Edukasi untuk Membangun Budaya Anti Fraud di Rumah Sakit

23mar-1

RSUD Sidoarjo menyelenggarakan Seminar Pengetahuan Dasar Pencegahan dan Pengendalian Fraud Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Kamis, 12 Maret 2015 lalu. Acara yang bertempat di ruang Hipocrates ini bertujuan memberi wawasan kepada seluruh staf RSUD Sidoarjo dan beberapa peserta dari rumah sakit sekitar serta verifikator dan kepala cabang BPJS di wilayah sekitar mengenai fraud layanan kesehatan. drg. Syaf Satriawarman, Sp. Pros. selaku Wadir Perencanaan dan Pendidikan RSUD Sidoarjo berharap setelah paham mengenai fraud layanan kesehatan, peserta dapat berpartisipasi membangun budaya anti fraud di rumah sakit. Narasumber dalam seminar ini adalah Prof. dr. Laksono Trisnantoro, Ph.D; dr. Hanevi Djasri , MARS; dan drg. Puti Aulia Rahma, MPH dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM. Seminar setengah hari ini berjalan hangat dan diikuti dengan antusiasme peserta saat sesi diskusi.

Continue reading

Clinical Pathway 4 RSUD Sister Hospital

23mar

ENDE- Kegiatan yang didanai oleh AIPMNH (Australia Indonesia Partnership for Maternal & Neonatal Health) bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK FK UGM) dilaksanakan dengan mengundang tim RSUD dari wilayah sister hospital. Pada kegiatan ini 4 dari 9 wilayah Sister Hospital hadir dalam pelatihan clinical pathway yang dilaksanakan di Ende pada tanggal 3-5 Maret 2015.Tidak semua wilayah sister hospital diundang dalam kegiatan pelatihan di Ende karena kegiatan akan dibagi menjadi 2 Gelombang. Yakni Gelombang I dilaksanakan di Ende dengan mengundang peserta dari RSUD Ende, RSUD Bajawa, RSUD Eka Patah-Waikabubak dan RSUD Kefa menanu.Gelombang kedua akan dilaksanakan di Kupang dengan mengundang RSUD Soe, RSUD Ruteng, RSUD Waingapu, RSUD Larantuka dan RSUD Lembata pada tanggal 7-9 April mendatang. Masing-masing RSUD terdiri dari 5 orang kecuali Tim RSUD Ende yang terdiri dari 9 orang peserta. Semua peserta yang hadirdalam pelatihan sudah mempersiapkan topik yang akan dibahas,dilengkapi dengan membawa serta SPM/SAK dan Rekam Medis serta komposisi tim yang komplit yakni terdiri dari Dokter, Perawat dan Bagian Rekam Medis.

Continue reading

Pelatihan Standar Akreditasi Puskesmas Kota Balikpapan

Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas. Dengan akreditasi, puskesmas akan memiliki arah dalam perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko untuk dilaksanakan secara berkesinambungan. Tentunya, status akreditasi bukan merupakan tujuan utama, melainkan satu bentuk penghargaan atas pencapaian organisasi puskesmas terhadap mutu pelayanannya.

Dinas kesehatan Kota Balikpapan sebagai induk dari puskesmas di wilayahnya, berupaya untuk mengikuti roadmap Kementerian Kesehatan RI dalam mengembangkan mutu pelayanan puskesmas. Langkah awal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan adalah dengan memfasilitasi pelatihan standar akreditasi puskesmas bagi 10 puskesmas kota Balikpapan. Fasilitasi kegiatan pelatihan dilakukan dengan bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (PKMK) FK UGM.

Continue reading

Perlu Standar Pelayanan Medis Nasiona

mutuJAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perlu segera menetapkan standar pelayanan medis nasional untuk menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, termasuk bagi golongan yang kurang mampu. 

Continue reading

Pengembangan Sistem Pengingat dan Pendukung Pengambilan Keputusan Klinis Dalam Pelayanan TB dan TB/MDR di Rumah Sakit

Kerangka Acuan Workshop

Pengembangan Sistem Pengingat dan Pendukung Pengambilan Keputusan Klinis
Dalam Pelayanan TB dan TB/MDR di Rumah Sakit

Sebagai bagian dari kegiatan Sustainable Hospital Delivery Managing System
for TB and MDR-TB Care (HDMS TB/MDR-TB) Phase 2

Kerjasama antara:
PKMK FK UGM Dengan
RSUP Dr. Sardjito, RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Bethesda Yogyakarta

  Pendahuluan

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bekerja sama dengan Otsuka SA Switzerland dan 3 rumah sakit di Indonesia (RS. Bethesda Yogyakarta, RS Islam Jakarta, dan RSUP Dr. Sardjito), sedang melaksanakan program intervensi perbaikan kualitas dan efisiensi tatalaksana kasus TB/MDR-TB di rumah sakit. Upaya intervensi tersebut dikenal sebagai Sustainable Hospital Delivery Managing System (HDMS) for TB and TB/MDR TB project. Salah satu aktifitas dalam upaya peningkatan mutu pelayanan adalah dengan melakukan evaluasi sistem remainder dan sistem pendukung keputusan klinis dalam peningkatan pelayanan TB di rumah sakit. Aktifitas ini akan berupaya mengembangkan sistem pengingat (remainder) bagi klinisi untuk membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam perencanaan pengobatan dan kepatuhan dokter dalam menjalankan pedoman klinis TB.

