Editorial, 20 April 2015

“Selamat Hari Diabetes Nasional - 18 April 2015”

postnatal-care

Pada sabtu, 18 April 2015 lalu kita memperingati Hari Diabetes Nasional, peringatan ini seperti mengingatkan kita semua untuk senantiasa waspada agar tidak 'dihinggapi' penyakit tersebut. Seperti kita ketahui bahwa diabetes adalah penyakit dimana penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Upaya yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit ini adalah dengan memperhatikan gaya hidup, pola makan, kebiasaan kita untuk berolah raga dan berbagai kebiasaan baik lainnya sehingga seluruh fungsi tubuh kita dapat berjalan dengan baik.

readmore

perpres

Artikel

Peningkatan Layanan Pasien DM Tipe-2 di Rumah Sakit

Peningkatan pelayanan terhadap pasien di rumah sakit telah diatur oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit melalui kegiatanasesmen pasien (AP)serta peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP). Tujuannya adalah untuk menganalisis kebutuhan pasien semenjak datang, hingga standar pelayanan pengobatan yang diperlukan pasien selama berada di rumah sakit. 

More


Perkembangan Teknologi dan Metode Keperawatan Terhadap Pasien Pengidap Diabetes Melitus (DM)

(Sebuah Analisis Komparatif antara Indonesia dan Amerika Serikat)
Salah satu dari banyak penyakit paling berbahaya di Dunia adalah Diabetes Melitus, dengan jumlah penderita diseluruh dunia diperkirakan mencapai angka 382.000.000 jiwa. Jumlah yang cukup besar jika dibandingkan dengan populasi dunia saat ini. 

More


+ ARSIP

PENDEKATAN DOKTER KELUARGA DALAM PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS

Posted in agenda

Susunan Acara seminar & Workshop

PENDEKATAN DOKTER KELUARGA DALAM
PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS

IHQN 2014

Selasa, 19 Agustus 2014

Jam

Acara

07.30 – 08.30

Pendaftaran Ulang Peserta

08.30 – 09.30

Pembukaan

  1. Sambutan Ketua Panitia
  2. Sambutan Direktur Pasca

09.30 – 09.45

Coffee Break

09.45 – 11.30

Seminar

  1. Update Prosedur Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus (dr. Sogiarto Sp.PD, FINASIM)
  2. Pendekatan Secara Holistik Tentang Diabetes Mellitus Praktek Dokter Keluar (Prof. Dr.Didik Tamtomo,dr,MM,M.Kes,PAK)
  3. Peran Dokter Keluarga dalam Penatalaksaaan Penyakit Kronik Pada Era JKN 
    1. Dr. Nurifansyah,MKM,AAK
    2. Kepala BPJS Cab. Boyolali

Moderator : dr. Andri Putranto, MKes

11.30 – 12.30

ISHOMA

12.30 – 14.30

Workshop

  1. Pemilihan OAD dan Pemilihan dan Cara Penyuntikan Insulin (PERKENI)
  2. Pemilihan Diet Diabetes Mellitus(PERKENI)
  3. Pemilihan Senam Untuk Diabetes Mellitus (PERKENI)
  4. Perawatan Kaki Diabetik (PERKENI)

Moderator : dr.Balgis, M.Sc, CM-FM

14.30-15.00

Coffe Break dan ISHOMA

15.00 – 15.15

Penutupan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan Penyelesaian Konflik dan Sengketa Medis

Posted in agenda

Term of Reference

Pelatihan Penyelesaian Konflik dan Sengketa Medis

The Sunan Hotel Surakarta, 19 Agustus 2014

  DASAR PEMIKIRAN

Globalisasi dan liberalisasi dalam bidang Pelayanan Kesehatan menjadikan kompetisi bagi industri Rumah Sakit di Indonesia menjadi semakin tajam. Menyikapi tajamnya kompetisi ini, maka aspek mutu Pelayanan Kesehatan sangatlah relevan untuk dijadikan penentu. Mutu pelayanan medis dan kesehatan di Rumah Sakit sangat erat kaitannya dengan manajemen Rumah Sakit (quality of services) dan profesionalisme kinerja SMF dan staf lainnya di Rumah Sakit (quality of care). Keduanya merupakan outcome dari manajemen menjaga mutu di RS yang dilaksanakan oleh gugus kendali mutu Rumah Sakit.

