Surabaya (Surabaya.detik.com) – Menteri Kesehatan (Menkes) dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH ungkap penyebaran atau distribusi dokter di Jawa Timur tidak merata. Menurutnya, kebanyakan dokter terkosentrasi di ibukota provinsi, Surabaya dan daerah sekitarnya. Sedangkan daerah kecil masih kekurangan dokter.
Aceh Kekurangan Dokter, 1 Orang Tangani 2.000 Pasien : Peneliti PECAPP
(Acehterkini.com) – Belanja Kesehatan Provinsi Aceh sejak tahun 2005 – 2012 terus mengalami peningkatan. Bahkan peneliti dari Public Expenditure Analysis and Capacity Strengthening Program (PECAPP) menemukan bahwa Aceh memiliki belanja perkapita kesehatan tertinggi ke empat di seluruh Indonesia. Namun yang masih menjadi perhatian adalah minimnya tenaga dokter di Aceh. Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertemakan “Sehatkah Dana Kita” di 3in1 cafe, Selasa (02/4/2013).
Menteri Kesehatan salut layanan Puskesmas Dupak
(Lensaindonesia.com) – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Dupak mendapat pujian dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nafsiah Mboi. Selama lebih kurang satu jam berkunjung ke puskesmas itu, Nafsiah berulang kali memberikan aplaus dan tanggapan positif saat mendengarkan paparan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Dupak Nurul Lailah.
BPK: Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Belum Efektif
Jakarta (Tribunnews.com) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan, pelayanan kesehatan di rumah sakit umumnya belum efektif. Kesimpulan itu diperoleh BPK dari hasil pemeriksaan kinerja pelayanan kesehatan, pada 66 rumah sakit di seluruh daerah.
Reportase Seminar Agenda Pembangunan Paska MDGs 2015
Catatan dari The 4th Meeting of High Level Panel
of Eminent Persons-Bali, 25 Maret 2013
PKMK FK UGM telah mengadakan Lunch Seminar dengan agenda catatan The 4th Meeting of High Level Panel of Eminent Person dalam pembangunan paska MDGs 20015 di Yogyakarta (2/4/2013). Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mensosialisasikan hasil dari acara yang diadakan di Bali 25 Maret 2013 yang lalu. Moderator dalam cara ini ialah dr. Tiara Marthias, MPH dengan pembicara dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D.
Dalam pemaparannya, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D menjelaskan bahwa tim dari Indonesia yang memberikan usulan MDGs dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto. Acara yang dihadiri oleh bisnis, parlemen, perwakilan wanita, mahasiswa dan akademisi ini membahas dua agenda yaitu pertama, mengidentifikasi tantangan masa depan yang diawali dengan presentasi mengenai populasi dunia, poverty, ecosystem & climate, energy & resource. Kedua membahas multilateral, global partnership, science & technology. Dari pembahasan yang disajikan tidak terlihat membahas mengenai kesehatan. Hal ini sesuai tujuannya tidak untuk sektoral melainkan berdasarkan pada topik yang dapat memberi daya ungkit ke banyak sektor.
Tidak hanya itu, dr. Yodi juga memaparkan mengenai the global conversation begins yaitu laporan hasil dari pendapat masing-masing negara. Dimana hasilnya adalah tidak menghapus MDGs karena masih bermanfaat dan relevan, masih bisa di adaptasi terhadap perkembangan terkini, dan perlu penambahan MDGs baru. Poin penting dari laporan tersebut bahwa kedepannya MDGs harus measurable, seimbang, komprehensif, universal (tidak hanya untuk negara berkembang namun juga untuk negara maju), dan harus banyak berkonsultasi dengan masyarakat global.
Hasil kesepakatan Meeting of High Level Panel of Eminent Persons menghasilkan bahwa salah satu konsep dasar yang menjadi pemikiran adalah MDGs akan mengarah ke SDG (Sustainable Development Goals). SDG mencakup economy, society, dan environment yang akan menjadi kerangka konsep yang akan digunakan dalam agenda paska 2015. Sehingga sektor kesehatan tidak akan terlihat secara jelas. Selain itu, dr. Yodi sedikit menjelaskan mengenai tiga kategori pemikiran yang terkait untuk agenda paska 2015 yaitu memaksimalkan usia harapan hidup yang sehat, universal health coverage, MDG like goals. Dalam MDG like goals terdapat banyak usulan yang salah satunya adalah target pembiayaan untuk kesehatan, mental health dan penelitian kesehatan.
