Taspen Siap Gabung BPJS pada 2029

JAKARTA (Okezone.com) – PT Taspen (Persero) akan mengajukan roadmap persiapan transformasi Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS). Roadmap ini, akan diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian BUMN.

Continue reading

RS Pariwisata Telan Rp 70 M

KERINCI (jambiekspres.co.id)-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci akan membangun rumah sakit (RS) bernuansa pariwisata. Pembangunan ini akan dilaksanakan di areal perkantoran Bupati yang baru di Bukit Tengah, Kecamatan Siulak. 

Continue reading

Diskusi Bulanan tahun 2013 Pembahasan Artikel Kebijakan dan Manajemen

Kelompok Kerja Kebijakan dan Manajemen Fakultas Kedokteran UGM

Pengantar

Perkembangan topic dan metode penelitian manajemen berjalan dengan sangat pesat. Perkembangan ini perlu diikuti dengan cara melakukan pembahasan terhadap artikel-artikel kebijakan dan manajemen. Kegiatan ini sangat penting untuk pengembangan kapasitas para dosen, peneliti, dan konsultan yang tergabung pada kelompok kerja Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM serta peminat lain. Kegiatan dilakukan sebulan sekali pada hari Kamis, di pertengahan bulan berjalan.

Tujuan

  1. Membahas perkembangan topik yang menarik dalam kebijakan dan manajemen kesehatan
  2. Membahas metode penelitian, pelatihan, dan konsultasi, yang dipergunakan di berbagai penelitian kebijakan dan manajemen
  3. Menjadi forum untuk pengembangan kemampuan diri untuk para konsultan, peneliti, dan dosen di kelompok kerja kebijakan dan manajemen kesehatan
  4. Mengembangkan forum komunikasi antara dosen, peneliti, dan konsultan dalam kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan.

Jalannya kegiatan

Makalah dipilih oleh fasilitator. Tugas Fasilitator:

  • Mengantar diskusi (menjelaskan Topik & konsep-konsep terkait)
  • Memimpin telaah makalah dan tanya-jawab, Ada kemungkinan makalah akan dibahas oleh orang lain.
  • Memimpin diskusi tentang konsep-konsep yang telah/dapat digunakan dalam intervensi-intervensi (konsultasi, pelatihan, penelitian).

Kegiatan akan dipancarkan melalui audio streaming sehingga para peserta yang berada di luar Yogyakarta dapat mengikutinya dengan mendaftarkan diri. Bagi para konsultan, peneliti, dan dosen kebijakan dan manajemen akan dikirimi pemberitahuan secara rutin.

Pengelola Kegiatan:
Anggi di PKMK

Sumber dana
Diharapkan berasal dari PKMK, KMPK, dan MMR.

Jadual Acara dan topiknya

Diskusi Bulanan PMPK 2013

Bulan

Topik

Konsep-konsep terkait

Makalah yang ditelaah

Pembawa Acara*

Januari, Kamis tanggal 17

Intervention-mapping

Behavior change, Sustainability of innovations

Bartholomew, L.K., & Mullen, P.D. (2011). Five roles for using theory and evidence in the design and testing of behavior change interventions. Journal of Public Health Dentistry 71: S20–S33

Februari

Knowledge-brokering

Tacit knowledge, Knowledge Translation

Ward, V.L., dkk. (2009). Knowledge brokering: Exploring the process of transferring knowledge into action. BMC Health Services Research 9:12 (16 January 2009). PDF

Maret

Intervention reporting

Public Health Triangulation, data mining, text mining

Riley, B.L., dkk. (2008) Is reporting on interventions a weak link in understanding how and why they work? A preliminary exploration using community heart health exemplars. Implementation Science 3:27 (20 May 2008). PDF

April

Conjoint analysis

Diagnostic analysis, Tailored implementation

Murti, B. Penerapan Analisis Konjoin untuk Kebijakan Asuransi Kesehatan

Hanbury, A., dkk. (2012). Challenges in identifying barriers to adoption in a theory-based implementation study: lessons for future implementation studies BMC Health Services Research12:422 (23 November 2012) Provisional PDF

Mei

Health Behavior Theory

Behavior change interventions, Self-efficacy, Theory of planned behavior,

Jeffery, R.W. (2004). How can Health Behavior Theory be made more useful for intervention research?International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity 1:10 (23 July 2004) PDF

Michie, S., dkk. (2011). The behaviour change wheel: A new method for characterising and designing behaviour change interventions. Implementation Science6:42 (23 April 2011) PDF

Juni

Implement-ation fidelity

Moderators & mediators,

Causation & correlation,

Hasson, H., dkk.  (2012). Fidelity and moderating factors in complex interventions: a case study of a continuum of care program for frail elderly people in health and social care. Implementation Science 2012, 7:23 (22 March 2012). PDF

Lipton, R., &Ødegaard, T. (2005). Causal thinking and causal language in epidemiology: it’s in the details Epidemiologic Perspectives & Innovations 2:8 (29 July 2005) PDF

