Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Editorial, 14 Oktober 2019

Penatalaksanaan Tepat dan Bermutu Untuk Pasien Osteoporosis

Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia diperingati setiap tanggal 20 Oktober. Peringatan ini, pertama kali dilaksanakan tahun 1996 oleh United Kingdom’s National Osteoporosis Society dan selanjutnya diselenggarakan oleh International Osteoporosis Foundation. Tujuan Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia adalah untuk menyadarkan masyarakat global tentang pencegahan dan pengobatan penyakit Osteoporosis tersebut.

Osteoporosis merupakan suatu kondisi yang disebabkan karena menurunnya kepadatan tulang seiring pertambahan usia. Secara detil, osteoporosis dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit tulang sistemik yang kronik dan progresif dengan karakteristik menurunnya massa tulang, kerusakan mikroarsitektur, kerapuhan tulang yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya fraktur .

Osteoporosis dapat terjadi pada semua orang, namun beberapa orang lebih berisiko. Diantaranya adalah kelompok lansia (lanjut usia), dimana semakin tua, kepadatan tulang kelompok usia ini menjadi semakin berkurang. Sama halnya dengan pasien penyakit lainnya, pasien osteoporosis juga memerlukan perawatan khusus agar tidak berdampak semakin parah. Penatalaksanaan osteoporosis yang tepat diperlukan untuk mencegah kehilangan tulang lebih lanjut dan mencegah terjadinya fraktur patologis. Tentu saja penatalaksanaan yang tepat dan bermutu akan dapat membantu pasien menjaga agar kondisinya tidak memburuk, bahkan dapat membaik dari waktu ke waktu.

Untuk memperkaya ilmu dan wawasan terkait osteoporosis dan penatalaksanaan pasien osteoporosis yang tepat dan bermutu, selama Oktober 2019, website mutu akan menyajikan berbagai berita, informasi, dan artikel terkait isu tersebut. Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan melengkapi ilmu pemerhati mutu di seluruh Indonesia.

head home

  • fraudokt

  • 13jan

Artikel

Menilai Mutu Pelayanan Pasien Osteoporosis

Pasien osteoporosis lebih berisiko mengalami fraktur apabila terjatuh atau mengalami trauma lainnya. Risiko fraktur ini dapat diminimalkan dengan melakukan tes diagnosa yang sesuai, terapi farmakologi, dan penggunaan standar penilaian perawatan yang telah tersedia. Studi pada artikel ini bertujuan mengembangkan penilaian performa klinis untuk menilai kualitas klinisi dalam penatalaksanaan pasien osteoporosis dan menentukan standar performa kompetensi dan pelayanan prima.

Readmore

+ ARTIKEL LAIN