Mutu Pelayanan Kesehatan yang kurang baik akan menimbulkan terjadinya pemborosan waktu dan sumber daya; peningkatan kesalahan dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan serta peningkatan terjadinya resiko termasuk terjadinya suatu kejadian yang tidak diinginkan (KTD), baik timbulnya komplikasi, kecacatan maupun pasien meninggal dunia.

Di sisi lain, UU no. 36/2009 tentang Kesehatan khususnya Pasal 58 ayat (1) menegaskan, bahwa setiap orang berhak menuntut ganti rugi kepada seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya. Demikian juga UU no. 44/2009 tentang Rumah Sakit, Pasal 32 butir (q) menjamin hak pasien untuk mengajukan gugatan kepada tenaga kesehatan atau rumah sakit atas pelayanan yang tidak sesuai dengan standar, baik secara perdata maupun pidana.

Kasus dugaan Malpraktik yang menjerat dr.Ayu dan kedua rekannya menyebabkan Kementerian Kesehatan menganggap perlu adanya satu pemahaman antara Majelis Kehormatan dan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) dengan penegak hukum mengenai resiko suatu tindakan medis.

Ketidaksamaan pemahaman tentang resiko medis dalam suatu tindakan medis, acap kali menjadi pemicu terjadinya konflik atau sengketa medis. Mengingat besar kemungkinan terjadinya KTD disebabkan oleh resiko medis, maka perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat untuk menangani konflik dan sengketa medis, agar hal itu dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, dengan menerapkan prinsip mengutamakan penyelesaian secara damai melalui jalur non litigasi.

Dalam rangka membantu pimpinan, manajemen dan tenaga kesehatan dalam menangani konflik dan sengketa medis baik di rumah sakit maupun lembaga pelayanan kesehatan, serta melakukan antisipasi terhadap konflik yang berpotensi menjadi sengketa, maka Dynamic Consulting Group menyelenggarakan Pelatihan Penyelesaian Konflik dan Sengketa Medis di The Sunan Hotel Surakarta, 19 Agustus 2014.

 TUJUAN

  1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif pada tenaga kesehatan, pimpinan dan manajemen rumah sakit dan lembaga pelayanan kesehatan tentang kiat menangani konflik dan menyelesaikan sengketa medis;
  2. Memberikan pengetahuan mengenai perlunya audit medis serta manajemen resiko pelayanan klinis dalam mencegah terjadinya konflik dan sengketa medis;
  3. Memberikan pengetahuan mengenai penyelesaian konflik dan sengketa medis menurut jalur non litigasi;
  4. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam merumuskan akta perdamaian dan nota kesepahaman sebagai bentuk penyelesaian konflik dan sengketa medis.

Sasaran

  1. Peserta memahami dan mengenali berbagai bentuk kasus pelanggaran yang dapat menimbulkan konflik dan sengketa medis;
  2. Peserta memahami dan mengetahui peranan audit medis serta manajemen resiko pelayanan klinis dalam mencegah terjadinya konflik dan sengketa medis;
  3. Peserta memahami dan mengetahui teknik-teknik penyelesaian konflik dan sengketa medis melalui jalur non litigasi;
  4. Peserta mampu merumuskan akta perdamaian dan nota kesepahaman dalam penyelesaian konflik dan sengketa medis.

