Skip to content

Pelatihan Penerapan dan Pengukuran Patient-Centered Care (PCC) di Fasyankes

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit memberikan sanksi administratif kepada rumah sakit yang menyebabkan kematian pasien atau kerusakan organ. Kondisi tersebut menuntut rumah sakit untuk memperkuat sistem pelayanan yang mampu mencegah risiko keselamatan pasien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang terbukti mendukung peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah PCC, yang menempatkan pasien sebagai pusat dalam setiap proses pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk menerapkan dan mengukur PCC sebagai dasar perbaikan mutu dan peningkatan keselamatan pasien.

Tujuan

Meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan dan mengukur PCC di Fasyankes.

Tujuan Khusus:

  1. Menjelaskan konsep Patient-Centered Care (PCC) 
  2. Menjelaskan teknis penerapan PCC di Fasyankes
  3. Mengukur PCC di Fasyankes

Sasaran

  1. Manajemen rumah sakit: Direktur, Wakil Direktur Pelayanan, Komite Mutu dan Keselamatan Pasien, Komite Medik, Komite Keperawatan, Kepala Bidang Pelayanan Medis, Kepala Bidang Keperawatan, Kepala Instalasi/Kepala Unit RS, Tim Manajemen Risiko, Manajer Pelayanan Pasien (MPP), Tim Akreditasi Rumah Sakit.
  2. Klinisi: dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya.
  3. Akademisi dan mahasiswa bidang manajemen rumah sakit
  4. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: perguruan tinggi, peneliti, konsultan, dan pihak lain yang memiliki minat dalam pengembangan mutu pelayanan kesehatan.

Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Senin, 10 Agustus 2026
Waktu : 09.00-12.00 WIB

Link Zoom : akan diinformasikan

Narasumber

  • Dr. Fridawaty Rivai, S.KM., M.Kes. – Dosen FKM Universitas Hasanuddin, pakar manajemen rumah sakit, mutu pelayanan kesehatan, dan keselamatan pasien
  • Dr. dr. Zulkarnain Abubakar, MARS – Corporate Secretary JEC ORBITA Eye Hospital & Clinics
  • Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH, CQIPS – Peneliti PKMK FK-KMMK UGM

Rundown Kegiatan

Waktu

Agenda

Narasumber/Fasilitator

08.45 – 09.00

Registrasi peserta

Panitia

09.00 – 09.05

Pembukaan

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH, CQIPS

09.05 – 09.20

Materi 1: Patient-Centered Care: Perspektif Global dari ISQua”

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH, CQIPS

09.20 – 10.00

Materi 2.1: “Konsep Patient-Centered Care (PCC)”

Dr. Fridawaty Rivai, S.KM., M.Kes.

10.00 – 10.50

Materi 2.2: “Studi Kasus Teknis Penerapan PCC di Fasyankes”

Dr. Fridawaty Rivai, S.KM., M.Kes.

10.50 – 11.40

Materi 3: “Cara Mengukur PCC di Fasyankes”

Dr. dr. Zulkarnain Abubakar, MARS

11.40 – 11.55

Sesi diskusi dan tanya-jawab

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH, CQIPS

11.55 – 12.00

Penutup

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH, CQIPS

 

  Reportase Kegiatan

PKMK-Yogyakarta. Pelatihan “Penerapan dan Pengukuran Patient-Centered Care (PCC) di Fasyankes” diselenggarakan oleh Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan serta mengukur PCC sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Pelatihan secara daring menghadirkan Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH, CQIPS, Dr. Fridawaty Rivai, S.KM., M.Kes., dan Dr. dr. Zulkarnain Abubakar, MARS sebagai narasumber.

Pelatihan diawali dengan pemaparan perspektif global PCC oleh Eva. PCC diperkenalkan sebagai pendekatan yang menempatkan kebutuhan, nilai, preferensi, dan tujuan pasien sebagai bagian penting dalam proses pelayanan dan pengambilan keputusan. Penerapannya bukan hanya bergantung pada tenaga kesehatan, melainkan juga membutuhkan perubahan sistem, dukungan organisasi, pendidikan dan pelatihan, serta lingkungan yang memungkinkan tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien.

Selanjutnya, Dr. Fridawaty membahas konsep dan penerapan PCC di fasilitas pelayanan kesehatan. PCC tidak sekadar menambahkan fasilitas atau meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi merupakan perubahan dalam cara organisasi memberikan pelayanan. Delapan prinsip PCC mencakup penghormatan terhadap nilai dan pilihan pasien, koordinasi pelayanan, informasi dan edukasi, kenyamanan fisik, dukungan emosional, keterlibatan keluarga dan teman, kesinambungan pelayanan, serta akses terhadap pelayanan. Penerapannya juga membutuhkan kolaborasi interprofesional dengan pasien sebagai pusat dari tim pelayanan.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Dr. dr. Zulkarnain mengenai pengukuran PCC di fasyankes. Peserta diperkenalkan pada berbagai instrumen pengukuran pengalaman dan penerapan PCC, antara lain Picker Patient Experience Survey (PPE-15), CAHPS, PCPCM, dan P-CAT. Narasumber menekankan pentingnya memilih instrumen yang sesuai dengan karakteristik fasilitas dan populasi pasien, melakukan pengujian validitas dan reliabilitas, serta menggunakan hasil pengukuran sebagai dasar perbaikan pengalaman pasien.

Pada sesi diskusi, peserta menyampaikan beberapa pertanyaan yang memperkaya pembahasan, termasuk mengenai kendala yang sering ditemui dalam penerapan PCC di fasilitas pelayanan kesehatan serta strategi menghadapi risiko dan hambatan implementasinya. Diskusi menjadi ruang untuk menghubungkan konsep PCC dengan tantangan nyata di lapangan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami PCC sebagai konsep, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam praktik pelayanan dan pengukuran yang dapat mendukung perbaikan mutu, keselamatan, serta pengalaman pasien secara berkelanjutan.

 

Reporter:
Helen Anggraini Budiono