Obat Generik Berlogo Bukan Obat Orang Miskin

JAKARTA (KOMPAS) – Banyak komentar beragam di masyarakat ketika bicara soal obat generik. Dalam survei kecil-kecilan yang dilakukan Kompas.com di sejumlah apotek di kawasan Jakarta Timur, 13 dari 20 orang menganggap obat generik sebagai obat kelas dua, dan kurang berkhasiat ketimbang obat bermerek atau branded.

Seperti diungkapkan Doni (24), yang ditemui saat hendak menebus obat di apotek untuk orangtuanya yang sedang sakit. Pria lajang ini mengatakan, “Ya lebih bagus obat bermerek lah, soalnya dia punya merek. Kalau generik kan nggak punya.”

Sikap berbeda ditunjukkan Gunawan (34), seorang karyawan bank swasta di Jakarta. Dengan mantap ia mengatakan tak ada perbedaan antara obat generik dan bermerek. “Sama saja. Malah kalau berobat saya minta biar diresepin obat generik. Udah murah, khasiatnya sama aja,” katanya.

Continue reading

Ini Dia 20 Rumah Sakit Top di Asia

Jakarta (Detik Health), Ada banyak faktor untuk menilai seberapa bagus kualitas sebuah rumah sakit, seperti kemampuan UGD, jumlah pasien yang meninggal, waktu kesembuhan, juga kualitas dokter. Di Asia, ada peringkat yang diberikan kepada rumah sakit yang rajin melakukan riset ilmiah.

Untuk skala Asia, ada peringkat untuk rumah sakit yang diberikan Webometrics. Peringkat yang diberikan berdasarkan kemampuan rumah sakit untuk terus-menerus menaikkan kualitas keilmuan dokternya, salah satunya berupa riset dan penelitian ilmiah.

Continue reading

Ruang Lingkup Pelibatan Pasien-Masyarakat Sebagai Mitra RS

(bagian II) Dari perspektif profesi kesehatan atau rumah sakit, tingkat partisipasi pasien dibedakan menjadi tiga yaitu menginformasikan (informing), mengkonsultasikan ke pasien-keluarga (consulting) dan bermitra (partnership). Dalam adaptasi model ini ditambahkan partisipasi pasien yang bersifat pasif, yaitu menanyakan (asking). Hal ini mengingat bahwa partisipasi pasien-masyarakat seringkali diartikan secara simplistik menjadi “Rumah sakit telah meminta pasien-keluarga mengisi kuesioner dalam survei kepuasan pasien”. Pelibatan pasien-masyarakat dapat bertujuan untuk kepentingan individual pasien, kepentingan pengembangan pelayanan, dan kepentingan organisasi.

Read more

Clinical Pathway Paling Nyata Kolaborasinya di Rumah Sakit

Medan, (Analisa). Clinical Pathway (CP) merupakan yang paling nyata kolaborasinya di rumah sakit. Karena yang terlibat dalam CP adalah Dokter, Perawat, Farmasi dan Ahli Gizi.

“Selain itu rekam medik juga nampak kolaborasinya,” kata dr. H. Azwan Hakmi Lubis SpA M. Kes, salah seorang pembicara dengan materinya “Kebijakan Rumah Sakit Dalam mendukung Kolaborasi Perawat-Dokter” pada Seminar Sehari Kolaborasi di Institusi Pelayanan Kesehatan di Aula Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan, Rabu (4/7).

Menurut Azwan, dalam berkolaborasi di rumah sakit tidak gampang. “Kolaborasi ini sangat sulit dilakukan, tapi ini harus dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Apalagi RSUP HAM ini akan menuju rumah sakit berstandar internasional yang disebut JCI,” ujar Azwan yang juga menjabat Direktur Utama di RSUP HAM.

Continue reading

PB IDI: Pelayanan Kesehatan sudah merata tapi Mutu belum sama

Jakarta. Gatra.com – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Gatot Soetono, mengatakan, ada dua hal pokok berkaitan permasalahan dunia kesehatan di Indonesia, yaitu pembiayaan dan pelayanan kedokteran. Selain itu, perlu adanya kesadaran untuk menerapkan jalur kesehatan yang seharusnya, yaitu dari primer, sekunder, kemudian tersier.