Kriteria Peserta

  1. Direksi Rumah Sakit (Diretur Utama, Direktur, Wakil Direktur RS).
  2. Manajer dan Supervisor RS (Kepala Bagian/Bidang, Manajer Hukum, Legal Supervisor, Pejabat Struktural RS)
  3. Satuan Pengawas Internal (SPI) / Badan Pengawas Rumah Sakit / Dewan Pengawas BLUD.
  4. Kepala Instalasi, Ketua Komite Medik, Ketua SMF, Koordinator Team, Pejabat Fungsional RS.
  5. Dokter, Paramedis, Petugas Penunjang Medik, Tenaga Kesehatan yang bekerja di Sarana Pelayanan Kesehatan.
  6. Customer Service, Front Liners dan lain-lain yang terkait dengan bidang pelayanan di RS.

Narasumber dan Fasilitator

  • dr. Sofwan Dahlan, Sp F (K) : Dewan Pakar ARSADA Jawa Tengah, Konsultan Hukum Kesehatan di berbagai Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta, Konsultan Hospital Bylaws dan Legal Drafting;
  • DR. dr. Inge Hartini, M.HKes : Pengurus MAKERSI Jateng, Peneliti Informed Consent yang mendalami Hukum Kesehatan, Dosen Hukum Kesehatan beberapa perguruan tinggi Negeri maupun Swasta;
  • Sri Setiawati, SH, MH : Dosen Hukum Pidana dan Hukum Kesehatan Program Magister Ilmu Hukum, Konsultan Penyusunan Hospital Bylaws dan Legal Drafting.

  JADWAL & MATERI

Dari pukul 08.00 – 16.00

08.00 – 08.30 Pembukaan/ Opening session
08.30 – 10.00 Sessi 1 : Potensi Konflik dan Sengketa Medis dalam Pelayanan Kesehatan
10.00 – 10.30 Coffee Break
10.30 – 12.00 Sessi 2 : Langkah-langkah Penyelesaian Konflik dan Sengketa Medis
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.30 Sessi 3 : Menyelesaian Konflik/Sengketa Medik Menurut Jalur Non Litigasi
14.30 – 16.00 Sessi 4 : Menyelesaian Konflik/Sengketa Medik Menurut Jalur Non Litigasi

Catatan :

Materi disampaikan oleh para pembicara secara panel, dari sudut pandang dr Sofwan Dahlan, Sp.F(K) selaku dokter yang berpengalaman memberikan mediasi dalam konflik antara dokter/RS dengan pasien, DR. dr. Inge Hartini, M.Kes selaku praktisi dan peneliti dan Sri Setiawati, SH.,MH dari segi hukumnya
Cakupan Materi dari keempat sessi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Potensi Konflik dan Sengketa Medis dalam Pelayanan Kesehatan : Identifikasi Masalah untuk Mengenali Berbagai Bentuk Pelanggaran yang menimbulkan Konflik dan Sengketa Medis pada Sarana Pelayanan Kesehatan dilengkapi dengan sharing di antara peserta bimtek tentang pengalaman pada institusi masing-masing untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai pelanggaran yang dikategorikan sebagai pelanggaran kode etik, maupun pelanggaran hukum; memberikan pemahaman mengenai perbedaan antara malpraktek medis dengan resiko medis.
  2. Langkah-langkah Penyelesaian Konflik dan Sengketa Medis : 
    Memberikan pemahaman tentang hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan apabila terjadi konflik atau sengketa medis, mulai dari menyelenggarakan Personal Case Audit sebagai Upaya Strategis dalam menyelesaikan konflik, sampai dengan penyampaian materi tentang model penyelesaian konflik berupa teknik negosiasi, mediasi dan langkah konkret dalam menyelesaikan konflik, berdasarkan pelanggaran yang terjadi (etika, hukum perdata atau hukum pidana) dilengkapi dengan sharing dari para peserta
  3. Menyelesaian Konflik dan Sengketa Medis menurut Jalur Non Litigasi : Pada bagian pertama diberikan pemahaman tentang pentingnya penyelesaian konflik dan sengketa medis menurut jalur non litigasi, karena bersifat win-win solution; memberikan pemahaman tentang praktek negosiasi dan mediasi. Pada bagian kedua diberikan latihan dalam bentuk case study (sharing dari peserta) sampai ke upaya menyusun perjanjian damai, baik dalam bentuk otentik maupun di bawah tangan. Dalam materi ini tercakup kegiatan latihan dan simulasi dengan bahan berupa kasus yang disampaikan peserta. Secara teknis, peserta bisa dibagi dalam 2 atau 3 kelompok dan masing-masing berlatih dengan kasus yang berbeda.

