Salah satu agenda penting pada Pertemuan Nasional Gizi dan KIA dalam Rangka Akselerasi Pencapaian MDG 1-4-5 yang di Bandung pada tanggal 13-16 Feberuari 2012 adalah diskusi yang membahas “strategi luar biasa” yang perlu disusun untuk menurunkan kematian ibu dan bayi. Diskusi tentang kebijakan dan manajemen KIA ini menggunakan perspektif kabupaten, diskusi ini menggunakan metode sense making dimana peserta diskusi diminta untuk menggunakan akal sehat dan naluri dalam mencari cara menurunkan kematian ibu dan bayi. Lebih lanjut diksusi akan dikembangkan dalam bentuk open-system (akan ada di kesehatan-ibuanak.net), dimana semua pihak di Indonesia dapat melakukan pengembangan di daerah masing-masing berdasarkan ide, atau inspirasi.
Forum Mutu Tahun 2008
HARI I
- Paralel 1
- Kelompok A
- dr. Hj. Alma Lucyati – Membangun Budaya Pelayanan Kesehatan Terbaik bagi Masyarakat
- dr Khoirul – Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
- dr wawang – Aspek Regulasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan
- Kelompok B
- dr Agung – Asuhan Pasien Berkesinambungan Sebagai Sistem Manajemen Pelayanan di RSUP Persahabatan
- dr Fathema – Perubahan Budaya Birokrat
- Budi mulyono – Sinkronisasi Penerapan ISO 9001:2000, OHSAS 18001:2007, PSBH dengan Akreditasi RS
- dr Agus – Strategi RS dalam memenangkan Persaingan
- Kelompok C
- dr Hindar jaya – Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Bontang dalam Pengembangan dan Revitalisasi Puskesmas
- dr. Esty Martiana Rachmie – membangun budaya Mutu di Puskesmas
- Dr. Nina Manarosana Rachman – Dokter Keluarga di Saryakes Primer
- Harlina Kisdarjono – Membangun Budaya Patient Safety dalam Pelayanan Farmasi
- Kelompok A
- Paralel 2
- Kelompok A
- Drg Darmaji Prawirasetya – Radio sebagai media promosi dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di kota Banjar
- Bondan Agus Suryanto – Implementasi Quality Frame Work di Propinsi DIY
- dr hadi Puspita – Geo mapping sebagai sarana pemetaan dan kewaspadaan dini
- Felix kasim – Maranatha Health Service & Maranatha Crisis Center
- Kelompok B
- dr nunang yuliawan – Memadu Data dari Berbagai Alat Laboratorium dengan Memanfaatkan Interface yang Tersedia
- Eddy rahardjo – Electrical safety in Operation Room and other Specialized Treatment Areas
- Tri wahyu murni – Teknologi & Disaster
- Kelompok C
- dr Hanny Ronosulistyo – Teknologi Terkini di Puskesmas
- DR Rukmono – Review (Audit) Maternal – Perinatal
- Drg. Hj. Indah Rosana Alpisahar – Implementasi Sistem Manajemen mutu untuk Revitalisasi Puskesmas
- Aria kekalih – Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan
- Kelompok A
- Pleno 1
- Tati R Mengko – Tinjauan aspek Teknologi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan : Perkembangan e-health di Indonesia dan didunia
Hari II
- Paralel 3
- Kelompok A
- dr Kohar – Pengembangan budaya mutu di Rumah Sakit Husada Utama dengan menggunakan daftar tilik
- dr Agus S – Penyusunan Kurikulum Keperawatan Berbasis Patient Safety
- Mubasysyir Hasanbasri – Siapa yang Menjadi Case Manager: Dokter Spesialis?
- Kelompok B
- Bhirowo Yudo Pratomo – Penggunaan Tehnologi simulasi dalam pendidikan kedokteran
- Dr Ir. Woerjantari Soedarsono – Perkembangan bangunan rumah sakit
- Gemala Hatta – Persiapan penggunaan Rekam Kesehatan Elektronik berdasarkan Permenkes
- Dedi Fitri Yadi – Medical Simulation
- Kelompok C
- dr. Erwin Santosa, Sp.A, M.Kes – Fakultas Kedokteran UMY
- dr. Hatmansjah – membangun team work antara klinisi lintas disiplin
- dr Untung S Sutarjo – menanamkan budaya kesehatan kerja di RS
- Dadan Supriatna – Membangun Kesiapan RSUD sebagai Organisasi badan layanan umum daerah
- Kelompok A
- Pleno 2
- dr Sugianto
- hanevi Djasri – Indikator Pelayanan Klinis Nasional (National Clinical Indicators): Perbandingan antar Negara
- Pleno 3
- dr Sutoto – Green Hospital
- Mohammad Sjahjahan – Developing Patient Safety Culture
AS Alokasikan 55 Juta Dolar AS, Selamatkan Ibu Dan Bayi Di Indonesia
MEDAN (Berita): Pemerintah Amerika Serikat melalui program USAID EMAS senilai 55 juta dolar untuk lima tahun ini akan meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit dan puskesmas bagi para ibu dan bayi yang baru lahir.
