Singkawang (Pontianak Post).Puskesmas di Kota Singkawang yakni Singkawang Utara dan Timur telah mendapatkan sertifikasi ISO. Sementara yang lainnya, sedang mempersiapkan terkait penetapan tersebut.Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Singkawang Tengah, Mursalin. Dikarenakan puskesmasnya belum mendapatkan sertifikasi ISO, pihaknya telah melakukan persiapan untuk juga mendapatkannya (sertifikasi ISO).
Pertemuan Ilmiah Tahuan Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI)
Yogyakarta (republika.co.id) — Kementerian Kesehatan melakukan simulasi penyusunan jumlah kematian ibu di provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hasilnya sebanyak sembilan provinsi merupakan penyumbang kematian ibu terbesar yang berkisar 309-1.661 kematian ibu per tahun.
Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti atas nama Menteri Kesehatan RI membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-5 Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI), di Royal Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Senin (30/4).
Kesembilan provinsi tersebut adalah:
Forum Mutu Tahun 2009
Pengantar = pengantar ketua panitia Forum Mutu 2009.pdf
Hari I
Sesi Pleno I
- dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD – perkembangan struktur proses outcome dari masa donabedian hingga masa kini
- Dr. Ir. Dwiwahyu sasongko – Peraturan dan kebijakan akreditasi serta mutu program pendidikan bidang kesehatan
- Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD – Mutu Struktur Pelayanan Kesehatan di Indonesia dengan Program Jamkesmas
- dr. Adib Yahya, MKes – Peran persi dalam meningkatkan mutu rumah sakit di indonesia
- kelompok A :
- Chairul, dr, MKes (kadinkes kota yogyakarta) – Sistem Kesehatan Daerah Kota Yogyakarta Sebagai Landasan Dalam Penyusunan Masterplan Kesehatan
- dr. Sri Retna Irawan, SpA – studi Kasus HDL
- Prof. Dr. dr. Eddy Raharjo, SpAn – Health Technology Assessment, bagaimana kita menggunakannya untuk memilih peralatan medik
- kelompok B
- prof. dr. Budi Mulyono, SpPK – World Class Hospital: sebuah program peningkatan mutu
- Anis Fuad – Setelah RKE terinstal dan digunakan, lalu apa?
- Dr. dr. H.Boy s.Sabarguna, MMR – SBK utk Quality Assurance Pelayanan
- dr. Boy E.R. Wajong, MMR – Peran komite medik dalam pembangunan mutu rumah sakit
- kelompok C
- Dr. Dian Ayubi, SKM, MQIH – Penilaian kualitas pelayanan puskesmas dengan model donabedian : Studi kasus puskesmas di kota Depok, Jabar
- dr. Arida Oetami – Community Mental Health Nursing ( CMHN)
- Kasman, ST., Mkes – Penerapan metode analytic hierarchy peocess (AHP) dalam penentuan prioritas program peningkatan mutu pelayanan kesehatan
Hari II
Sesi Pleno II
- dr. hartanto, MMed.Sc – Kebijakan dan Implementasi Keselamatan Pasien di Provinsi Jawa Tengah
- Prof. Laksono Trisnantoro – Professional Development untuk Peningkatan Mutu
- dr. Agus Bondan Suryanto, MA – Quality and regulation framework dinas kesehatan provinsi DIY dalam penurunan AKI dan AKB
- dr. Doddy Firmanda, SpA, MSc – Struktur Proses Output Program Keselamatan Pasien Pelayanan Kesehatan di Indonesia
Sesi paralel II
- kelompok A
- dr. Siti Noor Zaenab, MKes – Evaluasi pencapaian SPM bidang kesehatan
- dr. Deni K Sunjaya, DESS – Evaluasi Peran dinkes dalam meningkatkan Outcome pelayanan kesehatan
- kelompok B
- dr. Sri Kusumo Amdani, SpA, MSc – Audit medis penatalaksanaan pasien Deman berdarah dengue pada anak di RSAB HARAPAN KITA
- dr. Azwan Hakmi Lubis, SpA, Mkes – Peningkatan outcome Mutu Pelayanan medis melalui manajemen mutu berotonomi profesional
- dr. Sugianto, SpS, MKes, PhD – Evaluasi Kinerja RS
- dr. Wawang S.Sukarya, SpOG – Peningkatan outcome Mutu Pelayanan medis melalui manajemen mutu berotonomi profesional
- kelompok C
- Dr. Triono Soendoro, PhD – Mutu Primary Care: Hasil RISKESDAS 2008(dalam dan luar gedung)
- Mubasysyir dr. MA – Variabel Klien dan Mutu rumah sakit
Peran Pasien dan Masyarakat Dalam Program Keselamatan Pasien
(Bagian I) Prof. Adi Utarini dalam Orasi Ilmiah pada peringatan hari jadi RSUP dr. Sardjito ke-30 menguraikan peran penting pasien dan masyarakat dalam program keselamatan pasien di RS. Pasien dapat melakukan banyak peran penting ketika menerima pelayanan kesehatan. Pasien dapat berperan untuk membantu menemukan diagnosis yang akurat, memutuskan pengobatan yang dipilih, menetapkan dokter/rumah sakit yang kompeten, memastikan monitoring dan kepatuhan pengobatan, serta mengidentifikasi efek samping dan melakukan tindakan segera yang tepat bila terjadi efek samping
Perlakukan Masyarakat Sebagai Raja Dalam Pelayanan Kesehatan
Singkil (AnalisaDaily). Petugas kesehatan di Puskesmas, harus memperlakukan masyarakat sebagai “raja” dalam memberikan pelayanan kesehatan. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi tenaga kesehatan sebagai abdi atau pelayan masyarakat.