 

 

 

PELATIHAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PELAYANAN JASA KESEHATAN

Posted in agenda

Term of Reference

PELATIHAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA
PELAYANAN JASA KESEHATAN

 

 DASAR PEMIKIRAN

Sejalan dengan diberlakukannya tarif rumah sakit dengan sistem paket yang ditetapkan oleh pemerintah di satu sisi, dan di sisi lain bahwa rumah sakit harus memberikan mutu pelayanan sesuai dengan standar dengan biaya yang efisien, maka peranan perencanaan dan pengendalian biaya pelayanan jasa kesehatan merupakan hal yang penting dalam rangka kelancaran dan kelangsungan hidup rumah sakit.

Pendapatan rumah sakit ditentukan oleh variabel produk, tarif dan volume pelayanan. Dari aspek ini, tidak banyak yang dapat dilakukan oleh manajemen rumah sakit, kecuali variabilitas produk yang harus dinamis sesuai dengan perkembangan permintaan pasar. Bahwa besaran tarif dan volume pasien merupakan dua variabel yang tidak dapat dikendalikan secara signifikan atau uncontrolable yang harus kita terima dan mengharuskan manajemen rumah sakit dapat menjaga agar tercapai kecukupan pendapatan. Namun hal ini tidaklah mudah, karena alasan fungsi sosial rumah sakit yang tidak dapat menolak pasien.

Salah satu upaya yang berdampak signifikan terhadap tercapainya tujuan rumah sakit adalah dengan perencanaan dan pengendalian biaya terhadap seluruh aspek bisnis rumah sakit baik biaya operasional, investasi, maupun alternatif sumber pembiayaan yang efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Untuk membantu manajemen RS Pemerintah maupun Swasta melakukan perencanaan dan pengendalian biaya, maka Dynamic Consulting Group menyelenggarakan Pelatihan Perencanaan dan Pengendalian Biaya Pelayanan Jasa Kesehatan pada tanggal 19 Agustus 2014 di The Sunan Hotel, Surakarta bersama narasumber Drs. Widartoyo, Ak, MM, M.Si, CPA (Divisi Akuntansi dan Keuangan PERSI Pusat, Pengurus ARSADA Pusat, Dewan Pengawas di beberapa RSUD, Partner Akuntan Publik KAP Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo & Rekan, Sekretaris Ikatan Akuntan Indonesia Jatim, Dosen Universitas Airlangga)

  TUJUAN DAN MANFAAT

  1. Peserta dapat membuat perencanaan yang didasari pada asumsi, kebijakan dan tujuan yang logis dan dapat dijalankan.
  2. Peserta dapat membuat anggaran berdasarkan perencanaan dengan basis pemikiran bisnis yang sehat, efisien dan produktif.
  3. Peserta dapat memperoleh metode dan teknik pengendalian biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
  4. Tersedianya panduan sebagai alat informasi dan koordinasi bagi unit-unit kerja dalam rumah sakit untuk mendukung keselarasan program dan kegiatan dengan biaya yang terkendali.

