Health Affairs’ April Issue: The Cost And Quality Of Cancer Care

health affairsThe April issue of Health Affairs contains a cluster of papers focusing on the cost and quality of cancer care. Other subjects covered in the issue: health care payment reform; the diminished number of uninsured young adults; and regulatory approval of new drugs by the FDA.

Publication of the cancer studies in the April issue was supported by Precision Health Economics and the Celgene Corporation.

Does increased spending on breast cancer treatment result in improved outcomes?

Continue reading

Kini, warga DKI bisa dapatkan pelayanan sekelas RS di 15 puskesmas

infuseMerdeka.com – Sebanyak 15 rumah sakit tipe D di Jakarta akan diresmikan besok. Rumah sakit ini mulanya puskesmas kemudian ditambah sejumlah sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu dan kualitasnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Haryanto mengatakan, rumah sakit ini mendapatkan penambahan kamar inap dan dokter spesialis.

Continue reading

Hari Kesehatan Dunia, Ini Harapan Menkes Nila

kes nasionalMakanan aman dan tubuh yang sehat pastinya dambaan setiap orang. Proses pembuatan bahan baku pangan hingga sampai di tangan masyarakat merupakan tanggung jawab banyak pihak. Hal ini tak lain untuk menyehatkan dan menyelamatkan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek.

Continue reading

Reportase Workshop Penyususunan Clinical Pathway

7aprBadan Mutu DI Yogyakarta bekerjasama dengan Indonesia Healthcare Quality Network (IHQN) dan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM menyelenggarakan workshop Penyususnan Clinical Pathway dan Perhitungan Cost of care. Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 23 – 24 Maret 2015 di Hotel Santika Yogyakarta, dengan agenda kegiatan hari pertama adalah Penyususnan Clinical Pathway dan hari ke 2 pelatihan perhitungan cost of care. Pembicara dalam acara ini adalah dr. Hanevi Djasri, MARS dan drg. Puti Aulia Rahma, MPH.

Peserta pelatihan ini terdiri dari klinisi, staf keuangan rumah sakit di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah serta mahasiswa dari Magister Manajemen Rumah sakit – IKM FK UGM. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali peserta agar mampu menyusun clinical pathway dan melakukan perhitungan cost of care dan dapat mengimplementasikan tahapan penyusunan clinical pathway di rumah sakit masing-masing. Clinical pathway adalah salah satu tools untuk mengendalikan mutu dan biaya sehingga dapat meningkatkan outcome klinik. Standar akreditasi rumah sakit pun menentukan setiap rumah sakit minimal memiliki 5 clinical pathway dalam setahun. Cost of care yang dihitung berdasarkan clinical pathway akan membantu rumah sakit menetapkan tarif layanan yang sesuai mutu.

Continue reading

Latar Belakang

Pengalaman Propinsi DKI dengan Program Kartu Jakarta Sehat (KJS) menunjukkan pentingnya memperbaiki sistem dan pelaksanaan rujukan pelayanan primer dari Puskesmas ke rumah sakit. Penumpukan pasien KJS yang minta diobati di rumah sakit (RS) telah dinilai oleh Pemda DKI sebagai sesuatu yang perlu segera dibenahi. Penumpukan pasien di RS ini tentunya tidak perlu terjadi apabila sistem rujukan kesehatan berjenjang berjalan dengan baik. RS seyogyanya hanya untuk melayani penyakit rujukan dengan tenaga dokter spesialis. Sedangkan pasien dengan penyakit ringan cukup diobati di sarana kesehatan primer, seperti puskesmas.

Masalah tersebut tidak saja terjadi di DKI Jakarta, namun juga terjadi dibanyak (atau bahkan disemua) wilayah di Indonesia termasuk di Kota Timika. Dengan dilaksanakannya Jaminan Kesehatan Nasional pada 1 Januari 2014 maka seharusnya pengalaman penerapan KJS tersebut diatas harus menjadi pendorong untuk membangun sistem rujukan yang efektif, sebuah sistem yang mempunyai implikasi penting dari aspek mutu pelayanan dan efektivitas pembiayaannya.

Secara umum, masalah rujukan ini merupakan masalah global. Berbagai penelitian lain tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa rujukan dari layanan primer ke rumah sakit terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selain itu, juga ditekankan bahwa belum ada suatu sistem di pelayanan primer untuk mencermati detil proses, kesesuaian dan jumlah rujukan dibandingkan dengan sistem lainnya di pelayanan primer seperti halnya pengobatan (Evans et al., 2011)

Ketrampilan dan pengetahuan pemberi layanan primer di Indonesia ini juga perlu ditingkatkan, mengingat bahwa hasil-hasil studi sebelumnya mengenai rendahnya kemampuan dokter umum dan mutu pelayanan kesehatan di tingkat primer (misalnya Gan et al, 2004). Beberapa hal yang perlu ditingkatkan tersebut adalah: (1) Kemampuan Dokter Pelayanan Primer seperti yang tertuang dalam Standar Kompetensi PDKI; (2) Fenomena Rumah Sakit ibarat Puskesmas Raksasa oleh karena rujukan yang berlebih; serta (3) Pelaksanaan Usaha Kesehatan Personal (UKP) yang belum optimal di pusat-pusat pelayanan primer sehingga pembiayaan kesehatan menjadi relatif mahal karena pelayanan kesehatan masih mengandalkan pada pengobatan (kuratif, bukan preventif).

Berlakunya Sistem Jaminan Kesehatan per 1 Januari 2014 akan membuat dokter yang memberikan layanan primer (termasuk dokter yang bekerja di Puskesmas) akan bertugas sebagai “gatekeeper“, dimana dari sisi layanan tingkat lanjut (rumah sakit) juga akan memberikan manfaat berupa: Meningkatkan efisiensi layanan kesehatan; Meningkatkan mutu layanan kesehatan; Memperbaiki akses layanan kesehatan di tingkat lanjut.

Gatekeeper dapat terlaksana secara efektif apabila memiliki sistem rujukan yang baik, yaitu yang terdiri dari komponen sistem rujukan berupa: Manual rujukan (rencana detail kegiatan rujukan); Sistem monitoring dan evaluasi (melalui audit); dan Dokter pemberi layanan primer yang kompeten dan berkualitas.

 

 

What China Can Teach The World About Successful Health Care

barefootOver the past six decades, China has been experimenting with radically different forms of health care systems.
As the country struggles to figure out the best way to get health care to 1.3 billion people, the rest of the world can learn from its past successes and failures, researchers wrote Wednesday in The New England Journal of Medicine.

Continue reading