Konsul Anthony Woods, Wakil Kepala Kantor Konsulat AS bersama Gubernur Sumatra Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, pejabat senior Kementerian Kesehatan RI, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dan direktur-direktur RS di Sumatera Utara meresmikan program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) di Sumatera Utara pada acara Seminar Tahunan PERSI.
EMAS juga akan mendukung sistem rujukan medis sehingga para ibu dan bayi memperoleh layanan kesehatan secara optimal jika terjadi komplikasi saat kehamilan dan bersalin.
Derajat Kesehatan Warga Papua di Bawah Rata-rata
Metrotvnews.com, Jayapura: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengaku kecewa dengan derajat kesehatan masyarakat Papua yang masih belum menunjukkan hasil menggembirakan. Seluruh indikator derajat kesehatan Papua, yaitu angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, prevalensi gizi buruk, dan prevalensi gizi kurang, masih berada di bawah angka rata-rata nasional.
“Meskipun kita telah melaksanakan Pembangunan Kesehatan di Papua selama beberapa dasawarsa, hasil yang dicapai belum menggembirakan,” sesal Menkes, saat membuka membuka Rakerkesda Provinsi Papua di Jayapura, Senin (20/2) malam.
Penyediaan Obat Belum Disiapkan Serius
Jakarta, Kompas – Beroperasinya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan pada tahun 2014 akan meningkatkan kebutuhan obat publik. Namun, hingga kini industri farmasi belum dilibatkan secara serius.
“Jika Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak siap, masyarakat bisa kecewa,” kata Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Darodjatun Sanusi di Jakarta, Kamis (1/3).
Keberadaan BPJS merupakan amanat Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang akan menjamin kesehatan seluruh rakyat. Agar lembaga ini berjalan baik, butuh kesiapan sarana dan prasarana pendukung, mulai dari infrastruktur layanan, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga ketersediaan obat.
Forum Mutu Tahun 2007
Hari Pertama
Farid Wadjdi Husain – Kebijakan Mutu Pelayanan Kesehatan di Indonesia
- Paralel 1
- Ahmad Harifudin – Persiapan Pengembangan Manajemen Mutu Kamar Bedah di RSUD Serang
- Amin Nur Rochim – Proses Penyusunan Pedoman Pelayanan di IBS
- Andreasta Meliala – Aplikasi Konsep Patient Safety pada Pelayanan Rumah Sakit Saat Bencana
- Atiek Heru – Menghitung Quallity Cost di Rumahs sakit
- Deddy Koesmayadi – Efisiensi kamar Bedah
- Hindar Jaya – Perijinan Praktik Dokter Keluarga
- Iwan Dwiprahasto – Manajemen Risiko Klinik dalam Sistem Pelayanan Kesehatan
- Masitah – Kerangka kerja mutu & Regulasi pelayanan kesehatan Prop. Kaltim
- RS Sutomo – Negligence & Patient Safety di kamar Bedah
- Tenny Septania – Outsourching Tenaga Kesehatan
- Pleno 1 a
- Adi Utarini – Situasi Pengembangan Patient Safety dan Pelayanan Kesehatan di Indonesia
- Hardi yusa – Antara Mutu dan Biaya dalam pelayanan Kedokteran
- Pleno 1 b
- Dodi Firmansyah – Implementasi mutu dan biaya rumah sakit: pengalaman RSUP Fatmawati , Jakarta
- Fathema – Efisiensi dalam pelayanan bedah jantung: Pengalaman PJT RSCM dalam Pengembangan DRG
- Paralel 2
- Anis Fuad – Standar informatika kesehatan
- Bambang – Penerapan Konsep dasar patirnt safety di puskesmas Loa Janan Kab. Kutai Kertanegara kaltim
- Nunang Yuliawam – Menilai Efektifitas Pengembangan Sistem Informasi RS
- Roni Novianto – Penggunaan PDA sebagai bagian optimalisasipenerapan teknologi informasi di RS
- Sutoto – Renstra berbasis klinik
Hari Kedua
- Pleno 2
- Ario Djatmiko
- Abidinsyah Siregar – Menuju Praktik Kedokteran yang Standar dan Akuntabel
- Oetarjo Diran – Lessons Learned Human Factors in Aviation Accidents
- paralel 3
- Emiliana Tarigan – Pengalaman mendidik perawat dalam patient safety
- Felix kasum – Implementasi & Evaluasi Penerapan Disease Case Management Melalui Peran Manajer kasus di RS Pendidikan
- Haris – keselamatanpasienpascabencana
- Muh Amin – Pengalaman mendidik perawat dalam patient safety