MATERI

  1. Konsep biaya untuk berbagai alternatif keputusan.
  2. Perencanaan dan pengendlian biaya investasi.
  3. Perencanaan dan pengendalian biaya bahan dan alkes.
  4. Alternatif sumber pembiayaan yang efisien.
  5. Standar clinical pathway sebagai alat perencanaan biaya.
  6. Pengendalian biaya berdasarkan clinical pathway.
  7. Analisis varian biaya untuk mengetahui penyebab dan dampak atas selisih antara biaya standar dan biaya aktual.

PESERTA

  1. Semua pejabat struktural, fungsional dan SPI.
  2. Dokter spesialis.
  3. Dewan Pengawas.
  4. Personal potensial.

  JADWAL

08.00 – 08.15 : Pembukaan
08.15 – 09.00 : Konsep biaya untuk berbagai alternatif keputusan
09.00 – 09.30 : Perencanaan dan pengendlian biaya investasi
09.30 – 10.00 : Perencanaan dan pengendalian biaya bahan dan alkes
10.00 – 10.30 : COFFEE BREAK
10.30 – 11.00 : Alternatif sumber pembiayaan yang efisien
11.00 – 11.30 : Standar clinical pathway sebagai alat perencanaan biaya
11.30 – 13.30 : LUNCH / ISHOMA
13.30 – 14.30 : Pengendalian biaya berdasarkan clinical pathway
14.30 – 15.30 : Analisis varian biaya untuk mengetahui penyebab dan dampak atas selisih antara biaya standar dan biaya aktual
15.30 – 16.00 : Review dan Plan of Action
16.00 – 16.30 : CLOSING

MATERI PRESENTASI

  Alternatif Sumber Pembiayaan yang Efisien

  Perencanaan dan pengendalian biaya - Drs. Widartoyo

  Pokok Bahasan 3: Perencanaan dan Pengendalian Biaya Bahan

  Standar Clinical Pathways Sebagai Alat Perencanaan Biaya

 

 

Audit Keperawatan

Posted in agenda

TERM OF REFERENCE
BIMBINGAN TEKNIS AUDIT KEPERAWATAN

Sebagai Salah Satu Tolok Ukur Pelayanan Keperawatan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012
RSUD DR. MOEWARDI, 18 - 19 AGUSTUS 2014

Tahap I:18-19 AGUSTUS 2014, Tahap II: 6-7 OKTOBER 2014

 

  PENDAHULUAN

Pelayanan kesehatan di rumah sakit berjalan secara sinergis antar disiplin profesi kesehatan dan non kesehatan. Perawat memberikan pelayanan dan asuhan menggunakan suatu sistem manajemen asuhan keperawatan. Manajemen pelayanan keperawatan di rumah sakit terintegrasi dengan pelayanan kesehatan lain, karena sasaran yang ingin dicapai adalah keselamatan pasien.

Cara mengetahui tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang diberikan dapat dinilai secara obyektif dengan menggunakan metode dan instrumen penelitian yang baku, salah satunya adalah audit dokumentasi asuhan keperawatan. Audit dokumentasi dilakukan dengan cara membandingkan pendokumentasian yang ditemukan dalam rekam medik pasien dengan standar pendokumentasian yang ditentukan dalam standar asuhan keperawatan, sebagai alat bukti tanggung jawab dan tanggung gugat dari perawat dalam menjalankan tugasnya.

Pada saat ini sedang dikembangkan Audit keperawatan secara khusus sesuai tuntutan standar akreditasi JCI dan KARS 2012 dengan merujuk pada pengkajian kualitas keperawatan klinis yang merupakan upaya evaluasi secara profesional terhadap mutu pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien, dengan menggunakan rekam keperawatan dan dilaksanakan oleh profesi keperawatan.

Dalam rangka membantu manajemen RS Pemerintah maupun RS Swasta agar dapat melaksanakan audit keperawatan, maka RSUD Dr. Moewardi menyelenggarakan Bimbingan Teknis Audit Keperawatan Sebagai Salah Satu Tolok Ukur Pelayanan Keperawatan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 Tahap I tanggal 18 - 19 Agustus 2014, Tahap II tanggal 6-7 Oktober 2014 di RSUD Dr. Moewardi, Jl. Kol. Soetarto No. 132 Surakarta Telp. 0271 – 634634.

