Agenda Forum Mutu IHQN

Hari 1, Selasa, 19 November 2013, Hotel Alila

Jam

Hari I

08:00-08:30

Registrasi

08:30-09:00

Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

Sambutan Ketua IHQN – dr. Hanevi Djasri, MARS

 

Sambutan Ketua Panitia – Bachdarisma Nellawati Nur

 

09:00-10:00

Keynote I: Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Peraturan BPJS

  dr. Mohammad Edison, MM, AAK

(Direktur Utama PT. Askes Persero)

 

10:00-11:00

Keynote II: Quality Assurance dalam Managed Care

  Dr. drg. Julita Hendrartini, MKes, AAK

(Direktur Umum, SDM, Akademik & Riset Rumah Sakit Akademik UGM)

 

11:00-12:00

Keynote III: Innovation in The Integrated Medicine in The Era of Managed Care

  Thomas Behrenbeck, MD, PhD

(Cardiologist, Mayo Clinic, USA)

 

12:15-13:00

Lunch break

 

Sesi Pararel A:
Mutu Pelayanan di Sarana Pelayanan Kesehatan

Moderator : Bachdarisma Nellawati Nur

Sesi Pararel B:
Penelitan Mutu dan Keselamatan Pasien

Moderator : Bachdarisma Nellawati Nur

13:00-14:00

Sesi A1: Membangun Kapasitas dan Kapabilitas untuk Meningkatkan  Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Eka Hospital dalam memenuhi standar QPS-JCI.

  dr. Hermanto Nurya, MM

(Direktur Eka Hospital BSD)

video play

Sesi B1: Publikasi Peningkatan Mutu di Forum Mutu Internasional (ISQUA dan BMJ) Tahun 2014: Teknik dan Manfaat

  dr. Hanevi Djasri, MARS

(PKMK FK-UGM)

14:00-15:00

Sesi A2: Rumah Sakit sebagai “Highly Reliabel Organisation”: Contoh dari Pelayanan di ICU.

  dr. Rudyanto Soedono, SpAn(K)

KIC (RSCM)

Sesi B2: Menyusun Policy Brief: Meningkatkan Ketertarikan Pemerintah (dan Pemerintah Daerah) dalam  Mutu Pelayanan Kesehatan

  dr. Ari Probandari, MSc, PhD

(FK-UNS)

15:00-16:00

Sesi A3: Standar Akreditasi Puskesmas 

  dr. HR. Dedi Kuswenda, M.Kes

(Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar, Kementrian Kesehatan RI)

Sesi B3: Penelitian Berkelanjutan di Rumah Sakit sebagai Metode Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

  dr. Tri Sasi Lestari, M.Med.Sc

(MMR FK-UGM)

16:00-16:30

Penutup dan Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara


Hari 2, Rabu, 20 November 2013, Hotel Alila

Jam

Hari II

08:30-09:00

Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

Sesi Pararel A

Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Skema Jaminan/Asuransi Kesehatan

Sesi Pararel B

Perkembangan Terkini di Dunia Internasional

09:00-10:00

Sesi A4: Health Information Management as a Quality Improvement Tool in Managed Care (in USA)

  Mrs. Julia Behrenbeck

(Mayo Clinic, USA)

Sesi B4: Quality and Safety in Medicine

  Thomas Behrenbeck, MD

(Mayo Clinic, USA)

10:00-11:00

Sesi A5: Evaluasi Dampak Perubahan Sistem Pembiayaan Fee For Service Menjadi Managed Care terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman PT Semen Gresik

  dr. Nunang Yuliawan

(RS Semen Gresik)

Sesi B5: Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan oleh BPJS

  dr. Togar Siallagan, MM, AAAK

(Kepala Grup Divisi Penelitian dan Pengembangan PT ASKES)

11:00-12:00

Sesi A6: Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Program Kartu Jakarta Sehat (Dinkes DKI Jakarta)

dr. Dien Emmawati, MKes (Kepala DinKes DKI Jakarta)

