Kemenkes Alokasikan Anggaran Khusus Pelatihan Keperawatan Jiwa

Nusa Tenggara Barat (Beritasatu.com)– Kementerian Kesehatan mengalokasikan sejumlah anggaran khusus untuk pelatihan keperawatan jiwa bagi paramedis di berbagai institusi pelayanan kesehatan.

“Anggarannya sudah dialokasikan untuk 2013 dari dana dekonsentrasi, namun saya lupa angka persisnya,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, setelah meninjau kondisi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tadi sore.

Menurut dia, bukan hanya soal jumlah dana, tetapi yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran pelatihan itu.

Continue reading

RS Bergerak di Morotai Mulai diaktifkan

TERNATE, KOMPAS.com – Rumah Sakit (RS) Bergerak di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) yang sudah beroperasi secara umum masih meminjamkan tenaga kesehatan dari RSUD Pulau Morotai mulai diaktifkan.

Kepala RS Bergerak Julius Kabupaten Pulau Morotai, Giscard Krons ketika dihubungi dari Ternate, Senin mengatakan, saat ini dari tenaga kesehatan RSUD yang digunakan di RSB kurang lebih sebanyak 20 orang, dengan diberikan tunjangan.

Selain itu, untuk tenaga dokter, pihaknya memastikan pada Januari 2013 mendatang sudah ada dan kehadiran tenaga dokter akan disiapkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Continue reading

Jumlah Internis Umum Masih Kurang

MEDAN, KOMPAS.com  – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aru W. Sudoyo mengatakan Indonesia membutuhkan banyak dokter spesialis penyakit dalam umum (internis umum), mengingat jumlah penduduk yang cukup tinggi dan wilayah yang sangat luas.
     
“Jumlah anggota PAPDI di seluruh Indonesia sekitar 2.556, seharusnya idealnya, dokter khusus penyakit dalam dibutuhkan lebih dari 20.000 orang,” katanya pada Kongres PAPDI ke-XV di Medan Rabu (12/12/2012), dengan tema 55 Tahun Peran Profesional PAPDI : Menapak Era Globalisasi di Tengah Masyarakat Indonesia dan Kedokteran Universal.

Continue reading

Harapan Direktur terhadap Perilaku Dokter Spesialis dan Dokter dalam Konteks Sistem Kontrak Kerja di RS Puri Indah

Tanggal 8 Desember 2012 telah diadakan diskusi yang dihadiri oleh mahasiswa Kedokteran dan mahasiswa S2 IKM FK UGM dengan pembicara dr.Mus Aida.,MARS yang merupakan direktur pelayanan medik RS Puri Indah Jakarta. Dalam pemaparannya membahas mengenai bagaimana perilaku dokter dan dokter spesialis di RS dan sistem kontrak kerja di RS Puri Indah.

Di awal pemaparan, dr.Mus Aida.,MARS menjelaskan bahwa rumah sakit harus mempunyai good governance yang didalamnya terdapat hospital bylaws yang terdiri dari corporate bylaws dan medical staff bylaws. Peraturan internal staf medis (medical staff bylaws) adalah aturan yang mengatur tata kelola klinis (clinical governance) untuk menjaga profesionalisme staf medis di rumah sakit. Dulu, pembuatan medical staff bylaws dilakukan oleh Komite medik yang nantinya akan diperlihatkan ke Direktur RS untuk meminta persetujuan. Namun sekarang sudah tidak lagi semenjak lahirnya permenkes RI No 755/Menke/PER/IV/2011 tentang penyelenggaraan komite medik di rumah sakit. Dengan adanya permenkes tersebut maka komite medik berada dibawah Direktur RS sehingga direktur RS memiliki kewenangan penuh terhadap dokter.

Dalam melakukan pelayanan medis, setiap staf medis mendapatkan penugasan klinis dari direktur RS berupa pemberian kewenangan klinis (clinical privilege) melalui penerbitan surat penugasan klinis (clinical appointment) yang mana sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari komite medik (dilakukan kredensial). Namun dalam keadaan darurat, direktur RS dapat memberikan surat penugasan klinis tanpa rekomendasi komite medik.

Di RSPI sedang proses akan dilakukan performance service evaluation yaitu bukan mengevaluasi dokternya melainkan mengevaluasi prakteknya sebagai seorang profesional di rumah sakit yang dilakukan tiap setahun sekali. Namun apabila sebelum 1 tahun sudah terindikasi ada hal-hal yang merugikan pasien maka akan di evaluasi.
Dalam sistem kontrak di RSPI, dokter diperlakukan sebagai mitra RS dengan masa kontrak satu tahun. Namun diputuskan mulai tahun 2013, masa kontrak menjadi setiap tiga tahun. Untuk batas usia berpraktik pada umur 60 tahun yang dapat diperpanjang sampai dengan 65 tahun namun dengan perubahan status menjadi paruh waktu. Sedangkan untuk tarif dokter di RSPI, diberikan sesuai dengan mutu yang dokter berikan kepada pasien. Seperti contoh ada dokter yang hanya mau menerima 10 pasien karena dokter akan memberikan penjelasan selama 30 menit kepada setiap pasiennya. Sehingga tarif tiap pasien cukup tinggi namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pasien karena harga dan mutu yang diberikan dokter sebanding.

