinkes, PERSI daerah, klinisi dan BPRS provinsi), materi capacity building terutama akan berasal dari pedoman yang disusun pada langkah pertama dan kedua. Peningkatan kompetensi ini tidak bertujuan menjadikan Tim Dinkes Provinsi sebagai Survior ataupun Pembimbing KARS namun sebagai regulator, pembina dan pengawas RS yang berada diwilayah kerjanya.

Jawa Tengah sebagai salah satu peserta Program ALA 2012 telah menyanggupi sebagai lokasi Pilot Project Peningkatan Peran Dinkes Provinsi dalam Program Akreditasi yang dapat segera dilakukan pada bulan Oktober-Desember tahun 2012 ini. Hasil pilot project ini diharapkan dapat menjadi model Nasional yang akan disosialisasikan pada tahun 2013.

gb3

MINGGU I

Tanggal

Agenda

Narasumber

3 September 2012

orientasi peserta mengenai program ALA Fellowship

Nossal Institute

4 September 2012

Literature review course

5 september 2012

Me-review literatur :

  1. Selecting indicators for patinet safety at health system level in OECD conuntries
  2. Impact of accreditation on the quality of healthcare services : A systematic review of the literature
  3. The attitude of health care profesionals toward accreditation : A systematic review of the literature
  4. Linking organizational structure to the external environment : experiences from hospital reform in transition economies
  5. Improving provider skills, strategies for assisting health workers to modify and improve skills : developing quality health care- a process of change

Peserta ALA

6 september 2012

Persentasi hasil me-review literatur dan diskusi

Perserta ALA & Nossal Institute

7 september 2012

Short course tentang akses penyandang keterbatasan fisik (disability) terhadap pelayanan publik.

MINGGU II

10-12 September 2012

Short course di Australian Concil for Health Service (ACHS) (Lembaga Akreditasi)

ACHS

13 September 2012

Persentasi mengenai peran board atau badan pengawas di RS

Northern Health Board (Badan Pengawas tingkat distrik).

14 September 2012

Presentasi tentang Australian Commision on Safety and Quality in Health Care (ACSQHC)

Margaret Banks (ACSQHC)

MINGGU III

17 September 2012

penyusunan kesimpulan  mengenai points pembelajaran kelompok I kepada kelompok II

Peserta ALA

18 September 2012

Presentasi tentang Clinical Governance

Professor Rosemary Aldrich (Nossal Institute)

19 September 2012

Presentasi tentang Akreditasi di Victoria

Victorian Deptartemen of Health

20-21 September 2012

Penyusunan plan of action dari masing-masing kelompok (6 topik dengan 10 action Plan)

  1. Safety and quality framework
  2. Peran Pusat dan Daerah
  3. Pengelolaan Lembaga Akreditasi
  4. Benchmark Nasional Kinerja RS
  5. Disability dalam Program Akreditasi
  6. Evidence based policy making

Peserta ALA

Daftar peserta

Peserta gelombang I (penelaah sistem dan penyusun POA)

  1. Yuli Kusumastuti, Dinkes DIY
  2. Arif Dani Dahlius, RS Kota Jogja
  3. Betha Candrasari, Badan Mutu Jogja
  4. Sadono Wiwoho, Dinkes Jateng
  5. Ida Witiasati Idajati, RS Moewardi, Solo
  6. Octi Palupi Rahayuningtyas, Kemenkes
  7. Yuwanda Nova, Kemenkes
  8. Luwiharsih, KARS
  9. Masaah Amatyah, KARS
  10. Handjaja Rono Sulistyo, PERSI
  11. Johan Thamrin Saleh, PERSI
  12. Hanevi Djasri, PMPK UGM
  13. Luh Putu Eka Putri Andayani, PMPK UGM

Peserta gelombang II (pengambil keputusan)

  1. Sutoto, Ketua KARS & PERSI
  2. Anung Sugihantono, Kadinkes Jateng
  3. Sarminto, Kadinkes DIY
  4. Eka Anugrahi, Kasubdit RS Pendidikan, BUK-R, Kemenkes
  5. Yayan Gusman, Staf Subdit Akreditasi, BUK-R, Kemenkes
  6. Adi Utarini, Narasumber PMPK & MMR UGM

Melibatkan Pasien-Masyarakat di Tingkat Organisasi dan Lingkungan

(bagian IV) Institute for Patient and Family-Centered Care mengidentifikasi berbagai strategi dan cara bagi lembaga pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit untuk melibatkan pasien dan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan pasien. Pasien dan masyarakat dapat terlibat dalam dewan penasehat atau dewan pengawas rumah sakit, komite atau kelompok kerja keselamatan pasien atau yang terkait lainnya, melakukan perubahan konsep keluarga sebagai pengunjung menjadi mitra dalam keselamatan pasien, membangun informasi dan edukasi keselamatan pasien kepada pasien-masyarakat

Readmore

Triliunan Rupiah Lari ke Pengelola Kesehatan Asing Tiap Tahun

JAKARTA (Pos Kota) – Maraknya orang berduit di Indonesia yang berobat ke luar negeri dikhawatirkan semakin menipiskan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas rumah sakit (RS) di dalam negeri.

Tiap tahun, triliunan rupiah lari ke kantong dokter dan pengelola RS asing akibat  pelayanan kesehatan di sini tak kunjung maskimal.

Continue reading

Lobi Besaran Iuran BPJS Mentok

JAKARTA (Seputar Indonesia)- Pemerintah dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum menemui titik temu soal ketentuan besaran iuran BPJS, khususnya iuran peserta yang ditanggung pemerintah atau penerima bantuan iuran (PBI).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan IDI membicarakan ketentuan besaran iuran untuk PBI yang jumlahnya mencapai 96,4 juta jiwa.Namun, dalam pertemuan itu belum dihasilkan kesepakatan apa pun menyangkut besaran iuran PBI.

Continue reading

Tiga RS PTPN II Raih Akreditasi

DELI SERDANG (Waspada online) – Sejumlah tiga rumah sakit milik PT Perkebunan Nusantara II di Sumatera Utara berhasil meraih sertifikat akreditasi dari Kementerian Kesehatan.

Menurut Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Komaruzzaman di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sertifikat akreditasi diperoleh tiga rumah sakit PTPN II karena dinilai memenuhi standar mutu yang ditentukan.

Continue reading