Oleh : Nasiatul Aisyah Salim, SKM.,MPH
Menetapkan indikator mutu pelayanan klinis, mengukur dan mengevaluasinya secara periodik lalu melakukan intervensi berdasarkan hasil evalusi terbukti efektif meningkatkan mutu. Di Amerika Utara berkurangnya angka kematian di rumah sakit akibat penyakit cardiovascular terutama myocardial infarction akut (AMI) terjadi setelah banyak rumah sakit melaporkan indikator mutu secara rutin untuk membandingkan dan menilai rumah sakit.
Berbagai cara dapat dilakukan untuk menetapkan indikator mutu pelayanan klinis, salah satunya dilakukan oleh Hongpeng Sun dan kawan-kawan yang menetapkan 3 jenis indikator mutu yang potensial yaitu indikator struktur, indikator proses dan indikator hasil untuk AMI.
Indikator struktural didefinisikan sebagai aspek lingkungan atau teknis perawatan pasien. Indikator proses atau pengukuran kinerja klinis, meliputi bagaimana dokter menangani pasien. Indikator hasil didefinisikan sebagai perubahan status kesehatan pasien. American Heart Association (AHA) merekomendasikan bahwa aspek struktural perawatan AMI meliputi sarana dan prasarana yang diberikan sejak masa pre-hospitalisasi, IGD, rawat inap dan rawat jalan. Indikator proses didasarkan pada perawatan pharmakologis dan non-pharmakologis sesuai pedoman pelayanan klinis.
Untuk menentukan indikator mutu AMI, Hongpeng Sun dkk menggunakan 3 tahap melalui diskusi panel yaitu :
- Menetapkan definisi: Empat panelis dan dua ahli biostatistik dari Harbin diundang dalam pertemuan pertama tatap muka untuk mendiskusikan definisi dari masing-masing indikator, signifikansi klinis dan bagaimana menggunakan indikator.
- Menilai indikator mutu yang potensial: Kuesioner penilaian semua indikator dibuat dan dikirim ke anggota panel untuk memperoleh opini ahli. Panelis diminta untuk menilai masing-masing indikator yang potensial sesuai karakteristik berikut : berdasarkan bukti, kegunaan, kamampuan interpretasi, validasi, kemampuan mencegah akibat, kelayakan, dan dugaan secara keseluruhan. Masing-masing karakteristik, menggunakan skala 5 poin : tidak setuju (nilai=1), agak setuju (nilai=2-4), dan setuju (nilai=5).
- Menentukan indikator mutu: Dalam diskusi tatap muka kedua, hasil dari penilaian awal dipresentasikan ke para ahli. Panelis mendiskusikan variasi aspek indikator. Fokusnya mendiskusikan apakah indikator ini cocok dengan lingkungan perawatan kesehatan China atau tidak serta menguraikan alasannya. Jika anggota panel setuju ada indikator yang tidak sesuai dengan China maka indikator tersebut dibuang. Opini terakhir para ahli, diambil ketika mencapai sebuah konsensus.
Hasil penetapan indikator mutu pelayanan untuk pelayanan AMI yang disusun oleh Hongpeng Sun adalah sebagai berikut:
- Indikator struktur meliputi review administrasi ilmiah rumah sakit, menguatkan peraturan, menaikkan fasilitas medis, dan menjadi latar belakang dasar pemikiran alokasi sumber daya manusia.
- Indikator proses meliputi empat indikator pengobatan untuk mengevaluasi prosedur pemberian obat bagai pasien rawat inap meliputi aspirin, clopidogrel, beta-adrenoceptor blocking agent dan terapi thrombolytic.
- Indikator hasil meliputi angka kematian di rumah sakit.
Daftar Pustaka :
Hongpeng Sun, Meina Liu & Shuang Hou. Quality Indicators for Acute Myocardial Infarction Care in China. International Journal for Quality in Health Care 2011; Volume 23, Number 4: pp 365-374
Ketika banyak sistem pelayanan kesehatan yang berusaha untuk memperbaiki kualitas pelayanan dengan mengendalikan biaya, terdapat cara lain seperti berfokus pada penyedia pelayanan kesehatan melalui indikator kinerja mutu pelayanan. Pada tahun 2006, di Amerika membentuk Physician Quality Reporting Initiative (PQRI) yang mana bertujuan untuk mendukung praktek dokter dalam melaporkan mutu pelayanan perawatan medis. Dalam PQRI, dokter yang terlibat harus melaporkan setidaknya tiga ukuran mutu.
Ada perbedaan besar antara standar optimum perawatan dan perawatan actual yang diterima pasien di rumah sakit saat mengalami myocardial infarction akut (AMI). Aplikasi indikator mutu untuk AMI di beberapa negara barat dihasilkan dari pengetahuan yang bernilai tinggi dalam kelayakannya, mudah digunakan dan sesuai keperluan data. Di Amerika Utara, banyak rumah sakit yang melaporkan indikator mutu secara rutin untuk membandingkan dan menilai rumah sakit. Melalui perbandingan dan penilaian, mutu perawatan terus meningkat seperti berkurangnya kematian di ruamh sakit akibat penyakit cardiovascular.
Jakarta (Beritasatu.com) –
BANTUL (Solopos.com)– kembali menambah satu lagi puskesmas Pelayanan Obstreti dan Neonatal Emergensi Dasar (Poned). Sebelumnya telah ada tiga Puskesmas Poned. Puskesmas Poned tersebut berada di Puskesmas Banguntapan II yang dilaunching, Sabtu (26/1).
Blangpidie, (Analisa). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Barat Daya (Abdya) mulai melakukan pembenahan internal, mulai dari disiplin hingga peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasien. Direktur RSUD Abdya, dr H Yunalis MKes, kepada Analisa Kamis (17/1) mengatakan, pembenahan tersebut dilakukan agar rumah sakit itu menjadi salah satu rumah sakit rujukan terbaik.
JAKARTA (suaramerdeka.com) – Duta Besar RI, A Agus Sriyono, semalam di KBRI Wellington, menjamu 24 orang delegasi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, yang terdiri dari berbagai Dokter Spesialis di bidangnya termasuk jajaran manajemen beberapa rumah sakit terkemuka Indonesia antara lain RS Jantung Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Fatmawati, RSIA Bunda dan RS Pondok Indah.