Hal menarik yang juga dibahas oleh dr. Yodi adalah hasil dari acara yang dihadiri oleh Menteri kesehatan di Bostwana, Afrika Selatan yang mana di acara tersebut membahas mengenai MDGs, peran kesehatan dalam agenda paska 2015, prioritas kesehatan, frame agenda kesehatan paska 2015. Kesimpulan dari acara tersebut bahwa MDGs 4,5,6 harus tetap dipertahankan. Selain itu, mengakselerasi target yang belum tercapai, target yang tercapai dibuat lebih ambisius. Sehingga frame yang muncul adalah memaksimalkan tahapan kehidupan dari kandungan hingga usia lanjut, dua tujuan spesifik (MDGs 4,5,6 dan NDG). Demi mencapai hal tersebut diperlukan universal health coverage.
Di akhir acara, dr. Yodi mengajak seluruh masyarakat yang berkecimpung di dunia kesehatan untuk bisa mengikuti polling di www.myworld2015.org polling tersebut akan berakhir hingga tahun 2015. Tujuan dari polling tersebut adalah mengetahui topik yang paling penting untuk masuk di agenda paska 2015. Hasil sementara untuk tingkat dunia, sektor pendidikan menjadi hal paling penting untuk masuk di agenda paska 2015 yang dilanjutkan pada sektor kesehatan. Sedangkan untuk hasil sementara dari Indonesia, kesehatan menjadi peringkat ketiga yang mana peringkat pertama jatuh pada sektor pendidikan dilanjutkan sektor pemerintahan. Hasil pertemuan di Bali dapat diakses di www.balipost2015.org.
Materi dan arsip video presentasi dapat dilihat pada halalaman berikut
{jcomments on}
Indonesia Dan Pembangunan Pasca-MDGs 2015
(Beritasatu.com) – Pada tanggal 25-27 Maret lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin pertemuan keempat High Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development di Bali. High Level Panel of Eminent Persons on Post-2015 Development dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 1 Juli 2012 dengan tujuan untuk merumuskan agenda pembangunan dunia pasca millenium development goals (MDG’s) tahun 2015
Sumbar Raih Indonesia MDGs Award 2012
(Posmetropadang.com) – Sumbar mendapatkan penghargaan sebagai provinsi pelaksana Millennium Development Goals (MDGs) terbaik dalam ajang Indonesia MDGs Awards (IMA) yang diselenggarakan Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs (KUKPRI MDGs), Senin (25/3) lalu, di Bali. Penghargaan ini digelar sebagai forum tahunan untuk apresiasi bagi para pelaku pembangunan berwawasan MDGs terbaik dari seluruh nusantara.
Jawa Barat Butuhkan 16.000 Tenaga Bidan
Bandung (Pikiran-rakyat.com) – Tenaga bidan masih sangat dibutuhkan di wilayah yang belum terjangkau di Jawa Barat (Jabar). Kondisi ini harus menjadi sasaran pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kab/kota, dan sekolah kebidanan. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jabar Netty Prasetiyani saat ditemui usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kebidanan “Bidan Sejuta untuk Negeriku” di Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung.
9 Indikator Kesehatan Perlu Perhatian Serius Pemerintah
Surabaya (beritasatu.com) – Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengakui masih ada sembilan indikator pembangunan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih serius dari pemerintah. Karena itu, pemerintah daerah (pemda) diminta lebih berperan aktif lagi untuk mengkoordinir penyelenggaraan pembangunan kesehatan di daerah masing-masing.
Hanya Ada 1.938 Dokter Mata di Indonesia
Jakarta (Liputan6.com) : Indonesia hingga saat ini hanya memiliki 1.938 dokter spesialis mata, padahal diperkirakan jumlah penderita penyakit mata adalah sekitar 1,5 persen dari seluruh penduduk.