Editorial, 28 November 2016

Reportase dari Konferensi Internasional ISQua di Tokyo

Bertempat di Gedung Tokyo International Forum, Jepang, pada tanggal 16-19 Oktober 2016, The International Society for Quality in Health Care (ISQua) kembali mengadakan pertemuan internasional tentang mutu pelayanan kesehatan, kali ini merupakan konfrensi ke 33 kali. Pertemuan tahun ini mengambil tema "Change and Sustainability in Healthcare Quality: the Future Challenges" sebuah tema yang penulis nilai sangat relevan dengan kondisi di Indonesia yang baru menginjak tahun ketiga dalam penerapan sistem jaminan kesehatan nasional sehingga masih dalam masa perubahan sistem pelayanan kesehatan termasuk perubahan dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Reportase dapat disimak mulai hari Senin, 17 Oktober 2016 melalui link berikut

Selengkapnya

Artikel

Pahami Variasi Proses untuk Perbaikan Berkelanjutan

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mengharuskan sektor pelayanan kesehatan untuk terus berbenah guna meningkatkan daya saing. Langkah awal perbaikan berkelanjutan adalah dengan memahami variasi proses dalam pelayanan kesehatan.

Readmore

+ ARSIP

KPK Masuk Ranah JKN, Dokter 'Nakal' Harus Siap Dibui

Posted in Berita

Liputan6.com, Jakarta Anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk golongan masyarakat miskin atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam Jaminan Kesehatan Nasional tergolong besar yakni Rp 19,93 Triliun. Bisa jadi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengawasi terus penggunaannya agar tidak disalahgunakan.

BPJS Diharapkan Agar Berstandar Internasional

Posted in Berita

Jakarta, suaramerdeka.com -  BPJS Ketenagakerjaan diharapkan  mampu memberikan kualitas pelayanan sesuai standar internasional, sehingga dapat bersaing dan disandingkan dengan penyedia jaminan sosial di negara lain. Penyelenggaraan BPJS Kesehatan yang banyak dikeluhkan masyarakat tidak boleh terulang.

Anggaran Kesehatan di RAPBN Banyak Dipotong, Nasib JKN?

Posted in Berita

Liputan6.com, Jakarta Meski Alokasi anggaran belanja Pemerintah Pusat pada fungsi kesehatan dalam RAPBN tahun 2015 rencananya mengalami peningkatan sebesar 43,8 persen jika dibandingkan dengan APBNP tahun 2014, namun dibandingkan tahun ini, rencana anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2015 justru dipangkas dari Rp 47.476,5 miliar pada 2014 menjadi Rp 47.429,8.

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq