Pertemuan Pendahuluan
Sustainable Hospital Delivery and Managing System
for TB/MDR-TB (HDMS) Phase 2
di RSUP Dr. Sardjito
Pada rabu, 8 Juli 2014, telah dilaksungkan pertemuan pendahuluan tentang kegiatan Sustainable Hospital Delivery and Managing System for TB/MDR-TB (HDMS) Phase 2 di RSUP Dr. Sardjito. Pertemuan ini dihadiri Direksi dan Manajemen RSUP. Dr. Sardjito dan Tim HDMS Phase 2 PKMK FK UGM.
Mengawali pertemuan ini Prof. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD menyampaikan bahwa perjalanan PPM untuk rumah sakit cukup panjang mulai th 2006. Akan tetapi secara keseluruhan tidak banyak perkembangan hingga sekarang. Pada saat sekarang metode untuk memperkuat pelaksanaan PPM di rumah sakit adalah bagaimana memperkuat sistem mutu pelayanan. Peran clinical giudeline, clinical pathway, dan clinical indicators dalam pelayanan perlu lebih ditingkatkan, selain analisis efisiensi pembiayaan.
Lebih lanjut tentang seperti dipaparkan oleh Dr. Ari Probandari, MPH, PhD kegiatan HDMS Phase 2 bersifat Action Research. Penekanan dalam penelitian ini adalah rumah sakit bukan hanya sebagai object penelitian. Akan tetapi kami ingin mengembangkan suatu model yang bersama sama dengan rumah sakit untuk mewujudkan pelayanan klinik yang bermutu dan efisien. TB dan MDR TB merupakan pintu masuk bagi kami untuk menerapkan model ini. dr. Hanevi Djasri, MARS menjelaskan bahwa model yang kita gunakan dalam kegiatan ini adalah Model of Improvement. Kerangka kerja yang akan digunakan adalah dengan sistematik review dengan menyusun clinical guideline dan clinical pathway. Penerapan clinical guideline dan clinical pathways ini akan didukung oleh intervensi lain yaitu; Pertama, dengan membangun Training and Education System yang interaktif. Kedua, membangun Sistem Clinical Reminder System. Dan Ketiga, Pengembangan Sistem Individual Key Performance Indicators untuk dokter dan perawat. Intervensi ini akan diukur dengan dua macam audit, yatu clinical audit dan cost audit. Dan terakhir outcome yang akan kita ukur adalah outcome klinis dan outcome pembiayaan.
Dr. Sutanto Maduseno, Sp.PD-KGEH, mewakili Direksi RSUP Dr. Sardjito menyatakan bahwa pertemuan awal ini merupakan pertemuan yang sangat penting, oleh karena itu maka yang perlu segera disepakati adalah time line dan target target ini akan diselesaikan. Selain itu akan segera disiapkan Pembentukan Tim dan Penunjukan PIC di RSUP Dr. Sardjito. Sebelum PIC terbentuk beliau meminta dr. Amalia Sp.A dan dr. Hasta Yoga, Sp.KJ untuk menindaklanjuti, terutama dalam pertemuan internal, termasuk Tim TB RS, dan jangan lupa mengikutsertakan Komite Perbaikan Mutu. Nama-nama yang diusulkan sebagai PIC di RSUP Dr. Sardjito adalah Dr. Munawar Gani, Dr. Heni, dan Dr. Ika.
Menindaklanjuti hasil hasil pertemuan pendahuluan HDMS Phase 2 maka Tim HDMS Phase 2 PKMK-FK UGM akan mengirimkan Proposal HDMS Phase 2 lengkap, Perjanjian Kerjasama antara RS Sardjito dengan PKMK-FK UGM, dan Inform Consent ke RSUP Dr. Sardjito.
dr. Ari Probandari, MPH, PhD menyampaikan bahwa kegiatan ini bersifat Action Research. Sebuah penelitian yang nantinya PKMK – FK UGM dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih dapat terlibat secara aktif mengembangkan sistem peningkatan mutu pelayanan dan efisiensi pelayanan. TB hanya sebagai entry poin, dan sebenarnya yang kita sasar adalah sistem managemen mutu dan efisiensi pelayanan.
Direksi dan Manajemen RS Islam Jakarta Cempaka Putih secara umum menanggapi sangat positif kegiatan HDMS Phase 2 ini. Hal ini seperti diutarakan oleh Dr. Prastowo Sidi Pramono, Sp.A (Direktur Utama) yang menyatakan sangat senang diberi kesempatan terlibat dalam kegiatan ini. Dengan kegiatan ini RSI dapat meningkatkan sistem mutu layanan klinis maupun dari sisi pembiayaan. Ada beberapa hal yang sudah dilakukan di RS ini, dan semoga yang sudah dilakukan dapat mendukung kegiatan ini. Dan terakhir beliau menandaskan hal hal apa yang perlu kita persiapkan, dan apa apa yang dapat kami share agar kegiatan ini dapat segera berjalan dan sukses, mengingat seperti dalam timeline seharusnya sudah berjalan.
Prof. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD menyampaikan bahwa upaya upaya peningkatan mutu pelayanan sudah dilakukan oleh RS Bethesda Yogyakarta sejak tahun 2008, dengan mulai dikembangkannya clinical pathway untuk TB. Pada saat itu clinical pathway TB dikembangkan bersama dengan salah satu rumah sakit rujukan di Jakarta. Akan tetapi hingga saat clinical pathway TB hanya di RS Bethesda yang masih mengimplementasikan. Secara prinsip kegiatan HDMS Phase 2 adalah menselaraskan upaya upaya peningkatan mutu dan efisiensi biaya.
Direktur RS Bethesda menanggapai pertemuan pendahuluan HDMS Phase 2 dengan sangat antusias. Beliau menyatakan pada dasarnya mendukung kegiatan ini, dan berkomitmen dengan menyiapkan segala sesuatunya, terutama SDM di lapangan. Intinya dengan kegiatan ini mutu pelayanan TB menjadi lebih baik dengan pembiayaan seminimal mungkin. Dan kedua, kegiatan ini menjadi pembelajaran untuk pelayanan yang lain. Demikian juga Ketua Komite Mutu RS Bethesda yang menyatakan bahwa ini merupakan kesempatan untuk belajar lagi sekaligus memperbaiki clinical pathway lain yang sedang proses jalan tersebut dan akan kita evaluasi yang sudah ada itu sudah tepat atau belum.
Jakarta, HanTer – Indonesian Hospital and Clinic Watch (INHOTCH), mengungkapkan, masih banyak penyalahgunaan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Meskipun, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.32/2014 tentang Kapitasi Dana JKN/BPJS Kesehatan.
Jakarta, HanTer – Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menemukan 86 permasalahan dari hasil monitoring dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Sebab itu, pihaknya meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BPJS Kesehatan segera memperbaiki masalah-masalah pelayanan kesehatan masyarakat dalam program ini.
Okezone.com – Setiap tahun, biaya pengobatan kanker semakin tinggi. Harapan muncul setelah ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah yang dimulai sejak 2014.
JADWAL