Sesi B6: Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Managed Care (Pengalaman Dunia Internasional dan BPJS)

  dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH

(PKMK FK-UGM)

12:00-13:00

Lunch break

13:00-14:00

Keynote IV: Inovasi PERSI dalam Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan di RS dalam Skema Jaminan Kesehatan Nasional

  dr. Daniel Budi Wibowo, MKes

14:00-15:00

Keynote V: Inovasi Asosiasi Dinas Kesehatan dalam Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan Primer (Puskesmas dalam Skema Jaminan Kesehatan Nasional

  dr. Krishnajaya, MSc (Ketua Adinkes)

15:00-16:00

Keynote VI: Hasil Forum Mutu 2013 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2014

dr. Hanevi Djasri, MARS (Ketua IHQN)

 

 

 

 

 

 

Forum Mutu ke-IX

Bekerjasama dengan Eka Hospital Group Menyelenggarakan

Forum Mutu ke-9: Meningkatkan Daya Saing Layanan Kesehatan Berbasis Managed Care: Melalui Penerapan Standar Mutu Internasional dan Evaluasi Mutu

Jakarta, Indonesia, 19-21 November 2013

  Pendahuluan

Jaminan Sosial Nasional Bidang Kesehatan (Jaminan Kesehatan Nasional) di Indonesia pada 1 Januari 2014 akan mulai mencakup seluruh rakyat Indonesia. Semua penduduk akan wajib ikut dan wajib bayar iuran, sedang yang tidak mampu iurannya dibayar Pemerintah. Kebijakan ini akan memuluskan jalan Indonesia menuju jaminan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC).

Target UHC adalah menjamin akses dan mutu pelayanan kesehatan. Hal ini tidaklah mudah, untuk menjamin akses sudah mulai jelas kebijakan tentang seberapa luas cakupan peserta dan seberapa dalam manfaat pelayanan kesehatan yang akan dijamin serta seberapa besar iuran biaya jaminan yang harus dikeluarkan oleh masyarakat/pemerintah. Namun tidak demikian dengan kebijakan tentang menjamin mutu.

Beberapa negara menunjukan bahwa mereka menunggu hampir 10 tahun untuk mulai membangun sistem kendali mutu pelayanan kesehatan setelah sistem kendali biaya sistem jaminan kesehatan mereka berjalan, namun tentunya saat ini Indonesia dapat belajar banyak dari pengalaman mereka dan tidak perlu menunggu lama untuk membangun konsep pengukuran kualitas sarana pelayanan kesehatan dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

  Tujuan

Forum Mutu IHQN 2013 diadakan untuk memfasilitasi pembahasan konsep dan pengalaman upaya-upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Indonesia. Terdiri dari 4 bentuk kegiatan: Seminar, Pameran Poster, Workshop, dan Studi Banding

 

  Peserta

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (PT Askes, PT Jamsostek, Jamkesda, BPJS), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan

  Agenda Kegiatan

Tanggal

Kegiatan

Tema

Lokasi

 

19-20 November 2013

 

Forum Mutu IHQN ke 9

Meningkatkan Daya Saing Layanan Kesehatan berbasis Managed Care (Melalui Penerapan Standar Internasional dan Evaluasi Mutu)

Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta

 

21 November 2013

 

Post-Forum Mutu IHQN

 

Pilihan: 

  1. Workshop Audit Internal Akreditasi Internasional untuk Rumah Sakit
  2. Benchmark Eka Hospital BSD

 

Eka Hospital BSD


  Biaya 

Kegiatan

Biaya

Keterangan

Forum Mutu IHQN

(19-20 November 2013)

Rp. 2.500.000,-

  • Diskoun 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih
  • Diskoun 10% untuk member IHQN

Workshop: Audit Internal Akreditasi Internasional untuk Rumah Sakit

Rp. 1.500.000,-

  • Diskoun 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih

Forum Mutu + Workshop 

Rp 3.250.000

 

