(bagian III) Keterlibatan pasien-masyarakat pada tingkatan ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu keterlibatan yang bertujuan untuk kepentingan individual pasien (yaitu diagnosis dan pengobatan) dan kepentingan pengembangan pelayanan. Sebuah systematic review yang menelaah publikasi pada tahun 1966-2000 menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan pasien yang dominan adalah pada tingkat individual, yaitu dengan membuat berbagai sumber informasi untuk edukasi pasien dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakitnya (Crawford et al., 2002).
IPROSI Cabang Medan Gelar Temu Ilmiah Prostodontik Internasional
Medan (Analisa). Ikatan Prostodonsia Indonesia (IPROSI) Cabang Medan menggelar pertemuan ilmiah prostodontik internasional Medan 2012 (Medan International Prosthodontic Scientific Meeting/1st Medan Inpro 2012) selama tiga hari di Hotel JW Marriot, Medan, 30 Agustus-1 September.Pertemuan bertema “Interprofessional Collaboration in Prostodhontic Treatment to Improve Quality of Life” itu diikuti ratusan peserta dan pembicara dari tujuh negara.
RS Unair Fokus Pasien Kaya
SURABAYA (Okezone.com) – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) menetapkan diri melayani pasien kaya. Mereka berupaya mencegah pasien berobat ke luar negeri.
Direktur Utama RS Universitas Airlangga, Surabaya, Prof. Muh Dikman Angsar SpOG(K) berkata, permintaan layanan kesehatan orang kaya sangat tinggi. Mulai dari keinginan menyembuhkan penyakit sampai keinginan untuk mempercantik diri.
Jangan Berobat ke Luar Negeri!
Oleh Wimpie Pangkahila
KOMPAS. Presiden SBY baru-baru ini menyatakan ketidaksenangannya terhadap warga bangsa yang sering berobat ke luar negeri.
Meski memicu banyak gugatan, pernyataan ini sebenarnya bisa menjadi momentum introspektif terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Jaga Mutu Dokter, UKDI Tak Mungkin Dihapus
JAKARTA (HarianTerbit)— Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), menurut Sekjen PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Slamet Budiarto, tidak mungkin dihapuskan. Ini amanat UU Praktik Kedokteran. Namun, sebagai penyelenggara, PB IDI akan memperbaiki mekanisme dan pola UKDI. Kata kuncinya terletak pada transparansi.
“Adanya protes-protes, keberatan, atau pemanggilan oleh DPR kan karena kurang transparansi saja. Kalau pihak-pihak itu mengetahui lebih jauh mengenai UKDI, saya yakin mereka akan memahaminya,” kata Slamet Budiarto kepada Harian Terbit, Rabu (1/8), di Jakarta, terkait desakan dihapuskannya UKDI.
Obat Generik Berlogo Bukan Obat Orang Miskin
JAKARTA (KOMPAS) – Banyak komentar beragam di masyarakat ketika bicara soal obat generik. Dalam survei kecil-kecilan yang dilakukan Kompas.com di sejumlah apotek di kawasan Jakarta Timur, 13 dari 20 orang menganggap obat generik sebagai obat kelas dua, dan kurang berkhasiat ketimbang obat bermerek atau branded.
Seperti diungkapkan Doni (24), yang ditemui saat hendak menebus obat di apotek untuk orangtuanya yang sedang sakit. Pria lajang ini mengatakan, “Ya lebih bagus obat bermerek lah, soalnya dia punya merek. Kalau generik kan nggak punya.”
Sikap berbeda ditunjukkan Gunawan (34), seorang karyawan bank swasta di Jakarta. Dengan mantap ia mengatakan tak ada perbedaan antara obat generik dan bermerek. “Sama saja. Malah kalau berobat saya minta biar diresepin obat generik. Udah murah, khasiatnya sama aja,” katanya.
Ini Dia 20 Rumah Sakit Top di Asia
Jakarta (Detik Health), Ada banyak faktor untuk menilai seberapa bagus kualitas sebuah rumah sakit, seperti kemampuan UGD, jumlah pasien yang meninggal, waktu kesembuhan, juga kualitas dokter. Di Asia, ada peringkat yang diberikan kepada rumah sakit yang rajin melakukan riset ilmiah.
Untuk skala Asia, ada peringkat untuk rumah sakit yang diberikan Webometrics. Peringkat yang diberikan berdasarkan kemampuan rumah sakit untuk terus-menerus menaikkan kualitas keilmuan dokternya, salah satunya berupa riset dan penelitian ilmiah.
Ruang Lingkup Pelibatan Pasien-Masyarakat Sebagai Mitra RS
(bagian II) Dari perspektif profesi kesehatan atau rumah sakit, tingkat partisipasi pasien dibedakan menjadi tiga yaitu menginformasikan (informing), mengkonsultasikan ke pasien-keluarga (consulting) dan bermitra (partnership). Dalam adaptasi model ini ditambahkan partisipasi pasien yang bersifat pasif, yaitu menanyakan (asking). Hal ini mengingat bahwa partisipasi pasien-masyarakat seringkali diartikan secara simplistik menjadi “Rumah sakit telah meminta pasien-keluarga mengisi kuesioner dalam survei kepuasan pasien”. Pelibatan pasien-masyarakat dapat bertujuan untuk kepentingan individual pasien, kepentingan pengembangan pelayanan, dan kepentingan organisasi.
Clinical Pathway Paling Nyata Kolaborasinya di Rumah Sakit
“Selain itu rekam medik juga nampak kolaborasinya,” kata dr. H. Azwan Hakmi Lubis SpA M. Kes, salah seorang pembicara dengan materinya “Kebijakan Rumah Sakit Dalam mendukung Kolaborasi Perawat-Dokter” pada Seminar Sehari Kolaborasi di Institusi Pelayanan Kesehatan di Aula Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan, Rabu (4/7).
Menurut Azwan, dalam berkolaborasi di rumah sakit tidak gampang. “Kolaborasi ini sangat sulit dilakukan, tapi ini harus dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Apalagi RSUP HAM ini akan menuju rumah sakit berstandar internasional yang disebut JCI,” ujar Azwan yang juga menjabat Direktur Utama di RSUP HAM.
PB IDI: Pelayanan Kesehatan sudah merata tapi Mutu belum sama
Jakarta. Gatra.com – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Gatot Soetono, mengatakan, ada dua hal pokok berkaitan permasalahan dunia kesehatan di Indonesia, yaitu pembiayaan dan pelayanan kedokteran. Selain itu, perlu adanya kesadaran untuk menerapkan jalur kesehatan yang seharusnya, yaitu dari primer, sekunder, kemudian tersier.
“Saat ini terjadi ketimpangan antara pelayanan kedokteran. Misalnya di Puskesmas hampir tidak ada dokter. Jadi, aksesnya ada, tetapi mutunya tidak sama,” ujarnya, dalam diskusi di MNC Tower, Jakarta, Senin (25/6).