Okezone.com – Potret buram pelayanan kesehatan Indonesia kembali mencuat di akhir 2012 ini. Sebuah kasus managemen rumah sakit yang membiarkan pasiennya meninggal akibat penggunaan area rumah sakit sebagai tempat syuting film cukup mengejutkan masyarakat Indonesia.
Banyak kasus yang sering terjadi terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit yang tidak memadai. Setiap tahun, selalu ada kasus yang menggemparkan mengenai buruknya pelayanan kesehatan di negeri ini.
DPD-RI Desak Sahkan UU Keperawatan
MEDAN (Beritasore.com) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara, Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis mendesak DPR RI segera mensahkan UU Keperawatan agar kesejahteraan perawat terjamin.
“Kita sudah membahas RUU ini dan sudah kita paripurnakan dan sudah kita serahkan ke DPR RI segera diketok. Namun hingga saat ini, RUU tersebut belum disahkan. Kita minta agar DPR RI segera mensahkan UU Keperawatan ini,” sebut Darmayanti di Medan, Rabu (26/12) kemarin.
Hanya Perlu 5 sampai 15 Menit untuk Keluhan Mutu Layanan
(Kaltimpost.co.id) – Fasilitas dan pelayanan publik di Kanada ternyata memberikan banyak inspirasi bagi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Terutama, soal standard operating procedure (SOP) yang mestinya diterapkan di tiap instansi agar pelayanan lebih cepat. Bahkan kalau perlu, membersihkan WC pun harus ada SOP-nya. Ini diceritakannya dengan gaya bertutur.
Tiga Puskesmas Kota Bogor Kantongi ISO
Bogor (Beritasatu.com) – Tiga Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bogor, Jawa Barat berhasil meraih dan mengantongi sertifikat “ISO” 9001-2008 dari “Worldwide Quality Assurance (WQA)”.
“Dengan sertifikat ISO untuk tiga Puskesmas ini, total sudah ada enam puskesmas yang memiliki sertifikat ISO pada 2012,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, di Bogor, Jumat (21/12).
Ketiga puskesmas yang mendapat sertifikat ISO 9001-2008 adalah Puskesmas Tegal Gundil, Puskesmas Kedung Badak, dan Puskesmas Semplak. Sertifikar ISO 9001-2008 diserahkan oleh Direktur WQA kepada Wali Kota Bogor, Diani Budiarto pada Senin (17/12) lalu.
Layanan Mirip Puskesmas, RS BDH Disuntik Rp 50 M
SURABAYA (surabayapost.co.id) – Keberadaan Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (RS BDH) di Benowo dinilai kalangan DPRD Surabaya masih belum maksimal. Indikatornya, rumah sakit (RS) milik Pemkot itu layanannya masih seperti Puskesmas, kendati statusnya sudah menjadi rumah sakit tipe B. Karena itu untuk meningkatkan pelayanan, RS di Benowo itu akan disuntik Rp 50 miliar tahun 2013.
“Kami melihatnya seperti itu. Padahal RS BDH adalah rumah sakit tipe B yang dilengkapi ruang rawat inap dan sejumlah alat kesehatan (alkes),” ungkap Saifudin Zuhri, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Jumat (21/12).
Kimia Farma rambah rumah sakit
JAKARTA (Kontan.co.id) – Perusahaan farmasi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan melebarkan sayap bisnis tahun depan. Perusahaan plat merah ini akan merangsek masuk ke bisnis rumah sakit.
Dana sekitar Rp 300 miliar sudah Kimia Farma siapkan untuk aksi korporasi ini. Niatannya, dana tersebut untuk membangun rumah sakit khusus liver. Rumah sakit khusus ini berlokasi di Jalan Sahardjo, Tebet, Jakarta yang berdiri di atas lahan seluas 5.200 m2.
Djoko Rusdianto, Sekretaris Korporat PT Kimia Farma Tbk bilang ada dua alasan Kimia Farma mendirikan rumah sakit tersebut. Pertama, merujuk data Kementeria Kesehatan, sekitar 10% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 23 juta penduduk pernah terserang penyakit liver atau hepatitis.
RS Antam Medika Layani Pasien BPJS dan KJS
JAKARTA (Pos Kota) – Rumah Sakit Aneka Tambang Medika (Antam) menyatakan, siap menerima pasien Jakarta Sehat (KJS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 2014 mendatang.
Rumah Sakit yang mengusung konsep lingkungan hijau ini menjadi percontohan pada pembangunan rumah sakit di DKI Jakarta.
Kemenkes Alokasikan Anggaran Khusus Pelatihan Keperawatan Jiwa
Nusa Tenggara Barat (Beritasatu.com)– Kementerian Kesehatan mengalokasikan sejumlah anggaran khusus untuk pelatihan keperawatan jiwa bagi paramedis di berbagai institusi pelayanan kesehatan.
“Anggarannya sudah dialokasikan untuk 2013 dari dana dekonsentrasi, namun saya lupa angka persisnya,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, setelah meninjau kondisi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tadi sore.
Menurut dia, bukan hanya soal jumlah dana, tetapi yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran pelatihan itu.
RS Bergerak di Morotai Mulai diaktifkan
TERNATE, KOMPAS.com – Rumah Sakit (RS) Bergerak di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) yang sudah beroperasi secara umum masih meminjamkan tenaga kesehatan dari RSUD Pulau Morotai mulai diaktifkan.
Kepala RS Bergerak Julius Kabupaten Pulau Morotai, Giscard Krons ketika dihubungi dari Ternate, Senin mengatakan, saat ini dari tenaga kesehatan RSUD yang digunakan di RSB kurang lebih sebanyak 20 orang, dengan diberikan tunjangan.
Selain itu, untuk tenaga dokter, pihaknya memastikan pada Januari 2013 mendatang sudah ada dan kehadiran tenaga dokter akan disiapkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Jumlah Internis Umum Masih Kurang
MEDAN, KOMPAS.com – Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aru W. Sudoyo mengatakan Indonesia membutuhkan banyak dokter spesialis penyakit dalam umum (internis umum), mengingat jumlah penduduk yang cukup tinggi dan wilayah yang sangat luas.
“Jumlah anggota PAPDI di seluruh Indonesia sekitar 2.556, seharusnya idealnya, dokter khusus penyakit dalam dibutuhkan lebih dari 20.000 orang,” katanya pada Kongres PAPDI ke-XV di Medan Rabu (12/12/2012), dengan tema 55 Tahun Peran Profesional PAPDI : Menapak Era Globalisasi di Tengah Masyarakat Indonesia dan Kedokteran Universal.