Dokter dengan gelar MARS dari Universitas Indonesia ini berpesan agar tidak hanya suatu RS perlu mencari dokter yang telah memiliki nama namun yang terpenting adalah buatlah pasien datang ke RS karena RS tersebut bagus dengan menunjukkan pada pasien bahwa pasien akan mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman. Salah satu cara yang dapat ditunjukkan agar pasien merasa aman dan nyaman misalnya dokter mempraktekan mencuci tangan dihadapan pasien. Sehingga pasien sadar akan pentingnya mencuci tangan dan pasien percaya bahwa dokter dan perawat melakukan menjaga keselamatan pasien.

Dalam pembicaraan terakhir, dr.Mus Aida.,MARS yang juga pernah bekerja di RSPAD berharap agar dokter & dokter spesialis bisa memperhatikan visi, misi, nilai-nilai dan moto RS dalam bekerja, mematuhi PKS-Kemitraan RS-Dokter, mematuhi medical staff bylaws, tata kelola klinis, SPM, Standar Akreditasi yang telah ditempuh oleh RS, menjunjung tinggi kode etik kedokteran dan yang paling diharapkan adalah dapat berperan serta dalam kegiatan RS. (NAS)

Berikut adalah materi pembicara : dr.Mus Aida.,MARS

 

 

Pengembangan clinical pathway stroke

Yogyakarta (strokebethesda.com) – Clinical pathway adalah rencana penatalaksanaan pasien yang bersifat multi disiplin, yang berisi detail langkah-langkah penanganan seorang pasien mulai masuk RS sampai dengan keluar RS. Saat ini tim stroke center RS Bethesda melakukan kegiatan pengembangan dan uji coba pathway.

Clinical pathway merupakan langkah-langkah protokol terapi dan standar pelayanan pasien. Clinical pathway lebih merupakan pengingat (reminder) dan perangkat evaluasi untuk kemajuan pasien. Clinical pathway bukan merupakan tirani bukti ilmiah dan tidak mengancam kebebasan klinik. Penyimpangan/ variansi dari pathway masih sangat dimungkinkan sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.

Continue reading

Hanya 180 dokter spesialis penyakit dalam di Sumut

MEDAN (waspada.co.id) – Keberadaan dokter spesialis penyakit dalam di Sumut ternyata masih sangat minim dan distribusinya lebih berpusat pada wilayah perkotaan. Saat ini Sumatera Utara hanya memiliki 180 dokter spesialis penyakit yang sebagian besar berada di ibu kota Provinsi, Medan.

Hal itu dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho  dalam pidato tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Nurdin Lubis pada Acara Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI) di Grand Ballroom JW Mariot Medan.

Continue reading

RI Kekurangan 1.294 Puskesmas Jelang BPJS

JAKARTA (Jaringnews.com) – Menjelang berlakunya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di tahun 2014, jumlah Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Indonesia saat ini masih belum mencukupi. Jumlah kekurangan tersebut melebihi 1.000 buah. Persisnya di angka 1.294 buah. Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, mengatakan hal itu di Jakarta hari ini.

Kata menteri tersebut, di samping Puskesmas, jumlah rumah sakit juga belum mencukupi. Antara lain, rumah sakit tipe D masih kurang 12 unit. Kekurangan rumah sakit tipe C ada empat unit. “Adapun rumah sakit tipe B masih kurang empat unit juga,” dia menjelaskan.

Continue reading

6 Rumah Sakit Khas Surabaya

Surabaya (suarasurabaya.net) – Pada suatu kesempatan dua tahun silam, dr. Imam Soewono, SpPD ketika itu sebagai Ketua Surabaya Health Season, menyebutkan perwujudan dari cita-cita Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur salah satunya membangun citra rumah sakit di Indonesia menuju Health and Medical Tourism.

Bertolak pada keyakinan akan kemampuan rumah sakit di Indonesia, khususnya Surabaya dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan profesional, serta memuaskan sesuai harapan masyarakat. Seluruh elemen PERSI Jawa Timur pun berbenah, menata diri dan membSurabaya (suarasurabaya.net) – Pada suatu kesempatan dua tahun silam, dr. Imam Soewono, SpPD ketika itu sebaguat programprogram berkesinambungan untuk mewujudkan citacita tersebut.

Continue reading

Empat Puskesmas di Samarinda Akan Buka 24 Jam

Samarinda (Tribunnews.com) – Awal tahun 2013 mendatang 4 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Samarinda akan melayani fasilitas rawat inap. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Nina Endang Rahayu belum lama ini.

Jika sebelumnya sudah ada Puskesmas dengan kapasitas tempat tidur rawat inapnya  di Lempake (20 bed), Bantuas (4 bed), Palaran (8 bed dan saat ini sedang direhab menjadi kapasitas 16 bed) maka menyusul di Makroman (6 bed).

Continue reading

DKI Tambah 4 Puskesmas Pelayanan HIV/AIDS

Jakarta (Beritajakarta.com) – Tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan terhadap penderita HIV/AIDS, membuat Pemprov DKI berencana menambah 4 puskesmas pelayanan HIV/AIDS. Saat ini, pelayanan terapi metadon bagi penderita HIV/AIDS baru diberikan di 14 puskesmas di antaranya, Puskesmas Gambir, Puskesmas Senen, Puskesmas Kemayoran, Puskesmas Pasarminggu, Puskesmas Tebet, dan Puskesmas Cengkareng. Selain itu, juga ada tiga rumah sakit yang dijadikan sebagai rujukan, yakni Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Cibubur, dan Rumah Sakit Sulianti Saroso.

“Pada 2013 mendatang, puskesmas yang melayani terapi metadon akan ditambah sebanyak 4 puskesmas. Jadi nanti total ada 18 puskesmas,” kata Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (13/12).

Continue reading