Gangguan depresi dan gangguan ansietas merupakan dua gangguan mental dengan beban penyakit tertinggi di dunia. Berdasarkan Global Burden of Disease (GBD) 2021, diperkirakan sekitar 322 juta orang hidup dengan depresi dan 359 juta orang hidup dengan gangguan ansietas. Kedua gangguan tersebut menjadi penyebab utama disabilitas secara global, berdampak terhadap kualitas hidup, produktivitas, fungsi sosial, serta meningkatkan risiko bunuh diri dan berbagai masalah kesehatan lainnya apabila tidak ditangani secara optimal. Meskipun tersedia terapi yang efektif, kesenjangan layanan kesehatan jiwa masih sangat besar sehingga banyak penyandang depresi maupun gangguan ansietas belum memperoleh penanganan yang memadai.
Terapi farmakologis dan psikoterapi hingga saat ini masih menjadi pendekatan utama dalam tata laksana depresi dan gangguan ansietas. Namun demikian, tidak semua pasien memberikan respons yang optimal terhadap terapi tersebut. Sebagian pasien mengalami perbaikan gejala yang tidak memadai, kekambuhan berulang, intoleransi terhadap efek samping obat, maupun kondisi treatment-resistant depression (TRD). Tantangan tersebut mendorong berkembangnya berbagai modalitas terapi adjuvan yang bertujuan meningkatkan keberhasilan terapi serta memperbaiki luaran klinis pasien.
Salah satu inovasi yang berkembang pesat dalam bidang neuropsikiatri adalah Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). TMS merupakan terapi neuromodulasi non-invasif yang menggunakan medan magnet untuk menstimulasi area tertentu di korteks serebri sehingga memodulasi aktivitas jaringan saraf yang berperan dalam regulasi emosi dan fungsi kognitif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa TMS memiliki efektivitas yang baik terutama pada pasien dengan depresi yang tidak memberikan respons adekuat terhadap terapi konvensional. Selain itu, bukti ilmiah mengenai manfaat TMS pada gangguan ansietas dan beberapa gangguan neuropsikiatri lainnya juga terus berkembang.
Seiring meningkatnya evidence, berbagai pedoman praktik klinis internasional telah memasukkan TMS sebagai salah satu pilihan terapi pada indikasi tertentu. Namun demikian, pemanfaatan TMS di Indonesia masih relatif terbatas. Banyak tenaga kesehatan yang belum memahami secara komprehensif mengenai dasar neurobiologis, mekanisme kerja, indikasi, keamanan, maupun posisi TMS dalam algoritma tatalaksana depresi dan gangguan ansietas.
Implementasi layanan TMS juga membutuhkan kolaborasi multidisiplin. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan pemilihan pasien yang tepat, pelaksanaan terapi yang sesuai, serta evaluasi luaran klinis yang optimal. Oleh karena itu, webinar ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan evidence, prinsip neuromodulasi, serta implementasi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dalam tatalaksana depresi dan gangguan ansietas di Indonesia.
Tujuan
Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai diagnosis dan tata laksana depresi dan ansietas serta peran Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) sebagai salah satu modalitas terapi berbasis evidence dalam tatalaksana depresi dan ansietas.
Tujuan Khusus
- Menjelaskan beban penyakit depresi dan ansietas dan prosedur diagnosisnya
- Menjelaskan tantangan tatalaksana depresi dan ansietas pada praktik klinis.
- Memahami posisi TMS dalam tata laksana gangguan depresi dan ansietas berdasarkan evidence
- Menjelaskan konsep neuromodulasi serta mekanisme kerja TMS.
- Mengidentifikasi pasien yang berpotensi memperoleh manfaat dari terapi TMS.
- Memahami implementasi layanan TMS melalui kolaborasi multidisiplin antara psikiatri dan neurologi.
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Senin, 12 Oktober 2026
Waktu : 13.00 – 16.15 WIB
Link zoom : https://pkmkfk.net/Webinardepresiansietas
Meeting ID : 831 9801 5128
Passcode : 522831
Informasi Pendaftaran
Biaya per peserta: Rp. 100.000,-
No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281
Rundown Kegiatan
| Waktu (WIB) | Materi | Narasumber |
|---|---|---|
| 11.00 – 13.00 | Registrasi peserta dan Pre test | Panitia |
| 13.00 – 13.10 | Pembukaan | Moderator: dr. Helen Anggraini Budiono |
| 13.10 – 14.10 | Paparan Materi 1: Diagnosis dan Tatalaksana Depresi dan Ansietas dalam Praktik Klinis | Dr. dr. Andrian Fajar Kusumadewi, M.Sc., Sp.KJ(K) |
| 14.10 – 15.10 | Paparan Materi 2: Transcranial Magnetic Stimulation (TMS): Prinsip Neuromodulasi, Prosedur, dan Implementasi Klinis | dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D, Sp.N, Subsp.NGD(K) |
| 15.10 – 16.10 | Diskusi Klinis: Menentukan Strategi Terapi pada Depresi dan Ansietas | Moderator & Narasumber |
| 16.10 – 17.00 | Post test dan Penutup | Moderator |
Narahubung
Helen (085117448499)