Sistem Pengingat klinis adalah suatu sistem yang dibuat untuk membantu dokter, perawat atau pengasuh (keluarga) dalam memberikan memberikan perawatan yang berkualitas tinggi kepada pasien dan membantu memastikan bahwa intervensi klinis yang diberikan tepat waktu. Sistem ini dibuat dengan berbasis komputer yang besisi peraturan perawatan klinik primer, penggunaan obat, protokol perawatan preventif penyakit kronis dan sistem teknologi informasi untuk memungkinkan dokter lebih mudah memantau pengobatan pasien.

Sistem pengingat klinis ini menggabungkan komponen pengetahuan teknologi informasi yang inovatif dengan desain pengingat untuk dokter atau pasien. Kedua, database dan desain dari sistem pengingat klinis ini dapat memperluas kategori pencegahan perawatan penyakit kronis dengan mudah. Ketiga, pengguna sistem pengingat medis bisa tatap muka dengan sistem web yang memungkinkan dokter, staff klinik, administrator sistem untuk berinteraksi dengan sistem pengingat medis ini secata intuitif dan produktif dimanapun mereka berada. Sehingga pada akhirnya sistem pengingat medis ini bisa dibuat kedalam perangkat yang lebih praktis yang bisa lebih fleksibel dibawa.

Evaluasi dari sistem pengingat klinis ini dimulai dari kemudahan penggunaan, peningkatan produktivitas klinik, peningkatan kinerja dokter, evaluasi yang berdampak pada biaya administrasi dan peningkatan keberhasilan pengobatan pasien.

  Tujuan kegiatan

  1. Mengevaluasi sistem reminder rumah sakit dan untuk pengembangan sistem reminder bagi pasien yang lebih baik.
  2. Mengevaluasi sistem pendukung keputusan klinis di rumah sakit saat ini dan untuk mengembangkan sistem yang lebih baik untuk dokter.

Narasumber kegiatan

  1. Prof. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD (AU)
  2. Dr. Ari Prombandari, MPH, PhD (AP)
  3. Dr. Hanevi Djasri, MARS (HD)
  4. Dr. Nandyan Wilasoto (NW)
  5. DR. Dr. Pinzon Rinaldy, SpS, MKes (PR)


  Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu     : Kamis Jumat, 12-13 Maret 2015
Tempat    : Hotel 101 Yogyakarta


  Jadwal Pelaksanaan

Kamis, 12 Maret 2015

09.00 – 09.15

Regristrasi undangan

 

09.15 – 09.30

Pembukaan dan sambutan

AU

09.30 – 10.00

Maksud dan Tujuan workshop

AP

10.00 – 10.15

Coffee break

PKMK

10.15 – 11.00

Konsep dan Penerapan “clinical reminder system”

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdMGRGLW0zWDQteFk/view?usp=sharing” icon=”info-sign”]Materi[/button]

HD

11.00 – 12.00

Pengalaman RS Bethesda dalam penerapan “clinical reminder system”

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdVDRxSWZzTUJsZTg/view?usp=sharing” icon=”info-sign”]Materi[/button]

PR

12.00 – 13.00

Lunch break

 

13.00 – 14.00

Diskusi Pembahasan Penerapan Clinical Pathways TB di 3 RS: Progress, Hambatan dan Usulan Perbaikan

PKMK

 

Jumat, 13 Maret 2015

09.00 – 10:00

Diskusi Bentuk-Bentuk “clinical reminder system” yang akan diterapkan

PKMK

10.00 – 10.15

Coffee break

 

10.15 – 12.00

Diskusi Bentuk-Bentuk “clinical reminder system” yang akan diterapkan

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2Vdqcdanh1UWYydEtlVTg/view?usp=sharing” icon=”info-sign”]RSI Jakarta Cempaka Putih[/button]

 

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2Vdqcdcm50V3c1QkNTMk0/view?usp=sharing” icon=”info-sign”]RS Bethesda[/button]

PKMK

12.00 – 13.00

Lunch break

 

13.00 – 14.00

Penyusunan POA dan Penutup

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdT3h0RDhQbUlUa2c/view?usp=sharing” icon=”info-sign”]Individual Key Performance Indicators[/button]

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://docs.google.com/presentation/d/1b7Au2cHdXXqlrdjFrRRjerQLHgWONrBUB9hZPU_PAwY/edit?usp=sharing” icon=”info-sign”]POA[/button]

HD

Peserta

  • Direktur Medik dan Keperawatan (1 orang)
  • Manajer/Penanggung Jawab Mutu RS (1 orang)
  • Dokter spesialis yang menangani kasus TB (2 orang)
  • Perawat yang menangani kasus TB (2 orang)

Output

Workshop ini diharapkan menghasilkan usulan detail Sistem Pengingat dan Pendukung Pengambilan Keputusan Klinis Dalam Pelayanan TB dan TB/MDR di Rumah Sakit

[button type=”success” icon=”check” target=”_self” link=”http://www.mutupelayanankesehatan.net/index.php/component/content/article/1835″] Laporan Hasil Kegiatan [/button]

 [button type=”success” icon=”check” target=”_self” link=”http://www.mutupelayanankesehatan.net/index.php/component/content/article/1895″] Laporan Hasil Kegiatan [/button]

 

81% Peserta BPJS Nilai Perlu Adanya Perbaikan

bpjsSekira 81 persen peserta pelayanan menilai Badan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) masih harus terus melakukan perbaikan. Perbaikan yang dimaksud tersebar dalam beberapa komponen di antaranya ketidakpuasan pelayanan.

Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi menjelaskan, menyikapi hal tersebut pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan evaluasi.

Continue reading