Prioritas Obat Generik

MELAWI (Pontianak Post)- Dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi pasien sesuai indikasi medis. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri kesehatan Nomor K. 02. 02/Menkes/068/I/2010 pasal 4 ayat 1 menyebutkan tentang dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi pasien sesuai indikasi medis.

“Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat tanggal 6 maret lalu tentang kesepakatan bersama peresapan obat dan tindakan OK,” ujar Direktur RSUD Melawi dr. Tanjung Harapan.Saat ditemui di ruang kerjanya, Tanjung menjelaskan ia sudah menyikapi hal tersebut dengan membuat surat pemberitahuan kepada seluruh petugas medis (dokter, perawat, bidan) untuk tidak melakukan peresapan obat, medis dan lain-lain keluar selama persediaan obat dan alat kesehatan lain di instalasi RSUD Melawi masih tersedia.

Continue reading

Quality for All

Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, salah satu peserta dan penerima beasiswa Pelatihan Kepemimpinan Internasional di Bidang Manajemen Rumah Sakit untuk tahun akademik 2010-2011 dari Internationale Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) GmbH, Jerman, menuliskan hasil pengamatan dan analisanya tentang sistem manajemen mutu rumah sakit di Jerman. Kunci keberhasilan dari sistem sertifikasi RS di Jerman adalah adanya perundang-undangan yang kuat yang mengatur mulai dari level Bundes hingga level pelayanan. UU tersebut membebaskannya RS untuk memilih sistem sertifikasi yang akan ditempuh, maka terjadi juga kompetisi antar-lembaga sertifikasi.

Read More

Clinical Indicators, Bagaimana Proses Pengembangannya di RS?

Penyusunan dan pengembangan indikator klinis menurut ACHS (2004) bertujuan untuk: (1) meningkatkan peran serta dokter dalam evaluasi dan kegiatan perbaikan mutu khususnya pelayanan klinis, (2) membuat dan menyediakan alat yang berguna sebagai simbol atau pertanda yang menyadarkan organisasi akan adanya masalah potensial dan peluang perbaikan pelayanan klinis, (3) membantu pengumpulan data nasional (surveilans), dan (4) mengembangkan indikator dalam penilaian akreditasi.

Read More

Siti Fatimah Jadi RS Digital

MAKASSAR(FAJAR)– Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Siti Fatimah menjadi rumah sakit pertama di kawasan timur Indonesia yang pelayanannya sistem digital. Senin, 19 Maret, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meresmikan Siti Fatimah sebagai rumah sakit digital.

Gubernur juga menetapkan RSKD Siti Fatimah sebagai rumah sakit tanpa asap rokok dan rumah sakit yang mendukung inisiasi menyusu dini (IMD). “Ini merupakan salah satu program pemerintah. Tentu, pasien rumah sakit harus berkolerasi dengan teknologi yang maju,” kata Syahrul.

Direktur RSKD Siti Fatimah, Leo Prawirodiharjo, mengatakan, pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas pelayanan. Upaya peningkatan pelayanan dilakukan selain dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang semakin modern. Termasuk dengan meningkatkan profesionalisme pelayan kesehatan atau sumber daya manusia.

Continue reading

RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Utamakan Keselamatan Pasien dan Keselamatan

MAKASSAR(FAJAR) — Untuk memperingati hari ulang tahun rumah sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo yang ke-19, pihak rumah sakit menggelar seminar sehari bertema keselamatan pasien dan keamanan fasilitas/ lingkungan rumah sakit. Seminar ini membahas pelayanan pihak rumah sakit kepada pasien.

Menurut anggota Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi ) Pusat, dokter Ariyati Daud, yang juga salah satu pembicara dalam seminar tersebut, pelayanan harus berfokus pada pasien. Baik dokter, perawat, maupun staf rumah sakit.

“Perlu kita menjalin komunikasi dengan pasien. Memberinya motivasi, dan menjaga pelayanan kita agar tetap harmonis,” kata Ariyati dalam seminar di Aula Prof Amiruddin.

Continue reading

Kini RS Adam Malik memiliki Cardiac Centre

MEDAN (waspada Online)– Penderita jantung di wilayah Sumatera, khusunya Kota Medan nantinya tidak perlu lagi berobat ke Jakarta, apalagi ke luar negeri .

Karena pelayanan khusus penyakit jantung (cardiac center) segera beroperasi di RSUPH Adam Malik,Medan. Kepastian pengoperasiancardiac center itu ditandai dengan masuknya alat-alat kesehatan yang didatangkan dari Korea Selatan (INA-14),kemarin. Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUPH) Adam Malik,Medan Azwan Hakmi Lubis menyebutkan, dengan masuknya alatalat kesehatan dari Korea Selatan itu, berarti sudah memenuhi kebutuhan cardiac center untuk segera beroperasi. “Sesuai dengan visi kami, kami akan meningkatkan mutu pelayanan.