Forum Mutu + Workshop + Akomodasi

 

Hubungi :
Ariescha (Eka Hospital)

Telp : (021) 256 555 55 ext 14022
Email : ariescha_harjon@ekahospital

Benchmark: Eka Hospital BSD

Gratis

Hanya untuk peserta Forum Mutu (19-20 November 2013)

Biaya Pendaftaran dapat ditransfer melalui Bank BCA KCP BSD No. Rekening 497-074-1009 Atas Nama PT. Pelita Reliance International Hospital. Bukti pembayaran dikirimkan ke symposium@ekahospital.com

 

  Call for Paper

Secara luas peserta dapat mengirimkan hasil laporan penelitian, studi kasus dan atau kajian (review) terkait mutu pelayanan kesehatan sesuai Tema Forum Mutu ke IX dalam bentuk Naskah Abstrak Terbatas. Batas pengiriman Naskah Abstrak Terbatas tanggal 30 Oktober 2013

Naskah Abstrak Terbatas akan diseleksi oleh Komisi Ilmiah. Penulis akan mendapatkan pemberitahuan hasil seleksi yang diputuskan Komisi Ilmiah melalui surat elektronik (Email) pada tanggal 6 November 2013. Jenis presentasi melalui poster.

Naskah Terbatas yang dikirimkan harus memenuhi format dan struktur penulisan berikut:

  1. Abstrak dapat berupa Hasil Penelitian atau Hasil Analisa Mutu Pelayanan Kesehatan.
  2. Format Penulisan
    1. Menggunakan  Bahasa Indonesia
    2. Menggunakan Tipe Huruf Calibri
    3. Menggunakan Ukuran Huruf 12pt
    4. Menggunakan Format Paragraf 1,5 spasi
  3. Struktur Penulisan Abstrak
    1. Judul, Nama Lengkap Penulis dan Afiliasi, dan Alamat Email Penulis.
    2. Mengandung Unsur: pendahuluan (termasuk latar belakang dan tujuan), metode penelitian dan bahan, hasil dan diskusi, kesimpulan.
    3. Jumlah kata yang digunakan dalam Judul Abstrak tidak melebihi 18 kata.
    4. Jumlah kata yang digunakan dalam Abstrak tidak melebihi 300 kata.
    5. Jumlah kata yang digunakan dalam Kata Kunci tidak melebihi 5 kata.
  4. Abstrak dikirim ke IHQN melalui mutupelayanankesehatan@yahoo.co.id

Bagi 10 peserta terpilih maka akan disediakan fasilitas pencetakan poster dari panitia dan harga khusus mengikuti Forum Mutu ke 9 sebesar Rp 1.000.000,- (sebagai pengganti konsumsi dan materi)

 

  Tentang IHQN dan Forum Mutu

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) didirikan di Jakarta pada tahun 2005, merupakan lembaga not-for-profit, independen. IHQN berusaha untuk menjadi jaringan kerjasama antara para profesional, pemilik, manajer, regulator, peneliti, pembuat kebijakan dan konsumen sarana pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini IHQN telah memiliki lebih dari 200 anggota baik institusi maupun individu. Pengurus IHQN telah menjadi anggota jejaring serupa di regional maupun internasional yaitu melalui Asian Society for Quality in Healthcare (ASQua) berpusat di New Delhi dan anggota International Society for Quality in Healthcare (ISQua) berpusat di Dublin.