Juli

Principal-agent theory & Self-determina-tion theory

Conflict of interest, Motivation, Classical agency theory

Gopalan, S.S., & Durairaj, V. (2012). Addressing maternal healthcare through demand side financial incentives: experience of Janani Suraksha Yojana program in India. BMC Health Services Research12:319 (15 September 2012). PDF

Carroll, J.K., dkk. (2012). A 5A’s communication intervention to promote physical activity in underserved populations. BMC Health Services Research12:374 (30 October 2012). PDF

Agustus

Innovation diffusion theory

Adoption, Sustainability, Davis’ technology acceptance theory

Olstad, D., dkk. (2011). Improving children’s nutrition environments: A survey of adoption and implementation of nutrition guidelines in recreational facilities. BMC Public Health11:423 (1 June 2011). PDF

Stirman, S.W., dkk. (2012). The sustainability of new programs and innovations: a review of the empirical literature and recommendations for future research. Implementation Science 7:17 (14 March 2012). PDF

September

Socio-ecological change theory

Systems thinking

Braithwaite, J., dkk. (2012). A four-year, systems-wide intervention promoting inter professional collaboration. BMC Health Services Research12:99 (20 April 2012) PDF

Oktober

Hirschman’s theory of exit

Community voice, health service reform, public view

Paredes-Solís, S., dkk. (2011). Use of social audits to examine unofficial payments in government health services: experience in South Asia, Africa, and Europe. BMC Health Services Research 11(Suppl 2):S12 (21 December 2011). PDF

Cockcroft, A., dkk. (2011).Health services reform in Bangladesh: hearing the views of health workers and their professional bodies. BMC Health Services Research11(Suppl 2):S8 (21 December 2011). PDF

November

Self-management theory

Participatory research, action learning

Bessems, K.M., dkk. (2011). Appreciation and implementation of the Krachtvoer healthy diet promotion programme for 12- to 14- year-old students of prevocational schools. BMC Public Health11:909 (8 December 2011). PDF

Okely, A.D., dkk. (2011). A school-based intervention to promote physical activity among adolescent girls: Rationale, design, and baseline data from the Girls in Sport group randomised controlled trial. BMC Public Health11:658 (19 August 2011) PDF

Desember

Action research

 

Atkinson, J.A., dkk. (2011). The architecture and effect of participation: a systematic review of community participation for communicable disease control and elimination. Implications for malaria elimination. Malaria Journal 10:225 (4 August 2011). PDF

Jansen, M.W.J., dkk. (2010). Public health: disconnections between policy, practice and research. Health Research Policy and Systems 8:37 (31 December 2010) PDF

Reportase Kegiatan Diskusi Teori Intervensi Mapping

Tahun 2013 ini, PMPK FK UGM mengadakan kegiatan diskusi bulanan yang akan dilaksanakan setiap pertengahan bulan. Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk melakukan pembahasan terhadap artikel kebijakan dan manajemen. Bulan Januari ini, tema yang diangkat adalah mengenai intervensi mapping dengan fasilitator dr. Rossi Sanusi (Dosen Senior IKM FK UGM). Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen, peneliti, konsultan & asisten konsultan dari PMPK, KMPK dan MMR UGM.

rossi

Teori H.L Blum menjelaskan bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor besar yaitu genetik (keturunan), pelayanan kesehatan, perilaku dan lingkungan. Perilaku merupakan suatu reaksi seseorang terhadap lingkungannya atau sebagai suatu respon dari reaksi terhadap lingkungan. Untuk melakukan suatu perubahan perilaku dibutuhkan intervensi yang efektif dan dirancang dengan baik yang berpedoman pada teori dan diinformasikan dengan bukti empiris mengenai perilaku yang akan diubah.

Bartholomew, L & Mullen, P (2011) menjelaskan bahwa bila meneliti perubahan perilaku dibutuhkan teori dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab yang relevan tentang perilaku dan metode perubahan apa yang akan dilakukan sehingga akan menghasilkan intervensi yang efektif.

Banyak peneliti tidak memulai suatu proses intervensi dengan melakukan penilaian pada determinan masalah dan tidak membuat suatu model logika perubahan yang jelas. Sehingga intervensi seringkali gagal karena tidak menggunakan metode yang berdasarkan bukti yang akhirnya tidak efektif menemukan kebutuhan yang paling mendasar. Lebih lanjut peneliti perlu tahu bahwa bukan hanya penggunaan teori yang diperlukan dilapangan melainkan bagaimana secara efektif memilih dan menggunakan berbagai teori untuk merancang, menguji dan melaporakan intervensi.

Bartholomew dkk, juga menyatakan bahwa perlunya menggambarkan teori dan konsep teoritis sehingga adanya pemahaman yang lebih baik dan jelas mengenai kesehatan dan masalah perilaku yang akan diubah. Teori dibutuhkan dalam penelitian perubahan perilaku untuk memastikan bahwa peneliti telah mengidentifikasi faktor penyebab yang relevan, metode perubahan dan memaksimalkan efektifitas intervensi.

Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah dengan Teori Intervensi Mapping yang merupakan kerangka kerja untuk mengembangkan promosi kesehatan dan program perubahan perilaku. Tujuan intervensi mapping adalah untuk menyajikan pada siapa saja program perubahan perilaku akan dikembangkan sehingga keputusan dalam setiap perencanaan, implementasi dan evaluasi intervensi menjadi efektif.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Schmid, A et al (2010) yang meneliti program pencegahan stroke sekunder dengan menyatakan bahwa intervensi mapping dapat menentukan tujuan, determinan, sasaran, strategi pelaksanaan, evaluasi program dan membuat program yang dimaksud.
Berikut enam langkah proses intervensi mapping dan kegiatan yang dilakukan pada setiap langkah:

1. Mendeskripsikan masalah kesehatan

  • Menentukan kebutuhan provider
  • Menentukan kebutuhan pasien 

    Hal yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah pertanyaan tentang persoalan kesehatan atau perubahan perilaku spesifik dan determinanya kemudian dilakukan identifikasi bukti hubungan sebab akibat antara konsep dan perilaku. Untuk mengetahui jawaban tersebut dapat dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dengan provider dan diskusi kelompok. 
    Sebagai contoh membahas masalah kanker mulut dan dampak dari ketelatan diagnosis pada hasil kesehatan. Deskripsi masalahnya dengan menjawab pertanyaan apa penyebab ketelatan diagnosis dan faktor teoritis dan non teoritis yang berhubungan dengan ketelatan diagnosis kanker mulut dan dampaknya bagi kesehatan. Selain itu perlu mempertimbangkan perilaku dan motivasi penduduk tentang risiko dan kondisi lingkungan yang mungkin memudahkan atau membatasi terjadinya perilaku.

2. Membuat matriks sasaran program

  • Menentukan sasaran
  • Menentukan determinan penting yang dapat diubah
  • Menggolongkan populasi dari target
  • Membuat matriks sasaran program

    Target pertama intervensi adalah determinan terhipotesis. Untuk menilai perilaku dilihat melalui 3 aspek yaitu pengetahuan, sikap dan praktik. Sehingga tiga aspek tersebut menjadi salah satu determinan terhipotesis. Selain itu, promosi kesehatan pada kelompok risiko menjadi salah satu bentuk kinerja yang dapat diharapakan untuk menjadi determinan terhipotesis.

3. Memilih metode berbasis teori & praktek

  • Mengolah metode untuk mencapai sasaran program
  • Menggunakan literatur secara teori dan empiris untuk menjelaskan lebih lanjut tentang metode-metodenya
  • Menjelaskan metode-metode yang ada dalam bentuk strategi

4. Menyusun program intervensi

  • Mengoperasionalkan strategi ke dalam rencana dengan mempertimbangkan faktor-faktor pengganti dan tempat pelaksanaan
  • Merancang materi-materi panduan
  • Menguji coba materi dengan kelompok target
  • Membuat materi-materi tersebut

5. Penerapan dan pelaksanaan program

  • Mengembangkan sistem yang saling berkaitan
  • Menentukan sasaran penerapan dan pelaksanaan program
  • Menentukan determinan untuk penerapan dan pelaksanaan
  • Menuliskan rencana pelaksanaan

6. Pengukuran dan mengevaluasi program

  • Mengembangkan model evaluasi dengan menggunakan informasi dari langkah-langkah sebelumnya dan informasi dari perkiraan kebutuhan
  • Mengembangkan pertanyaan-pertanyaan evaluasi berdasarkan matriks sasaran program sebagai pengembangan instrumen
  • Mengembangkan pertanyaan-pertanyaan evaluasi dari perkiraan kebutuhan dan intervensi mapping

Tujuan dari pengukuran & evaluasi adalah memahami bagaimana intervensi efektif atau menentukan mengapa intervensi tidak berpengaruh. Dalam model logika perubahan, pertanyaan untuk evaluasi adalah apa pengaruh intervensi pada perilaku dan determinan perilaku. Hal ini penting yang mana tidak hanya intervensi dilihat dari hasil utama seperti perilaku atau status kesehatan melainkan juga variabel yang terhipotesis untuk mempengaruhi perilaku.

Daftar Pustaka :

Schmid, A., et al (2010). Using Intervention Mapping to Develop and Adapt a Secondary Stroke Prevention program in Veterans Healt Administration Medical Centers. Implementation Science. 5 : 97

Bartholomew, L & Mullen, P (2011). Five Roles for Using Theory and Evidence in The Design and Testing of Behavior Change Interventions. Journal of Public Health Dentistry.

 

Jika BPJS berlaku, PMI Menjamin Darah Gratis

JAKARTA (jpnn.com) – Pemberlakuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 1 Januari 2014 akan menguntungkan seluruh masyarakat terutama yang miskin. Pasalnya, seluruh biaya kesehatan termasuk kebutuhan darah akan free dan tidak ada lagi sistem jual beli daerah.

Continue reading

Warga Perbatasan Punya RS Bergerak

Sendawar (Tribunnews.com) — Keinginan masyarakat Mahakam Ulu khususnya yang berada di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia, tepatnya di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Sendawar, Kalimantan Timur, dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal telah terkabul.

Continue reading