Menkes: Butuh Kemitraan untuk Bangun Kesehatan NTT

(Beritasatu.com) Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan perlunya kemitraan antara semua pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membebaskan masyarakat kepulauan dari ketertinggalan di bidang kesehatan.

“Sinergitas ini penting dilakukan seluruh pemangku kepentingan di daerah ini guna mengurangi tingkat keterbelakangan masyarakat NTT di bidang kesehatan,” katanya di Kupang, Rabu, di sela-sela melihat lokasi pembangunan Rumah Sakit Siloam Internasional yang segera dibangun di Kupang.

Continue reading

Arsip Kegiatan

Berikut adalah berbagai kegiatan penelitian dan konsultasi yang telah dilaksanakan oleh Divisi Mutu PMPK berdasarkan jenisnya.

Quality Management System

WHO Surgical Safety Checklist Breakthrough Initiative (2009), Funding PMPK FK-UGM

ISO 9001:2008 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (2009), Funding Dinkes Provinsi Kalimantan Timur

Total Integrated Hospital Quality Management System, RS Telogorejo, Semarang (2009). Funding: RS Telogorejo Semarang

Persahabatan Hospital Clinical Quality Change Management Program (2007-2008). Funding: Persahabatan Hospital

Supporting Human Resource Development & Health Service Reconstruction in WestAceh & Aceh Province (2006-2007). Funding: World Vision Australia – Royal Children’s Hospital Melbourne

Developing Quality Management System for Provincial Health Office, Community Health Centres and Quality Council (2007) in Jogjakarta. Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Clinical Governance Implementation for Saiful Anwar Teaching Hospital, Malang (2006), Funding: Saiful Anwar Hospital

Developing Quality Management System for Lung Clinic (2006) in Semarang, Central Java. Funding: Provincial Health Office

Design and implementation of Clinical Governance Tools for Public Hospital and Community Health Centres (2006). Funding: World Health Organization Jakarta office.

Setting up Clinical Pathway for Heart Centre at Cipto Mangunkusmo Teaching Hospital (2005-2006). Funding: Indonesian National Insurance Company

Implementation of Quality Assurance Community Health Centres in Jogjakarta (2005). Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Design and Implementation of Clinical Audit for Immanuel Private Teaching Hospital, Bandung (2004-2005), Funding: Immanuel Hospital, Bandung

Quality Strategic Planning Design for Cicendo Eye Hospital, Bandung (2004), Funding: Immanuel Hospital, Bandung

Implementation ISO 9000:2000 Quality Management System for 5 (five) Community Health Centers in Jogjakarta (2004-2005). Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Clinical Performance Development Management System/CPDMS Expansion Model for Maternal & Neonatal Infection Control Program in Hospital at Central JavaProvince (2004-2005). Funding: World Health Organization Jakarta office.

Quality Performance Measurement

Audit Medis RS Khusus Kanker Dharmais (2010). Funding: RSK Dharmais

Hospital TB Case Management Evaluation trough Clinical Audit (2007). Funding: DFID-World Health Organization

Hospital Management Assessment (Rapid Assessment Procedures/ RAP-HoME) in NTB and NTT provinces (2006). Funding: Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)

Setting up Minimum Service Standard for Cepu Hospital, Central Java Province, Funding: Cepu Hospital (2006)

Setting up Minimum Service Standard for: Yohanes Hospital, Kupang, NTT Province (2006), Funding: Yohanes Hospital, Tarakan Hospital, Budi Asih Hospital, Koja Hospital, Jakarta (2006), Funding: Tarakan Hospital, Budi Asih Hospital, Koja Hospital, Kariadi Teaching Hospital, Semarang, Central Java (2005), Funding: Kariadi Hospital, Zainal Abidin Hospital, Banda Aceh, NAD (2005), Funding: Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)

Healthcare Regulation

Design and Implementation for Healthcare Regulation Framework at East Kalimantan. Funding: HWS – Indonesian Ministry of Health – Word Bank Provincial Level (2005-2008)

Tarakan District Health Office, Overseas Benchmarking: Health Service Regulation in Singapore (November 2006). Funding: HWS – Indonesian Ministry of Health

East Kalimantan Provincial Health Office, Overseas Benchmarking: Health Regulation in Malaysia (May 2006). Funding: HWS – Indonesian Ministry of Health

Design and Implementation for Mother, Neonatal and Child Healthcare Regulation at Bali Provincial Level (2005-2006). Funding: -Decentralization Health Services Project, Indonesia Ministry of Health – Asian Development Bank

Design and Preparation for Implementation Health Services Regulation at Bali. Funding: -Decentralization Health Services Project, Indonesia Ministry of Health – Asian Development Bank Provincial and Riau Provincial Level (2004-2005)

Establishment of Indonesian Healthcare Quality Network/IHQN (2005). Funding: Centre for Health Service Management, Gadjah Mada University.