Forum Mutu Pelayanan Kesehatan (Forum Mutu) adalah agenda tahunan dari IHQN, diselenggarakan sejak tahun 2005 di kota-kota besar di Indonesia. Forum Mutu memiliki ciri khas untuk selalu berusaha menampilkan praktisi upaya peningkatan mutu sebagai pembicara sehingga tidak bicara sekedar konsep. Forum ini menggunakan model dari Berwick (2000) sehingga akan  menampilkan berbagai pembicara dari keempat topik:

  • Konteks lingkungan misalnya dari Departemen kesehatan, Dinas kesehatan Provinsi dan Kab/Kota, lembaga asuransi dan organisasi sarana pelayanan kesehatan;
  • Konteks organisasi misalnya dari perwakilan dari rumah-sakit, Puskesmas, apotik, laboratorium klinik dan dari organisasi manajer sarana pelayanan kesehatan;
  • Konteks mikro pelayanan misalnya dari perwakilan dari klinisi: dokter, spesialis perawat dan bidan serta juga organisasi profesi.
  • Konteks pasien misalnya dari lembaga perwakilan konsumen/pasien

Disamping itu sejak tahun 2009, tema Forum Mutu juga disesuaikan dengen tema Konfrensi ISQua dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan terkini di dunia internasional kepada peserta Forum Mutu.

 

  Informasi dan Pendaftaran

Hendriana Anggi

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Ph. /Fax : +62274-549425 (hunting)
Mobile : +6281227938882 
Email : Hendrianaanggi@gmail.com 

 

 

 

Indonesia Kekurangan Dokter Ortopedi

Jakarta (Metrotvnews.com) : The Indonesian Orthopaedic Association (IOA) menyatakan Indonesia kekurangan dokter spesialis bedah tulang (ortopedi). Pada saat ini rasio dokter ortopedi dengan penduduk masih 1 berbanding 1 juta orang. Jumlah ini masih jauh dari rasio ideal minimal yakni 1 berbanding 500 ribu orang.

Continue reading

Kualitas Dokter Tentukan Mutu Layanan

KOMPAS.com — Dokter memiliki andil besar dalam mewujudkan layanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Walau distribusi dokter belum merata, pendapatan antardokter sangat senjang, serta munculnya ancaman keberadaan dokter dan fasilitas kesehatan asing, dokter Indonesia seharusnya tetap berpihak kepada rakyat.

Continue reading

Implementasi Kendali Biaya dan Kendali Mutu Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan?

Pemerintah terus melakukan persiapan pelaksanaan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang akan dimulai Januari 2014. Namun masih ada beberapa permasalahan yang menghadang yaitu rumah sakit yang belum mampu melaksanakan kendali mutu dan biaya dengan baik.

Perusahaan asuransi, pembayar dan penanggung biaya layanan kesehatan memiliki persepsi yang berbeda tentang layanan kesehatan yang bermutu. Dan aktifitas yang dapat dilakukan untuk pencapaian mutu diantaranya manajemen risiko, utilization review (UR), peer review, indikator, prosedur tetap, audit medis, clinical pathway, algoritma. Sedangkan untuk kendali biaya bisa dilakukan dari sisi supply maupun demand. Untuk kendali biaya dari Sisi supply bisa dilakukan dengan standarisasi pelayanan. Salah satu bentuk standarisasi pelayanan kesehatan adalah dalam bentuk formularium obat. formularium obat juga masih mengundang persepsi beragam dari para dokter karena formularium hanya membatasi dokter dalam penulisan resep. Padahal pemakaian formularium milik rumah sakit telah mengakomodari permintaan dokter. Namun kepentingan yang saling menguntungkan antara dokter dan perusahaan farmasi tak bisa dipungkiri menjadi tantangan terbesar. Sehingga perilaku praktik dokter merupakan unsur terpenting dalam kendali biaya dan mutu pada program jaminan kesehatan.

{module [152]}

Iuran BPJS Rp19.225, SBY Janji Tingkatkan Fasilitas Kesehatan

Jakarta (Okezone.com) – Pemerintah pada tahun 2013 telah mengalokasikan dukungan anggaran berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) pada masing-masing BPJS. Untuk tahun 2014, sebagai tahun pertama pelaksanaan sistem jaminan ini, khususnya jaminan kesehatan, Pemerintah terus melakukan berbagai langkah dan upaya perbaikan.

Continue reading