Rencananya (cardiac center) kami buka Agustus mendatang, dan kami harapkan seluruh barang sudah masuk akhir tahun,” kata Azwan seusai penandatanganan kontrak pengadaan alat medis dan nonmedis di RSUPH Adam Malik,Medan,kemarin. Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Vice President Daewoo Consortium Mr Hong Doo Young, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan Supriyantoro, Dirut PT Rajawali Nusindo Rahmat Hidayat, dan Azwan Hakmi Lubis. Azwan menambahkan, pemerintah pusat sudah menetapkan RSUPH Adam Malik, Medan sebagai pusat regional wilayah barat untuk pelayanan penyakit jantung.

Continue reading

RS Imanuel jajaki kerjasama dengan Singapura-Malaysia

Bandarlampung (ANTARA News) – Rumah Sakit (RS) Imanuel Way Halim, Lampung telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Malaysia dan Singapura, untuk mendukung RS swasta di Bandarlampung itu meningkatkan mutunya dalam pengelolaan pasien dan pelayanan rumah sakit.

Menurut Direktur RS Imanuel, dr Andreas Andoko MKes, di Bandarlampung, Selasa, RS Imanuel dan “National University Hospital” yang merupakan rumah sakit pendidikan terbesar di Singapura, pada Februari lalu telah sepakat menjalin kerja sama.

Rumah sakit Universitas Nasional Singapura itu menjadi rujukan bagi pasien RS Imanuel yang memerlukan penanganan yang lebih canggih dan mutakhir.

Tenaga kesehatan RS Imanuel juga dapat belajar di RS Singapura itu untuk meningkatkan kemampuannya mengelola pasien dan perbaikan mutu unit pelayanan kesehatan.

Selain itu, RS Imanuel juga menjajaki kerja sama dengan RS Tan Tock Seng yang merupakan rumah sakit terbesar kedua di Singapura.

Continue reading

Diskusi Strategi Luar Biasa untuk Penurunan Kematian Ibu dan Bayi

Salah satu agenda penting pada Pertemuan Nasional Gizi dan KIA dalam Rangka Akselerasi Pencapaian MDG 1-4-5 yang di Bandung pada tanggal 13-16 Feberuari 2012 adalah diskusi yang membahas “strategi luar biasa” yang perlu disusun untuk menurunkan kematian ibu dan bayi. Diskusi tentang kebijakan dan manajemen KIA ini menggunakan perspektif kabupaten, diskusi ini menggunakan metode sense making dimana peserta diskusi diminta untuk menggunakan akal sehat dan naluri dalam mencari cara menurunkan kematian ibu dan bayi. Lebih lanjut diksusi akan dikembangkan dalam bentuk open-system (akan ada di kesehatan-ibuanak.net), dimana semua pihak di Indonesia dapat melakukan pengembangan di daerah masing-masing berdasarkan ide, atau inspirasi.

READ MORE

AS Alokasikan 55 Juta Dolar AS, Selamatkan Ibu Dan Bayi Di Indonesia

MEDAN (Berita): Pemerintah Amerika Serikat melalui program USAID EMAS senilai 55 juta dolar untuk lima tahun ini akan meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit dan puskesmas bagi para ibu dan bayi yang baru lahir.

Konsul Anthony Woods, Wakil Kepala Kantor Konsulat AS bersama Gubernur Sumatra Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, pejabat senior Kementerian Kesehatan RI, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dan direktur-direktur RS di Sumatera Utara meresmikan program Expanding Maternal and Newborn Survival (EMAS) di Sumatera Utara pada acara Seminar Tahunan PERSI.

EMAS juga akan mendukung sistem rujukan medis sehingga para ibu dan bayi memperoleh layanan kesehatan secara optimal jika terjadi komplikasi saat kehamilan dan bersalin.

Continue reading

Derajat Kesehatan Warga Papua di Bawah Rata-rata

Metrotvnews.com, Jayapura: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengaku kecewa dengan derajat kesehatan masyarakat Papua yang masih belum menunjukkan hasil menggembirakan. Seluruh indikator derajat kesehatan Papua, yaitu angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, prevalensi gizi buruk, dan prevalensi gizi kurang, masih berada di bawah angka rata-rata nasional.

“Meskipun kita telah melaksanakan Pembangunan Kesehatan di Papua selama beberapa dasawarsa, hasil yang dicapai belum menggembirakan,” sesal Menkes, saat membuka membuka Rakerkesda Provinsi Papua di Jayapura, Senin (20/2) malam.

Continue reading