Pelayanan kesehatan merupakan sistem yang kompleks dan memiliki berbagai potensi risiko yang dapat berdampak pada keselamatan pasien. Risiko dapat muncul dari berbagai aspek, seperti proses klinis, komunikasi, penggunaan obat, maupun sistem organisasi. Oleh karena itu, pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan.
Dalam praktiknya, banyak fasilitas pelayanan kesehatan masih bersifat reaktif dalam menghadapi risiko. Risiko baru ditangani setelah terjadi insiden, sehingga upaya perbaikan cenderung bersifat responsif dan tidak mencegah kejadian serupa di masa depan. Pendekatan ini menyebabkan organisasi kehilangan peluang untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko secara proaktif sebelum berdampak pada pasien.
Pendekatan yang lebih efektif adalah membangun budaya risiko yang mendorong organisasi untuk secara aktif mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola potensi risiko sebelum insiden terjadi. Budaya risiko tidak hanya berkaitan dengan sistem dan prosedur, tetapi juga melibatkan cara berpikir, perilaku, serta komitmen seluruh individu dalam organisasi untuk mengutamakan keselamatan.
Namun demikian, membangun budaya risiko bukanlah hal yang mudah. Tantangan yang sering dihadapi antara lain kurangnya pemahaman mengenai manajemen risiko, keterbatasan dalam identifikasi risiko, serta belum terintegrasinya pengelolaan risiko dalam proses pelayanan sehari-hari. Selain itu, budaya organisasi yang masih reaktif dan belum terbuka terhadap pembelajaran juga menjadi hambatan dalam mengembangkan pendekatan yang lebih proaktif.
Untuk itu, diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif mengenai bagaimana membangun budaya risiko di fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini mencakup kemampuan dalam mengenali risiko, menggunakan alat bantu analisis risiko, serta mengintegrasikan manajemen risiko dalam sistem mutu dan keselamatan pasien.
Melalui seri kedelapan Mutu Corner ini, peserta diharapkan dapat memahami konsep budaya risiko, mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya, serta mengembangkan langkah-langkah strategis untuk membangun sistem pelayanan yang lebih aman dan proaktif.
Tujuan
Meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya membangun budaya risiko sebagai bagian dari sistem mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan.
Tujuan Khusus
- Memahami konsep dan prinsip manajemen risiko dalam pelayanan kesehatan.
- Mengidentifikasi perbedaan pendekatan reaktif dan proaktif dalam pengelolaan risiko.
- Memahami tahapan dalam identifikasi, analisis, dan pengelolaan risiko.
- Mendorong peserta untuk mengembangkan langkah awal dalam membangun budaya risiko yang terintegrasi dalam sistem pelayanan.
Sasaran
- Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
- Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan swasta/perusahaan), lembaga akreditasi fasyankes, LSM bidang kesehatan, dan sebagainya.
- Klinisi: dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya.
- Mahasiswa: S1, S2, pendidikan dokter spesialis, S3.
- Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: perguruan tinggi, peneliti, konsultan, dan pihak lain yang memiliki minat dalam pengembangan mutu pelayanan kesehatan.
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Jumat, 30 Oktober 2026
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Narasumber:
- dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP – Konsultan PKMK FK-KMK UGM
- dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THTBKL – Ketua Komite Mutu, Keselamatan Pasien, dan Kinerja RS Akademik UGM 2024/2025
- Moderator: Andriani Yulianti, MPH – Peneliti PKMK FK-KMK UGM
Agenda Kegiatan
|
Waktu |
Agenda |
Narasumber/Fasilitator |
|
12.45 – 13.00 |
Registrasi peserta |
Panitia |
|
13.00 – 13.15 |
Pembukaan |
Andriani Yulianti, MPH |
|
13.15 – 13.45 |
Materi 1: Membangun Budaya Risiko di Fasilitas Kesehatan: Konsep, Kerangka, dan Pendekatan Antisipatif Cakupan Materi:
|
dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP |
|
13.45 – 14.15 |
Materi 2: Dari Risiko ke Aksi: Pengalaman Membangun Budaya Risiko dalam Praktik Pelayanan Kesehatan Cakupan Materi:
|
dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. THTBKL |
|
14.15 – 14.45 |
Sesi diskusi dan tanya-jawab |
Andriani Yulianti, MPH |
|
14.45 – 15.00 |
Penutup |
Andriani Yulianti, MPH |
Biaya dan Fasilitas
Biaya pendaftaran: Rp 50.000,00.
Link pendaftaran peserta: bit.ly/RegMutuCorner8
Fasilitas yang akan didapatkan peserta:
- Sertifikat
- Materi dalam bentuk pdf
- Rekaman
Narahubung
Nadine (085117448499).