Indonesia saat ini sedang bertransisi menuju struktur penduduk tua (older age structure) dengan peningkatan proporsi lansia (usia ≥60 tahun) yang signifikan. Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, prevalensi penyakit neurodegeneratif seperti Demensia dan Parkinson juga terus meningkat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penurunan fungsi kognitif, motorik, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan beban psikososial dan ekonomi yang besar bagi keluarga maupun sistem pelayanan kesehatan.
Permasalahan utama yang masih sering dijumpai adalah rendahnya angka deteksi dini. Banyak kasus Demensia maupun Parkinson baru terdiagnosis ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh anggapan bahwa “pikun” atau “gemetar” merupakan bagian normal dari proses penuaan, baik di masyarakat maupun di kalangan tenaga kesehatan. Padahal, identifikasi dan intervensi pada fase awal terbukti dapat membantu mempertahankan fungsi pasien, memperlambat progresivitas penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya.
Selain tantangan dalam deteksi dini, pelayanan pasien dengan Demensia dan Parkinson memerlukan koordinasi yang baik antarprofesi serta kesinambungan pelayanan pada setiap jenjang fasilitas kesehatan. Ketidaktepatan dalam proses skrining, penegakan diagnosis awal, maupun mekanisme rujukan dapat menyebabkan keterlambatan terapi, meningkatnya risiko komplikasi, penurunan kualitas hidup pasien, serta bertambahnya beban pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan mengenai deteksi dini, tatalaksana awal, dan alur pelayanan yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan lansia.
Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memegang peranan penting sebagai pintu masuk pelayanan melalui skrining dan identifikasi dini. Namun demikian, tantangan juga muncul pada aspek care pathways atau jalur pelayanan pasien. Kurangnya koordinasi dan sinkronisasi antara layanan primer dan layanan rujukan sering kali menyebabkan keterlambatan penanganan serta hambatan pasien dalam memperoleh pelayanan spesialis secara tepat waktu.
Oleh karena itu, webinar ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengenali gejala awal Demensia dan Parkinson (spot early), memahami mekanisme rujukan yang tepat (refer early), serta membangun pelayanan geriatri yang lebih terintegrasi, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Tujuan Umum
Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi gejala dini penyakit neurodegeneratif serta mengoptimalkan alur pelayanan pasien Demensia dan Parkinson di fasilitas pelayanan kesehatan.
Tujuan Khusus
- Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali tanda dan gejala awal Demensia serta Parkinson, terutama pada pelayanan primer.
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai alur pelayanan (care pathways) dan mekanisme rujukan pasien Demensia dan Parkinson yang efektif dan terintegrasi.
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi intervensi dini untuk mempertahankan fungsi kognitif, fungsi motorik, dan kualitas hidup pasien Demensia dan Parkinson.
Sasaran
- Klinisi: Dokter umum, dokter spesialis (neurologi, penyakit dalam, dan kedokteran keluarga), perawat, apoteker, fisioterapis, okupasi terapis, dan tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam pelayanan pasien lansia.
- Pengelola Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes): Kepala Puskesmas, pimpinan klinik, direktur/manajer rumah sakit, manajer mutu, Manajer Pelayanan Pasien (MPP), serta penanggung jawab sistem rujukan.
- Akademisi: Dosen, mahasiswa bidang kesehatan (S1, S2, dan S3), serta peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan program pendidikan profesi kesehatan lainnya.
- Regulator, Peneliti, dan Konsultan: Dinas Kesehatan, peneliti, konsultan manajemen kesehatan, organisasi profesi, serta pihak lain yang memiliki perhatian terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan lansia.
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Senin, 21 September 2026
Waktu : 13.00-16.15 WIB
Link Zoom : akan diinformasikan
Narasumber
- dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D, Sp.N, Subsp.NGD(K)
- dr. Subagya, Sp.N, Subsp.NGD(K)
Rundown Kegiatan
|
Waktu |
Agenda |
Narasumber/Fasilitator |
|
11.00 – 13.00 |
Registrasi peserta dan Pre test |
Panitia |
|
13.00 – 13.10 |
Pembukaan |
dr. Helen Anggraini B. |
|
13.10 – 14.10 |
Materi 1: “Strategi Deteksi Dini Demensia & Stimulasi Kognitif: Mengapa Screening di Layanan Primer Begitu Krusial?” |
dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D, Sp.N, Subsp.NGD(K) |
|
14.10 – 15.10 |
Materi 2: “Navigasi Penyakit Parkinson: Dari Identifikasi Gejala Motorik Awal hingga Protokol Rujukan Spesialis” |
dr. Subagya, Sp.N, Subsp.NGD(K) |
|
15.10 – 16.10 |
Diskusi Panel & Pembahasan Kasus: Sinkronisasi Care Pathways Demensia & Penyakit Parkinson |
Moderator & Narasumber |
|
16.10 – 16.15 |
Post test dan Penutup |
dr. Helen Anggraini B. |
Biaya dan Fasilitas
Biaya pendaftaran: Rp 75.000,00
Link pendaftaran peserta: http://lynk.id/mutupkmk/m1vj11k93e1q
Fasilitas yang akan didapatkan peserta:
- Sertifikat
- Materi dalam bentuk pdf
- Rekaman
Narahubung
Helen (085117448499).