Lebih Dekat dengan Pasien melalui Komunikasi Efektif

Banyak orang beranggapan kecanggihan teknologi dan kepiawaian dokter merupakan penentu utama pemulihan kesehatan pasien di Rumah Sakit. Padahal, komunikasi efektif antara pasien dan pemberi layanan kesehatan pun memiliki andil yang besar.

Komunikasi tersebut akan mempererat terciptanya rasa saling memahami antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan sehingga pasien dapat berpartisipasi secara aktif selama penanganan, mulai dari saat masuk rumah sakit (admission) sampai dengan keluar rumah sakit. Tentunya hal ini didukung oleh pemahaman yang baik antara kedua belah pihak mengenai hak dan kewajiban masing-masing.

Hal tersebut yang kemudian direspons dengan baik oleh RS Awal Bros Hospital Group (“Awal Bros”). Empat dari delapan rumah sakit yang dikelolanya, pada 2014 telah terakreditasi Joint Commission International (JCI) yang berpusat di Amerika Serikat. Itu artinya pelayanan rumah sakit-rumah sakit Awal Bros yang berlokasi di Bekasi, Tangerang, Batam, dan Pekanbaru sudah setara dengan 450 rumah sakit di dunia dan 15 rumah sakit terakreditasi internasional di Indonesia.

“Akreditasi JCI ini merupakan langkah awal dari proses Continuous Quality Improvement bertaraf internasional dari rumah-rumah sakit di Awal Bros”, ungkap dr. Ferdy Tiwow MS, Direktur Corporate RS Awal Bros Hospital Group. “Kami menerapkan pelayanan yang berfokus pada pasien dan keluarga, yaitu pendekatan pelayanan inovatif meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap pelayanan berbasis pendekatan kerjasama saling menguntungkan antara pasien dan keluarga dengan petugas kesehatan.” jelas dr Ferdy.

Tiga komitmen RS Awal Bros di bidang komunikasi

Salah satu poin dalam akreditasi oleh badan internasional tersebut yang berhubungan dengan keramahtamahan petugas di RS adalah komunikasi yang di dalamnya terdapat aspek untuk komunikasi eksternal yang meliputi komunikasi rumah sakit dengan pasien dan komunikasi internal yang meliputi komunikasi antarstaf, komunikasi antarprofesional dan antarbagian.

Secara praktis, komitmen RS Awal Bros di bidang komunikasi, khususnya dengan pasien rawat inap bisa dirasakan pasien dan keluarga pasien. Pertama, pasien bisa melakukan konsultasi dengan dokter dan tim sesuai dengan jadwal (minimal sekali dalam sehari), yaitu konsultasi bisa dilakukan dengan tim dokter spesialis.

Kedua, dalam setiap tindakan, RS Awal Bros berkomitmen untuk menginformasikan dan meminta persetujuan pasien atau keluarga dalam bentuk penandatanganan lembar persetujuan atau yang dikenal dengan informed consent.

Ketiga, RS Awal Bros berkomitmen menyediakan saluran-saluran informasi untuk pasien dan keluarga dalam bentuk situs jejaring, media sosial (Facebook, Twitter, blog, dan Youtube), telepon, faksimile, banner, brosur, leaflet, dan poster.

Diharapkan tiga komitmen komunikasi rumah sakit dengan pasien tersebut bisa menambah keyakinan pasien-pasien Indonesia untuk berobat dan memelihara kesehatannya di dalam layanan kesehatan yang tergabung dalam RS Awal Bros Hospital Group.

“Speak up”

“Pasien yang memerlukan perawatan di bagian rawat inap Rumah Sakit Awal Bros akan diberi brosur Speak Up yang berisi daftar pertanyaan bagi pasien agar bisa lebih memahami setiap tahap pelayanan yang akan dilaluinya,” jelas Corporate Medical Manager RS Awal Bros Hospital Group dr Dini Handayani MARS, .

Menurut Dini, dengan mengedukasi pasien melalui brosur Speak Up tersebut, pasien dapat bertanya dengan lebih terbuka kepada dokter yang merawat dan ikut terlibat dalam setiap tahap pelayanan yang diterimanya.

Komunikasi efektif tersebut dimulai dari saat pendaftaran (admission), perawatan (pengkajian pasien, pengobatan), pemulangan dan pemindahan pasien, hingga pelayanan akhir hayat yang didasari standar komunikasi efektif seperti kelengkapan, singkat, faktual, jelas, dan akurat.

Setiap staf dan profesional di Rumah Sakit Awal Bros dalam berkomunikasi berkomitmen untuk senantiasa bersikap peduli, menjadi pendengar yang baik (good listener), menghindari menang sendiri (good negotiating), memahami bahasa, adat istiadat, dan budaya pasien, serta berfokus pada pasien dan keluarganya.

Komunikasi melalui jejaring “multisociomedia”

Tidak hanya itu, mengikuti trend kemajuan teknologi informasi saat ini, Awal Bros –bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 4 September 2013- telah telah meluncurkan website yang berkonsep multi media dan media sosial atau disingkat multisociomedia.

“Dengan cara komunikasi via media sosial, kami bisa langsung mengetahui hal-hal apa saja yang disampaikan kepada kami, tanpa prosedur yang berbelit. Masyarakat bisa langsung berkomunikasi baik dengan masing-masing rumah sakit, maupun korporat melalui media tersebut,” jelas Corporate e-Business Manager RS Awal Bros Hospital Group dr Erik Tapan MHA.

Pelanggan rumah sakit (pasien, keluarga, perusahaan, dan komunitas) bisa berinteraksi langsung dengan pihak rumah sakit melalui Facebook, Twitter, blog, dan Youtube yang dikelola baik oleh korporat maupun oleh masing-masing rumah sakit. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, pastinya Anda akan bisa mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

sumber http://blog.awalbros.com/?p=3205
sumber: Harian Kompas cetak, Selasa 2 September 2014, hal. 21

 

Peleburan Jamkesda ke JKN Perlu Validasi Ulang

YOGYA (KRjogja.com) – Meski ditargetkan tuntas pada 2016 mendatang, namun proses peleburan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dilakukan. Langkah utama yang harus diselesaikan ialah validitas data yang akan dimasukkan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Continue reading

Dokter Perlu Lebih Kompetitif

KOMPAS.com — Menyongsong terbukanya pasar ekonomi di kawasan Asia Tenggara, dunia kesehatan tak hanya memerlukan dokter yang kompeten. Mereka juga dituntut kompetitif dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Untuk itulah, dukungan pemerintah sebagai pemegang regulasi amat diperlukan.

Continue reading

Kartu Indonesia Sehat Jokowi Membuat Premi BPJS Naik?

JAKARTA, KOMPAS.com– Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan menjadi program yang diintegrasikan dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang kini sudah mulai dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosoal Kesehatan. KIS akan memberikan tambahan pelayan kesehatan.


Continue reading

Kualitas Perawat di Indonesia Masih Kurang

Okezone.com – Indonesia mengirimkan tenaga perawat Jepang dengan mekanisme G to G yang tertuang dalam Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Namun di satu sisi, Indonesia masih menghadapi persoalan distribusi perawat yang belum merata.  
Continue reading

Mulai September, Layanan JKN Berlakukan Tarif Baru INA-CBGs

Jakarta (beritasatu.com) – Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan segera memberlakukan tarif baru Indonesia-Case Based Groups (INA-CBGs) bagi rumah sakit. Perubahan tarif layanan ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 69/2013.

Continue reading