Hal ini disampaikan Senior Health Advisor Kinerja USAID, Dr. Mahlil Rubi dalam Lokakarya Standar Pelayanan Bidang Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (4/4).
Mamuju Kekurangan 1.500 Tenaga Medis
MAMUJU (Media Indonesia): Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, masih kekurangan 1.500 tenaga medis untuk memaksimalkan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Mamuju masih terbatas dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan, salah satunya disebabkan kurangnya tenaga medis yang dimiliki,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Dr Firmon MPh di Mamuju, Minggu (8/4).
Pemprov DKI Serius Atasi Masalah Kesehatan
Jakarta (Inilah.com) – Sadar masalah kesehatan merupakan masalah yang harus segera dibenahi, Pemerintah Prov DKI Jakarta, melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengaku telah mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan alokasi anggaran untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin) yang telah dimasukkan dalam APBD DKI 2012 mencapai Rp600 miliar.
Prioritas Obat Generik
MELAWI (Pontianak Post)- Dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi pasien sesuai indikasi medis. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri kesehatan Nomor K. 02. 02/Menkes/068/I/2010 pasal 4 ayat 1 menyebutkan tentang dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi pasien sesuai indikasi medis.
“Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat tanggal 6 maret lalu tentang kesepakatan bersama peresapan obat dan tindakan OK,” ujar Direktur RSUD Melawi dr. Tanjung Harapan.Saat ditemui di ruang kerjanya, Tanjung menjelaskan ia sudah menyikapi hal tersebut dengan membuat surat pemberitahuan kepada seluruh petugas medis (dokter, perawat, bidan) untuk tidak melakukan peresapan obat, medis dan lain-lain keluar selama persediaan obat dan alat kesehatan lain di instalasi RSUD Melawi masih tersedia.
Quality for All
Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, salah satu peserta dan penerima beasiswa Pelatihan Kepemimpinan Internasional di Bidang Manajemen Rumah Sakit untuk tahun akademik 2010-2011 dari Internationale Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) GmbH, Jerman, menuliskan hasil pengamatan dan analisanya tentang sistem manajemen mutu rumah sakit di Jerman. Kunci keberhasilan dari sistem sertifikasi RS di Jerman adalah adanya perundang-undangan yang kuat yang mengatur mulai dari level Bundes hingga level pelayanan. UU tersebut membebaskannya RS untuk memilih sistem sertifikasi yang akan ditempuh, maka terjadi juga kompetisi antar-lembaga sertifikasi.
Clinical Indicators, Bagaimana Proses Pengembangannya di RS?
Penyusunan dan pengembangan indikator klinis menurut ACHS (2004) bertujuan untuk: (1) meningkatkan peran serta dokter dalam evaluasi dan kegiatan perbaikan mutu khususnya pelayanan klinis, (2) membuat dan menyediakan alat yang berguna sebagai simbol atau pertanda yang menyadarkan organisasi akan adanya masalah potensial dan peluang perbaikan pelayanan klinis, (3) membantu pengumpulan data nasional (surveilans), dan (4) mengembangkan indikator dalam penilaian akreditasi.