Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Editorial, 17 September 2020

Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2020: Keselamatan Tenaga Kesehatan, Keselamatan Kita Semua

Tanggal 17 September setiap tahunnya diperingati sebagai hari keselamatan pasien sedunia sebagai prioritas kesehatan global dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan publik, meningkatkan pemahaman global, dan memacu solidaritas dan tindakan global untuk mempromosikan keselamatan pasien. Secara global, sebanyak 4 dari 10 pasien dirugikan dalam pelayanan kesehatan baik di primer maupun rawat jalan, bahkan 80% diantaranya dapat dicegah. Keselamatan pasien merupakan unsur penting guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sehingga penting bagi organisasi/ institusi pelayanan kesehatan membangun sistem yang membuat proses pelayanan pasien menjadi lebih aman, baik bagi pasien, petugas kesehatan, maupun masyarakat sekitarnya (keluarga, pengunjung).

Pandemi COVID-19 telah memberikan tantangan dan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sistem kesehatan, tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Tidak hanya pasien, saat ini tenaga kesehatan menghadapi peningkatan risiko infeksi, kecelakaan tidak diharapkan, stigma, gangguan psikologis dan emosional penyakit bahkan kematian. Selain itu, bekerja di lingkungan yang penuh tekanan membuat petugas kesehatan lebih rentan terhadap kesalahan yang dapat membahayakan pasien. Oleh karena itu, tema hari keselamatan pasien sedunia 2020 yakni keselamatan tenaga kesehatan, keselamatan kita semua. Himbauan untuk menyampaikan mengenai keselamatan pada petugas kesehatan.

Minggu ini akan kami sajikan artikel dan berita terkait dengan hari keselamatan pasien sedunia, seperti apa langkah konkrit untuk meningkatkan keselamatan tenaga kesehatan maupun pasien di era pandemi COVID-19?

17sept

  • 21 24

  • tkmkb

  • 2627

  • manpsk2

  • amp3

Artikel

Kualitas Hidup Pasien Demensia Alzheimer di Era Pandemi Covid 19

Seorang wanita 60 tahun dibawa oleh keluarganya ke poliklinik psikiatri. Dari informasi yang disampaikan bahwa belakangan menunjukkan perubahan perilaku. Awalnya tampak jadi pendiam dibanding biasanya, jarang senyum, jarang mengungkapkan apa yang dirasakan dan jarang memberi respon terhadap ungkapan perasaan orang lain terhadap dirinya. Masih dapat beraktivitas sehari-hari tetapi beberapa hal kegiatan harus diingatkan. Puncak perubahan perilaku itu terjadi saat klien suatu waktu mau memasak nasi.

Readmore


Keselamatan Tenaga Kesehatan Keselamatan Kita Semua

Pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada sistem kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Seluruh komponen sistem kesehatan merasakan dampaknya termasuk tenaga kesehatan yang merasa lelah, takut, cemas, dan harus bekerja cepat dibawah tekanan, sebagai akibat perubahan workflow dalam pandemi, kurangnya dukungan psikologi dan kekurangan supply alat kesehatan terutama personal protective equipment (PPE) ditengah krisis finansial yang dialami oleh rumah sakit (Dhingra, 2020).

Readmore


Covid-19 Morbidity and Mortality Reduction Program (C19-MMRP):
Sebuah Usulan Kebijakan untuk Mencegah kematian Nakes akibat Covid-19

pic5agsHingga akhir Augustus 2020 telah tercatat jumlah tenaga kesehatan (Nakes) meninggal karena Covid-19 setidaknya telah mencapai: 100 dokter (catatan IDI), 55 perawat (catatan PPNI), 15 bidan, 8 dokter gigi, 1 tenaga kesehatan masyarakat, 1 asisten apoteker, dan 1 ahli teknologi laboratorium medik. Berdasarkan data yang ada, didapatkan bahwa kematian dokter terutama terjadi pada dokter berusia > 50 tahun, dokter umum, memiliki komorbid, dan masih produktif berkarya.

Readmore   download policy brief


+ ARTIKEL LAIN