Zainal Abidin Hospital Aceh, Overseas Benchmarking: Public Hospital Management in Malaysia (July 2005). Funding: Zainal Abidin Hospital Banda Aceh Reconstructions Program – Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)

Establishment of Quality Council in the Province of Jogjakarta (2004-2005). Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Overseas Benchmarking: Healthcare Delivery System for Poor & High Risk Communities in Thailand (November 2003). Funding: Health Project V Ministry of Health Republic of Indonesia – World Bank

Kegiatan Saat Ini

Berikut adalah kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Divisi Manajemen Mutu PMPK FK-UGM. Beberapa detail kegiatan dapat diperoleh setelah mendapatkan ijin dari klien kami. Namun yang bersifat public domain dapat kami tampilkan.

  1. Pengembangan Sistem Akreditasi Pelayanan Persalinan, Provinsi Jawa Barat, Word-Bank
  2. Clinical Improvement Program, RSUP Persahabatan
  3. Program Sister Hospital untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA, Provinsi NTT, Aus-AID

Untuk kegiatan yang telah selesai kami lakukan dapat dilihat pada menu Laporan Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi

“Forum diskusi ini terbuka bagi siapa saja yang akan menyampaikan pemikiran, pertanyaan dan komentar tentang mutu pelayanan kesehatan. Terimakasih”

 

Konsultasi

Divisi Mutu PMPK menyediakan jasa untuk mendampingi penerapan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan sebagai Konsultan yang dapat dibedakan menjadi 3 jenis (sesuai konsep Donald Berwick), yaitu konsultasi yang terkait dengan:

  1. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level front-line melalui mekanisme: Manajemen Mutu Pelayanan Klinik/ Clinical Care Management (konteks mikro)
    1. Konsultan Penerapan customer value management
    2. Konsultan Penerapan clinical risk management
    3. Konsultan Penerapan clinical performance management
    4. Konsultan Profesional development and management
  2. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level organisasi melalui mekanisme: Manajemen mutu organisasi kesehatan(konteks organisasi)
    1. Konsultan Penyusunan rencana mutu (quality strategic planning)
    2. Konsultan Pengembangan quality leadership
    3. Konsultan Pengelolan sumber daya mutu
    4. Konsultan Manajemen operasional (klinik dan non-klinik)
    5. Konsultan Pengukuran, evaluasi dan peningkatan
    6. Konsultan Persiapan sertifikasi mutu
  3. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level wilayah melalui mekanisme: Regulasi eksternal pelayanan kesehatan(konteks lingkungan) :
    1. Konsultan Penguatan Dinas Kesehatan sebagai regulator utama
    2. Konsultan Penguatan Organisasi Profesi sebagai regulator
    3. Konsultan Penguatan Asuransi/Perusahaan sebagai regulator
    4. Konsultan Penguatan LSM Bidang Kesehatan sebagai regulator

























Modul

Divisi Mutu PMPK telah mengembangkan berbagai Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang dapat dibedakan menjadi 4 jenis pelatihan (sesuai konsep Donald Berwick), yaitu:

  1. Pelatihan Manajemen Pengelolaan Pasien / Customer Value Management
    1. Meningkatkan Customer Value (care experience) : Pelatihan Identifikasi persyaratan pasien, Pelatihan Pengkuran kepuasan pasien, Pelatihan Peningkatkan peran serta pasien dalam clinical care
  2. Pelatihan Manajemen Mutu Pelayanan Klinik / Clinical Care Quality Management
    1. Penerapan clinical risk management: Pelatihan Root Cause Analysis (RCA) , dan Pelatihan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
    2. Penerapan clinical performance management : Pelatihan Clinical performance, Pelatihan Audit Medis/Klinis, Pelatihan Clinical pathways, Pelatihan Case Manager
    3. Profesional development and management : Pelatihan Pengembangan proses kredensial, Pelatihan Pemantauan kinerja individu klinisi, Pelatihan Penyusunan rencana pelatihan
    4. Studi Banding Clinical Care Management
  3. Pelatihan Manajemen Mutu Organisasi Sarana Kesehatan / Organizational Quality Management
    1. Membangun Quality Leadership : Pelatihan Membangun Budaya Mutu, Pelatihan Meningkatkan Komitemen Mutu, Pelatihan Memberdayakan Komite Medik/Klinik
    2. Pengelolaan Sumber Daya Mutu : Pelatihan Pengembangan sistem Professional development, Pelatihan Pengembangan sistem data klinik
    3. Penyusunan Rencana Mutu : Pelatihan Pemilihan dan Implementasi Clinical Practice Guidelines
    4. Pengukuran, Evaluasi dan Peningkatan Mutu : Pelatihan Integrated risk management, Pelatihan Penyusunan mekanisme untuk memonitor Outcome of Care, Pelatihan Pengembangan sistem untuk mengatasi Poor Performance, Pelatihan Pengembangan sistem untuk menangani komplain, Pelatihan Pengukuran dan perbaikan Indikator Kinerja (antara lain: Pelatihan Pengukuran SPM RS , Pelatihan Penggunaan Hospital Performance Improvement Tools, Pelatihan Penerapan Clinical Governance
    5. Persiapan sertifikasi : Pelatihan dasar-dasar ISO 9000:2008, Akreditasi (ACHS, JCI) Malcom Baldrige
    6. Studi Banding Healthcare Quality Management System (Rumah-sakit atau Primarycare)
  4. Pelatihan Regulator Pelayanan Kesehatan:
    1. Penguatan Dinas Kesehatan Sebagai Regulator Utama : Pelatihan Pengembangan lembaga independen sebagai partner kerja Dinkes, Pelatihan Implementasi sistem manajemen mutu untuk organsiasi Dinkes, Pelatihan Penyusunan kerangka kerja mutu dan regulasi (Quality and Regulation Framework) yang terintegrasi dengan Sistem Kesehatan Daerah (SKD), Pelatihan Pengembangan Standar Pelayanan Minimal, Pelatihan Pengembangan Standar Perijinan, Pelatihan Pengembangan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan
    2. Penguatan Organisasi Profesi Sebagai Regulator : Pelatihan surveyor standar organisasi profesi
    3. Penguatan Asuransi/Perusahaan Sebagai Regulator : Pelatihan Implementasi sistem manejemen mutu di organisasi asuransi kesehatan, Pelatihan Utilitation review, Pelatihan Pengukuran mutu dan biaya pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta asuransi
    4. Penguatan LSM Sebagai Regulator : Pelatihan Customer Value untuk LSM ataupun Media Masa, Pelatihan Pengembangan Customer Value Frame Work
    5. Studi Banding Regulasi Pelayanan Kesehatan

























Penelitian

Divisi Mutu PMPK menyediakan jasa untuk mengukur, menganalisa dan merekomendasikan pengembangan/perbaikan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam bentuk berbagai penelitian. Penelitian tersebut dapat dibedakan menajadi 3 level (sesuai konsep Donald Berwick), yaitu penelitian yang terkait dengan:

  1. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level front-line melalui mekanisme: Manajemen Mutu Pelayanan Klinik / Clinical Care Management (konteks mikro)
  2. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level organisasi melalui mekanisme: Manajemen mutu organisasi kesehatan (konteks organisasi)
  3. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level wilayah melalui mekanisme: Regulasi eksternal pelayanan kesehatan (konteks lingkungan)

Inisiatif untuk melakukan penelitian dapat berasal dari Divisi Mutu PMPK atau dari pihak kedua (seperti Depkes, Dinkes, Pemda, Universitas, Fakultas, Perusahaan, dan sebagainya) atau dari pihak ketiga (seperti WHO, Unicef, lembaga donatur, dan sebagainya). Contoh penelitan dapat dilihat pada Arsip Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20 mmr

asdasdasdasdasd asdasd asdasdasdasd

Mengukur Manfaat Program Akreditasi Melalui Peningkatan Kinerja RS

Hanevi Djasri, Melbourne, Sept 2012. Indonesia telah memiliki Sistem Informasi RS (SIRS) Online yang berisi pelaporan rutin (RL1 sd RL5) dan juga memiliki 94 indikator dalam SPM-RS (gambar 9). Disisi lain saat ini KARS juga telah memiliki standar akreditasi yang mempersyaratkan RS untuk mengumpulkan dan membandingkan data kinerja dengan RS lain yang terdiri dari 11 indikator klinis, 9 indikator manajemen dan 6 indikator keselamtan pasien. Namun demikian saat ini belum ada mekanisme untuk mengumpulkan, menganalisa dan memberikan feedback kepada sarana pelayanan kesehatan.

Readmore