Jurnas.com – KASUS penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS) sudah mulai melanda Indonesia. Tiga pasien sudah terkena penyakit GBS. Dua pasien yang masih hidup kini masih terbaring di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Azka Arriziq (4 tahun 3 bulan) dan Shafa Azalia (4 tahun 7 bulan).
PLN Serahkan Bantuan CSR 1 Milyar Untuk Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa
Jakarta (pln.co.id) – Disela-sela acara nonton bareng film Kita VS Korupsi (K VS K) yang melibatkan pegawai PLN se-Jakarta, Bekasi dan Depok,
Jelang SJSN 2014, Kemenkes Siapkan Ribuan Fasilitas Kesehatan
Jakarta (Liputan6.com) : Dalam persiapan diberlakukannya Sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang jatuh pada 1 Januari 2014, berkat arahan dan dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah disiapkan fasilitas kesehatan yang kurang lebih merata agar dapat dijangkau dengan pasien yang memerlukannya.
Meningkat, Tren Pengobatan Herbal di Indonesia
Jakarta (Liputan6.com) – Tren pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati tanaman untuk pengobatan herbal secara alami berdasarkan praktik empiris di Indonesia semakin meningkat.
Presiden Bangga RSCM Jadi RS Pemerintah Pertama Peraih Akreditasi JCI
Jakarta (beritasatu.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bangga Rumah Sakit Umum Pusat Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil mengukir prestasi sebagai rumah sakit pemerintah pertama yang meraih akreditasi Joint Commission International (JCI).
Armiatin
Armiatin SE., MPH. Anak bungsu dari 4 bersaudara yang Lahir di Bontocini Kota Makassar Sulawesi Selatan pada tahun 1986, mulai menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-IEU Yogyakarta dengan minat Pemasaran apotik farmasi pada tahun 2004. Pada tahun 2007, kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata satu Minat Manajemen Apotik Farmasi di tempat yang sama. Tahun 2010 mengambil pendidikan S2 di Universitas Kedokteran Universitas Gajah Mada pada Minat Manajemen Rumah Sakit dan Januari 2012 menyandang gelar Magister Of Public Health (MPH). Selama menempuh perkuliahan pernah magang di beberapa rumah sakit pemerintah di Surakarta, Yogyakarta, dan Banda Aceh.
Dengan keahlian pemasaran dan manajemen yang dimiliki, tahun 2012 diminta untuk membantu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada pada proyek unit cost pada proses pengambilan data di Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda aceh. Mei 2012 mulai bergabung di Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKUGM dengan menangani Manual Rujukan di 11 Kabupaten NTT. Manual rujukan ini merupakan salah satu rangkaian Program Sister Hospital yang dilakukan oleh PKMK FK UGM dengan memfasilitasi dan melakukan pendampingan kepada 9 Rumah sakit (RS Mitra A) dan 11 RS mitra B. RS mitra A yaitu RSUP DR Sardjito Yogyakarta, RSUP DR Kariadi, RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUD Soetomo Surabaya, RSCM, RSAB, RSUP Sanglah Denpasar, RSU Panti Rapih Yogyakarta, RS Syaiful Anwar Malang dan 11 RS Mitra B yaitu RSUD Ende, RSUD Bajawa, RSUD Ruteng, RSUD TC Hillers, RSUD Waikabubak, RSUD Kefamenanu, RSUD Waingapu, RSUD Larantuka, RSUD Lembata, RSUD Atambua, RSUD Soe. Program Sister Hospital yang dilakukan ini sebagai upaya penurunan kematian ibu dan anak di NTT yang di dukung oleh Australia indonesia Partnership for maternal and Neonatal Health (AIPMNH). Dari hasil evaluasi menunjukkan lima dari 11 RSUD di NTT mengalami penurunan kematian maternal.
Selain menangani manual rujukan 11 Kab di NTT, juga menangani manual rujukan di 5 Kabupaten/Kota DIY. Dimana saat ini manual rujukan DIY telah memasuki tahap implementasi. Untuk mendukung kegiatan tersebut, saat ini juga membantu mengelola website Kesehatan ibu dan anak dan juga aktif pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proyek KIA hingga sekarang.
Rumah Sakit Malaysia Serius Garap Pasar Indonesia
Solo (Solopos.com) — Rumah sakit swasta yang ada di Malaysia sangat konsen dan serius garap pasar Indonesia. Dengan berbagai kelebihan, rumah sakit swasta itu menjanjikan pelayanan dan biaya lebih terjangkau dari pada berobat di rumah sakit yang ada di dalam negeri.
Mengukur Mutu Pelayanan Kesehatan Menggunakan Data Klaim Asuransi
Disarikan oleh: Eva Tirtabayu Hasri S.kep., MPH dan dr.Hanevi Djasri, MARS
Sistem Jaminan Sosial Nasional bertujuan untuk memeratakan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengukur mutu pelayanan kesehatan secara berkala bagi setiap jenis sarana pelayanan kesehatan (RS, klinik, laboratorium, apotik, dsb) antara lain dengan metode yang berbasis pada data klaim asuransi.