- Nico a Lumenta – Review Keselamatan Pasien
- Rukmono – Hasil Uji coba Implementasi Clinical Pathway bedah sesardi RSUP Sardjito
- Pleno 3 a
- David Dunlop
- karen Dunn
- Pleno 3 b
- Diskusi panel
Hari Ketiga
Agung Usadi
Hanevi Djasri
Karen Dunn
Forum Mutu Tahun 2006
Sesi Pembukaan
- Sambutan selamat datang dan penyerahan penghargaan – dr. Hanevi Djasri, MARS,
- The chain of effect in improving health care quality sebagai kerangka seminar patient safety – dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH,
Sesi Pleno I : Framework
- Update penelitian tentang keselamatan pasien: sebuah review penelitian terkini – dr. Adi Utarini, MSc, MPH,PhD,
- Pengalaman Negara Bagian dalam proses penyusunan framework safety and quality di Victoria, Australia – DR. Chaty Balding
- Manfaat dan tindak lanjut penelitian tentang medical error sebagai dasar kerangka kerja peningkatan keselamatan pasien ditingkat Provinsi – Dr. Budiardja, DTM&H, MPH,
Sesi Konkuren I
- Manajemen Resiko
- Pengalaman dalam manajemen resiko penderita Flu Burung – dr. Santoso Soeroso,SpA,
- Pengalaman dalam manajemen resiko persalinan pasien dengan HIV – dr. A.A.N.Jaya Kusuma, Sp.OG(K)
- Evaluasi manajemen resiko di kamar operasi – dr. Ida Ayu Ratih
- Manajemen resiko pelayanan klinik bagi para korban bencana: Studi kasus tetanus pada gempa Jogja – dr. Haripurnomo K, MPH, DrPH,
- Clinical Pathway
- Pengembangan Clinical Pathway sebagai upaya mengurangi variasi biaya pelayanan di RS – dr. Gede Subawa, MKes
- Pengembangan clinical pathway untuk bedah jantung – dr. Fatemah D Rachmat,
- Implementasi Integrated Clinical Pathway di RS Cengkareng – Julia Indriati, RS
- Pengembangan clinical pathway untuk penderita TBC di RS – dr. Felix MKes
- Pendidikan dan Pelatihan
- Materi Patient safety dalam program pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia – Dr. dr. Sutoto, MKes
- Peran Balai Pelatihan Teknis Profesi Kesehatan (BPTPK) dalam patient safety – Drs. Drajat Setiono, MKes
- Kurikulum Magiter Manajemen Rumahsakit berbasis patient safety – dr. Andreasta Meliala, MKes
- Program diklat RS untuk meningkat pengetahuan patient safety – dr. Rukmono Siswishanto
Sesi Pleno 2a
- Kebijakan Depkes dalam Patient Safety – dr. Ratna Rosita, MPHM,
- Program PERSI dalam Gerakan Nasional Keselamatan Pasien di Rumah Sakit – dr. Adib A Yahya, MARS, PERSI
- Perkembangan tujuh program Gerakan Moral Nasional Keselamatan Pasien di Rumah Sakit (GMN-KPRS) – dr. Nico A. Lumenta,MM,
Pengantar Hari II
- Kebijakan Pemerintah/Lingkungan (Peran Lembaga Independen) – dr. Hartanto, M.Med.Sc
- Peran Medical Advisory Board (MAB) dalam menjaga mutu dan cost containment – dr. Gede Subawa, MKes,
- Standar Internasional Manajemen Resiko – Ir. Wiyoso Suhartono,
- Peran Badan Mutu dalam menilai mutu sarana pelayanan kesehatanan untuk menjaga keselamatan pasien – Ir. Valentina, MKes,
Sesi Konkuren II
- Audit Klinik
- Kinerja Klinik
- Peran pelaksanaan morning report dalam meningkatkan kinerja klinik – dr.I Nengah Artika, Sp.P
- Penyusunan indikator kinerja klinik dalam Standar Pelayanan Minimum di RS sebagai Badan Layanan Umum – Dr. Faricah Hanum
- Membangun networking untuk meningkatkan kinerja klinik rumah-sakit dan Puskesmas – dr. Trijoko Hardiyanto, MPH
- Workshop Penyusunan Indikator Patient Safety – dr. Adi Utarini, MSc, MPH, Ph.D
Sesi Konkuren III : Kebijakan Organisasi
- Clinical Governance
- Perkembangan dan hasil penerapan clinical governance di RS Siloam Gleneagles 2004-2006 – dr. Grace Frelita,
- Membangun sistem keselamatan pasien di RS – dr. Chairulsjah Sjahruddin, SpOG, MARS
- Implementasi Patient Safety melalui program pengendalian infeksi di rumah sakit pasca Tsunami – Dr. Rusmunandar, SpJK
- Pengembangan dan hasil penggunaan instrumen near miss (nyaris mati) sebagai salah satu indikator mutu di sarana pelayanan kesehatan – dr. Asri Adisasmita,MSc, Ph.D
- Manajemen Mutu Klinik
- Implementasi ISO 9000 untuk meningkatkan kinerja klinik di Puskesmas – drg. Hetty Handayani
