Harga Obat Berpotensi Naik

Semarang (suaramerdeka.com) – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mulai memukul industri farmasi yang 90% bahan bakunya diimpor dari luar negeri. Hal itu menyebabkan, sejumlah produsen obat-obatan dipastikan akan menaikkan harga jual produknya pada tahun ini.

Continue reading

Current Knowledge and Innovation : Cardiovascular Care

Current Knowledge and Innovation : Cardiovascular Care

Ruang Rapat Senat FK UGM, 22 Februari 2013, 08.00 – 11.30 WIB

Diselenggarakan oleh : FK-UGM & RSUP dr.Sardjito bekerjasama dengan
Eka Hospital dan mayo Clinic,USA

Pendahuluan

Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian utama di negara maju dan diperkirakan menetap serta menjadi penyebab kematian utama di dunia pada masa datang. Meski demikian berbagai pusat pelayanan dan penelitian dalam bidang kardiovaskular telah menghasilkan banyak inovasi baru yang dapat membantu kardiolog dan klinisi lainnya dapat melayani pasien dengan lebih baik.

Berbagai inovasi tersebut terjadi pada area klinis (medis dan keperawatan) serta juga pada area manajemen klinis (medis dan keperawatan) serta juga pada area manajemen klinis. Untuk itu FK-UGM dan RSUP dr.Sardjito bekerjasama dengan Eka Hospital dan Mayo Clinic, USA mengadakan Continuing Medical Education (CME) dengan tema perkembangan pengetahuan dan inovasi terkini dalam kardiovaskular yang meliputi aspek medis, keperawatan dan manajemen.

Pembicara & Moderator :

Thomas Behrenbeck, MD, PhD (Cardiologist) – Mayo Clinic, USA
Julia Behrenbeck, RN, MSc, MPH
(Patient Education Specialist – Information Systems) – Mayo Clinic, USA

dr. Hariadi Hariawan, Sp.PD,Dp.JP (K)
(Kepala Bagian Kardiologi FK-UGM / RSUP dr.Sardjito)

Jam

Topik

Pembicara

08.00 – 08.30

Registrasi Ulang

Panitia

08.30 – 08.45

Pengantar CME : Kebutuhan inovasi dalam bidang Kardiovaskular : aspek medis, keperawatan dan manajemen pelayanan

dr. Hariadi Hariawan, Sp.PD,Dp.JP (K)

08.45 – 09.45

Multi Modal Imaging in Post Procedural Hemodynamic Emergencie

Thomas Behrenbeck,MD,PhD

09.45 – 10.15

Diskusi

 

10.15 – 11.00

Patient Education in Hospitals and Implementing Nursing Sensitive Outcome

Julia Behrenbeck, RN,MSc,MPH

11.00 – 11.30

Diskusi dan penutup

 

Peserta :

  1. Staf Medis dan Residen : Bagian Kardiologi, Penyakit Dala, Ilmu Kesehatan Anak, Radiologi, Rehabilitasi Medik dan lain-lain
  2. Perawat : ICCU, ICU, dan Bangsal Lainnya
  3. Manajemen : Direksi dan pengelola RS, Kepala Bagian dan Kepala Bidang, Kepala Instalasi, Peneliti dan Konsultan
  4. Mahasiswa : Kedokteran, PSIK, Gizi Kesehatan, Magister Manajemen Rumah Sakit, Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

Informasi dan Pendaftaran :

  1. Bagian UPPM Lantai II FK UGM, Telp (0274) 560300 ext 205
  2. Magister Manajemen Rumah Sakit. Konfirmasi,
    Hernie Setyowatie,SE, 
    HP 0818 269 560/0878 39 7272 66, email : menik1234@yahoo.com
  3. Pusat kebijakan & Manajemen Kesehatan.
    Novi, 0274-549424, 0815 790 9418, novi_pmpk@yahoo.com

 

 

BPJS dan Mutu Pelayanan Kesehatan

edi-18febDimulai dari laporan The Institute of Medicine “To Err is Human” pada tahun 1999, saat ini tersedia banyak dokumentasi tentang medical error beserta dampaknya terhadap nyawa manusia dan biaya pelayanan kesehatan. Sejak saat itu juga, berbagai jenis pengukuran, standar dan upaya untuk meningkatkan mutu juga telah tersedia dan terus berkembang.

“Pay for Performance” merupakan salah satu konsep stratejik yang paling banyak dibahas, bahkan berbagai kalangan di Amerika sejak 2003 telah mendorong agar “pay for performance” menjadi prioritas utama nasional dan program asuransi Medicare harus dapat menjadi pemimpin dalam upaya ini dengan area utama pada pelayanan di rumah-sakit. Berbagai program “pay for performance” telah dikembangkan dengan berbagai variasi, namun demikian terdapat tiga kunci utama dalam setiap program tersebut, yaitu pengukuran mutu, bentuk insentif dan besarnya insentif.

Pada tahun 2014, Indonesia akan mulai menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dimana Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) akan dituntut untuk ikut berpartisipasi melakukan monitoring, evaluasi dan mendorong mutu pelayanan dan keselamatan pasien yang diberikan oleh provider pelayanan kesehatan.

Hal ini perlu dilakukan disamping untuk merubah persepsi masyarakat bahwa lembaga jaminan kesehatan tidak hanya peduli terhadap perhitungan dan pengumpulan premi serta pembayaran tagihan pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan serta dalam meningkatkan dan menjamin mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan yang diterima oleh para peserta jaminan tersebut.

BPJS harus terlibat aktif dalam membangun sistem pengukuran kinerja provider pelayanan kesehatan dan mengkaitkannya dengan sistem insetif. (hd)

 

{module [152]}

Indonesia Sulit Mencapai Tiga Target MDG 2015

JAKARTA, (Pikiran-rakyat.com)– Asisten Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk tujuan pembangunan milenium (MDG), Diah Saminarsih, kepada VOA mengatakan, ada tiga target tujuan pembangunan millennium yang sangat sulit dicapai pada tahun 2015, yaitu menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menurunkan penyebaran virus HIV-AIDS serta mengakses air bersih dan sanitasi dasar.

Continue reading