Beberapa pertimbangan yang mendasari penggunaan data klaim asuransi adalah efektifitas dan efisiensi, karena dengan memanfaatkan mekanisme dan data klaim asuransi yang telah ada sebelumnya maka dipastikan dapat menghemat watu dan energi karena tidak harus mencari indikator-indikator yang dapat dianalisis dalam kegiatan pengkajian dan pengukuran karena sudah tersedia dalam data klaim asuransi.
Data-data yang diperlukan untuk mengukur mutu pelayanan kesehatan sebenarnya sudah telah tersedia secara lengkap dalam data klaim asuransi. Data klaim asuransi merupakan data yang dikirim ke organisasi asuransi kesehatan oleh berbagai rumah sakit, klinik, dokter swasta, laboratorium swasta, apotek swasta, dan penyedia perawatan kesehatan lainnya untuk “klaim” penggantian untuk layanan, sehingga tingkat kualitas data (tingkat keakuratan dan validitas data) umumnya dinilai memadai untuk dijadikan bahan analisis. Hal ini yang menjadi salah satu lasan penguat lain mengapa data kalim asuransi menjadi pilihan.
Masalah utama pada pengukuran mutu pelayanan kesehatan berbasis data asuransi adalah memastikan bahwa data yang dikirimkan oleh pihak sarana layanan kesehatan adalah data yang persis sama, baik indikator, definisi operasional dan cara pengumpulan data. Banyak data yang terkait dengan mutu pelayanan kesehatan, maka Kementerian kesehatan setiap negara dan program asuransi kesehatan perlu menyeimbangkan manfaat dan biaya dari program pengukuran kualitas dan mempertimbangkan dengan seksama hal-hal yang dapat dilaksanakan.
Beberapa strategi untuk meningkatkan efektifitas pengukuran kualitas:
- Fokus pada penyakit tertentu atau topik kesehatan tertentu dengan dampak tinggi pada perawatan pasien di sebuah negara/daerah (misalnya: stroke, hipertensi).
- Fokus pada provinsi atau kota dengan mengembangkan fasilitas perawatan kesehatan yang lebih baik dan klaim system data yang lebih baik.
- Fokus pada pelayanan kesehatan yang dicover oleh asuransi kesehatan nasional melalui BPJS sehingga klaim data asuransi kesehatan akan tersedia.
- Menggolongkan jenis-jenis pengukuran kualitas yang berbeda dari waktu ke waktu.
- Merancang perencanaan jangka panjang dalam rangka penggolongan jenis-jenis pengukuran kualitas agar tersedia alokasi waktu yang cukup untuk kegiatan pengujian, implementasi dan umpan balik.
Pengukuran mutu pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan metode input, process dan out come.
- Pengkajian/penilaian kualitas berdasarkan struktur (inputs):
- Tenaga terapis dan perawat yg kualified
- Fasilitas Rumah Sakit yg berlisensi dan terakreditasi
- Health Center atau Klinik yg berlisensi dan bersertifikat
- Peralatan laboratorium dan radiology yang termaintenen/terawat dengan baik
- Pemanfaatan tekhnology informasi dalam membuat rekam medis dan melakukan pelayanan kesehatan
- Persediaan/stock obat yang memadai
- Pasokan kebutuhan medis yang memadai
- Pengkajian/penialan kualitas berbasis proses
- Prosedur yang digunakan untuk mendiagnosa pasien, meresepkan tes atau pengobatan, melakukan pengujian dan pengobatan harus sesuai dengan norma dan pedoman klinis yang berlaku.
- Masalah dalam proses pelayanan kesehatan berkisar pada persoalan intensitas dan kesalahan dalam perawatan
- Pengkajian/penilaian kualitas pelayanan berbasis hasil (outcome)
- Tujuan akhir untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas serta meningkatkan kualitas hidup dan kepuasan pasien
- Meningkatkan tingkat keselamatan pasien serta mengantisipasi potensi kerugian pasien yang kadang-kadang disebabkan oleh buruknya pelayanan kesehatan, seperti reaksi alergi terhadap obat-obatan dan infeksi yang didapat oleh pasien di rumah sakit.
Berikut ini adalah beberapa contoh penilaian kualitas pelayanan kesehatan yang mungkin/dapat dilakukan berbasis data klaim asuransi.
|
Referensi:
Trisolini, Michael.2013. Using Health Insurance Claims Data for Assessing Health Care Quality. RTI
{module [150]}
Menjadikan Indonesia Tuan Rumah Pengobatan Herbal
(Okezone.com) – Indonesia tak hanya terkenal sebagai negeri yang kaya akan sumber daya alamnya saja, tapi juga kaya potensi tanaman obat untuk penyembuhan berbagai penyakit.
Indonesia Kekurangan Dokter Forensik
Kompas.com – Jumlah kasus kejahatan cenderung terus meningkat. Modusnya juga semakin beragam. Menghadapi kondisi ini, keberadaan dokter forensik sangat penting. Dengan keahliannya, seorang dokter forensik dapat membantu membuka tabir di balik kematian seseorang.