“Saat ini terjadi ketimpangan antara pelayanan kedokteran. Misalnya di Puskesmas hampir tidak ada dokter. Jadi, aksesnya ada, tetapi mutunya tidak sama,” ujarnya, dalam diskusi di MNC Tower, Jakarta, Senin (25/6).

Continue reading

Uji Kompetensi Wajib untuk Standarisasi Lulusan Kesehatan

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Uji kompetensi wajib dilakukan untuk standarisasi kompetensi lulusan kesehatan. Di Provinsi DIY, uji kompetensi sudah dilakukan pada beberapa jenis tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, nutrisionist, sanitarian dan radiographer.

Menurut Ketua Majelis Tenaga Kesehatan DIY, Drs Elvy Effendie MSi Apt, jika di suatu provinsi belum terbentuk MTKP, uji kompetensi dilaksanakan oleh Badan Mutu Pelayanan Kesehatan (BMPK) bersama organisasi profesi.

“Jadi, sertifikat kompetensi diterbitkan BMPK bersama dengan organisasi profesi. Sedangkan untuk Surat Tanda Registrasi (STR) dikeluarkan oleh Dinkes Provinsi,” paparnya pada seminar nasional “Surat Tanda Registrasi dalam Profesionalisme Perekam Medis Indonesia” di auditorium LPP Yogyakarta. Acara itu diadakan oleh Medical Record Family UGM.

Continue reading

RS Pendidikan Harus Terakreditasi

stetoskopSOLO(suaramerdeka.com) Rumah Sakit yang akan didirikan oleh perguruan tinggi tidak boleh sembarangan. Sebelum melakukan pelayanan, maka rumah sakit harus terakreditasi dari sisi sarana prasarana dan kualitas pelayanannya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang pelayanan rumah sakit.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dr Mardiatmo Sp Rad, mengatakan akreditasi ini sifatnya wajib sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan. Akreditasi ini dilakukan secara berkala minimal tiga tahun sekali. Akreditasi dilakukan oleh lembaga independen berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. “Rumah Sakit Pendidikan sama dengan Rumah Sakit TNI atau Polri. Harus diakreditasi dulu, masuk ke Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI)” kata Mardiatmo.

Continue reading

Peran Perawat RS dalam Akreditasi JCI

perawat JCIJakarta (INILAH.COM)- Pengakuan lembaga internasional (JCI) terkait pelayanan rumah sakit tak lepas dari peran dan kualitas tenaga perawat yang ada di sebuah rumah sakit (RS).

Perawat telah menjadi bagian yang vital dalam proses penanganan pasien. setiap perawat dituntut untuk mengetahui dengan baik prosedur dan standar keselamatan pasien serta peran dan tanggung jawabnya.

“Hal tersebut yang menjadi dasar pentingnya pemahaman perawat tentang perannya dalam layanan kepada pasien,” kata Direktur Keperawatan RS Premier Jatinegara, Taryudi Sarta, SKM,MM, dalam acara simposium keperawatan bertema ‘Eksistensi Keperawatan dalam Akreditasi JCI’ di RS Premier Jatinegara.

Continue reading

WHO Hand Hygiene Self-Assessment Framework

Hand HygieneYogyakarta (Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-UGM). WHO pada April sampai dengan Desember 2011 lalu telah mengundang seluruh sarana pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rumah-sakit untuk berpartisipasi dalam survei global tentang program hand-hygiene. Dari hasil survey WHO akan memberikan penghargaan sarana pelayanan kesehatan dengan program hand-hygiene terbaik. Pada periode lalu (2010) RSUP Dr. Sardjito mendapatkan penghargaan dalam katagori RS dari negara berkembang.

Continue reading

Tingkat Kesehatan Masyarakat Jakarta Rendah

Kesmas JakartaJakarta (metropolitan.inilah.com)TINGKAT kesehatan warga Jakarta saat ini dinilai sebagian kalangan masih rendah atau jauh dari harapan. Terutama warga yang tinggal di lingkungan perumahan kumuh sehingga mengakibatkan warga rentan terserang wabah penyakit. Masalah ini diperparah dengan rendahnya perilaku serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Karena itu, tampaknya, pelayanan kesehatan menjadi masalah yang krusial di Ibukota.

Meski kota Jakarta tegolong kota modern, masalah kesehatan ternyata masih menjadi masalah serius yang harus dibenahi.

Continue reading