  TUJUAN

  1. Memberikan pemahaman tentang peran audit klinis dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit;
  2. Meningkatkan kemampuan dan fungsi Komite Keperawatan dalam melakukan audit keperawatan di Rumah Sakit.

MANFAAT

  1. Mencegah terjadinya sengketa medis melalui pelaksanaan audit klinis oleh Komite Keperawatan;
  2. Meningkatkan mutu layanan Rumah Sakit;
  3. Mewujudkan transparansi manajemen Rumah Sakit;
  4. Memelihara kepercayaan masyarakat dan pihak-pihak terkait kepada manajemen Rumah Sakit.

 KRITERIA PESERTA

  1. Direktur Utama, Direktur Keperawatan/ Kepala Bidang Keperawatan/Kepala Seksi Keperawatan RS Pemerintah/ Swasta;
  2. Ketua Komite Keperawatan/Sub Komite Keperawatan/anggota Komite Keperawatan
  3. Supervisor/ Pengawas Keperawatan/ Kepala Ruangan /Case Manager/Perawat senior
  4. Tim Pengendali Mutu Keperawatan/ Tim Akreditasi RS;
  5. Kepala Instalasi Rekam Medis RS/ Perekam Medis senior

Catatan untuk Peserta :

  1. Peserta wajib membawa laptop dengan fasilitas Wi-Fi/ modem internet untuk melakukan praktik telaah terhadap kasus-kasus tertentu.
  2. Quota Terbatas, Peserta 40 Orang

METODE

  • Ceramah dan Tanya Jawab
  • Simulasi kelas
  • Diskusi Kelompok
  • Praktek

NARA SUMBER DAN FASILITATOR

  1. dr. Hanevi Djasri, MARS (Konsultan dan Peneliti di Pusat Kebijakan dan Manajemen FK-UGM, Dosen Magister Manajemen RS di UGM, Pengurus PERSI Pusat dan Koordinator Indonesian Healthcare Quality Network serta anggota International Society for Quality in Healthcare/ ISQua)
  2. Drg. Basoeki Soetardjo, MMR. (Direktur RSUD Dr. Moewardi)
  3. Sri Martuti, SKP., MKes. (Ketua Komite Keperawatan RSUD dr. Moewardi)
  4. Tim Audit Keperawatan RSUD Dr Moewardi

MATERI

  1. Program pelatihan ini diberikan selama 32 jam pelajaran (1 jam pelajaran 45 menit) Program pelatihan ini terdiri dari dan praktek dengan bobot : Teori 40% dan Praktek 6 0%
  2. Materi pelatihan terdiri dari:

TAHAP I : AUDIT KEPERAWATAN

  1. Peran Komite Keperawatan dalam Mewujudkan Clinical Governance di Rumah Sakit
  2. Peran Audit Klinis dalam Mempersiapkan Akreditasi RS versi JCI dan Mencegah Sengketa Medis
  3. Langkah-langkah Audit Keperawatan
    • Pemilihan Topik dan Penyusunan Kriteria
    • Praktek Penyusunan Kriteria
    • Pengumpulan Data dan Praktek
    • Pelaporan Data dan Praktek
    • Analisis Penyimpangan dalam Audit Keperawatan
    • Praktek Analisis Penyimpangan

TAHAP II : RE AUDIT KEPERAWATAN

  1. Implementasi Plan Of Action (POA) di RS masing-masing peserta (4 minggu)
  2. Re Audit Keperawatan di di RS masing-masing peserta
  3. Presentasi dan Evaluasi Hasil Audit Keperawatan