- Penerapan konsep dasar clinical governance melalui sistem manajemen mutu ISO 9000 – dr. Hanevi Djasri, MARS
- Implementasi ISO 9000 untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan – Sang Ketut Arta, SKM, MKes
- Evaluasi manajemen operasional rumah sakit lapangan dalam menanggulangi korban bencana alam – Ni Luh Putu, SKM, MKes
- Kemitraan Pasien – Penyedia Pelayanan
- Menyama Braya (pendekatan kekeluargan) untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan – Komang Ayu SKP, MPH
- Pendidikan dokter keluarga untuk meningkatkan kemintraan dokter-pasien dalam primary care – dr. Made Dharmadi
- Keterlibatan keluarga pasien dalam pemberian pelayanan hemodialisis – Didik Ujianto, SKM
- Menjalin kemitraan dengan asuransi asing untung meningkatkan manajemen mutu klinik – dr. Wayan Sutarga, MPHM
Sesi Pleno 2c
- Rencana Kegiatan Dinas Kesehatan Propinsi untuk mewujudkan safety and quality dalam pelayanan kesehatan – Dra. Siti Munawaroh, MKes,
- Isu Kebijakan Stratejik Dinas Kesehatan yang memberikan dampak terhadap keselamatan pasien di pelayanan kesehatan – dr Anjar Asmara,
- Penyusunan standar minimum pelayanan KIA sebagai bagian dari instrumen perijinan sarana pelayanan kesehatan tingkat Provinsi – dr. Saraswati, MKes,
Pengantar Hari III
- Peran Leadership/Direktur dalam Penerapan Clinical Quality & Safety – dr. Hanna Permana, MARS
- Penerapan Clinical Quality & Safety di Tokushukai Hospital, Jepang – Tokushukai Hospital , Jepang
- Penerapan Clinical Quality & Safety di National University Hospital, Singapore – Prof. Quek Swee,
Sesi Penutupan
Semangat di HUT Ke-30 RSUP DR Sardjito Jogjakarta: Serius Perbaiki Layanan agar Penuhi Standar Internasional
Radarjogja.co.id JOGJA– Manajemen RSUP DR Sardjito Jogjakarta terus berbenah. Mereka terus meningkatkan kualitas dan pelayanan. Ini ditempuh untuk menjadi rumah sakit yang berkomitmen mendukung dan melaksanakan akreditasi internasional dalam program Joint Commision International (JCI).
Selama ini di Indonesia terdapat tujuh rumah sakit kelas A yang turut serta melakukan penandatanganan program akreditasi internasional. Program yang ditekankan untuk mencapai taraf internasional dalam pelayanan kesehatan ini merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Supriyantoro, akreditasi internasional merupakan tantangan bagi rumah sakit di Indonesia. Sebab, banyak masyarakat Indonesia yang mampu secara finansial lebih memilih berobat ke luar negeri.
Gandeng FK, Pemerintah Tingkatkan Mutu Paramedis
Saat ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga kesehatan yang diharapkan dapat terdistribusi secara luas hingga ke pelosok daerah atau daerah terpencil.
“Pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa fakultas kedokteran untuk mengadakan program intership (magang) sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan,” papar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih pada pembukaan Pertemuan Konsultasi Regional untuk Penguatan Manajemen SDM Bidang Kesehatan di Negara Kawasan Asia Tenggara, di Kuta, Bali, Senin (13/2/2012).
RSJPD Harapan Kita terima akreditasi Penuh Kardiovaskuler
Jakarta (ANTARA News) – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta yang sudah memiliki ahli dan teknologi kardiovaskuler berstandar Internasional, kini mendapat penilaian dan lulus mendapatkan sertifikat akreditasi penuh tingkat lengkap di bidang pelayanan kardiovaskuler oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Republik Indonesia.
“Rumah Sakit Jantung Harapan Kita mempunyai fungsi yang luas, memberi pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia mulai dari yang tidak mampu sampai yang mampu. RSJPD bertanggungjawab meningkatkan kualitasnya menjadi rumah sakit bertaraf Internasional dan saat ini menjadi yang terpercaya di Asia Pasifik,” kata Direktur Utama RSJPD Harapan Kita dr Hananto Andriantoro, SpJP(K), FIHA, usai menerima Sertifikat KARS di Jakarta, Rabu.