  WAKTU PELAKSANANAN

Tahap I : Hari / Tanggal : Senin-Selasa, 18- 19 Agustus 2014
Tahap II : Hari/ Tanggal : Senin – Selasa 6 – 7 Oktober 2014

TEMPAT

Ruang Parangkusumo, Gedung Wijaya Kusuma RSUD Dr Moewardi .
Jl Kolonel Soetarto 132 Solo , Telp 0271- 634634 (ext. 542)

PENDAFTARAN DAN INVESTASI

  1. Mendaftar dengan mengisi formulir terlampir,dan difax ke 0271- 666954
  2. Mendaftar melalui e-mail :
    • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
    • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  3. Mendaftar melalui kontak person ke:
    1. Dewi Asti : 081393232565
    2. Sugiyarti :081567939667
    3. Isti Wulandari :085640724786
    4. Dhina Nur Irfani : 081226334200

Sehubungan terbatasnya tempat, dimohon segera mendaftarkan diri sebelum tanggal 9 Agustus 2014 dan sebaiknya tiap rumah sakit mengirimkan 3 (tiga) orang dalam 1 (satu) tim, dengan investasi:
Tahap I : sebelum 9 Agustus Rp. 2.000.000,-/ peserta, On site Rp. 2.500.000.-
Tahap II : Rp. 1.000.000.-/ peserta

  CARA PEMBAYARAN :

Semua pembayaran dilakukan melalui transfer ke

  • Bank Jateng cabang Surakarta Rek No 3 002 11630 7 an Bagian Diklit RSUD Dr Moewardi
  • Bukti Transfer dinyatakan pada formulir pendaftaran dan di fax bagian Diklit 0271- 666954 .

FASILITAS

  1. Tas
  2. Coffee break, dan lunch
  3. Bimtek kits, modul dalam bentuk hard copy dan soft copy;
  4. Sertifikat, dan foto bersama

Hari Pertama : Senin, 18 Agustus 2014

WAKTU

MATERI

PEMBICARA

07.30   - 08.00

Registrasi Ulang

 

08.00   - 08.45

Opening Session

Ketua Panitia
Direktur RSUD Dr. Moewardi

08.45 – 09.00

Coffee Break

 

09.00 – 10.30

Peran Komite Keperawatan dalam Mewujudkan Clinical Governance di Rumah Sakit

Drg. Basoeki Soetardjo, MMR.

10.30 - 12.00

Peran  Audit  Klinis  dalam mempersiapkan Akreditasi RS versi JCI dan mencegah Sengketa Medis

dr. Hanevi Djasri, MARS

12.00 – 13.00

ISHOMA

 

13.00 – 14.30

Langkah-langkah Audit Keperawatan

dr. Hanevi Djasri, MARS

14.30 – 15.15

Pemilihan Topik dan Penyusunan Kriteria

dr. Hanevi Djasri, MARS

15.15 – 16.45

Sharing Pengalaman Komite Keperawatan dalam Melaksanakan Audit Keperawatan di RSUD Dr Moewardi

Komite keperawatan SDM

Hari kedua : Selasa 19 Agustus 2014

WAKTU

MATERI

PEMBICARA

08.00   - 09.30

Praktek Penyusunan Kriteria

Sri Martuti, SKP., Mkes dan Tim

09.30   - 09.45

Coffee Break - Photo Session

 

09.45   - 12.00

Pengumpulan Data dan Praktek

Sri Martuti, SKP., Mkes dan Tim

12.00   - 13.00

ISHOMA

 

13.00   - 14.30

 Pelaporan Data dan Praktek

Sri Martuti, SKP., Mkes dan Tim

14.30   - 15.15

 Analisis Penyimpangan dalam Audit Keperawatan

Sri Martuti, SKP., Mkes dan Tim

15.15   - 15.30

Coffee Break

 

15.30   - 16.15

Praktek Analisis Penyimpangan

Sri Martuti, SKP., Mkes dan Tim

  

 

 

 

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq